Dilarang Spam promo!!!
Promo boleh tapi jangan spam...
Diasingkan dan dikurung di bulan oleh Ayah yang dia kira Ayah kandungnya sendiri hanya karena difitnah oleh adik angkatnya membuat hati kecilnya tersakiti.
sampai suatu hari sang Ayah palsu membunuh seorang gadis hanya karena tidak sengaja menggores lengan putri kesayangannya Fedora dengan anak panah, sang kakek dari gadis tersebut mengutuk ayahnya.
Dan dia harus menunggu malam di mana bulan merah di kelilingi tujuh bintang barulah dia bisa keluar dari bulan.
"Aku kembali hanya untuk membuat kalian menderita seperti yang pernah kalian perbuat kepada... Bunda"
-Chiarina Ayla Aezar-
Namun siapa yang tahu perubahan saat di akhir. Yang dia kira adalah kebahagiaan nyatanya hanya kepedihan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cute summer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kaisar kerdil
Kami sudah hampir sampai di pelabuhan jika saja tidak ada yang menghadang jalan kami,sekarang kami sedang dihadang beberapa orang perampok."Serahkan barang kalian atau kami bunuh."
Lihat saja dia bahkan gemetaran saat memegang pedang,sepertinya mereka ini perampok amatiran,badan mereka sama sekali tidak besar dan kekar melainkan sangat kurus seperti tengkorak hidup, bahkan aku bisa melihat tulang rusuknya.
"Pergi sebelum aku yang menghabisi kalian."ucap Bary melompat dari kudanya kehadapan mereka.
salah satunya tertawa,"Hahaha jangan belagu kau Hyaa."ucapnya menyerang Bary dengan pedangnya.
Bary hanya menghindari sabetan pedang yang dilayangkan kepadanya,dia sangat santai justru perampok itulah yang kelelahan, melihat temannya kesusahan yang lainnya segera mengepung Bary diberbagai sudut,"Hehehe mau kemana kau hah?."
"Tidak kemana-mana."jawab Bary santai.
'Ting'
pedang mereka menancap satu sama lain karena pedang yang mereka gunakan merupakan benda sampah atau pedang yang sudah tidak berguna lagi,sedangkan Bary dengan santai berjongkok dibawah tumpukan pedang milik perampok yang masih mereka gerakan supaya terpisah.
aku ingin sekali tertawa keras melihat nasib pedang mereka yang sudah hancur.
"Wahahaha Kalian kasihan sekali."tawa Hanzi terbahak.
Tidak tahukah kau Hanzi kalau para perampok amatiran itu sedang menahan tangis?lihat saja dipelupuk matanya ada kristal bening yang siap terjun,"Tuan tolong maafkan kami hiks,kami belum makan sejak tiga hari kami terpaksa hiks merampok orang yang lewat."salah satunya menyerah dan menangis.
"benar tuan hiks kasihan anak istri kami." yang lainnya menyahuti sambil bersujud.
"Apa peduliku."jawabku singkat.
"Dasar anak kurang ajar kapan ayah mengajarimu untuk berkata seperti itu." ucap Hanzi memukul ku dengan buah apel yang sedang dia makan.
ya ampun bocah ini!jadi yang tadi itu bukan bercanda saat dia mengatakan kalau aku menjadi putranya,jika dia marah seram juga.
"Hanzi."panggil Bary.
"Apa?disini aku yang Kaisar bukan kalian,aku yang sedang berkuasa jadi jangan melawanku atau kalian akan kupukul." ucap Hanzi menatap tajam kearah Bary.
wuaw dia keren juga saat marah,matanya yang bulat terlihat menggemaskan,ditambah pipinya yang tirus dan kuku jarinya yang masih kotor yah perpaduan yang sempurna untuk Kaisar pengelana.
"Maaf jangan marah."ucapku menenangkan Kaisar kerdil ini.
"berikan mereka delapan koin emas dan manisan jeruk yang diberikan warga desa kepada kita."ucap Kaisar kerdil dengan tegas.
"Baik yang mulia."jawabku menahan tawa.
Kulemparkan delapan koin emas dan makanan yang ada kepada mereka,apa ada yang salah sehingga Kaisar kerdil ini melotot marah kepadaku,"Apa?."
"Dasar anak kurang ajar,bagaimana bisa kau melemparnya seharusnya kau memberikannya dengan tanganmu langsung."marahnya dengan suara imut.
"Terimakasih tuan,kami minta maaf sekali lagi."ucap perampok serentak kemudian berlalu pergi.
"Sama-sama sampai bertemu lagi."teriak Kaisar kerdil melambaikan tangan.
Aku dan Bary saling pandang sebentar lalu menganggukkan kepala,"Kita turuti saja Kaisar kerdil ini."kira-kira seperti itu yang ada dibatin kami.
"Kalian ada apa memandangku seperti itu? mau kupukul."ucap Kaisar kerdil menunjukan kepalan tangannya yang sebesar biji salak.
tidak tidak maksudku sebesar biji alpukat.
"Sebenarnya disini siapa yang anak kecil?kenapa jadi kami yang harus menurut."batin Bary mengelus kumisnya yang tipis.
Aku kembali menaiki kuda,berjalan dengan lambat karena tanah becek terkena air laut,pelabuhan terpampang jelas didepan sana banyak orang berlalu-lalang ada yang membawa ikan,ada yang baru akan berlayar,ada yang sedang merenung karena tidak mendapatkan ikan dan masih banyak lagi yang lainnya, tapi kalian tidak perlu detailnya bukan.
"Wah ini sangat mengagumkan."teriak Kaisar kerdil.
Kami mengikat tali kekang kudanya dipohon,karena kami akan meninggalkan mereka setelah ini,sebelum meninggalkan mereka kami akan menjualnya dulu agar tidak rugi tentunya,"Siapa yang butuh kuda,dua kuda 2 koin emas murah murah."aku berteriak memanggil pembeli.
'Plak'
"Apa kau tidak waras menjual kuda dengan harga semurah itu?."Kaisar kerdil memukul kaki ku.
"ini namanya berbisnis,Kaisar tidak akan tahu."jawabku sambil bersiul.
"Tuan jangan membodohinya dia sudah bodoh kasihan jika anda membodohinya." ucap Bary setengah berbisik.
"pfft aku tidak bisa untuk tidak tertawa."
"Tuan aku akan membeli kedua kudamu." seorang pria tua berkumis putih lebat berdiri di hadapanku.
"Silahkan tuan kumis."jawabku.
"ini koinnya."dia memberikan 10 koin emas,untuk popularitas akan kutolak dulu.
"tidak tuan ini terlalu banyak,harga kudanya hanya 2 koin emas."
"Baiklah kalau begitu."ucapnya berlalu samnmbil membawa kudanya.
aku melihat telapak tanganku yang terisi oleh dua koin emas, seharusnya aku tidak menolaknya tadi,aku sungguh bodoh.
"Tuan kenapa anda sedih."Bary bertanya dengan wajah yang kurasa dibuat-buat seolah sedang cemas.
"Bukan urusanmu."ketusku menjawabnya.
"Ayo kita cari kapal yang akan berlayar ke Benua Barat."ucapku melangkah pergi diikuti Bary.
"HEY jangan tinggalkan Kaisar ini."teriak Kaisar kerdil berlari kearah kami.
Bary segera menggendongnya takut jika Kaisar ini akan diculik atau bahkan terinjak kaki manusia karena tubuhnya masih sangat kecil,umurnya kan masih tiga tahun.
"Bary orang tua kandungnya pasti akan senang karena kita menjaga anak mereka." gumamku pelan agar tidak membangunkan Kaisar kerdil yang sedang tertidur dipelukan Bary.
"benar tuan."jawab Bary.
Kami menaiki Kapal bersama rombongan yang lainnya, sepertinya banyak yang akan pergi ke Benua Barat,kami duduk dikursi yang agak dekat dengan jendela agar tidak kepanasan,selain penumpangnya yang sangat banyak jendelanya juga sangat sedikit karena itulah udara menjadi panas.