NovelToon NovelToon
Aku Pulang Mas...

Aku Pulang Mas...

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Thriller / Tamat
Popularitas:763.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: cilamici

Meninggal setelah ia melahirkan, membuat arwahnya tak tenang karena terpaksa meninggalkan dua anak yang masih kecil dan bahkan juga bayi.


Berkali-kali warga melihat penampakannya, bahkan juga di dalam rumah keluarga.

Tapi...

Benarkah sosoknya kembali hanya karena ingin bersama anak-anaknya saja?

Atau justeru karena ada sesuatu yang lain yang ingin ia selesaikan ??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cilamici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

4. Kasih Mama

Gerimis tipis-tipis turun dari langit malam ini, namun acara tahlilan cukup dipenuhi tetangga yang hadir mengikuti acara tahlilan untuk mendoakan arwah almarhumah.

Yanto sendiri yang masih terlihat terpukul terlihat duduk di sudut ruangan dengan sesekali masih menitikkan air mata.

Bukan apa-apa, Yanto kali ini mengingat bagaimana saat-saat terakhir Mirna akan pergi.

Saat ia mengusap kepalanya, dan Mirna sempat menatap Yanto sembari menitipkan kedua anaknya.

"Aku titip anak-anak Mas."

Yanto merasa begitu pedih, mengingat wajah Mirna yang begitu pucat karena telah kehilangan banyak darah itu masih memikirkan anak-anak.

Sungguh kasih Ibu tak terhingga nyata adanya.

Hingga pukul setengah sembilan malam, acara tahlilan selesai, dan para tetangga pulang satu persatu.

Tinggalah Rahmat yang duduk menemani Yanto kemudian di kursi ruangan tamu yang diletakkan di teras depan rumah, karena di dalam masih digelar karpet dan tikar untuk acara tahlilan sampai tujuh hari ke depan.

"Munir tidak datang?"

Tanya Yanto pada Rahmat,

Tampak Rahmat menggeleng.

"Iya tidak tahu Yan, tadi padahal pas nunggu kamu di parkiran yang wanti-wanti terus padaku agar jangan sampai tidak datang."

Ujar Rahmat.

"Hp nya juga tidak aktif."

Tambah rahmat pula, yang semakin membuat Yanto jelas merasa penasaran.

"Nanti coba aku ke rumahnya wis, jangan-jangan sakit."

Kata Rahmat.

"Tidak usah Mat, sudah malam, mungkin dia capek. Besok saja gampang aku ke sana,"

Kata Yanto.

Rahmat pun mengangguk setuju.

"Ya baiklah."

Ujar Rahmat akhirnya.

Yanto tampak menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi, sementara Rahmat yang duduk tak jauh darinya tampak mengambil satu batang rokok dari dalam bungkusan rokok yang ia bawa.

"Eaaa... Eaaa.. Eaaaaa..."

Terdengar suara dede bayi, anak Yanto.

Dede bayi yang memang di tempatkan di kamar depan itu suaranya begitu memilukan hati.

"Ibumu yang ngurus kan Yan?"

Tanya Rahmat.

Yanto mengangguk.

"Ibu sama Mbak Ukha. Mereka sangat telaten kalau untuk mengurus anak."

Ujar Yanto.

"Tita juga pindah ke sini berarti?"

Tanya Rahmat.

Yanto menggeleng.

"Tidak Mat, Tita akan ikut denganku di rumah sendiri, aku tidak mungkin tinggal sendirian di rumah itu, terlalu menyedihkan rasanya langsung sepi tanpa siapapun."

Ujar Yanto.

Rahmat mengangguk setuju.

"Ya Yan, lagipula Tita juga pasti butuh sosok orangtua di sampingnya. Setelah kehilangan Ibunya, ia secara otomatis akan membutuhkanmu dua kali lipat karena peranmu saat ini adalah menggantikan Ibu juga."

Kata Rahmat.

Yanto mengangguk,

"Kamu harus kuat Yan, demi mereka."

Kata Rahmat pula.

Yanto kembali mengangguk.

Tak lama berselang Tita yang sedang dibicarakan keluar rumah, ia tampak celingak-celinguk, Yanto dan Rahmat yang melihat Tita seperti sedang mencari sesuatu akhirnya memanggil.

Tita, gadis kecil itu pun menoleh ke arah Ayahnya yang duduk bersama Paman Rahmat.

"Kenapa Ta? Ada apa?"

Tanya Yanto pada Tita.

Tampak Tita mendekat.

Kini gerimis tipis-tipis berubah menjadi hujan, meskipun tidak begitu deras.

"Di dalam saja Tita, di luar dingin, nanti masuk angin."

Ujar Rahmat pada anak sahabatnya itu, yang telah ia anggap seperti keponakannya sendiri.

Tita tampak berdiri di samping pegangan kursi yang untuk duduk sang Ayah, ia menatap Ayahnya, lalu akhirnya berkata...

"Ayah... apa Ayah tidak dengar?"

Tanya Tita.

Yanto mengerutkan kening,

"Dengar? Dengar apa Ta?"

Tanya Yanto bingung.

Tita tampak menatap halaman rumah Neneknya yang kini diguyur hujan,

"Mama... suara Mama."

Lirih Tita.

**-------------**

1
Yayah
kayanya d balik kematian Mirna ada campur tangan Winda ya
ᥣׁׅ֪ꫀׁׅܻ݊݊ꪀꪱׁׁׁׅׅׅ
𝚊𝚔𝚞 𝚋𝚊𝚛𝚞 𝚡 𝚒𝚗𝚒 𝚋𝚊𝚌𝚊 𝚗𝚘𝚟𝚎𝚕 𝚑𝚘𝚛𝚘𝚛
Didin Wahidin
maaf ya Mirna jangan tatap pembaca please. ✌️✌️✌️
Nina Puspitawati
haduhhhh....ini ngeri ya ceritanya
Nina Puspitawati
nyambangi keluarga ne
Nina Puspitawati
suara Mirna
Zainuri Zaira
suami bdoh ngk pp di ikuti kunti biar kapok
Mirabel
makanya bikin kacang hijau sangrai dan bicara kepada si mayit .km jangan bangun sebelum kacang ini tumbuh .maka si mayit akan menunggu sampai kacang ini tumbuh .ga bakal gentayangan
"flow": serius ka
total 2 replies
Mirabel
dulu ibu pas melahirkan saya juga meninggal .allfatihah buat ibu dasilah
Bijak Sana
jadi suami kok gk ngertiin istri sih
Vergenha Cardoso
kalimatnya nggak jelas bngt
Bijak Sana
menurut aku sih nya
Bijak Sana
kok jadi takutnya
Dewi
mirna kyk ny mninggal kcelkaan ya mgkin akhrny si marni buat gnti in mirna dan akhrny menikah.. skrng knpa jdi hntu jg stlah marni mninggl
Dewi
Ealah knpa ssok hntu ny bru nongol ya slah marni mati
Dewi
Wah ini si mirna kembar psti nya yg nikah sm yanto mirna yg baik mandiri sedg kembr ny mirna manja dan mgkn mati jdi hantu krna kecelkaan
Dewi
Ini si yanto kyke playboy cap kdl bntung deh sblm sm winda dan mirna kyke da yg lain
Dewi
Kyk nya da korban lain deh dr yanto ini
Dewi
Emng brengsrk si yanti.. dan psti meninggl ny mirna ya da sebab ny winda pa lg brhugn lg sm yanto
Dewi
Ksian bgt mirna loh thor..
uda jdi hantu pun di bkin tk berdaya kasian stdkny biar mirna tenang ya bkin da yg jaga anak nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!