NovelToon NovelToon
Guzheng of The Moon

Guzheng of The Moon

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:532.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Jengke Rin

Menjadi selir? Apa mau dikata. Seberapapun Yue menolak, ia tetap ditakdirkan untuk itu. Jadi percuma saja lari atau mengakhiri hidupnya hanya untuk terbebas.

Yang bisa Yue lakukan hanya berusaha untuk menjadi selir terbaik sepanjang sejarah Kerajaan Yuhan. Ia akan menakhlukkan hati sang kaisar apapun yang terjadi. Itulah sumpahnya saat menginjakkan kaki untuk kedua kalinya ke dalam istana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jengke Rin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IV

Yue ditinggalkan sendiri di sebuah paviliun kosong. Tidak ada siapapun di sana. Ia mengedarkan pandangannya untuk mencari Sang Kaisar. Tapi ia tidak menemukannya. Aneh, para dayang bilang Sang Kaisar sedang menunggunya, batin Yue.

Berkali-kali ia mengatur nafasnya. Ia sangat kesal sekaligus tidak berdaya. Jadi ialah jalan takdir yang ia pilih demi paman dan bibinya. Hanya mereka yang harus ia selamatkan dari kekacauan tidak terduga ini. Ya, ia harus berkorban.

Sekali lagi ia menilik pavilion kosong ini. Paviliun itu sangat luas, bahkan lebih luas dari halaman rumah Yue. Sudah sepantasnya ‘kan?

Yue berjalan ke arah jendela dan mendapati papan catur yang belum selesai dimainkan. Langkah yang berani, batinnya.

Sedikit banyak Yue belajar mengenai permainan catur dari pamannya. Tidak lazim memang seorang gadis desa belajar mengenai seni berstrategi di atas papan catur. Tapi Yue menyukainya. Ia menepis aturan kolot itu khusus untuk dirinya sendiri.

“Jadi, di mana sebaiknya aku menunggu pria itu?” gumamnya.

Yue melangkahkan kakinya menuju bagian belakang paviliun. Ia sangat takjub saat melihat kolam ikan penuh dengan bunga teratai ungu memenuhi sebagian permukaannya. Ia tidak akan mendapatkan pemandangan indah seperti ini di tempat lain. Bahkan di danau bukit Fengyan sekalipun.

Yue menyusuri jembatan merah penghubung antara paviliun utama dengan paviliun kecil di tengah kolam. Ia menghentikan langkahnya dan berpikir sejenak.

Tidak lancang ‘kan memasuki bagian dalam paviliun tanpa seizin Sang Kaisar?

Tapi rasa ingin tahunya seakan tidak bisa dibendung. Ia melanjutkan langkah kakinya menuju paviliun kecil.

Seperti anak kecil, Yue duduk di pinggiran jembatan dan menggelantungkan kakinya di atas permukaan kolam. Ia menikmati pemandangan itu. Sungguh sangat beruntung bagi Sang Kaisar memiliki tempat pribadi seperti ini. Kalau Yue juga memilikinya, ia akan betah berlama-lama di sana.

Yue tersenyum kecut untuk dirinya sendiri. Ia memperhatikan kembali permukaan kolam. Selain mendapati cerminan dirinya, ia juga bisa melihat riak di permukaan kolam.

Dari mana datangnya riak itu? batinnya.

Segera ia memandang ke seberang kolam. Karena penasaran, Yue pun beranjak ke sana. Sekali lagi ia sangat kagum dengan tempat itu. Bunga-bunga meng-hiasi tempat itu dengan indahnya. Terbersit rasa iri pada sang Kaisar.

Bagaimana tidak? Rakyat harus bersusah payah untuk mengumpulkan uang agar bisa hidup lebih layak. Namun pria itu—Sang Kaisar sudah terlahir dengan sendok emas lengkap dengan piringnya.

Sedikit rasa tidak rela singgah di relung hati Yue. Sambil menggerutu ia terus berjalan ke seberang kolam.

Tidak terlalu sulit menemukan sumber dari riak tersebut. Tanpa sengaja, dari balik pohon Yue bisa melihat seorang pria, namun segera ia bersembunyi di balik salah satu pohon. Terlalu takut untuk menampakkan diri.

“Apa itu Sang Kaisar?” gumam Yue lirih.

“Keluarlah, aku tahu kau bersembunyi di balik pohon.”

Degup jantung Yue semakin memburu dengan cepat. Meski hanya melihat sekilas ia sangat yakin kalau itu Sang Kaisar. Entah dari mana keyakinannya itu datang padahal sebelumnya ia belum pernah bertemu dengan pria itu.

“Ma-maaf, saya sama sekali tidak berniat mengganggu,” kata Yue.

“Keluarlah!” perintah pria itu sekali lagi.

Dengan perasaan takut Yue menurutinya. Ia sangat kaget saat mendapati seorang pria yang sedang bertelanjang. Pria itu sedang—yang Yue sangat yakin—mandi di kolam itu.

Segera Yue memutar badannya sambil menutup muka. Ia sangat malu dengan apa yang dilihatnya. Ia belum pernah melihat seorang pria telanjang sebelumnya. Jadi wajar saja ia sangat kaget tidak karuan.

“S-saya akan pergi,” kata Yue terbata.

“Berhenti, siapa yang mengatakan kau boleh pergi?”

1
Fakhrur Razi
itulah wanita yang di ciptakan untuk drama
⁂❄︎❤︎Liya Nina❤︎❄︎⁂
bagus
Rieny Sartika
mudah amat berpaling 1 bulan nikah lg dasar..........kirain anak guzeng....najis amat iiiih
Rieny Sartika
iblis jg ada yg cinta terlalu....
Erna Ernawati
bukankah awalnya yue memng tdk minat ya jd selir?? knp skrg yue jd merasa takut kalah??
Erna Ernawati
alurnya sedikit kacau...mungkin hrs di ksh tanda utk pindah alur
Erna Ernawati
gaya bhsa dan penataan kalimat ok bngt..keyen
Sitti Asyiah naeni
😄😄😄😄😄kukira cuma aku yang pusing pertama kalinya banyak novel bikin pusing
im3ld4
Mmm .. mc cewek... ga ada kelebihan.. cm naif doang lebihnya.. bakal kayak sinetron di +62
im3ld4
Yawlaaah baik banget nian🤭
im3ld4
sip
im3ld4
oo
mejik tutik
nangis aku bacanya
Sulati Cus
itu ayahmu
Sulati Cus
nasib2
Sulati Cus
ah ikut nyesek
Sulati Cus
kasian yue
Sulati Cus
jgn blg klu ghu Zheng bls dendam demi kk nya
Sulati Cus
hadeeeh ada apa lg ini, kasian klu g jd
zie_o_c ✔: MISI NUMPANG PROMOSI KAK😀
Sambil nunggu update jan lupa mampir ke novel
pertama ku yg judulnya

"SNOW FLOWER"

Genre

-Romantis
-Time travel

Mohon saran dan kritiknya :")
total 1 replies
Lia Anggraini
suka...suka.. 🥰💃
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!