NovelToon NovelToon
Manusia Vs Setan

Manusia Vs Setan

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor
Popularitas:636
Nilai: 5
Nama Author: David Purnama

Setan adalah musuh yang nyata bagi manusia. Maka jadikanlah mereka sebagai musuh mu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon David Purnama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melancong

Tiga putri Karyo akan ikut karyawisata ke tempat pariwisata yang berair.

Salah satu syarat mereka bisa turut berangkat adalah keikutsertaan seorang pendamping dari keluarga.

Mau bagaimana lagi? Syal, Hit dan Mesumi sudah tidak punya siapa-siapa lagi.

Karyo yang berperan sebagai ayah wajib berangkat demi menemani para anak.

"Apa bekal yang mau kalian bawa?",

"Tidak usah ayah",

"Iya, tidak perlu ayah",

"Sudah disediakan makan siang dan snack",

"Bagaimana dengan makan malamnya?",

"Malamnya kita berhenti di rest area sekaligus santap malam",

Bermain lakon rumah tangga sebagai orang tua tunggal dengan empat orang anak.

Awalnya mereka merasa canggung.

Namun tidak butuh waktu lama bagi mereka yang memang selalu merasa sepi dalam kesendirian.

Akhirnya bisa nyaman hidup bersama layaknya sebuah keluarga yang utuh dan semestinya.

Baik itu Guram, Syal, Hit dan Mesumi sudah tidak malu lagi untuk menunjukkan rasa kasih sayang mereka kepada Karyo yang sekarang sudah terbiasa mereka panggil Ayah.

Begitu juga dengan Karyo yang tulus memberikan perhatian dan tenaganya kepada empat anak yang nyaris terlantar di kegelapan.

Karyo senang melihat Guram yang sudah bisa membaur dengan manusia di tempatnya bekerja dan di lingkungan tempat mereka memilih untuk menetap.

Syal, Hit dan Mesumi juga sudah tidak kaku lagi bermain dan belajar bersama kawan-kawan di sekolah.

Lalu bagaimana dengan Karyo?

Karyo juga sedang bangkit menjalani hidup barunya sendiri.

Berusaha untuk membingkai masa lalu yang manis dan pahit di dinding kenangan.

Ia tidak akan pernah melupakan. Tapi juga sadar bahwa apa yang sudah meninggal di masa silam.

Tidak akan mungkin bangkit kembali.

Sudah hanyut terbawa derasnya arus kehidupan masa yang sekarang.

Untuk mengarungi terjal dan luasnya samudra yang bermuara ke masa depan.

Demi bisa mengalahkan terjangan ombak-ombak ujian dan cobaan hidup yang ganas.

Perahu layar harus ringan dari bayang-bayang dendam dan ingatan buruk masa lalu.

Hari H Karyawisata

Tiga kendaraan besar-besar membawa rombongan anak-anak yang kelak akan menjadi permata bumi.

"Jangan banyak gerak dulu",

"Nanti kalau sudah lumayan jauh, baru boleh usil",

"Biar tidak mabuk perjalanan",

Pesan Karyo yang duduk bersama Mesumi. Syal dan Hit duduk di baris bangku depan mereka.

Ada kejadian unik waktu mereka melintasi rute yang dikatagorikan angker.

Pengemudi dan penumpang yang sudah tahu mesti merinding ketika melewati jalur ini. Di pagi hari sampai siang sekalipun.

Namanya alas tebas. Dahulu sekali sepanjang jalur yang membelah hutan-hutan ini, adalah tempat eksekusi mati.

Syal, Hit dan Mesumi juga bisa melihat apa yang tidak dapat dilihat oleh mata manusia biasa.

Mereka justru terperangah dan berdecak kagum melihat potongan-potongan tubuh manusia yang termutilasi melayang-layang di udara.

Ada kepala terbang, tangan buntung yang mencakar-cakar jendela.

Kaki-kaki yang berlari tanpa tujuan, dan yang paling menarik. Separuh badan yang menari-nari.

"Sudah, jangan dilihat terus",

"Mereka menjadi semakin cari perhatian",

TAMAN AIR

Menjelang dzuhur rombongan sampai di tempat tujuan pertama. Yakni Taman Air.

Anak-anak berkumpul bersama guru pembimbing. Mereka dipimpin oleh seorang pemandu wisata.

Sementara anak-anak berkeliling. Para orang tua dibebas tugaskan.

Boleh ikut tour Taman Air atau mau beristirahat dan jalan-jalan sendiri.

Banyak yang mengekor anak-anak bersama para pengajar.

Namun Karyo memilih duduk-duduk dan senderan di bawah pohon besar yang teduh.

Sambil mengantuk.

"Permisi",

"Jikalau berkenan untuk aku hantarkan",

"Berkeliling wilayah tempat tinggal kami",

Karyo memperhatikan siapa yang tiba-tiba muncul di depannya.

Rupanya dari kalangan jin.

Sosok babi hutan yang bisa berdiri itu menawarkan tour kepada Karyo.

Tapi bukan di Taman Wisata air ini.

Melainkan wilayah mereka yaitu alam yang lain.

"Kenapa kalian begitu ramah kepada ku?",

Karyo pun setuju.

"Karena tempat ini masih dibawah kekuasaan Mangkusegoro",

"Sekarang kamu adalah manusia pembawa pedang pusaka kerajaan kami",

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!