NovelToon NovelToon
Laras For Dani

Laras For Dani

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Perjodohan / Badboy / Tamat
Popularitas:4.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Anggi Dwi Febriana

"Kalau memang Mas Dani serius, Mas bisa langsung bilang ke orang tua saya." Ujar Laras.

"Baiklah kalau itu yang kamu inginkan, malam ini juga aku akan bilang ke orang tua kamu. Dan kalau orang tua kamu setuju, maka kamu juga harus setuju untuk menikah denganku." Jawab Dani santai.


Larasati Dewi Arumsari (20) gadis muda yang bekerja sebagai pengasuh keponakan dari Ramdani Aditya Persada (31) tiba-tiba di lamar oleh laki-laki itu.

Entah apa yang Dani rencanakan sebenarnya. Laki-laki dingin itu sebenarnya memiliki prinsip untuk tidak lagi jatuh cinta apalagi sampai menikah. Lalu bagaimana bisa dia berubah pikiran setelah Maminya berencana menjodohkan dia dengan pengasuh keponakannya itu?

Akankah Dani akan jatuh cinta kepada Laras setelah perjuangan gadis itu? Atau justru Laras yang akan menyerah dan berpaling kepada seseorang yang selama ini mencintai dirinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggi Dwi Febriana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Couple

Laras terdiam mendengar pertanyaan Mami Irene, dia benar-benar tidak tau harus menjawab apa. Kenapa bisa Mami Irene berkata seperti itu? Dan kenapa harus dirinya? Keluarga Persada adalah keluarga terpandang. Sedangkan Laras? Dia hanya dari sebuah keluarga sederhana. Bahkan disini posisi Laras sebagai pengasuh dari cucu Mami Irene sendiri. Lalu bagaimana bisa Mami Irene menawarkan sebuah pernikahan dengan putranya sendiri? Apa Mami Irene tidak memikirkan akan perbedaan yang mereka miliki?

"Hehehe, Bu Irene kalau bercanda bisa aja. Enggaklah, mana mau Mas Dani nikah sama saya." Jawab Laras dengan canggung. Tidak pernah terbayangkan di benak Laras kalau dia harus menikah dengan Dani, sama sekali tidak.

"Kan Mami tanyanya kamu mau apa enggak, bukan tanya Dani mau apa enggak Laras." Ujar Mami Irene gemas.

"Saya?" Tanya Laras memastikan.

"Iya kamu Laras, kamu mau enggak jadi menantu Mami dengan menikah sama Dani." Mami Irene berusaha menjelaskan sejelas mungkin agar Laras dapat memahami maksud ucapannya. Padahal sebenarnya Laras paham apa yang Mami Irene katakan, tapi dia masih tidak habis pikir dengan semua ini.

"Saya enggak tau Bu, belum ada pikiran buat nikah juga soalnya." Jawab Laras lirih. Sebenarnya dari kalimatnya saja kita sudah tau kalau itu sebuah penolakan secara halus, yang artinya Laras tidak mau menikah dengan Dani.

"Ooo, emang kamu niatnya pengen nikah waktu umur berapa?" Mami Irene mencoba untuk mengajak Laras dengan mengobrol santai.

"Kalau dulu sih pengennya umur 22 atau 23 tahun. Kalau sekarang belum tau, belum kepikiran buat nikah soalnya." Jawab Laras.

"Nah kan sekarang kamu udah umur 20 tahun, enggak papa dong kalau lebih cepet 2 tahun." Ujar Mami Irene. " Ehmm, kamu pikirin dulu aja nggak papa, jangan diambil pusing." Tambah Mami Irene, tidak lupa senyum manis tersungging dibibirnya. Padahal di dalam kepalanya sudah tersusun berbagai rencana agar Laras mau menikah dengan Dani. Kalau urusan Dani, itu urusan yang mudah, serahkan saja semuanya kepada Mami Irene. Kalian juga pasti akan mengetahuinya.

"Makan Ras, jangan bengong begitu." Ujar Mami Irene saat melihat Laras yang terdiam ditempatnya memandang piring yang masih tersisa separuh makanan.

"Eehh iya Bu." Laras segera menghabiskan makanan. Dia juga mencoba untuk tidak memikirkan perkataan Mami Irene. Laras akan menganggap kalau itu hanyalah candaan belaka.

Setelah selesai makan Laras dan Mami Irene memutuskan untuk pulang ke rumah. Tidak terasa mereka sudah ada di Mall hampir 3 jam lamanya. Padahal sebenarnya tidak banyak barang yang Mami Irene beli, bahkan lebih banyak membeli barang untuk Laras daripada untuk dirinya sendiri.

Sesampainya di rumah ternyata Danisa dan Lala sudah pulang. Terlihat Lala begitu senang saat melihat Laras datang bersama Mami Irene. Kebetulan saat Laras dan Mami Irene pulang Laras sedang ada di teras rumah bermain bersama boneka Barbienya. Tidak terlihat raut lelah yang tergambar di wajahnya meskipun habis melakukan perjalanan yang cukup jauh.

"Mbakk Laras.... Lala punya oleh-oleh buat Mbak Laras." Ujar Lala kepada Laras. Entah oleh-oleh apa yang akan bocah cantik itu berikan kepada Laras.

"Grandma enggak di kasih nih oleh-olehnya?" Tanya Mami Irene kepada cucunya itu.

"Ada, Lala juga punya oleh-oleh buat Grandma. Bahkan buat semaunya, tapi masih ada di Mommy. Kalau punya Mbak Laras ada sama Lala." Jawab Lala seraya tersenyum manis.

"Oo iya, wahh terimakasih ya cucu Grandma." Ujar Mami Irene. "Sekarang Mommy dimana?" Tanya Mami Irene kepada Lala.

"Mommy lagi dikamar sama Daddy." Jawab Lala dengan polos.

"Kalau gitu grandma masuk dulu ya." Ujar Mami Irene berpamitan. "Ras, Mami titip Lala ya. Mami masuk dulu." Ujar Mami Irene kepada Laras.

Laras menganggukkan kepalanya mengiyakan perintah Mami Irene.

"Baik Bu."

Setelah Mami Irene masuk kedalam rumah, Laras langsung menemani Lala bermain dengan bonekanya.

"Mbak Laras, kita ke kamar Lala aja yuk. Kan Lala mau kasih oleh-olehnya buat Mbak Laras." Ujar Lala kepada Laras.

"Wahhh Mbak Laras dapet oleh-oleh juga ya, ngomong-ngomong oleh-olehnya apa La?" Tanya Laras kepada Lala.

"Rahasia dong, yukk Mbak kita ke kamar Lala." Lala menarik tangan Laras agar mengikuti langkah kecilnya ke kamar.

Laras tentu saja mengikuti kemana Lala akan membawanya. Dan seperti yang gadis kecil itu katakan, Lala membawa Laras ke kamarnya.

Sesampainya di kamar Lala, gadis kecil itu langsung meminta Laras untuk menutup matanya. Dan Laras langsung mengikuti permintaan Lala.

Satu...

Dua...

Tiga...

"Mbak Laras buka matanya." Ujar Lala memberikan aba-aba kepada Laras.

Laras perlahan membuka matanya.

Di tempat tidur Lala sudah menata berbagai barang couple untuknya dan Laras.

Begitu Laras membuka matanya.

"Taraaa.... " Teriak Lala dengan gembira.

Laras tersenyum melihat barang-barang yang ada di ranjang Lala. Mulai dari bandana, ikat rambut, jepet, baju, sepatu dan barang couple lainnya berhamburan di ranjang.

"Lala mau couplean sama Mbak Laras, kan kita pasti bakalan lucu." Ujar Lala.

Laras tersenyum melihat barang-barang yang Lala belikan untuknya sebagai oleh-oleh. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya kalau mereka benar-benar memakai barang couple ini. Mungkin untuk Lala akan terlihat lucu, tapi bagaimana dengan Laras?

Tidak apa-apa, Laras tetap menyukai oleh-oleh yang Lala berikan untuknya kok.

"Mbak Laras, rambutnya di ikat 2 terus kita pakai pita yang ini yuk." Ujar Lala seraya menunjuk sepasang pita berwarna pink.

"Mbak Laras juga di iket rambutnya?" Tanya Laras kepada Lala. Kapan terakhir kali Laras mengikat 2 rambutnya? Seingat Laras saat dia mengikuti Masa Orientasi Siswa (MOS) awal masuk SMA.

"Iya dong, kan nama kita udah mirip, Lala sama Laras. Jadi sekarang kita harus couplelan." Ujar Lala seraya tersenyum senang.

Mau tidak mau Laras mengikuti kemauan Lala. Terlebih dahulu Laras mengikat 2 rambut gadis kecil itu sesuai permintaannya.

"Terus Mbak Laras siapa yang ngiketin rambutnya?" Tanya Laras kepada Lala. Sebenarnya Laras bisa mengikat rambut sendiri, tapi Laras ingin sedikit menggoda Lala.

"Mbak Laras enggak bisa iket rambut sendiri emang? Kan Mbak Laras udah besar." Ujar Lala.

Gadis kecil itu terlihat berpikir sejenak memikirkan siapa kira-kira yang dapat mengikatkan rambut Laras.

Laras tersenyum melihat Lala yang terlihat semakin imut saat sedang berpikir itu.

"Mbak Laras bii..." Ucapan Laras terhenti karena tiba-tiba saja kamar Lala terbuka. Dia langsung menolehkan kepalanya kearah pintu.

Betapa terkejutnya Laras karena ternyata yang membuka pintu kamar Lala adalah Dani.

Dan yang lebih mengejutkan lagi, belum sempat Dani membuka mulutnya Lala tiba-tiba mengucapkan sesuatu yang tidak terduga.

"Uncle Dani aja yang iketin rambut Mbak Laras. Kan Uncle Dani jago, waktu itu aja Uncle Dani iketin rambut Lala." Ujar Lala begitu melihat Dani.

.

.

.

1
Rahmaniar
suka banget ceritanya,,,alurnya bagus,ceritanya serasa mengalir aja,,pokok nya berkesan banget ceritanya👍👍👍
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru menamatkan cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Dayu Dayu
Sya ???
Dadah Frey
lupa baca di bab berapa yg bilang klo Laras udah semester 2
Aline Kharena
Luar biasa
susi 2020
😍😍😍
susi 2020
🤣🤣🤣
susi 2020
🤩🤩🤩
susi 2020
😍😍
susi 2020
😘😘😘
susi 2020
😍😍🥰
susi 2020
😘😘😘
susi 2020
🥰🥰🤣
susi 2020
🤩🤩😍😍
susi 2020
😍😍🥰🥰
susi 2020
😘😘
susi 2020
🤩🤩
susi 2020
🤣🤣🤣
susi 2020
🙄🙄
susi 2020
🥰🥰
susi 2020
😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!