NovelToon NovelToon
Aku Dia Dan Dirimu

Aku Dia Dan Dirimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Hamil di luar nikah / Cinta Terlarang / Nikah Kontrak
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Erny Su

"Aku tidak pernah memaksa siapapun untuk mencintai ku, dan jika pun cinta segitiga ini tetap harus berlanjut maka aku akan pastikan bahwa aku akan menjadi pemenang nya. apapun yang terjadi nantinya." ucap Daisy yang sudah putus asa karena tidak bisa melepaskan diri dari cinta yang terus membelenggu nya.

Dengan luka dan tetes air mata gadis cantik itu melanjutkan langkahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erny Su, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Daisy yang sudah berada di luar cukup lama pun akhirnya terlelap di kursi tunggu dengan posisi duduk bersandar, dan kedua pria dewasa yang merupakan asisten pribadi tuan Dimitri dan juga Aksa merasa tidak tega melihat itu, hingga akhirnya salah seorang dari mereka hendak meminta izin untuk mengantar gadis itu pulang, tapi baru saja asisten pribadi Aksa hendak masuk kedalam ruang rawat tersebut, Aksa terlihat keluar sambil merangkul pinggang seorang wanita yang tentunya mereka tau bukan calon istri Aksa.

Tapi Daisy yang sejak tadi melihat wanita cantik itu berfikir bahwa wanita itu adalah calon istri Aksa.

"Ada apa?"ujar Aksa pada Levin asisten pribadinya itu.

"Saya ingin minta izin untuk mengantar non Daisy pulang, kasihan dia ketiduran disana, dan itu pasti tidak nyaman untuk nya bos."ucap Levin.

"Tunggu sebentar disini."ucap Aksa pada wanita yang sejak tadi bergelayut manja di lengan Aksa.

"Hm..."lirihnya yang kini terlihat tidak suka saat Aksa mendekat pada Daisy dan menggendong gadis cantik yang kini terlelap dalam tidurnya, hingga tidak sadar bahwa Aksa yang membawa dia masuk kedalam kamar rawat VVIP tersebut.

"Tolong jaga mereka, saya antar dia kedepan dulu."ucap Aksa.

"Baik tuan muda."balas asisten tuan Dimitri dengan hormat.

Aksa putra pertama dari tuan Dimitri dan mendiang istrinya sebelum tuan Dimitri menikah dengan janda satu anak yaitu nyonya Sisilia, kini putra pertama tuan Dimitri itu genap berusia 27 tahun, selama ini Aksa tidak tinggal bersama tuan Dimitri karena keluarga mendiang sang mommy marah saat mengetahui bahwa tuan Dimitri menikah lagi setelah dulu dia berjanji pada mendiang istrinya untuk tidak menikah lagi dan akan membesar kan Aksa sendiri, tapi nyatanya janji tinggalah janji, sebagai pria dewasa yang pernah memiliki istri tentunya dia akan mengalami masalah dengan kesendirian nya itu.

Tuan Dimitri tidak ingin berbuat dosa dengan jajan atau melakukan hubungan tanpa status, hingga akhirnya saat usia Aksa genap berusia lima tahun akhirnya ia memutuskan untuk menikah dengan nyonya Sisilia yang merupakan pelayan di rumah nya.

Jelas saja Aksa mengenal wanita yang saat ini menjadi ibu tirinya yang baik dan sangat pengertian, bahkan sejak dia lahir dan tumbuh menjadi pemuda dewasa, karena nyonya Sisilia dulu adalah pengasuh sekaligus asisten pribadi mendiang ibunya.

Namun sayang kebenaran itu tidak bisa ditutupi lagi, setelah Aksa berusia lima tahun keluarga mendiang nyonya Alea mengambil Aksa untuk dibesarkan oleh mereka di luar negeri sana.

Dan percaya atau tidak, Jeny sampai saat ini masih dibenci oleh keluarga Aksa karena dia telah merebut perhatian dan kasih sayang tuan Dimitri termasuk mendiang kakak nya Jeny yang merupakan kakak tiri dari Aksa.

Jeny yang membuat Aksa jatuh cinta sebagai seorang kakak yang kemudian memiliki adik pun sering meminta sang daddy untuk membawa bayi kecil itu untuk berkunjung ke Belanda, namun keluarga Aksa tetap tidak mau mengakui Jeny sebagai bagian dari Aksa hingga akhirnya mereka tidak pernah lagi bertemu sampai usia Jeny genap berusia tujuh belas tahun.

Sejak hari itu Aksa hanya akan memberikan kasih sayang serta perhatian lewat hadiah yang dia kirim secara diam-diam, dan berbagai surat atau video ungkapan kasih sayang seorang kakak laki-laki untuk adik tersayang, begitu juga untuk keponakan nya yang saat itu baru lahir.

Aksa bisa menerima takdir hidup nya dengan baik karena dia yakin bahwa nyonya Sisilia pun tidak akan pernah mau menikah dengan sang daddy jika mendiang sang mommy masih hidup, karena nyonya Sisilia adalah perempuan baik-baik saat dia datang ke rumah itu, hanya saja nasib perekonomian nya yang kurang baik.

Dan kini pemuda tampan itu telah kehilangan kakak dan nenek nya yang telah membesarkan nya dan mewariskan perusahaan besar itu padanya.

Dan akhirnya tuan Dimitri pun meminta Aksa untuk kembali bersama dengan mereka, ditambah lagi tuan Dimitri akan menikahkan Aksa dengan anak dari rekan bisnis nya yang hingga saat ini masih menjadi misteri.

Sementara Aksa sendiri sampai saat ini masih suka bermain-main bukan berarti dia bukan pria yang tidak bertanggung jawab, hanya saja ia ingin menghabiskan masa lajangnya dengan pengalaman yang luas agar nanti saat ia menikah dia tidak tergoda dengan wanita di luar sana.

Tapi jangan pernah berfikir negatif tentang pria tampan itu, dia tidak pernah melakukan hubungan intim dengan siapapun termasuk deretan wanita yang sering berkencan dengan nya.

Dan kencan yang dimaksud adalah hanya sebatas pacaran dan sentuhan paling intim adalah peluk cium itupun kalau Aksa sedang ingin mengusir kebosanan dalam dirinya.

Seperti wanita yang saat ini dia antar ke luar dari rumah sakit, dia adalah kenalan nya saat di bandara.

Aksa sengaja melakukan itu karena alasan dia ingin mengalihkan perhatian nya dari gadis cantik yang sudah tiga kali ia temui sejak gadis itu mencegat mobilnya di tengah jalan waktu itu.

Aksa tidak pernah melakukan adegan intim seperti tadi sebelumnya, dia pernah pacaran serius tapi tidak pernah berciuman atau sekedar berpelukan.

Namun malam ini dia nekat melakukan itu agar dia bisa mengendalikan diri yang terasa bergejolak saat berada di hadapan gadis cantik itu.

Itulah kenapa Aksa meminta Daisy untuk pulang karena dia tidak tahan melihat keberadaan gadis itu di samping nya.

Aksa juga tidak bisa seenaknya langsung mengungkapkan perasaan nya terhadap Daisy karena dia tidak ingin Daisy menjauh dari nya. apalagi yang Daisy tau bahwa sebentar lagi dia akan menikah dengan gadis yang bahkan baru ia temui beberapa kali itupun dalam acara formal.

Namun cinta pada pandangan pertama itu benar-benar nyata adanya, dia jatuh cinta pada Daisy pada pandangan pertama. Dan saat melihat gadis itu menangis sesenggukan karena dukanya ingin sekali rasanya ia membawa Daisy kedalam dekapannya. Tapi apalah daya sampai saat ini Aksa hanya orang asing yang baru Daisy temui, itulah kenapa dia berusaha sekuat tenaga untuk tidak membuat Daisy takut dan seolah dia adalah pria bajingan yang tidak patut untuk menjadi pria idaman.

Tapi saat ini dia tengah dibuat tidak berdaya oleh cinta yang mungkin akan bertepuk sebelah tangan mengingat Daisy yang bahkan tidak pernah tergoda dengan rayuan para mahasiswa yang juga tidak kalah mapan darinya dari segi materi ataupun fisik.

Aksa tau itu saat dia meminta asisten pribadinya untuk mencari tahu tentang Daisy. Sesaat setelah ia mengantar gadis cantik itu ke rumah sakit.

Dia bahkan semakin tersiksa saat dirinya menyentuh tubuh Daisy untuk pertama kalinya dalam gendongannya tadi, wajah cantik dan terlihat sangat tenang dari wajah sembab nya itu pun membuat Aksa ingin sekali menjadi laki-laki dalam hidup Daisy.

...*****...

Pria tampan itu masih enggan untuk masuk kedalam, padahal udara sedang tidak baik-baik saja, Aksa masih berdiri di lorong rumah sakit sambil bersandar pada pilar kokoh penopang bangun tersebut.

Ditangannya saat ini masih terdapat puntung rokok yang hampir pada setelah beberapa kali ia sesap.

Hingga akhirnya asisten pribadinya datang, pemuda tampan yang juga seusianya itu memberitahu bahwa Jeny sudah terjaga dari tidurnya dan saat ini tengah mengeluh sambil menangis dan Daisy kewalahan.

"Hm..."lirih Aksa yang kini melempar puntung rokok tersebut kedalam tong sampah setelah ia matikan api nya sebelumnya.

Dan benar saja, Daisy yang kini tengah berusaha untuk menenangkan adiknya itu bahkan sampai ikut menangis karena takut Jeny kenapa-napa.

"Jen hiks... hiks... maaf gara-gara aku kamu seperti ini, aku tidak tau bahwa kamu akan mengalami ini, tolong bertahan ya, mungkin sebentar lagi kak Aksa datang bersama dokter sekarang aku elus yang sakitnya agar kamu bisa sedikit lebih baik."ucap Daisy yang kini memeluk Jeny sambil mengelus-elus perut rata gadis cantik itu dengan penuh kelembutan.

"Ini sakit Dy, aku tidak kuat lagi..."ujar Jeny.

"Cepat panggil dokter kesini sekarang juga aku yakin ada yang salah dengan hasil pemeriksaan medis adikku."ucap Aksa dengan tegas dan lantang hingga Daisy langsung menoleh kearahnya dan Jeny langsung berkata.

"Kakak perut aku sakit sekali hiks... hiks... hiks."ujar Jeny dengan Isak tangis nya yang sungguh sangat mengkhawatirkan.

Aksa langsung menghampiri Jeny dan Daisy yang masih berada di samping Jeny dengan menggenggam tangan nya pun, bisa mencium wangi maskulin dari Aksa yang kini mampu menenangkan nya.

"Sabar sayang kita akan melakukan pemeriksaan lagi agar kamu bisa segera sembuh."ujar Aksa sambil mengusap punggung Jeny dengan penuh kelembutan.

Maka dari itu tidak akan pernah ada yang percaya bahwa mereka satu ayah lain ibu, karena nyatanya wajah mereka begitu mirip dan tidak hanya itu kedekatan mereka saat ini tidak pernah menggambarkan bahwa selama ini mereka hidup terpisah, seperti saat Daisy bilang tentang salah satu kebiasaan Jeny saat merasa kesal dan Aksa bilang tidak pernah tau itu.

Dan itu adalah jawaban yang sangat jujur, Jeny memang adik Aksa tapi mereka tidak pernah tinggal bersama itulah kenapa mereka tidak tahu bagaimana watak mereka masing-masing, dan meskipun mereka sering bertemu di akhir-akhir beberapa tahun ini, itu hanya sebatas pertemuan biasa dan hanya untuk melepas rindu.

Dan kini, Daisy masih duduk terdiam di sofa panjang tersebut bersama Aksa yang ada di samping nya.

Daisy masih terlihat sangat cemas saat ini saat melihat dokter yang tengah melakukan pemeriksaan secara menyeluruh hingga saat akhirnya pernyataan dokter yang sangat mengejutkan bahwa saat ini Jeny tengah hamil muda dan reaksi yang ditimbulkan dari diagnosa dokter sebelumnya adalah efek dari kehamilan nya itu.

Sontak Daisy dan Aksa saling tatap dan Daisy begitu shock hingga dia bangkit sambil menutup mulut dengan kedua tangannya dan melirik kearah Aksa dan Jeny secara bergantian.

"I ini tidak mungkin, dokter pasti salah bagaimana bisa teman saya bisa hamil sedangkan dia belum menikah dan tidak memiliki kekasih, seharusnya dokter jangan asal bicara atau saya akan laporkan anda atas fitnah ini!"ujar Daisy yang kini sampai berteriak pada dokter karena dia mengalami shock berat.

"Hiks...hiks ini tidak mungkin, bahkan setiap hari dia bersama saya dok, dia tidak mungkin berbuat tidak baik karena dia adalah gadis berpendidikan, dan dia juga tidak pernah bilang bahwa dia mengalami pelecehan, ini benar-benar tidak mungkin."ucap Daisy yang terlihat begitu hancur padahal Jeny bukan saudara atau saudara nya, tapi hubungan persahabatan yang begitu erat itu membuat dirinya merasa terluka dengan itu.

"Tenangkan dirimu nona, dan anggap semua ini tidak pernah terjadi dan kamu tidak pernah mendengar apapun."ucap Aksa yang kini tiba-tiba bersikap formal padanya.

Dan Daisy hanya bisa mengangguk kemudian ia pergi setelah Aksa meminta nya untuk pergi, dan kini hanya ada dokter dan Aksa yang kini masih saling terdiam hingga akhirnya Aksa kembali memberi perintah.

"Lakukan pemeriksaan menyeluruh, dan saya ingin pastikan semua ini akan tetap menjadi rahasia dan jangan sampai ada yang tau selain gadis itu."ujar Aksa.

"Baik tuan."balas sang dokter.

Sementara Aksa langsung menghubungi seseorang untuk mencari tahu tentang siapa yang telah berani menghamili adiknya itu, dia berjanji akan membuat perhitungan dengan pria itu.

Sementara Daisy sendiri kini pulang ke rumahnya diantar oleh asisten tuan Dimitri.

Gadis cantik itu masih terlihat sangat shock hingga dia terdiam tanpa kata dengan tatapan mata kosong dan lurus kedepan.

Asisten tuan Dimitri merasa khawatir dengan gadis yang kini duduk di belakang.

Sampai saat Daisy tiba di depan teras, pria paruh baya itu pun langsung berkata."Nona tidak perlu khawatir, mobil nona sebentar lagi akan diantar ke rumah ini."ujar pria itu.

Daisy hanya membalas dengan anggukan kepala pelan, dia juga langsung masuk kedalam rumah yang terasa begitu sepi tersebut.

"Ma Dy pulang..."lirih Daisy yang kini kembali bercucuran air mata karena rindu sang Mama hingga dia tidak bisa mengikuti tahlilan di hari pertama yang digelar di mesjid.

Saat ini sudah hampir pagi, tapi Daisy enggan untuk bangkit dari ranjang yang baru dia tempati satu jam yang lalu.

Hari ini weekend, dan gadis itu berencana untuk mengunjungi makam sang Mama untuk melepas rindu yang tiada akhir itu.

Sementara itu setelah hasil USG dikantongi oleh Aksa dan Aksa sedang bicara di telfon dengan kedua orang tuanya yang juga begitu shock mendengar kabar itu bahkan nyonya Sisilia sampai tak sadarkan diri berkali-kali.

Wanita cantik yang telah melahirkan Jeny itu tidak menyangka bahwa putrinya bisa berbuat kesalahan fatal hingga ia mengandung disaat kelulusan akan dia raih sebentar lagi.

Tuan Dimitri pun meminta Aksa untuk mencari siapa pria yang berani menghamili Jeny dan setelah itu ia meminta pria itu dihukum seberat-beratnya.

Tuan Dimitri tidak akan menikahkan putrinya dengan laki-laki yang telah menghamili anak gadis nya itu, meskipun dia harus menanggung malu karena memiliki putri yang hamil diluar nikah, lagipula dia sudah mengambil obsi untuk merahasiakan semua itu.

1
Rosdiana Rosdiana
msh ada lanjutannyakh tor?
Syamsiar Samude
bingung ceritaxthor knpa Aksa dibikin jatuh hati sama daesy pdhl sdh mw brtunangan malas rasax lanjut baca bila sll bikn greget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!