NovelToon NovelToon
Di Bawah Nama Yang Di Pilih Takdir

Di Bawah Nama Yang Di Pilih Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:848
Nilai: 5
Nama Author: Yun Wangshu

" aku akan menerima ujian takdirku selagi aku mampu ,namun jika takdir tak menginginkan ku maka aku akan menyerah dan pergii " arabella ayunisa

" lakukanlah apapun yang ingin takdir lakukan,tapi ku mohon tolong jangan hapus arabella dalam garis takdirku " ludwighe staindfol


pernikahan yang diawali dengan perjodohan diantara ludwighe dan arabella membawa perubahan pada garis takdir , kehidupan yang awalnya kacau pada akhirnya menemukan sedikit harapannya ,
namun setiap kehidupan selalu memiliki ujian takdirnya sendiri ,dan itulah yang terjadi pada pernikahan Antara ludwighe dan arabella.

akankah arabella mampu membawa cinta untuk pernikahan nya ataukah pada akhirnya Bella akan menyerah pada cinta itu sendiri.

ayo baca cerita selengkapnya,dan ikuti kisah merubah takdir ludwighe dan bella

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yun Wangshu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB : 30

Di pinggiran kota tepatnya di dalam hutan yang sangat lebat terdapat sebuah gubuk tua yang kelihatan usang , tapi jika kita memasuki dalamnya maka akan terlihat seperti rumah minimalis modern.

Vanesha duduk termenung di depan jendela kamarnya, memikirkan kapan ia akan keluar dari tempat ini ,dan pergi jauh dari monster yang bernama Justin itu.

di gubuk ini ia memang tak sendiri.

banyak anak buah Justin yang berjaga di setiap sudut gubuk dan ada beberapa pelayan wanita yang bebersih.

ceklek...

vanesha tetap diam dan tak berbalik menghadap depan sebab ia sudah tahu itu adalah pelayan yang selalu mengantarkan makanan untuknya.

" bawa saja makanan nya aku tidak lapar " ucap vanesha yang tetap diam tanpa berbalik badan.

" tapi anda belum makan sejak semalam" balas pelayan itu.

" aku tidak mau makan " ucap vanesha.

Tak ada suara lagi dari pelayan itu ,hanya ada suara pintu di tutup seperti nya pelayan itu sudah pergi.

" wah , sepertinya kau sangat tahu diri untuk menghemat persediaan makanan"

tubuh vanesha langsung menegang saat mendengar suara yang sangat ia kenali dan sangat ingin ia jauhi , itu suara Justin dan benar kalau Justin lah yang datang bersama pelayan tadi.

dengan cepat vanesha berdiri dan membalikkan tubuhnya yang tengah bergetar.

DEG....

jantungnya berdetak tak karuan,itu Justin benar - benar Justin.

" ka- u sed- ang apa kau di sini" gumam vanesha dengan pelan.

" sedang apa ?? semua orang di luar anak buahku , gubuk ini juga punyaku , daerah ini adalah kawasan milikku dan kau tawanan ku.

jadi menurut mu sedang apa aku di sini?? " timpal Justin kemudian ia duduk di sofa dan menyilangkan kakinya seperti seorang raja yang berkuasa.

" kemarilah , ayo kita bicara dengan santai " timpal Justin tapi vanesha tahu apa yang di maksud santai oleh monster itu.

Vanesha melangkah mundur sampai ia mentok ke dinding ,jarak mereka tak cukup jauh namun setidaknya vanesha tak terlalu dekat dengan Justin.

" hehehe,kau terlihat sangat takut padaku.

padahal aku memperlakukan mu sangat baik

aku menyediakan pelayan untukmu ,ad juga bodyguard yang berjaga di sini , dan aku pun tak memukul atau menyiksamu , aku hanya mengajak mu bersenang - senang saja.

kenapa kau harus takut hmm" timpal Justin dengan santai ia menghisap nikotinnya.

" kau sendiri yang memilih bersamaku , aku tak memaksamu dari awal sudah ku peringatkan agar kau menjauh dari kehidupan adikku .

tapi sepertinya kau sangat penasaran dengan ku ,apa sekarang kau sudah cukup mengenalku??" lanjut Justin .

" aku sudah mengaku salah ,aku juga akan minta maaf pada mereka aku akan jelaskan semuanya,kumohon lepaskan aku biarkan aku pergi dan menjelaskan kesalahan ku pada mereka" ucap vanesha ia segera mendekat dan berlutut memeluk kaki Justin .

Justin terkejut tapi dengan cepat ia menetralkan keterkejutannya.

" hmm kau ingin aku melepaskan mu ??" tanya Justin tangannya turun mengelus rambut vanesha yang masih memeluk erat kakinya.

vanesha mendongak menatap Justin ia menganggukkan kepalanya dengan cepat .

" boleh " balas Justin ia mengelus lembut pipi vanesha yang masih mendongak menatapnya.

lalu jari jemarinya turun mengapit dagu vanesha dan mendekatkan wajahnya hingga tersisa satu senti saja jarak mereka.

" tapi aku minta kompensasi ,aku mau tubuhmu sebagai kompensasinya " lanjut Justin dengan seringai kejam di bibirnya.

ia masih setia menatap vanesha ayang tak berdaya di bawah kuasanya .

Mata vanesha melebar saat mendengar ucapan Justin .

" jika kau tak mau ,maka nikmatilah hari - hari mu di sini dan tentunya aku juga bisa menyentuh mu " ucap Justin .

" ti - dak aku mau , ta - tapi kau benar-benar akan melepaskan ku kan kau tidak akan membohongiku kan " tanya vanesha ia sungguh ingin segera bebas dari cengkeraman Justin.

" aku bukan orang yang ingkar janji " balas Justin dengan dingin .

ia mematikan nikotinnya lalu dengan gerakan cepat Justin mengangkat tubuh vanesha ke dalam gendongan nya ia berjalan ke ranjang dan menghempaskan tubuh vanesha ke atas ranjang.

" aahhkkk " vanesha berteriak kaget..

Justin tak mengindahkan teriakan kaget vanesha ia melucuti bajunya dan menaiki ranjang mengungkung tubuh ramping vanesha di bawahnya.

vanesha cuma bisa pasrah ia hanya ingin keluar dari tempat ini . Dan pergi sejauh jauhnya setelah ini.

tak terasa mereka sudah menghabiskan waktu selama 2 jam lamanya .

Justin menghentikan permainannya dan berlalu ke kamar mandi membersihkan tubuhnya,sedangkan vanesha masih berbaring di ranjang mengatur nafasnya dan memulihkan tenaganya .

setelah Justin keluar dari kamar mandi vanesha langsung masuk ke kamar mandi, kali ini ia tak berlama-lama karna tak sabar untuk keluar dari tempat itu.

" pakai baju itu " ucap Justin saat vanesha keluar dari kamar mandi dengan bingung sebab memang bajunya di robek Justin.

Vanesha langsung mengambil baju di atas ranjang dan memakai nya di dalam kamar mandi.

Setelah ia selesai Justin sudah rapi dengan pakaian kasualnya ,dan vanesha dengan dress sederhana namun elegan.

" setelah ini penuhi ucapan mu sebelumnya dan jangan berani menipuku" ucap Justin .

" tidak aku tidak berani , aku janji akan langsung minta maaf pada Bella dan ludwighe" ucap vanesha.

" ikut aku ,dan ingat jangan berani mengatakan apapun pada siapa pun" timpal Justin memperingati vanesha.

vanesha menganggukkan kepalanya dan berlalu mengikuti Justin.

1
Anidya_i
smngat ya kakm😍
Yun Wangshu: makasih kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!