Rate 21+
Scrol kebawah.
Amanda Rahayu, Seorang Nanny yang di hadapkan akan takdir cinta yang rumit.
Ketulusan cinta dan kasih sayang yang dia berikan untuk Gisela, Nona kecil asuhannya. Membuat dia bukan hanya mendapat balasan cinta dan kasih sayang dari Gisela, Namun juga, dari Tuan Muda Sergio Putra Kaana, Daddy Nona kecil asuhannya.
Pertemuan cerita singkatnya dengan Salman, Hingga terjadinya sebuah kesalahan yang menyisakan benih di dalam rahim Amanda.
Sergio yang mengetahui akan kehamilan Amanda, justru mengikatnya dengan Ikatan suci pernikahan dan membuatnya tetap tinggal sebagai Istri untuknya dan juga Nanny untuk putrinya.
Kemanakah, Takdir cinta akan membawa sang Nanny, Ikatan suci pernikahannya dengan Gio, atau Ikatan darah dagingnya dengan Salman??
Perjalanan cintanya semakin rumit saat Amanda mengetahui bahwa antara Gio dan Salman terjalin Ikatan Persaudaraan yang erat.
Mampukah ketiganya melewati rumitnya cinta di antara mereka,?
Berakhir dengan bahagia kah? Atau Ikatan yang terjalin itu justru akan tercerai berai??.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nasiroh Iroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sekolah baru ,teman baru
Hari pertama masuk sekolah menjadi hari yang membahagiakan sekaligus menegangkan, begitu juga yang dirasakan Gisela, meskipun bukan hal baru untuknya belajar tapi sekolah umum bertemu dengan orang banyak menjadi hal yang baru bagi Gisela
Gisela begitu antusias di hari pertama sekolahnya, dia sengaja bangun lebih awal dan pergi kekamar Daddynya,dia meminta Amanda membantunya bersiap untuk sekolah, dia mengetuk pintu beberapa kali
Amanda yang mendengar ketukan pintu lalu membuka mata dan melihat Tuan Gio masih tertidur dengan lelaapnya, dia takut ketukan pintu akan mengganggu tidur Tuannya, Amanda bergegas bangkit dan membuka pintu, dilihatnya Gisela tengah berdiri didepan pintu dengan senyum manisnya
"Nona kau sudah bangun sepagi ini, ada apa" tanya Amanda dengan suara pelan karna takut akan membangunkan Tuannya, dan memegang pipi Gisela dengan kedua tangannya
"Maaf Mom aku menggangu tidurmu, tapi aku ingin meminta bantuanmu untuk bersiap, hari ini hari pertamaku masuk sekolah, aku sedikit takut tapi aku juga senang" ucap Gisela dengan wajah bahagia
"Baiklah, mari kita bersiap" ucap Amanda setelah melihat Tuan Gio yang masih terlelap dan menutup pintu perlahan
Amanda menyiapkan pakaian seragam lalu membantu Nonanya menyisir rambut dan menguncirnya
"Wah kau sangat manis dengan pakaian seragammu" ucap Amanda setelah selesai menguncir rambut Gisela dan mencium kedua pipi Gisela
"Aku harus kembali kekamar Tuan Gio mungkin sekarang dia sudah bangun, aku sudah menyiapkan buku bukumu di tas ini, kau tinggal memakai kaos kaki dan sepatumu, kau lakukan sendiri tidak apaa- apakan," ucap Amanda dengan menepuk tas milik Gisela disampingnya
"Iya aku akan memakainya sendiri nanti, pergilah bantu Daddy bersiap" ucap Gisela mendorong tubuh Amanda pelan
Amanda tersenyum menanggapi lalu mencium kening Gisela dan pergi beranjak dari kamar Gisela
Saat Amanda membuka pintu tepat saat itu juga Tuan Gio keluar dari ruang ganti dan telah rapi dengan pakaian kantornya
"Kau sudah selesai membantu Gisela bersiap" tanya Tuan Gio didepan pintu ruang ganti dan menatap Amanda
Amanda berjalan mendekat sambil menundukan kepala
"Sudah, maaf anda jadi harus bersiap sendiri" ucap Amanda dengan rasa bersalah
Gio hanya tersenyum lalu membuka dasinya kembali dan memberikannya pada Amanda
Amanda menatap dasi didepannya dan mengernyitkan kening bergantian menatap Tuan Gio
"Kenapa anda melepaskan kembali dasinya " tanya Amanda dengan ragu
"Aku ingin kau memakaikan lagi untukku" jawab Gio menaikan alis dan meminta Amanda mengambil dasi ditangannya
Amanda mengambil dasi ditangan Tuannya lalu melingkarkan dasi dikerah baju Tuannya dan mulai membuat simpul dasi
Gio terus menatap Amanda dengan jantung yang berdegub kencang dan melihat bibir mungil Amanda, dia kembali mengingat rasa sentuhan bibir itu , Gio mendekatkan wajahnya dan mencium bibir mungil Amanda,
Amanda membulatkan matanya saat tiba tiba bibir Tuan Gio menyentuh bibirnya, saat Amanda hendak menjauhkan tubuhnya tangan Tuan Gio merengkuh pinggangnya dan mencium bibir Amanda semakin dalam, Amanda tidak membalas ciuman itu dia memejamkan mata dengan jantung hampir melompat keluar, lalu terdengar suara ketukan pintu Tuan Gio lalu menyudahi ciumannya dan mencium kening Amanda
"Maaf" ucap Gio singkat lalu membalikkan badan dan melangkah keluar
Amanda memegang bibirnya dan beralih memegang jantungnya yang masih berdebar dengan sangat kencangnya sambil menatap punggung Tuan Gio yang sudah menghilang dibalik pintu
"Seperti apa sekolah umumku nanti?? bagaimana dengan para muridnya? apakah guru-gurunya galak? apa saja yang dilakukan disekolah umum ? Mommy apa akan menyenangkan belajar dengan banyak sekali murid aku harus membagi tempat duduk aku juga harus berbagi guru, apa saja yang akan diajarkan nanti, apa sama saja seperti yang aku pelajari dimansion dengan guruku??" ujar Gisela didalam mobil yang terus saja bertanya sepanjang perjalanan mereka kesekolah barunya terlihat tangannya terus saja menggenggam tangan Amanda erat
"Kau takut ada guru yang galak, kau bahkan lebih galak" ucap Amanda menggoda Gisela
"Mommy.. " ucap Gisela merengek
Tuan Gio yang sengaja ingin mengantar putrinya dihari pertama sekolah sedikit tersenyum mendengar ocehan putrinya tanpa ingin menanggapi karna dia sedang sibuk dengan laptopnya hanya menoleh dan mengangkat tangan kirinya mengusap rambut putrinya lembut
Amanda tersenyum dan memegang tangan Gisela dengan kedua tangannya dan menggenggamnya erat
"Pasti akan sangat menyenangkan, percayalah" ucap Amanda menatap Gisela lembut
Hingga mobil sampai didepan gerbang pintu sekolah baru Gisela, Amanda merapikan baju dan rambut Gisela sebelum keluar dari mobil, saat Amanda hendak keluar Tuan Gio meraih tangan Amanda dan menariknya membuat Amanda terdiam dan menatap Tuannya dengan jantung yang berdebar hebat hanya dengan sentuhan tangan dan tatapan mata membuat Amanda kesulitan bernafas
"Kau tunggu dulu diluar bersama Paman Bimo , Daddy ingin bicara dengan Mommy Anda" ucap Gio sambil menggenggam tangan Amanda dengan tangan kirinya dan tangan kanannya terangkat mengusap pipi putrinya lalu mencium kening putrinya lembut
Gisela menganggukan kepala dan berdiri melewati Amanda yang duduk didekat pintu mobil
"Aku akan keluar kota mungkin untuk 3 hari , ada pekerjaan yang tertunda yang harus segera diselesaikan, aku minta kau tetap tinggal sampai aku kembali" ucap Tuan Gio menatap Amanda dengan tangan yang terus menggenggam tangan Amanda
Amanda menatap Tuannya lalu tersenyum mengangguk pelan
Tangan Tuan Gio terangkat dan memegang kedua pipi Amanda mengelusnya dengan ibujarinya lalu mendekatkan wajahnya dan mulai menempelkan bibirnya dibibir mungil Amanda dan kembali mengecap bibir manis itu dengan semakin dalam, Amanda hanya diam dengan tangan yang meremas ujung bajunya dan memejamkan mata
Gio menyudahi ciumannya dan menatap Amanda lalu mencium kening dan mengelus rambut Amanda lembut lalu keluar dari mobil berjalan menghampiri Gisela yang sedang berdiri membelakanginya sambil melihat kedalam sekolah
"Bagaimana sekolahmu bagus bukan?"tanya Gio mengelus rambut putrinya lembut
Gisela memutar tubuhnya dan mendongak menatap Daddynya sambil tersenyum mengangguk anggukan kepala
"Masuklah, belajarlah dengan baik" ucap Gio mengecup pucuk rambut putrinya
Gisela mengangguk dan memiringkan badannya melihat Amanda yang masih berdiri didekat mobil dan melambaikan tangan menatap Amanda
Gio menoleh pada Amanda yang sudah berdiri disampingnya
"Daddy pergi dulu yah, semoga kau betah disekolahmu yang baru" ucap Gio kembali mencium pucuk rambut putrinya dan menoleh pada Amanda , Amanda lalu mengambil tangan Tuan Gio dan mencium punggung tangan itu, Gio membalas dengan mengecup kening Amanda, Gisela tersenyum bahagia melihat Daddy dan juga Mommynya
Bimo yang berdiri disamping mobil Tuannya melihat kebahagian keluarga kecil Tuannya juga ikut mengangkat bibirnya dan tersenyum, lalu membuka pintu saat melihat Tuannya berjalan kemobil dan menutup pintu kembali saat Tuannya telah masuk dan menundukan kepala kearah Amanda dan Gisela lalu ikut masuk kedalam mobil dan melajukan mobil meninggalkan sekolah
Saat Gisela sedang berjalan melewati gerbang ada seorang murid perempuan dengan seragam yang sama berlari sambil memegang majalah ditangannya dia berlari dengan terburu-buru dan menabrak lengan Gisela
Gisela mengepalkan tangan dan merapatkan gigi dan menoleh pada murid perempuan itu dengan tatapan tajamnya
"Maaf , maaf aku tidak sengaja, permisi" ucap murid perempuan itu dengan menempelkan tangan didadanya sambil menunduk dan berlari lagi dan berhenti mendengar teriakan Gisela
"Heh tunggu" ucap Gisela dengan nada tinggi dan melangkah mendekat murid perempuan itu
"Aku kan sudah minta maaf aku terburu-buru, aku harus segera menyimpan majalah ini sebelum ibuku menemuiku" ucap murid perempuan itu mengangkat majalah ditangannya
"Meskipun kau terburu-buru gunakan matamu untuk melihat" ucap Gisela masih dengan nada tinggi
Amanda yang berdiri disamping Gisela lalu berjongkok dan mengelus lengan yang tertabrak dan menciumnya
Murid perempuan itu menatap Amanda kemudian menatap Gisela lama dan mengangkat tangannya hendak memegang wajah Gisela
Gisela menepis kasar tangan murid perempuan itu
"Jangan coba menyentuhku dengan tangan kotormu" ucap Gisela semakin meninggikan nada bicara
"Kau sangat mirip dengan bintang model idolaku,lihat ini" ucap murid perempuan itu memamerkan foto sampul majalah ditangannya
"Singkirkan majalah itu dari hadapanku" ucap Gisela menepis majalah ditangan murid perempuan itu hingga jatuh ketanah
"Nona kau tidak boleh seperti ini" ucap Amanda mengambil majalah itu dan mengembalikan pada murid perempuan itu
"Dia adalah putri dari model dalam sampul majalah itu" ucap Amanda menatap murid perempuan itu
"Mommy" ucap Gisela menatap Amanda
"Benarkah, waaahh pantas kau sangat cantik" ucap murid perempuan itu terkagum menatap Gisela
Amanda tersenyum dan mengelus pipi murid perempuan itu
"Siapa namamu" tanya Amanda
"Naomira panggil aku Naomi" ucap murid perempuan itu mengulurkan tangan kanannya
Amanda menarik tangan Gisela untuk menyambut uluran tangan Naomi tapi Gisela menepisnya, Amanda memasang wajah sedihnya
"Gisela" ucap Gisela menatap Naomi sekilas dan pergi meninggalkan Amanda
Naomi menurunkan tangannya dan mengangkat bahu
Amanda tersenyum dan menatap punggung Gisela dan menoleh pada Naomi
"Kau mau , menjadi teman Gisela" ucap Amanda
Naomi diam dan berpikir lalu menatap punggung Gisela dan menganggukan kepala
"Tentu saja" ucap Naomi dengan tersenyum
Amanda tersenyum dan kembali menatap punggung Gisela
'Sekolah baru, teman baru, dan kau juga ,,,akan menemukan kebahagian barumu Nona, berbahagialah selalu setelah semua yang telah kau lewati'
tapi yang ngasi Vote kok dikit yaa
semangat Kakak