NovelToon NovelToon
Don'T Forget Me

Don'T Forget Me

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Teen School/College / Tamat
Popularitas:4.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Aisyah Aisyah

10 tahun lamanya, Melody Alexandria kembali dipertemukan dengan sahabat masa kecilnya, yaitu Glan Algalasta. Mereka bertemu di sekolah yang sama dan kebetulan satu kelas. Kini, benih benih cinta mulai tumbuh diantara keduanya. Namun perjalanan cinta mereka tak selamanya mulus. ada beberapa konflik yang harus mereka hadapi


bagaimanakah kisah selanjutnya? mungkinkah mereka akan terus bersama?
simak ceritanya, terima kasih😊

insyaallah up setiap hari😊


Follow IG: @yeniaisah191

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Aisyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29. Antara Melody dan Sandy

hari yang panjang dan melelahkan ini akhirnya berhasil Melody jalani, dia segera pulang dan ingin menenangkan fikirannya dirumah. Namun moodnya tiba tiba menjadi buruk manakala melihat Diandra sudah ada dirumah.

Melody segera masuk dan melihat setumpuk surat undangan diatas meja, dia meraih salah satunya dan melihat tanggal pernikaham mereka. Tepat satu minggu yang akan datang.

Sekarang apa? Melody tak punya lagi tempat untuk bernaung, jika pamannya menikah, sudah pasti cinta dan kasih sayang padanya akan berkurang. Apakah semua orang akan meninggalkannya lagi?

"selamat atas pernikahan kalian yah!" senyumnya agak dipaksakan.

"terima kasih, saya akan menyayangimu seperti anak sendiri!" ucapnya sambil mengelus rambut Melody.

Melody tersenyum kecut, dia memang membutuhkan sosok ibu. Tapi justru anak darinyalah yang begitu membencinya dengan alasan yang tidak jelas.

"jadi, setelah kalian menikah nanti akan tinggal dimana?" tanyanya.

"tentu saja dirumah saya, rumah saya lumayan besar,"

gadis itu hanya mengangguk pelan. Setelah cukup lama berbincang bincang, akhirnya Diandra segera pamit pulang.

"paman!" ucapnya lalu mendekati pamannya yang tengah asyik menonton tv.

"hm!" sahutnya tanpa melirik.

"kalau paman menikah, apa paman masih menyayangiku? kalau nanti paman sudah memiliki anak i, apakah paman masih akan menganggapku keponakanmu?"

Hening!

Sandy tidak bilang iya atau tidak, dia hanya diam seribu bahasa, tatapannya masih menuju layar tv.

"paman jawab aku!" serunya sambil mengayunkan lengan Sandy pelan.

"tidak!" jawabnya singkat.

Namun satu kata singkat itu membuat Melody menjadi ambigu.

"tidak? tidak akan menyayangiku lagi?" tanyanya tidak percaya.

Sandy menghela nafas berat, lalu menatap Melody dengan tatapan penuh penyesalan.

"aku membebaskanmu dari semua tekananku, Aku tidak akan memaksamu lagi melakukan hal itu. Sebenarnya, sudah lama ini aku sudah melunasi semua hutangku, aku sudah berhenti berjudi, tapi tidak dengan minumanku. Dan semua uang yang kudapatkan hanya untuk Diandra. Karna itu aku memutuskan untuk menikah dan berbenah diri, sekarang kau bebas melakukan apapun sesuka hatimu. Tinggalah disini saat aku sudah pergi nanti. Karna sebenarnya kau bukanlah keponakanku!" jelasnya.

Degh!

bagai mendengar petir disiang bolong, Melody melotot mendengar penjelasan pamannya. Jadi selama ini dia dibohongi? tapi apa salahnya? mengapa harus seperti itu? kalau bukan keponakannya lalu siapa dia? apakah dia orang asing?

"lalu bagaimana kau bisa mengatakan kalau aku keponakanmu waktu itu?" tanya Melody memutar kembali ingatannya saat Sandy datang dan menemaninya dirumah sakit.

"itu hanya kebetulan!" Sandy kembali terkenang pertemuan mereka 10 tahun yang lalu.

~Flash back~

Saat itu, Sandy tengah mondar mandir didepan pintu UGD dengan hati gelisah. Istrinya yang sedang kritis di dalam sedang ditangani oleh para dokter. Sampai akhirnya, seorang dokter membuka pintu dan memberi kabar buruk.

"bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya Sandy khawatir.

"maaf pak, kami sudah melakukan yang terbaik untuk istri bapak, tapi takdir berkata lain, istri anda sudah meninggal!" jelas sang dokter lalu pergi meninggalkannya.

Sandy masih diam tak percaya, Ada perasaan sedih dan senang dalam hatinya

Sedih karna meninggalnya istrinya yang selalu dia manfaatkan, senang karna tak ada yang mengomelinya lagi. Yah, saat itu Dia sedang dililit hutang, dan istrinya yang selalu menutupi hutangnya dengan kerja kerasnya setiap hari. Dia memang mengakui kalau dirinya malas melakukan apapun dan senang memanfaatkan orang lain.

Tanpa mau melihat jasad istrinya, dia berjalan menyusuri koridor rumah sakit. Dan disitulah dia bertemu dengan Melody kecil yang sedang menangisi kepergian kakaknya.

"kakak jangan pergi! aku tidak punya siapapun lagi selain dirimu, huhuhuhu!" tangisnya begitu histeris. Dia terlihat seorang diri dan hanya ditemani suster yang ikut menangis karna terbawa suasana.

Sandy yang melihat hal itu langsung masuk kedalam dan menegurnya. "dimana orang tuamu nak?" tanyanya lembut.

"orang ...tuaku sudah meninggal, dan...aku tidak punya...siapapun...lagi...huhuhu! sekarang aku akan sendirian..." jawabnya begitu tersedu sedu.

Pria itu terdiam, betapa malangnya nasib anak ini, diumurnya yang masih sangat kecil itu harus kehilangan keluarganya.

"kau tidak sendirian, aku yang akan mengurusmu, karna akulah pamanmu!"

"pamam?" tanyanya langsung bereaksi terkejut. Seketika tangisnya terhenti membuat Sandy terkekeh karna kepolosan gadis itu.

"iya, aku pamanmu!"

"tapi, kakak tidak pernah bilang aku punya paman!" jawabnya terlihat kebingungan.

"itu karna kakakmu lupa mengatakannya padamu!" Senyumnya langsung memangku Melody kedalam pangkuannya.

"jadi, aku tidak sendirian lagi?"

"tentu saja tidak nak!" Sandy menciumi pipinya gemas. "kakakmu bilang, kau tidak boleh bersedih. Kau harus selalu tersenyum agar membuatnya bahagia disana!" bujuknya seketika itu juga berhasil membuat Melody yang polos merasa nyaman dalam dekapan hangatnya.

~Flash back end~

"jadi seperti itu yang sebenarnya!" ucap Sandy setelah dia menjelaskan pertemuan mereka.

Seketika tubuh gadis musim semi itu roboh, tulang tulangnya seakan sudah tak mampu menopang tubuhnya lagi. Rasa sakit yang teramat hebat membuat jantungnya berhenti berdetak, namun setelah itu berdetak dua kali lebih cepat.

"semua orang selalu saja memperlakukanku seperti itu! kesalahan besar apa yang pernah aku buat dimasa lalu paman? mengapa nasib begitu mempermainkanku? Apa salahku??!" teriaknya begitu prustasi. Dia menangis dan mengacak ngacak rambutnya.

Sandy hanya diam memandanginya, lalu dia mengangkat tangannya untuk mengelus rambut gadis itu.

"semua ini bukan salahmu, maafkan aku Alexa!" ucapnya lirih.

Melody tersenyum, lalu mengusap air matanya dengan kasar. "aku akan pergi sekarang, Terima kasih paman, terima kasih banyak!"

Lalu dia pergi menuju kamarnya dan membereskan semua barangnya, dia sudah tidak memikirkan apapun selain kehancuran hidupnya. Dia akan pergi kemanapun angin akan membawanya.

"tidakah paman ingin mengucapkan kata kata terakhir sebelum aku pergi?" tanyanya terdengar seperti orang bodoh.

"terima kasih banyak!"

yah, terima kasih, itu saja sudah cukup. Cukup membuatnya semakin hancur. Perlahan diapun segera pergi, meninggalkan jejak kakinya yang terakhir dirumah itu. Entah kemana dia akan pergi menjelang malam ini.

1
bebek terbang
😍
Susi Nuraini
bingung baca nya
kagome
Luar biasa
Okto Mulya D.
Melody hamil anak siluman Glan atau gendruwo yang menyamar jadi Glan..hiks hiks..pas malam Jumat lagi baca ginian
Okto Mulya D.
kenapa jadi hantu - Glan, kasihan Melody dan Gray penderitaannya tiada akhir.. semuanya mati.
Okto Mulya D.
Dia datang bawa anak dan istrinya.
Okto Mulya D.
Mantab sekali, asisyah masih SMP sudah bikin novel online. terus semangat kamu pasti lebih bagus dari ini..
Okto Mulya D.
Kena azab kayaknya lama tak mati-mati barulah dapat maaf dari Melody lancar
Okto Mulya D.
Sandy itu harus dikasih pelajaran kayaknya..orang bejat begitu.
Okto Mulya D.
Author, knp begini digantung terus..sudah beberapa kali lhoo
Okto Mulya D.
rusakkkkk status keluarga yang agung..
Okto Mulya D.
itu bukan cinta tapi pelampiasan Aldridge
Okto Mulya D.
Thor kenapa maju mundur gini moodnya...
Okto Mulya D.
Susah kalau cinta tapi zaman sekarang - males yaa
Okto Mulya D.
Karma apa nanti menimpa Sandy, orang bejat ituuuu
Okto Mulya D.
settingnya koq aneh, Thor. suasana di kota kecil tetapi ada hotel, dan mobil sport. Agak kontras antara cerita dengan suasana yang Author bangun...
Okto Mulya D.
cinta remaja itu beda ya..
Okto Mulya D.
Gadis anehh bisa sembuyikan masalah sebesar itu, menghidupi pamannya bukan malah sebaliknya
Okto Mulya D.
waduh Thor ceritamu loncat2 kayak kutu loncat..
Okto Mulya D.
Ceritanya sedih ya Thor, gadis cantik yang tidak beruntung! Namun dia tegar dan menjalani apa adanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!