NovelToon NovelToon
Dinikahi Anak Juragan

Dinikahi Anak Juragan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Romantis / Dijodohkan Orang Tua / Cinta setelah menikah
Popularitas:15.1k
Nilai: 5
Nama Author: ntaamelia

Selama lima tahun Diyah Melati percaya bahwa cintanya akan berakhir di pelaminan. Namun, ketika sang kekasih pulang dari perantauan, harapan yang selama ini dia rajut justru hancur dalam sekejap. Alih-alih membawa cincin lamaran, pria itu justru memilih mengakhiri hubungan.

Di usianya yang telah menginjak kepala tiga, Diyah tak hanya harus menanggung patah hati, tetapi juga menghadapi cibiran sebagai "Perawan Tua" yang terus menghantuinya. Meski terluka, Diyah bertekad bangkit dan menyembuhkan hatinya tanpa bergantung pada siapa pun.

Namun, saat Diyah mulai menata kembali hidupnya, sebuah lamaran tak terduga datang dari seorang juragan terpandang di desanya. Tawaran perjodohan itu sontak mengusik ketenangan yang baru saja ia bangun. Di balik niat baik tersebut, tersimpan sosok yang sama sekali tak pernah ia bayangkan.

Akankah Diyah membuka kembali pintu hatinya dan menerima perjodohan itu? Ataukah luka masa lalu membuatnya memilih berjalan sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ntaamelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9. Hari yang Dinanti

Dua pemuda dari perangkat desa mendapat mandat dari Juragan Marta untuk membagikan undangan. Dia berkeliling desa dengan rekannya, hingga tiba di salah satu rumah warga.

"Permisi," ucap salah satunya sambil mengetuk pintu yang setengahnya terbuka. Tak berapa lama kemudian terlihat seseorang keluar.

"Iya?" balas Cakra dengan wajah bantal.

"Ada titipan undangan, Mas."

Cakra menerimanya tanpa curiga, bahkan dia sempat menguap beberapa kali, hingga saat membaca nama yang tercetak di bagian depan tangannya langsung membeku.

Undangan Pernikahan :

Diyah Melati

dengan

Biyakta Kusuma

Jantungnya seolah berhenti berdetak.

"Diyah?" Cakra mengucek matanya untuk memastikan bahwa dia tidak salah baca. Namun, di surat tersebut benar-benar tersemat nama mantan kekasihnya.

Rani yang datang dari dalam ikut mendekat.

"Undangan siapa?" tanyanya.

Cakra masih memandangi tulisan itu dengan tatapan kosong.

"Ini ...."

"Ada apa, Mas? Siapa yang mau menikah?" cecar Rani.

"Diyah, Diyah yang mau menikah," jawab Cakra.

Rani mengintip undangan itu lalu membacanya sekilas.

"Lho bukannya bagus? Kalian kan sudah putus."

Cakra tidak menjawab. Ada sesuatu yang tiba-tiba mengganjal di dadanya. Dia teringat wajah Diyah yang menangis di terminal.

Teringat bekal makanan yang dibuat dengan sepenuh hati. Teringat wanita yang pernah menunggunya selama bertahun-tahun. Dan kini wanita itu akan menjadi istri orang lain.

Yang lebih mengejutkan lagi, calon suaminya adalah putra Juragan Marta, keluarga paling terpandang di desa.

Tanpa sadar jemarinya menggenggam undangan itu sedikit lebih erat.

"Atau jangan-jangan Diyah itu memang punya hubungan spesial dengan laki-laki lain sebelum putus sama kamu. Buktinya cepat sekali dapat gantinya, langsung menikah lagi," lanjut Rani memanas-manasi, supaya Cakra semakin benci dengan wanita itu.

Rani menyadari perubahan raut wajah kekasihnya. Dia yakin Cakra sedang mengutuk Diyah. Namun, ternyata tebakannya salah. Untuk pertama kalinya sejak meninggalkan Diyah, hati Cakra terusik oleh sesuatu yang tak mampu dia jelaskan.

Apakah itu hanya keterkejutan? Atau justru penyesalan yang datang terlambat.

****

Hari yang dinanti akhirnya tiba.

Sejak matahari belum sepenuhnya muncul di ufuk timur, rumah keluarga Diyah sudah dipenuhi kesibukan.

Suara gamelan terdengar lembut dari halaman. Para ibu sibuk menyiapkan hidangan, sementara para pemuda dan bapak-bapak membantu mengatur kursi untuk menyambut tamu.

Bendera kecil dan janur kuning menghiasi sepanjang jalan menuju rumah, karena untuk akad nikah akan digelar di kediaman keluarga Diyah.

Hari itu Diyah Melati resmi menjadi seorang pengantin. Bukan lagi gadis yang menangisi kepulangan Cakra di terminal.

Bukan lagi wanita yang setiap malam bertanya-tanya mengapa dirinya ditinggalkan. Hari ini dia akan menjadi istri Biyakta Kusuma.

"Tidak salah, putriku memang sangat cantik," puji Arumi yang sudah datang sejak H-1 dengan suami serta anaknya, dia benar-benar membawa tangan kosong, karena bahkan untuk hadiah kecil saja dia tidak menyiapkannya untuk Diyah.

"Terima kasih, Bu," balas Diyah yang baru selesai make up.

"Nanti Diva juga didandani kan?" tanya Arumi.

"Iya, langsung minta saja ke tukang riasnya."

Arumi langsung mengangguk, kemudian mengusap bahu Diyah. "Jangan gugup, percayalah semuanya akan berjalan dengan lancar."

"Iya, Bu, aamiin," balas Diyah sambil tersenyum.

Prosesi pernikahan digelar dengan adat Jawa. Diyah tampil anggun dalam balutan kebaya bernuansa putih gading dengan kain batik klasik. Rambutnya ditata dengan sanggul tradisional dan dihiasi paes yang membuat wajahnya tampak semakin teduh.

Di sampingnya Biyakta mengenakan beskap warna senada, lengkap dengan blangkon.

Pria itu terlihat tenang. Namun hanya orang-orang terdekatnya yang tahu bahwa sejak pagi jantungnya terus berdebar.

Mbok Sum, seseorang yang sudah lama bekerja di rumahnya mengantar mahar ke meja akad.

"Jangan tegang, Den," ujarnya menggoda.

Biyakta tersenyum kecil.

"Aku tidak tegang, Mbok."

"Terus itu kenapa keringatnya segede jagung?"

Biyakta tertawa pelan. Hingga Diyah menoleh ke arahnya.

"Aduh ketahuan ya?"

"Namanya juga pengantin. Nanti kalau sudah sah baru deh lega," jawab Mbok Sum, dia menatap Diyah sekilas, lalu tersenyum.

Diyah yang belum terlalu mengenal keluarga besar Biyakta, akhirnya hanya bisa ikut tersenyum juga.

****

Prosesi akad nikah berlangsung dengan khidmat. Saat nama Diyah disebut dalam ijab kabul, suasana mendadak hening.

"Saya terima nikahnya Diyah Melati binti Bapak Jaya dengan maskawin tersebut dibayar tunai."

Biyakta mengucapkan ijab kabul dengan suara mantap.

Sekali tarikan napas.

Lancar.

Sah.

"Alhamdulillah."

Suara takbir dan ucapan syukur langsung memenuhi ruangan.

Jaya langsung meneteskan air mata, berbeda dengan mantan istrinya yang tersenyum bangga, karena akhirnya putrinya menikah dengan pria kaya raya.

Diyah menundukkan kepala, air mata mengalir perlahan di pipinya. Bukan air mata kesedihan, melainkan campuran antara lega, gugup, dan perasaan asing yang belum mampu dia namai.

Ketika Biyakta menyematkan cincin di jarinya, tatapan mereka kembali bertemu.

Biyakta tersenyum. Tampan sekali.

Diyah membalas dengan senyum tipis. Untuk pertama kalinya, senyum itu tidak dibuat-buat.

Sementara Juragan Marta yang duduk di barisan depan nampak berkaca-kaca, dia teringat mendiang istrinya. Andai wanita itu masih ada, tentu dia akan menjadi orang yang paling bahagia melihat putra mereka akhirnya menikah.

"Alhamdulillah, Ainun, putra kita sudah menikah, kamu sudah punya mantu, namanya Diyah."

***

Acara resepsi berlangsung jauh lebih meriah. Gedung di balai desa dipenuhi tamu. Para pejabat desa, pengusaha, kerabat, tetangga, hingga warga yang mengenal keluarga Juragan Marta datang memberikan selamat.

Hidangan tersaji beraneka ragam, alunan gamelan mengiringi setiap prosesi.

Keluarga Juragan Marta bahkan menyiapkan mahar yang membuat banyak tamu terkejut. Bukan sekadar seperangkat alat salat dan perhiasan.

Biyakta memberikan emas, uang tunai, serta sejumlah aset yang diserahkan atas nama Diyah sebagai bentuk penghormatan dan jaminan kehidupan rumah tangga mereka.

Bagi Juragan Marta, pernikahan putra sulungnya bukan sekadar pesta. Dia ingin memastikan Diyah mengetahui satu hal.

Gadis itu tidak datang ke keluarga mereka sebagai orang asing. Melainkan datang sebagai anggota baru.

Para tamu berdecak kagum.

"Masyaallah."

"Mahar sebesar itu."

"Benar-benar anak juragan."

"Beruntung sekali Diyah."

Namun, Diyah hanya tersenyum malu. Baginya semua kemewahan itu bukan hal terpenting. Karena kehidupan setelah menikah, itulah tantangan sesungguhnya. Ibadah paling panjang yang kini akan dia arungi bersama Biyakta.

Sementara di luar gedung, sebuah motor berhenti cukup jauh dari keramaian, dan Cakra adalah orang yang duduk di balik kemudi.

Sejak menerima undangan beberapa hari lalu, dia terus mengatakan kepada dirinya sendiri bahwa dia tidak perlu datang. Namun, pada akhirnya dia ada di sini.

Dari kejauhan Cakra bisa melihat para tamu keluar masuk. Hingga akhirnya matanya menangkap sosok wanita yang sangat dikenalnya.

Diyah.

Dengan kebaya pengantin.

Dengan senyum yang selama ini tidak pernah lagi dia lihat sejak kepulangannya dari Jakarta.

Cakra terdiam. Dadanya terasa sesak.

"Jadi kamu benar-benar menikah?"

Dari tempatnya berdiri dia juga bisa melihat Biyakta yang berdiri di samping Diyah.

Pria itu tersenyum ketika beberapa tamu mengajak mereka berfoto. Kemudian Biyakta sedikit membungkuk untuk mengatakan sesuatu kepada Diyah.

Diyah tertawa kecil.

Tawa sederhana.

Namun, bagi Cakra pemandangan itu terasa begitu asing.

Dulu, dialah yang membuat Diyah tertawa seperti itu, tapi sekarang bukan lagi dirinya.

Cakra menelan ludah, dia merasa kehilangan sesuatu yang dulu dia anggap mudah digantikan.

Rani memang cantik. Rani memang membuatnya merasa hidupnya lebih modern. Akan tetapi melihat Diyah berdiri sebagai istri orang lain, ada bagian dalam dirinya yang seperti diremas.

"Kenapa aku merasa sesakit ini?"

Cakra menggeleng.

"Bukankah aku sendiri yang memilih pergi?"

Tak ada jawaban.

Cakra tetap berdiri di sana.

Tidak masuk.

Tidak mendekat.

Hanya menjadi seseorang dari masa lalu yang menyaksikan wanita yang pernah mencintainya memulai kehidupan baru.

1
Diah_Kustantie ✨💛
Next
Radya Arynda
semangaaat diya,biyahta,,semogah kalia selalu ber sama dalam suka duka,,,,,
Rasakan karma nya kra cakra,,,,
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
kapokkkk! kurma di bayarr kontan. dulu kalian pamerr kemesraan di depan Diyah, tapi nyatanya semua itu hanya sementara saja. di saat rumah tangga kalian penuh prahara, beda dnegan rumah tangga diyah yang banyak di hujani kebahagiaan.
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
astagaa manten baru, masak mau mesrah2han di tengah sawah 😆 kayak enggak ada tempat lain saja. lagian kalau dah kebelett mending pulang sono...jangan guling2 di tengah sawah 😆
Dien Elvina
sementara s Cakra seperti hidup d neraka dgn Rani ..jangan² s Rani hami anak orang lain
Dien Elvina
good Dyah s Laksmi harus d lawan jangan mau d tekan s benalu ..lama² juga bakal berhenti sendiri
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
nahhh gitu dong diyah! aku suka perubahan kamu. kamu harus lebih berani dan jangan cuma diam saja, saat orang lain meremehkan atau merundungmu. dengan begini, laksmi enggak bakal berani macam2...karena kamu enggak cuma diam dan pasrah.
Diah_Kustantie ✨💛
Janu sudh mulai terprovokasi kayanya.akang biya udh mulai terdiyah Diyah nih ga malu2 ngumbar kemesraan
Dien Elvina
ihh jahat banget Januar ..pengen liat Biyakta rugi dgn mengganti pupuk biar panen hancur n Biyakta kena Omelan pak Marta ..ini gara² hasutan s Laksmi sang benalu 😡
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
hohoho seperti kamu mau ngerjain mas kamu januar, kamu asal ganti pupuk supaya hasil panen hancur dan biyakta kena omel bapak kamu gitu kan? gara2 pengaruh dari laksmi. kamu sampai segitunya sama mas kamu. kamu bakal nyesel, jika tahu kalian sedang di adu dombaa.

mamvusss Sarah 🤣 bisa2nya kagak punya malu, masih pagi kok yaa bertamu ke rumah orang. gitu katanya wanita berpendidikan, tapi enggak punya attitude. malah mau jadi velakorr....bener2 enggak tahu diri.
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ: pasangan klop! 😆 januar lebih percaya sama orang lain, daripada sama saudara kandung. di peralat laksmi saja kok yaa mau2nya.
total 2 replies
Mira Hastati
bagus
Radya Arynda
waaah januar sudah ke makan sama hasutan sengkuni,,wanita iblis si lasmi....semogah kamu tidak menyesal saja war januwar...,
Mantap Biyahta,,,jangan ter goda sama perempuan lain,,,jaga selalu diyah dari orang2 sikir dan jahat....sarah,sarah katanya pramugari kok semangaat banget mau jadi pelakor....haduh
Margaretha Indrayani
diyah kalau suami sudah siap kalau kamu hamil ya sudah diterima kalau memang langsung hamil
Margaretha Indrayani
idih nenek sihir sok kuasa, wong dua juga nebeng dirumah juragan marta, gak punya malu😡😡😡😡😡.
Ny Rudi Harianto
pertanyaan yg awal nya bermaksud baik buat kedua nya malah jadi kesalahpahaman...tapi untung nya biyakta bijak sehingga gak berlanjut masalah nya
Radya Arynda
nah manyap biyantah,,kamu haru selalu melindungi dia,,,,dari mereka2 yang jahat,,,kasih tau biyantah diyah kalau kamu di kasih ramuan ber bahaya sama sengkuni lasmi,,biar kamu ngak salah nanti kalau biyan menemukan obat itu....semangaaaat....
juwita
jgn di tunda " Dyah umur km udh 30 klo di tunda lg mau umur brapa km hamil?
Maria Kibtiyah
diyah terlalu kelamar kelemer
Diah_Kustantie ✨💛
Hamil gas gacorrrr bikin adonan setiap malem sebanyak banyak nya
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
Sarmilaa ohh sarmilaa 😆 takutnya malah kamu di jatuhkan sama ekspetasi kamu sendiri. kamu terlalu percaya sama omongan laki2 kota, yang bisa saja malah membuat kamu celaka. kamu terlalu berambisi mengalahkan Diyah, dan takutnya kamu malah salah langkah.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!