Setelah akhirnya memasuki masa pensiun, Raya memutusakan menghabiskan hari tuanya seorang diri di sebuah vila mewah yang telah ia beli dengan hasil kerja keras selama puluhan tahun.
Namun, nasib seolah mempermainkannya. Baru sehari menikmati kehidupan sebagai pensiunan kaya, keesokan paginya ia terbangun di dunia yang sama sekali asing.
Bukan hanya itu, ia kini menghuni tubuh seorang wanita berusia tiga puluhan yang terkenal genit dan mesum.
Beruntung, ia mengetahui satu rahasia besar.
Halaman belakang rumah reyot yang tak diinginkan siapa pun itu ternyata terhubung dengan zaman lain.
Dalam ruangan penghubung dimensi, ternyata menyimpan kekuatan yang mengubah nya selangkah demi selangkah menjadi abadi.
2 Agustus 2026
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAS( BY.AR), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30 Selamat Datang Tuan...Hiks!
Di meja makan, ketiga pelayan bujang sudah duduk dengan sopan di kursinya masing-masing. Mereka berpakaian rapi dan memperlihatkan bagian terbaik mereka, hidangan di atas meja terlihat penuh dan beragam, semuanya memasak khusus untuk nyonya mereka.
Keringat mulai muncul setitik demi setitik di dahi mereka, entah mengapa mereka mulai gugup dan jantung mereka berdebar tak terkendali. Setelah mengungkapkan perasaan secara berjamaah waktu itu dan reaksi nyonya mereka yang menghindar, mereka mulai merasa harap-harap cemas.
Hingga saat suara langkah kaki mulai terdengar memasuki area, mereka segera berdiri.
"Salam nyonya...."
Mereka membungkuk secara serempak, namun saat kepala mereka terangkat kembali. Perhatian mereka tidak lagi tertuju pada Su Wanwan, melainkan pada pria di samping yang menggandeng tangan nya.
"Tidak perlu sungkan begitu, hari ini sekalian makan siang bersama. Aku ingin memperkenalkan suamiku."
Degh!
Bagaikan di santet tepat di dalam dada, seketika mereka merasakan hal yang disebut terluka tapi tak berdarah. Mata mereka menatap seolah tak percaya pada laki-laki di samping nyonya mereka, melihat, menilai lalu membandingkan.
Namun tak menemukan sedikit kekurangan dari penampilan luarnya. Ia terlihat kuat, tampan, berwibawa dan dekat dengan nyonya nya.
"Namanya Huo Beichen, kami sudah lama menikah namun berpisah cukup lama karena alasan lain. Sekarang kami sudah berkumpul kembali." Perkenalan Su Wanwan dengan senyum-- berusaha tidak melihat ekspresi mereka.
"Selamat datang kembali tuan"
"S-selamat datang tuan"
"Selamat datang"
Semangat Bai Rongxin mulai luntur, tatapan Hu Zheng terlihat menyedihkan-- persis seseorang yang patah hati dan senyum Shen Yuzhi terlihat palsu.
Mereka memulai makan siang dengan perasaan yang mulai runtuh. Apalagi menatap Huo Beichen yang terlihat memanjakan-- mengambil setiap hidangan untuk nyonya mereka. Perasaan mereka benar-benar kacau.
Setelah makan siang, Su Wanwan dan Huo Beichen kembali ke bilik mereka.
Sementara Shen Yuzhi, Bai Rongxin dan Hu Zheng membersihkan piring dan beres-beres. Sambil melakukan tugasnya masing-masing, pikiran mereka makin berpikir tak tenang.
"Apakah Tuan Huo benar-benar suami nyonya?" Ujar Bai Rongxin pada Hu Zheng dan Shen Yuzhi.
"Bagaimana jika sebenarnya nyonya hanya berpura-pura untuk menjauhi kita bertiga?"
Hu Zheng menggeleng. "Tidak tahu, kemungkinan iya dan kemungkinan tidak. Jika nyonya hanya berpura-pura, yang di perlihatkan nyonya dan tuan tidak terlihat berpura-pura. Hubungan mereka sangat nyata, juga darimana asal pria itu?"
"Dilihat sekali dia jelas bukan orang sembarangan."
"Mereka memang terlihat seperti suami istri..." Gumam Bai Rongxin dengan cemberut, ia mulai patah hati. Tidak menyangka ternyata perasaan pertama nya pada nyonya nya akan di patahkan secepat ini.
"Coba kalian pikir." Ucap Shen Yuzhi, dan keduanya mulai menatap nya.
"Nyonya mengatakan mereka sudah menikah lama dan baru sekarang mereka bersama. Bukankah itu kebetulan? Nyonya baru sembuh dan kembali cantik, lalu suaminya sudah kembali."
"Kalian pikirkan penampilan nyonya yang dulu dan sekarang..."
Mata Bai Rongxin membulat. "Mungkinkah suami nyonya kembali hanya karena melihat nyonya sudah kembali cantik dan muda?"
"Yah, pasti seperti itu. Suami nyonya mungkin seorang bangsawan atau orang hebat, melihat nyonya yang dulu jelek dan gendut dia pasti tidak menginginkan nyonya lagi dan mengirimkan nya ke kampung halaman nya. Sekarang setelah dia melihat nyonya kembali cantik dan muda, dia kembali mengingatkan nyonya!" Seru Hu Zheng menyampaikan analisis yang menurutnya masuk akal.
"Pasti seperti itu, suami nyonya benar-benar bukan orang baik. Aku harus memberitahu nyonya nanti!" Seru Bai Rongxin.
Shen Yuzhi menatap keduanya yang terlihat emosi dengan pikiran liar mereka sendiri. Dia hanya diam sambil memikirkan pemikirannya sendiri.
Di halaman Su Wanwan.
Setelah menutup pintu, Su Wanwan berbalik dan langsung disambut oleh pelukan suaminya. Ia tidak memberontak ataupun minta lepas, hanya diam menerima pelukan tersenyum dengan khidmat.
"Sepertinya perasaan ketiga pelayan istriku sungguh nyata ya?"
Su Wanwan mendongak menatap wajah suaminya. "Cari ribut, huh?"
Huo Beichen tersenyum dan mengangkat istrinya hingga ia menjatuhkan tubuh mereka di atas ranjang. Pelukannya di pinggang istrinya tidak terlepas sedikitpun, tangan nya yang lain mengusap hidung istrinya.
"Pikir apa sih, suami mu ini hanya bertanya baik-baik oke. Kamu bilang kamu ini antagonis dalam cerita, jikadi pikir bukankah kamu seharusnya dibenci?"
"Apakah menurutmu aku akan bersikap seperti antagonis dan mengikuti alur cerita? Sama sekali emoh!" Su Wanwan memutar bola matanya, jarinya mengetuk-ngetuk dada suaminya.
"Aku hanya membawa bahan-bahan makanan dari dunia modern, siapa sangka mereka menganggap ku sangat baik dan mulai menaruh perasaan padaku. Malam lalu mereka tiba-tiba menyatakan perasaan nya kepada secara bergiliran, membuat ku pusing hingga hampir tergoda-- Hhpp"
Huo Beichen langsung membungkam bibir istrinya dengan ciuman dalam yang sampai ke lidah. Entah merasa kesal dengan cerita nya atau merasa gemas dengan bibir itu yang terus berbicara hal yang tidak disukainya.
Setelah ciuman terlepas, Huo Beichen semakin mempererat pelukan dan mengikis jarak wajah mereka.
"Terus, apakah istriku terpikir mau tambah suami?" Huo Beichen menatap lekat mata Su Wanwan, membuat Su Wanwan merasakan merinding sampai ke tulang.
"Te-tentu tidak,, tidak sama sekali. Suamiku sudah sangat sempurna, untuk apa ada suami lain."
Mendengar ucapan istrinya, bibir Huo Beichen seketika melengkung dan pelukan nya jauh lebih lembut. "Lusa kita berangkat ke Ibu kota ya? Bertemu dengan keluarga ku."
"Harus secepat itu?"
Huo Beichen mengangguk. "Jika tidak, saudara ku itu akan berbicara banyak hal tentang ku. Aku masih harus pulang mewarisi harta untuk istriku kan?"
"Lima hari lagi adalah hari pemilihan murid kultivator di ibukota, istriku apakah tidak penasaran?"
Su Wanwan tersenyum dan mengangguk, "penasaran! Tapi... Besok kamu harus menuruti perintah ku." Bisik Su Wanwan di telinga Huo Beichen.
"Baik, waktu hari ini masih banyak... Istriku..." Tangan Huo Beichen menjalar dari pinggang ke punggung, namun belum sempat jari itu membuka kain... Sebuah sentilan sudah mendarat di dahi Huo Beichen.
"Berkultivasi lah di ruang milikku. Setidaknya, sebelum kembali ke ibu kota, kau harus mencapai tingkat Qi Menengah."
"Hanya dalam beberapa hari? Itu tidak mungkin…"
"Mungkin!"
Su Wanwan langsung menarik tangan suaminya, lalu membawa pria itu masuk ke dalam ruang miliknya tanpa memberinya kesempatan untuk membantah.
Keduanya pun mulai berkultivasi bersama di dalam ruang tersebut. Mereka begitu larut dalam latihan hingga tak menyadari waktu terus berlalu.
Keesokan harinya.