NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Gadis Bermata Biru

Terjerat Cinta Gadis Bermata Biru

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: Cahaya-senja

Cinta itu ada masa kedaluwarsanya, tapi hanya Tuhan yang tahu kapan cinta itu datang dan pergi.
Satya dibuat kesal karena kalah tender pembangunan mega proyek kilang minyak baru dan surat penalti yang dilayangkan perusahaan owner akibat kecerobohan karyawan baru yang salah dalam membuat project schedule. Alih-alih menerima konsekwensi pemecatan, Aritha malah memaksa Satya tetap mempekerjakan dirinya agar dapat bertanggung jawab atas kecerobohannya.
Tantangan diterima, namun bertemu pandang dengan mata biru elektrik perempuan itu membuat hatinya bergetar.
Bagaimana kisah selanjutnya? Apakah Aritha berhasil menyelesaikan kasusnya atau kecerobohannya semakin membuat bosnya emosional dan bangkrut?

Session 2 :
Tentang bagaimana Ritha berjuang mempertahankan pernikahannya dengan seorang petarung bisnis yang kehidupannya sangat berbeda dengan kehidupan impiannya yang sederhana.
Sanggupkah ia bertahan dengan cintanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cahaya-senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bogor

Ardi membuka gawainya melihat pesan yang baru diterimanya. Entah apa isinya.

"Rith, kamu bisa turun di sini dan naik ojek ke kampus kan? Jalanan macet. Lebih cepat kalau naik ojek supaya kamu tidak ketinggalan kelas malam ini." saran Ardi sambil menutup gawainya. Masih ada keresahan di matanya.

"Oke, sepertinya ide bagus. Tapi kenapa idenya tiba-tiba? Ritha boleh tahu abang mau ke mana?"

"Perasaan aku nggak enak. Aku harus nyusul bos Satya."

"Aku boleh ikut?"

"Kamu kuliah aja yang bener ya. Nanti malam aku pasti cerita ke kamu apa yang terjadi."

Ritha masih bimbang harus ke kampus atau ngotot ikut Ardi. Hatinya trenyuh, belum pernah melihat Ardi seresah itu.

Setelah menghela nafas, Ritha pun memutuskan untuk turun dan melanjutkan perjalanan ke kampus dengan naik ojek daring. Ia belum tahu pasti apa yang membuat Ardi begitu resah. Meski hatinya diselimuti rasa penasaran yang begitu besar, namun ia tak berani memaksa ikut, takut jika kecerobohan dan ketidaktahuannya nanti malah akan merepotkan Ardi dan Satya.

Sementara Ardi meminta pak Pri putar haluan mencari jalan tercepat menuju tol ke arah Bogor. Teguh bilang, Satya pergi ke sebuah restoran tua dan menemui seorang mantan pejabat BUMN yang pernah menjanjikannya memenangkan tender mega proyek GNC. Sepertinya pembicaraan mereka menegangkan, tapi sampai saat ini belum terlihat adanya potensi kontak fisik.

Satya selalu menemui orang-orang itu sendirian secara sembunyi- sembunyi. Alasannya agar aman dari penyadapan dan menghindari pengkhianatan.

Ardi sebenarnya bukan tipe orang yang mau ikut campur urusan orang lain. Tanggung jawabnya atas keselamatan Satya lebih didasarkan atas nasehat ibunya yang diliputi rasa bersalah dan sangat kehilangan atas wafatnya saudara sepupunya tahun lalu. Ibu Ardi memang masih bertalian darah dengan ibu kandung Satya. Sejak dulu hubungan keluarga mereka dekat. Ardi sering bermain bersama Satya saat mereka sama-sama kecil di bawah pengasuhan ibu, terutama saat mama Satya sibuk mengurus adik bayinya yang sering keluar masuk rumah sakit. Hubungannya agak merenggang sejak Ardi lulus SD dan ayah memasukannya ke pesantren modern di Jawa Timur.

Ayah Ardi bertahun-tahun bekerja dan menjadi orang kepercayaan ayah Satya hingga akhir hayatnya. Ibu ingin Ardi memenuhi baktinya seperti ayah. Dari keempat putera Wirajaya Halim, ibu memilih Satya sebagai orang yang paling pantas untuk dijadikan pemimpin.

Ibu bilang, Satya itu lahir dengan weton minggu pon saat malam bulan purnama. Konon bayi yang lahir pada hari tersebut memiliki kombinasi antara Cakra Dasar Bumi dengan Cakra Dasar Langit yang mampu memberikan energi yang sangat besar dan berlimpah. Ibu dan sebagian orang jawa yang masih memegang falsafah kuno percaya Satya dilahirkan dengan bakat kepemimpinan yang akan membawa kemakmuran, kejayaan dan kekayaan bagi masyarakat. Ibu yang pernah menjadi pengasuhnya bahkan mengaku telah melihat kharisma dan bakat itu sejak Satya bayi.

Ardi sebenarnya antara yakin dan tidak yakin dengan apa yang dikatakan ibu. Jaman sekarang, keyakinan yang didasarkan ilmu astrologi kuno seperti itu sudah lama ditinggalkan orang. Orang islam moderat mengatakan musyrik jika percaya apa kata primbon jawa. Semua hari lahir itu baik, Ardi lebih meyakini pendapat ustadz dan kyai yang mendidiknya di pesantren. Namun ia tak punya alasan kuat menolak keinginan ibu agar ia tetap bekerja pada Satya dan berusaha melindungi anak itu dari orang-orang yang berniat jahat padanya. Apalagi mereka masih punya ikatan darah dan hutang budi pada keluarga Wirajaya.

Satya telah berjalan ke luar restoran tua itu ketika Ardi baru saja turun dari mobil. Kata Teguh, orang yang tadi berbicara dengannya telah lebih dulu pergi meninggalkannya. Situasi aman terkendali.

"Bos, kenapa pergi sendirian?" sapa Ardi dengan perasaan lega melihat bosnya kelihatan baik-baik saja.

"Kamu ngapain ke sini? Nggak ke kampus?" bukannya menjawab, Satya malah balik bertanya.

"Aku nggak ada kelas hari ini."

"Lho Ritha katanya tadi mau ke kampus."

"Jadwal kita beda bos. Beda jurusan juga." jelas Ardi mengulang kembali apa yang Ardi sendiri yakin Satya pasti ingat. Dia hanya mencoba untuk berkelit saja. "Bos harus ingat apa kata ibu, percayalah sama saya. Saya akan loyal seperti mendiang ayah saya. Kalau sekiranya akan pergi ke tempat yang membahayakan, saya bisa menemani. Jangan sendirian."

"Jangan khawatir, aku sudah punya tim keamanan handal, Bro."

"Tapi mereka hanya mengawasi dari jarak jauh. Bagaimana kalau bahaya mengintai dari jarak dekat?"

"Aku baik-baik saja, Bro. Tadi itu hanya menagih janji saja. Memang ada sedikit ketegangan. Biasalah, orang kalau sudah dapat uang suka ingkar janji dan lari dari tanggung jawab. Dia sempat marah karena aku mengancam akan mempublikasikan dana yang telah ditransfer GNC di media sosial. Yang kayak gitu pasti berpotensi mengancam karirnya. Tapi alhamdulillah kemarahannya mereda saat aku menjelaskan dengan tenang kondisi kita akibat kegagalan tender itu. Dia janji tetap akan kasih proyek, asal tidak berbendera GNC karena ternyata peristiwa tempo hari itu ada yang mendalangi. Dia masih tetap tidak berani ngasih proyek untuk GNC karena takut ancaman kelompok mafia."

"Solusinya?"

"Aku akan buat perusahaan konstruksi baru untuk nampung proyek itu. Mereka tetap harus bertanggung jawab sesuai dana yang sudah dikeluarkan GNC. Yang ngerjain tetap orang kita dan aku di situ hanya akan bekerja di belakang layar. Aku pinjam namamu untuk legal pemegang saham ya."

Ardi diam.

"Tentu saja akan ada imbalan untukmu," tambah Satya sambil tersenyum.

Bukan itu yang diinginkan Ardi. Tapi baiklah, tak perlu membantah dominasi Satya. Ardi tahu kata-kata Satya adalah titah atau hukum laksana kata-kata yang diucapkan Dewa. Dia tak pernah main-main seperti arti dari namanya. Kata ibu, nama Satya diambil dari bahasa sansekerta yang berarti menjadi benar dan konsisten dengan kenyataan dalam pikiran, ucapan dan tindakan seseorang. 

Dalam hati Ardi bersyukur di dalam kata-kata itu terselip makna sudah ada bau-bau kepercayaan untuknya. Satya pasti sudah berpikir panjang soal penggunaan namanya untuk legalitas perusahaan Satya yang baru. Satya tak akan melakukan itu pada orang sembarangan, karena hakekatnya perusahaan itu tetap miliknya bukan milik orang yang secara legal tertulis sebagai pemegang saham.

"Kamu akan datang ke pesta Hasan di Puncak?"

"Harus. Makanya aku janjian dengan orang itu di Bogor, supaya lebih dekat dan tak makan waktu lama buat hadir juga di acara itu,"

"Aku boleh dampingi kamu?"

Satya tersenyum, "Tentu saja. Aku tahu kalau kurang waspada ada hal yang bisa membahayakan nyawaku. Franz dan temannya sudah mulai berani mengancamku mundur. Reynold mulai mendekat lebih smooth mengajak kolaborasi imbal jasa dengan menawarkan aku sejumlah uang dan kompensasi lain jika aku mundur karena katanya GNC tak cukup pengalaman dan dana untuk memenangkan proyek ini."

"Kenapa tidak dari tadi bilang kalau kamu butuh bantuanku, Bos? Aku selalu siap menemani. Kamu percaya ibuku, kan?"

Satya tersenyum malu, "Aku hanya tidak enak mengganggu usahamu mendekati Ritha,"

Ardi tertawa, "Aku dan Ritha hanya berteman Bos. Dia itu lugu, pekerja keras dan jujur. Teman yang baik dan bisa dipercaya."

"Aku sudah tahu itu. Rusdhi beruntung menemukan asisten seperti dia."

Satya menyerahkan kunci kontak mobil sewaannya pada Ardi. "Kita langsung ke TKP sekarang." titahnya sambil membuka pintu penumpang di sisi depan.

Ardi bergegas masuk lewat pintu sebelahnya. Dia sudah paham kebiasaan Satya sewa dan berganti-ganti mobil bukan dengan maksud pamer. Ia sedang berkamuflase agar pesaing-pesaing bisnisnya sulit buat menyabotase kendaraannya.

"Bos tidak berminat menjadikan Ritha asisten?"

"Bahaya. Dia masih terlalu lugu dan kadang masih ceroboh juga. Lebih baik dia belajar dulu pada Rusdhi agar mendapatkan banyak pengalaman sendiri tentang kerasnya bisnis ini. Kamu kan tahu sendiri, Ritha itu keras kepala dan suka menentang. Capek kalau punya asisten kayak dia. Lagipula aku juga sedang merintis bisnis-bisnis lain yang orang GNC tak perlu tahu."

"Termasuk aku?"

"Ya, kamu kan bagian dari GNC juga." jawab Satya diikuti senyum kecewa di bibir Ardi.

Ternyata, Satya masih belum 100% percaya pada Ardi meskipun ia sering menyebut-nyebut nama orang tua yang sudah terbukti setia pada orang tua Satya sampai akhir hayatnya. Padahal Satya sudah hapal betul keluhan abadinya sejak kecil, ayah dan ibu lebih peduli pada Satya dibandingkan Ardi, anak kandungnya sendiri. Satya juga tahu Ardi mengorbankan impiannya melanjutkan S-3 di Australia demi menemaninya di GNC. Terakhir, Ardi bahkan rela kuliah S-2 lagi di bidang teknik sipil demi menunjang pengetahuannya di bidang konstruksi walau sebelumnya dia sudah mengantongi ijasah magister manajemen. Memang tidak mudah meyakinkan Satya yang hidupnya diliputi rasa takut dikhianati.

1
Aprila santi
asik
Aprila santi
suka ..author
Ali Tell
gk bahaya ta???
Titien Muliasari
Luar biasa
Rhyna e Krebo
aku pernah di posisi Satya,di musuhi bahkan di fitnah gara" warisan.bahkan hakku di minta paksa.karena orang luar yg benci padaku dan ikut campur urusan keluarga kami.tapi aku mencoba ikhlas dan legowo dan tak menaruh dendam.
Rhyna e Krebo
😂😂😂😂ngakak sama tingkah Satya
Rhyna e Krebo
padahal aku lama jadi reader di NT,tapi kenapa baru sekarang Nemu novel ini.dan pas moment skrg anak gadisku sekolah di jurusan dpib.bismillah semoga anakku masa depannya kayak aritha😂😂😂ngayal dikit boleh lah ya🤭🤭🤭
Kurnianingsih Sa'ud
ceritanya apik, temanya gak melulu soal percintaan...pembaca malah seperti di giring u memgetàhui seluk beluk bisnis,naik turunnya kemajuan perusahaan...pokoknya mantab lah...👍👍👍
Katherina Ajawaila
Bas mmg ngk jelas dr dulu bikn apes aja, mskin aja Sat k hotel Rodeo biar belajar utk menghargai Saudara. sifat serakah ngk pernah hilang dr otaknya. ngk tau sayang nya saudara bagaimana kalau lg susah hanya Satya yg perduli🙃🙃🙃
Katherina Ajawaila
belah duren aman terkendali tinggal ngebuahin ja, semoga cepat ada Satya yunior. tks Thour
Katherina Ajawaila
bagus bahasa nya, jadi dibacanya senyum2 sendiri. 🥰🥰🥰
Katherina Ajawaila
udh thour Satya biar sekalian ngelamar
Katherina Ajawaila
lucu juga Satya, bisa ngebanyol
Katherina Ajawaila
thour semoga Satya langsung ngelamar Ritha y
Katherina Ajawaila
Satya lucu juga untung badan gede, tapi hati hello kitty, 😁😁😁
Katherina Ajawaila
bagus banget thour,
Katherina Ajawaila
keren Thour, biar Satya ngk kaki🤭🤭🤭
Katherina Ajawaila
maka nya thour biar Satya nembak Ritha aja skng
Katherina Ajawaila
thour ceritanya keren tau, 😁🥰🥰🥰🥰
Katherina Ajawaila
thour ceritanya keren tau, 😁🥰🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!