anggun adalah seorang ketua mafia yang terkenal sangat kejam namun karna dikhianati ia meninggal dan tak disangka rohnya berenkarnasi di zaman kuno
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayam receh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengobati [ REVISI II ]
Meskipun sangat mustahil, tapi kemungkinan ini bisa saja terjadi, dibandingkan mendengar tidak ada obat untuk permaisyurinya itu.
"baiklah aku akan membantu"
‘lalu uangku tersayang akan datang,. tunggu ya sayangku, aku akan menjemputmu.’
setelah mengatakan itu Xhi Wen memfokuskan elemen tumbuhan yang manfaatnya juga bisa untuk menyembuhkan.
di sentuhnya pucuk kepala permaisuri Jian oh dan terlihat ada cahaya hijau yang berasal dari jemari Xhi Wen dan langsung masuk ke pucuk kepala permaisuri membuat sang empu pingsan.
"ada apa? apa yang terjadi padanya, kau.... kau menipuku?!" tanya Jian PO panik.
"Yang mulia jangan khawatir, permaisyuri sudah pulih, hanya saja butuh 2 hari untuk memulihkan keadaanya" ucap xhi Wen.
"benarkah? apa kau yakin?" tanya Jian PO panik.
“Saya siap dengan segala konsekuensi saya jika saya membahayakan nyawa permaisyuri.”
Pada akhirnya sang kaisar mencoba untuk percaya, karena saat ia melihat wajah sang kekasih, raut wajah permaisyuri muncul warna merah yang tampak sedikit segar dari pada sebelumnya.
"yang mulia bisa melihatnya sehat setelah ini. tetapi yang mulia ada yang ingin saya bicarakan pada anda" ucap xhi Wen.
"ada apa gadis kecil? "
"seperti yang saya katakan tadi bahwa tabib yang ada di istana hanyalah seseorang yang menyamar. jadi anda dan permaisuri harus bersandiwara terlebih dahulu"
"bersandiwara? "
Jian PO tidak mengerti apa yang di katakan xhi Wen. Xhi Wen yang tersadar bahwa dia di dunia yang berbeda menepuk jidatnya.
"maksud saya begini yang mulia, anda harus berpura-pura bersedih agar tidak ketahuan olehnya, sedangkan permaisuri akan tetap tertidur selama 2 hari untuk benar benar memulihkan tubuhnya."
"Jika yang kamu katakan benar, bagaimana bisa saya menahan amarah? sedangkan rencana sayatadi, setelah permaisyuri Su membaik, saya akan mengeksekusikan dia di hadapan rakyat agar tidak ada hal buruk yang akan terjadi lagi kedepanya!"
"yang mulia anda harus tenang dan berfikir lagi, jika tabib itu kita eksekusi kan saat ini, maka kita tidak akan tahu siapa dalang dari semua ini. dan lagi belum tentu kejahatan tidak terjadi lagi sedangkan dalang nya dan rekannya tidak di temukan, alhasil kita hanya membunuh krikil.”
“yang mulia kita harus tau dalang dari kejahatan ini dan apa tujuan mereka melakukan ini. Mohon untuk jangan membeberkan keadaan permaisyuri yang tengah memulihkan diri dulu, saat ini kita akan memanfaatkan posisi permaisyuri yang tengah istirahat, lalu kita akan merencanakan pembalasan"
" kau benar, saya sangat terbawa emosi dan tidak bisa melihat orang yang saya sayang terluka seperti ini. " jujur saja Jian Po yang mendengar saran bijaksana dari anak kecil didepannyapun merasa malu.
Sudah berapa lama istirnya ini sakit? Kenapa jantungnya sangat lemah dan wajahnya sudah tidak terlihat tanda kehidupan.
"ooh iya gadis kecil kau sangat pintar dan berbakat, saya belum tau siapa namamu?" sambungnya yang kini sudah terlihat sedikit tenang.
"nama saya Xhi Wen yang mulia "
"Xhi Wen, sepertinya tidak asing di telingaku."
"yang mulia mengenali saya?" tanya xhi Wen.
" aku juga tidak jelas, tetapi namamu sepertinya tidak asing bagiku " ucapnya yang tengah berfikir.
"ahh sudahlah lupakan saja. oh iya nona Xhi Wen apakah kau mau menemaniku ke ruang sidang?" tanya Jian PO.
"apakah saya di izinkan yang mulia?"
" tentu saja, saya juga ingin mendengar pendapatmu " balasnya.
" seperti keinginan anda yang mulia" ucapnya sambil menunduk, dan mereka pun menuju ruang sidang.
...
" perhatian yang mulia kaisar Jian PO memasuki ruangan " teriak penjaga ruang sidang memberi tahu kedatangan kaisarnya.
"perhatian yang mulia putra mahkota Jian chu memasuki ruangan "
"perhatian yang mulia putri Jiang ming memasuki ruangan"
" perhatian Mentri kanan Xue Bon dan putrinya Xue chai kekaisaran Jin memasuki ruang " mendengar teriakan itu membuat jantung putra mahkota berdegub kencang dan meriuhkan ruangan tersebut.
dengan sombongnya serta dengan anggunnya Xue chai memasuki ruangan .
" perhatian Mentri kanan chuai si dan panglima perang shi Rui memasuki ruangan "
"perhatiannn...."
disela teriak penjaga membuat yang di dalam ruang sidang lebih riuh karena bertanya tanya siapa tamu yang di undang ke ruang sidang, sebab tidak sembarang orang yang bisa memasuki ruangan tersebut.
" apakah ada orang lain lagi, bukankah para petinggi kekaisaran sudah datang semua? " ucap pengawal A
" aku tidak tau juga, aku bahkan tidak mendengar ada tamu yang datang" ucap pengawal B.
" aku mendengar bahwa ada seorang gadis kecil yang mengaku sebagai alchemist" ucap pengawal C.
"hah! apa jangan-jangan dia akan di hukum karna telah mempermainkan kaisar" ucap pengawal B .
"ehem " deheman panglima membuat mereka terbungkam dan tegap seketika.
"... nona Xhi Wen memasuki ruangan " lanjut penjaga.
melihat gadis kecil yang sudah seperti bidadari surga membuat mereka terpesona terutama para pria. Meskipun wajahnya tertutup cadar auranya masih dapat dirasakan dan dilihat oleh semua orang.
sedangkan ada seorang wanita yang melotot dan emosi melihat gadis mungil itu.
NOTE!! Cerita ini masih dalam revisi untuk kedua kali, jika di judul tidak ada tanda REVISI II, MOHON JANGAN DIBACA DULU, AGAR CERITA YANG DI BACA MENJADI TIDAK NYAMBUNG!!, terima kasih!