NovelToon NovelToon
Bangkitnya Kaisar Dewa

Bangkitnya Kaisar Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rick Tur

Di lima alam kultivasi yang bertingkat — Dunia Fana, Dunia Roh, Dunia Dewa, Dunia Dewa Kuno, hingga Dunia Kekosongan — seorang Kaisar Dewa gagal menembus batas tertinggi dan tubuhnya hancur menjadi debu. Namun jiwanya yang tak pernah mati terlahir kembali ke dunia fana sebagai Ye Hu, anak tertua seorang Marquis yang dicap sampah karena dantian-nya hancur akibat keracunan tiga tahun lalu.

Dengan ingatan ribuan tahun dan pengetahuan alkimia serta teknik kuno yang telah hilang dari dunia, Ye Hu bangkit perlahan. Ia menyembuhkan dantian-nya sendiri, menciptakan pil dengan kemurnian mustahil bagi siapa pun di tingkatnya, dan mengungkap pengkhianatan di dalam keluarganya sendiri —

Ini barulah awal perjalanannya, Selanjutnya dia menemui keturunan dari murid-muridnya sedang menderita di dunia dana ini. Dengan kondisi tubuh yang terbatas, Ye Hu berusaha untuk membantu buyut dari murid-muridnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rick Tur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kultivasi Chaos Yang Boros

Saat Ye Hu melangkah keluar dari pintu utama Balai Pelelangan, ia tidak berjalan sendirian. Di belakangnya, Adipati Wu Ling, Mu Yan, dan Ma Teng berjalan bersamanya, mengantarnya sampai ke lobi utama — sebuah kehormatan yang tidak pernah diberikan kepada siapa pun, bahkan kepada pejabat tinggi sekalipun. Ketiga orang paling berkuasa di Kota Awan itu berdiri di belakang Ye Hu seolah-olah pemuda itulah tuan sesungguhnya di tempat itu.

Di area lobi, Ye Du, Ye Gan, Qing Xin, dan teman-teman mereka yang masih berdiri di sana langsung terpaku diam. Mulut mereka terbuka lebar, mata mereka membelalak tak percaya. Mereka yang tadi menghina dan merendahkan Ye Hu kini melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana pemuda yang mereka sebut sampah itu berjalan di depan tiga orang yang paling dihormati di kota ini — dan ketiganya justru yang mengantarnya dengan penuh hormat.

Belum lama mereka pulih dari keterkejutan itu, langkah kaki cepat terdengar dari arah pintu masuk. Wan Tung datang bersama Wan Ning, wajahnya penuh kekhawatiran dan kemarahan. Ia mendengar kabar bahwa ada orang yang berniat mengganggu Tuan Ye Hu di Balai Pelelangan, dan ia datang untuk memastikan tidak ada yang berani menyakiti orang itu.

"Siapa saja yang berani mengganggu Tuan Ye Hu," suara Wan Tung menggelegar di seluruh ruangan, membuat udara seakan membeku. "Maka seluruh keluarganya dilarang selamanya memasuki Toko Obat Sumber Kehidupan! Tidak peduli siapa mereka!"

Gao Seng dan Gao Ceng yang masih berdiri di sudut ruangan seketika menggigil ketakutan. Toko Obat Sumber Kehidupan bukan sekadar tempat jual beli obat — itu adalah sumber kehidupan bagi setiap kultivator dan bangsawan di kota ini. Dilarang datang ke sana sama saja dengan kehilangan harapan untuk maju.

Adipati Wu Ling melangkah maju untuk menenangkan alkemis tua itu. "Tuan Wan Tung, tenanglah. Tidak ada yang mengganggu Tuan Ye Hu. Justru sebaliknya, semua urusan sudah selesai dengan baik."

Mendengar suara Adipati, Wan Tung menoleh dan segera menarik napas dalam. Ia melihat Mu Yan, Adipati, dan Ma Teng semuanya berdiri di sana. Tanpa ragu, ia membungkuk dalam-dalam memberi hormat kepada ketiganya, lalu mengarahkan hormat yang sama kepada Ye Hu. Wan Ning di samping kakeknya juga segera menunduk dalam, wajahnya pucat dan penuh penyesalan. Teman-teman yang berdiri di sekitarnya merasa tidak nyaman melihatnya memberi hormat kepada pemuda yang tadi mereka anggap rendah.

Qing Xin segera mendekati Wan Ning dan menarik pelan lengan bajunya. "Wan Ning, apa yang terjadi? Mengapa kau harus menghormatinya? Mari kita pergi dari sini."

Namun Wan Ning menepis tangan Qing Xin dengan tegas, lalu menatap Ye Hu dengan tatapan yang berubah total — penuh rasa hormat dan penyesalan yang tulus. Kakeknya sudah menegurnya dengan keras sebelum masuk, dan ia menyadari betapa bodohnya ia selama ini.

Wan Ning bukan orang bodoh, sejak di ketahui Ye Hu membuat Pil Tingkat Dua dengan sempurna maka dia tahu kalau dirinya dibawah Ye Hu dalam alkemis. Masa Depan Ye Hu tak terduga, menjadi musuh adalah salah besar.

"Mulai saat ini, aku tidak akan pernah mengganggu Tuan Ye Hu lagi," ucap Wan Ning dengan suara yang tegas dan jelas, didengar oleh semua orang di ruangan itu. Lalu ia berbalik menghadap Ye Hu dan membungkuk dalam sekali. "Tuan Ye Hu, mohon maafkan segala perbuatan saya sebelumnya. Wan Ning bersedia menerima hukuman apa pun yang Tuan berikan."

Ye Hu melihat tatapan tulus di mata gadis itu. Ia tahu, Wan Tung pasti sudah memarahinya dengan sangat keras, namun di balik itu ada kesadaran yang tumbuh di hati gadis itu.

"Sudahlah," ucap Ye Hu pelan namun tegas. "Aku tidak pernah menyimpan dendam di dalam hatiku. Yang berlalu biarlah berlalu."

Mendengar itu, teman-teman Wan Ning merasa semakin malu. Mereka merasa berdiri di tempat yang salah, seakan setiap detik yang berlalu semakin menunjukkan betapa piciknya mereka. Satu per satu mulai mundur perlahan, lalu berbalik dan pergi tanpa berani menoleh lagi. Bahkan Gao bersaudara yang tadi berjanji menunggu di luar kini tak berani menatap mata Ye Hu, dan segera pergi tanpa menimbulkan masalah lagi.

Ye Hu mengangguk pamit kepada semua orang, lalu melangkah keluar dari Balai Pelelangan. Langkahnya tenang, namun di dalam hatinya ia tahu — hari ini, ia telah menanamkan rasa hormat dan rasa takut di hati banyak orang. Dan itu hanyalah permulaan.

Sesampainya di kediaman, Ye Hu langsung masuk ke kamarnya dan mengunci pintu. Ia tidak membuang waktu. Duduk di depan tungku perakitan yang dipinjamkan Ma Teng — tungku api ungu yang memancarkan cahaya lembut — ia mulai menata bahan-bahan yang diberikan Wan Tung. Semuanya sudah siap, dan kini waktunya untuk meracik Pil Penguat Tubuh Tingkat Dua dalam jumlah banyak.

Dengan ketelitian yang tak tertandingi, ia mengatur suhu api, memasukkan bahan satu per satu sesuai urutan yang tepat, dan mengendalikan proses peracikan hanya dengan ingatan dan pengalaman ribuan tahun. Satu tungku, dua tungku, tiga tungku... hingga akhirnya, di atas meja tersusun dua belas butir pil tingkat dua yang berkilat dengan kemurnian sempurna — 99 persen tanpa cacat sedikit pun.

"Sudah waktunya," gumamnya pelan.

Ia mulai berkultivasi. Satu butir pil ditelan, dan energi pekat langsung menyebar ke seluruh tubuhnya, memperkuat meridian dan memperdalam dantiannya. Namun Teknik Kekacauan yang ia jalani bukanlah teknik biasa — ia menyerap energi dengan sangat cepat dan rakus, jauh lebih besar dibandingkan teknik kultivasi lainnya. Satu pil habis dalam waktu singkat, lalu pil kedua, ketiga...

Tiga hari berlalu dalam kesunyian kamar. Selama itu, Ye Hu tidak berhenti, terus-menerus memasukkan energi pil ke dalam tubuhnya yang terus-menerus tumbuh dan menyesuaikan diri. Rasa sakit yang luar biasa menyertai setiap peningkatan, otot dan tulangnya robek dan tumbuh kembali dengan lebih kuat, namun ia bertahan tanpa bergerak sedikit pun.

Ketika ia membuka matanya di pagi hari ketiga, sembilan dari dua belas pil itu sudah habis ditelan. Tiga sisanya tersisa di atas meja.

Realm: Mortal Realm | Stage: Qi Condensation — Layer 3

Ia berhasil menerobos ke tingkat tiga. Namun harganya sangat mahal — sembilan pil tingkat dua dengan kemurnian sempurna habis hanya untuk naik satu tingkat. Jika ia menggunakan teknik kultivasi biasa, tiga atau empat pil sudah cukup untuk naik dua atau tiga tingkat sekaligus. Kultivasi Chaos memang memberikan kekuatan yang jauh lebih besar dan murni, tapi asupan energinya pun berkali-kali lipat lebih banyak.

"Pil tingkat dua sudah tidak berguna lagi bagiku," gumam Ye Hu sambil menatap sisa pil di atas meja. "Energinya terlalu lemah untuk mendukung kemajuanku selanjutnya. Sekarang aku butuh Pil Tingkat Tiga."

Tiba-tiba, bayangan hitam bergerak di sudut ruangan. Sosok bertudung yang dikirimkan Mu Yan muncul begitu saja, seakan ia adalah bagian dari kegelapan itu. Pintu kamar masih terkunci rapat, namun orang itu masuk tanpa membuat suara sedikit pun.

"Tuan Ye Hu," suara itu rendah dan teredam. "Adipati Wu Ling saat ini sedang berada di Balai Pelelangan. Jika Tuan tidak keberatan, Adipati berencana datang berkunjung ke kediaman ini untuk membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan obat-obatan putrinya."

Ye Hu mengerutkan kening. Ia belum siap menerima tamu di sini, apalagi di kediaman Marquis Ye yang penuh dengan mata-mata dan orang yang tidak menginginkannya baik. Jika Adipati datang ke sini, pasti akan menarik perhatian banyak orang, dan itu berisiko.

"Terima kasih atas pemberitahuannya," jawab Ye Hu dengan tegas. "Tapi aku tidak bisa menerima kedatangan Adipati di sini. Lebih baik aku yang pergi ke Balai Pelelangan untuk menemuinya. Katakan padanya aku akan segera ke sana."

Sosok bertudung itu mengangguk pelan, lalu menghilang secepat ia muncul, tanpa meninggalkan jejak sedikit pun.

Ye Hu berdiri dan merapikan pakaiannya. Matanya bersinar tajam. Ia sudah mencapai tingkat tiga Qi Condensation — kekuatan yang cukup untuk melindungi dirinya dari orang biasa. Namun untuk meracik Pil Tingkat Tiga, ia butuh bantuan dan bahan yang lebih langka. Dan rencana untuk menyembuhkan putri Adipati serta menyelidiki siapa yang meracuninya di Rumah Bunga Indah masih menunggu.

"Aku akan pergi ke Balai Pelelangan sekarang," batinnya. "Dan kali ini, persiapanku untuk naik lebih tinggi dimulai."

1
Nanik S
Chu Hua sangat licik
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ........
Nanik S
Chu Hua juga bengis dan kejam
Nanik S
Menuju jalan didepan yang yak terbatas
Nanik S
Ye Ba... dan seluruh keluarga harus mengetahui
Nanik S
Apakah Pemuda tampan itu Ayah Xuan Ling
BOIEL-POINT .........
very very very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
Nanik S
Kesepakatan yang bmenguntungkan
Nanik S
Ambil saja sekalian lempenganya
Nanik S
Rhu Shun ketua bayangan malam
Nanik S
Keren dan keren ... apakah bisa didapat lempenganya
Nanik S
Sebenarnya Ye Hu anak siapa
Nanik S
Banyak sekali musuhnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!