NovelToon NovelToon
Oh, My Rey

Oh, My Rey

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:334.9k
Nilai: 5
Nama Author: din din

Cerita ini hanyalah karangan fiktif belaka, jika ada kesamaan tempat dan kejadian, berarti othor adalah cenayang yang hebat yang bisa menerawang. eyaaa ... canda kaleee.

Blurb:

"Eh ... asal loe tahu saja, mau ngambek mau nggak, gue tetep tampan kok!" kilah Rey.

"Kan kalau loe ngambek, loe nggak tampan Rey! Jadi jangan ngambek ya, biar tampan!" rayu Jihan lagi seraya mengerjapkan kedua matanya.

"Idih!! Loe bilang gue tampan juga nggak ikhlas buat apa?" timpal Rey.

"Ihh ... loe kok ngeselin sih! Kan gue udah nglakuin apa yang loe mau. Masa iya gara-gara gue salah sebut loe marah dan ga bantu gue, jahat loe!" rengek Jihan dengan mimik sedih dan kesal.


Rey yang di angkat adik oleh Julia sang mama dari Jihan, tidak pernah akur sedikitpun dengan gadis itu, bukan tak akur benci hanya tak akur karena belum saling mengerti.

Setting tempat bukan di indo ya, trus agama juga ga othor cantumin, takute nanti bertentangan dengan norma/ajaran yang ada, anggap aja ini cerita fiktif yang ada di dunia novel halu dan ga mungkin ada di dunia nyata.

Pict from Google, editing by Din Din

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon din din, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 jeritan hati

Jihan duduk di samping ranjang Rey, di tatapnya wajah pucat pemuda itu, jarum infus masih tertancap di lengan, serta alat bantu pernapasan masih terpasang di hidungnya. Jihan sesekali mendongakkan kepala, seakan menahan agar airmatanya tidak meluncur bebas. Diingatnya perkataan perawat yang bersamanya tadi sebelum ia di izinkan masuk.

"Oh, Nona ini benar namanya Jeje?" tanya perawat itu meyakinkan.

Jihan mengangguk dengan rasa bingung kenapa ekspresi perawat itu begitu senang.

"Kalau sekarang Anda mau melihat si tampan, saya bisa bantu," ucap perawat yang di perkirakan baru berusia sekitar 24 tahun.

Jihan mengernyitkan dahi ketika mendengar sebutan 'Si tampan' dari mulut perawat itu.

"Si tampan?"

"Iya, si tampan Rey. Hahahaha kami menyebutnya begitu, soalnya dia tampan banget sih," kelakar perawat itu dengan tawa kecil.

"Astaga, dalam kondisi seperti ini masih saja dia mengeluarkan aura ketampanannya. Mana ada kata 'kami' berarti yang kagum sama dia nggak cuman satu dong!" gumam Jihan tak percaya seraya memijat pangkal hidungnya.

"Sebenarnya, dalam periode tertentu si tampan mengigau memanggil satu nama," ungkap perawat itu.

"Nama? Nama siapa?" tanya Jihan penasaran.

"Jeje, makanya saya memastikan apa Anda adalah Jeje yang di maksud si tampan," tandas perawat itu.

Mata Jihan berbinar, ia tidak menyangka jika dalam ketidaksadaran Rey, pemuda itu masih ingat menyebut namanya.

Setelah itu perawat tadi berbicara dengan temannya agar memperbolehkan Jihan melihat Rey meskipun hanya sebentar. Sekarang disinilah dia menatap wajah pucat Rey yang tetap saja mengeluarkan aura yang kuat menguar kemana-mana yang bahkan bisa membius para tenaga medis muda hingga mereka memuja dirinya.

Sungguh sulit menjadi orang yang memiliki aura kuat.

"Itu Jeje yang di igaukan si tampan, ya?" tanya slah satu perawat yang berjaga di ruang ICU.

"Hu um, semoga saja dengan adanya gadis itu, si tampan segera bangun," ucap perawat yang membawa Jihan masuk.

"Tapi 'kan kita jadi nggak bisa deket-deket lagi sama si tampan, aku yakin itu pasti pacarnya." perawat itu bicara dengan nada penuh kesedihan seraya menggigit ujung stofmap yang ia pegang.

"Hush! Jangan gitu, sebagai petugas medis, kita seharusnya bersyukur kalau seumpama pasien kita bisa sadar. Kamu nggak kasihan apa sama si tampan, terbaring kayak gitu berhari-hari," ucap perawat satunya.

Akhirnya kedua perawat itu hanya bisa menatap Jihan yang sudah duduk di samping pasien yang mereka kagumi itu. Bagi mereka bisa merawat pasin yang tampannya luar biasa seperti Rey adalah hal yang langka.

Jihan memegang telapak tangan Rey yang berbalut perban, tampaknya itu adalah tangan yang tergigit ular. Di usapnya punggung tangan yang tertutup itu, ia seakan bisa merasakan bagaimana rasa sakit yang di rasakan oleh pemuda yang sudah mempertaruhkan hidupnya untuk keselamatan dirinya dan kini berakhir di atas ranjang pesakitan.

"Bangun dong, Rey! Sampai kapan loe mau tidur? Emangnya loe tega liat gue nggak ada yang di ajak berantem? Stres gue Rey, kangen adu mulut ma loe. Gue masih punya utang ma loe, emangnya loe nggak mau bangun buat nagih apa? Bangun dong, betah amat Loe tidur. Dasar rusa hutan jelek, nggak tampan loe kalau tidur! Sumpah gue jujur, loe nggak tampan!" Tiba-tiba airmata Jihan tak terbendung lagi. Ia sengaja meledek pemuda itu sebagaimana biasanya mereka lakukan, berharap mendapatkan respon dari pemuda itu.

Jihan yang tidak mendapatkan respon dari Rey pun akhirnya menyandarkan kepalanya di sisi ranjang pesakitan Rey, dilipatnya kedua lengan untuk menyembunyikan wajahnya. Terlihat jelas pundak Jihan bergetar, gadis itu tak kuasa menahan rasa sesak yang terus menekan rongga dadanya seakan ada seutas tali tak kasat mata yang mengikat rongga dada membuatnya kesulitan untuk bernapas.

Kedua perawat yang melihat bagaimana Jihan begitu terpukul melihat kondisi Rey yang masih tidak sadar pun ikut larut dalam kesedihan itu. Bagaimanapun melihat seseorang yang di sayangi terbaring tak berdaya membuat hati siapapun akan sakit seakan di hujam ribuan belati tak kasat mata.

Setelah melihat keadaan Rey, Jihan akhirnya kembali ke ruang inapnya di temani perawat tadi, mereka berjalan menyusuri lorong yang sepi .

"Terima kasih sudah mengizinkanku melihatnya," ucap Jihan yang terlihat sedikit lega bisa melihat keadaan Rey.

"Sama-sama. Aku sebenarnya salut dengan perjuangan kekasih Anda," kata perawat itu.

Mendengar kata 'kekasih' membuat Jihan terkesiap karena sejak tadi kedua perawat itu menatapnya dan berulang kali menyebutnya kekasih Rey.

"Salut bagaimana?" tanya Jihan bingung.

"Ular Viper atau juga sering di sebut ular Dabora adalah ular mematikan, rata-rata korbannya pasti tidak akan selamat melawan racun dari Bisa ular itu. Karena sudah banyak kasus meninggal yang di sebabkan oleh gigitan ular ganas itu. Bisa-nya hampir setara dengan King Kobra," jelas perawat itu lagi.

Jihan terdiam mendengar penjelasan perawat itu, terbesit di pikirannya jika sampai Rey tidak selamat dari racun ular itu, ia pasti akan merasa bersalah seumur hidupnya.

"Saat Si tampan di bawa kesini, dia memang sudah mengalami gagal napas dan pendarahan, kami pikir tidak mungkin baginya untuk selamat. Tapi kami sebagai tenaga medis tentu saja tak lantas berputus asa, asal masih ada secercah harapan maka kami akan berjuang. Saat itu kami terkejut karena pergelangan tangannya dalam keadaan terikat serta ada sedikit sayatan di bekas gigitan ular seolah mencoba untuk menahan agar racunnya tidak menyebar keseluruh pembuluh darahnya. Saat kami tanya siapa yang melakukan tindakan itu, orang yang membawanya mengatakan jika dia sudah dalam keadaan seperti itu saat di temukan, itu menandakan kalau kekasih Anda benar-benar melakukan tindakan cepat sesaat setelah digigit ular." Perawat itu bercerita panjang lebar.

Jihan hanya mendengarkan tanpa bersuara, hanya terdengar derap langkah kaki dirinya dan perawat itu. Rey memang cepat tanggap, bahkan ketika Jihan hanyut pemuda itu tidak berpikir panjang untuk loncat ke air menyelamatkan dirinya.

Tanpa terasa mereka sudah sampai di depan ruang inap Jihan, Jihan sedari tadi masih bertelanjang kaki merasakan dinginnya lantai Rumah sakit.

"Keadaan Anda belum pulih sepenuhnya, jadi beristirahatlah. Besok Anda bisa datang lagi jika ingin mengunjungi si tampan," ujar perawat itu.

Jihan hanya tersenyum simpul kemudian mengucapkan banyak terima kasih karena selarut itu ia di perbolehkan melihat Rey. Padahal para perawat tahu jikaitu melanggar prosedur perawatan disana.

Jihan masuk kedalam ruang inapnya, di tatapnya sekilas Julia dan Andrew yang masih terlelap dengan wajah lelah mereka. Jihan kembali ke ranjangnya, menarik selimut mencoba utuk memejamkan matanya lagi meski itu terasa begitu berat.

..._...

..._...

..._...

..._...

..._...

..._...

..._...

...Jangan lupa like koment ya ......

...Terima kasih...

...😘😘😘...

1
Ney ѕ⍣⃝✰
Rey jd cwo hrs cool,, jgn tp tp, sm php
🔵Ney Maniez
jgn galak galak nnt bucin 🤭🤭
🔵Ney Maniez
aku mampir
Raffi
thorr iih gokil bgt u asli gua ngakak 🤭🙈🙈🤭 setdaaah..
Nurwana
jgn marah marah Jason, jgn sampai Thu jodohmu.🤭🤭🤭🤭🤭
retno prabandari
Rey. romantis.......jadi pingin muda lagi. 😁😁
retno prabandari
Wee Rey cemburu akut ..😁😁
retno prabandari
salut buat Jason.....bisa melepas orang yg dicintai
Just Rara
akhirnya happy jg mereka☺️☺️
Just Rara
lah idah tamat,blm tau kehidupan mereka setelah menikah 🥺🥺
Just Rara
akhir mereka menemukan pasangan masing2 walaupun chika hrs LDR'an☺️☺️
Just Rara
akhirnya jeje dilamar juga sm rey😍😍
Just Rara
sepertinya selly berjodoh dgn sam ni,tp baguslah jadi rey gak bakalan cemburu lg sm dia😄😄
Just Rara
nah benarkan si chika mau pi dah ke australia ikut ayahnya😔
Just Rara
pasti si chika disuruh milih ikut ibu atau ayahnya deh
Just Rara
untung aja si jeje jujur sama sam,klu gak bisa berabe urusannya😜😜
Just Rara
nah si chika dapat brondong tu😄😄
Just Rara
walah si rey diduluin sama jason ni nikahnya😬
Just Rara
😄😄😄chika....ni lucu ya,mudah2an ntar km ketemu lg ya sm tu cwok chik
Just Rara
waduh ternyata si sam masih blm nyerah juga buat ngedapatinbcinta dari jihan😏😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!