NovelToon NovelToon
PENGGANTI

PENGGANTI

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Angst / Pengganti
Popularitas:841
Nilai: 5
Nama Author: nona yeppo

Yura, gadis kesepian yang tiba-tiba harus pulang ke desa tempat nenek nya tinggal selama ini. Sang ibu yang akan menikah lagi menjadi salah satu alasan untuk kepindahannya.


Ia tidak banyak bicara, hanya menurut dan mengemasi barang-barang yang akan ia bawa.


Namun siapa sangka, kepindahannya ke desa membuatnya memiliki kehidupan baru yang lebih berwarna. Ia bahkan bertemu dengan gadis yang memiliki nama yang persis sama dengan namanya.


Lantas, akankah Yura berhasil menemukan kebahagiaan walaupun harus hidup berdampingan dengan gadis yang seolah memiliki ikatan dengannya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nona yeppo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Yura Kritis

"Dari keempat korban, hanya satu yang berhasil bertahan. Namun masih dalam kondisi yang kritis... "

Hening....

Liam yang baru saja tiba digedung rumah sakit hanya bisa terpaku tanpa tahu harus melakukan apa.

Semua nya begitu tiba-tiba dan kemudian menjadi tidak terkendali. Disaat dirinya mencoba untuk mengikhlaskan segalanya, waktu seolah menarik nya kembali.

Tangan nya perlahan naik, memijit pelipisnya yang terasa semakin menusuk. Ia sangat bingung harus melakukan apa.

Ia masih memandangi pintu yang memancarkan aura dingin itu sejak tadi. Berkali-kali ia menguatkan diri nya untuk masuk, namun ketakutan itu lebih besar dari tubuhnya sendiri.

Kebetulan yang sangat diharapkan, dokter Mark lewat dari sana dan mengenali Liam dengan baik. Dokter itu segera mendekat karena merasa curiga dengan gerak-gerik pria itu.

"Liam.? Sesuatu terjadi dengan Yura? " Tentu pertanyaan dokter Mark merujuk pada Yura a.

Seolah berhasil mengumpulkan tenaga lagi, Liam kemudian mengajak dokter Mark untuk menemaninya mengurus masalah ini.

Ia menceritakan semua yang ia tahu, membuat dokter Mark ikut terdiam namun dengan segera dapat mengendalikan diri.

Seketika keduanya melupakan pertikaian kecil-kecilan mereka dimasa lalu. Kini kedua nya kompak bagaikan saudara yang saling bahu-membahu.

Liam yang sejak awal tidak mampu membuka kain putih penutup jenazah itu akhirnya bisa menarik nafasnya secara perlahan.

Bukan bermaksud mensyukuri kemalangan, namun ia mungkin akan sangat hancur jika melihat wajah Yura yang terbujur kaku disana.

Ia menangis terduduk sambil menutupi wajah kusutnya. Sedangkan dokter Mark dengan sigap langsung menghubungi Winter. Tak lupa tangannya sesekali menepuk bahu Liam disana.

Jika selama ini dirinya tidak pernah sekali terlihat butuh atau perduli pada gadis yang mengejarnya itu, namun semuanya bisa saja berubah seiring berjalan nya waktu.

Winter yang kebetulan masih belum berangkat liburan tentu sangat terkejut mendengar berita itu.

Dengan secepat kilat, ia berlari kerumah nenek Lea meninggalkan kesibukan sebelumnya yaitu merapikan barang yang akan ia bawa liburan nanti.

"Nenek,,, Nenek.... "

Dengan nafas yang terengah-engah, dirinya berhasil memecahkan rekornya sendiri dengan berlari secepat kilat menuju rumah nenek Lea.

"Yura..... " Bahkan nafas nya masih setengah-setengah.

"Yura kritis nek, kita harus kesana. Ayo cepat....! "

Terlihat dengan jelas kekhawatiran diwajah kedua nya. Jika selama ini Winter tampak tidak menyukai Yura, itu bukanlah yang sebenarnya.

Ia peduli pada Yura, hanya saja gengsi nya yang terlalu tinggi. Terbukti pasa saat ini, ia berlari secepat itu hanya demi Yura.

Nenek yang mendengar itu langsung berkemas tanpa bertanya lagi. Orang tua itu sudah banyak menjalani pahit manis asam nya kehidupan ini.

Hal-hal seperti itu pasti sudah ia pertimbangkan dengan sebaik mungkin didalam hatinya. Namun pemilik tubuh renta itu tetaplah hanya seorang manusia biasa.

Ia menangis sejenak, tak menyangka jika ia harus mengalami hal tragis ini diusianya yang sudah sangat senja.

"Padahal aku mengantarkan kalian dengan doa yang tulus dari hatiku... "

Winter yang melihat tubuh lemah nenek Lea jadi ikut meneteskan air matanya. Padahal kedua nya belum mengetahui keadaan pasti nya seperti apa. Ia hanya mendengar dokter Mark mengatakan jika Yura sedang kritis.

Lalu akan seperti apa nanti jika nenek mengetahui bahwa tiga orang anggota keluarganya telah berpulang?

Paman Bob yang kebetulan ada dirumah dan mendengar teriakan Winter segera mengeluarkan mobilnya. Ia tak banyak bertanya, karena ia sudah mengenal nenek Lea dengan sangat baik.

. ..

Didalam rumah sakit, keterkejutan itu seolah tidak berhenti disitu saja. Tiba-tiba mama Zura muncul dengan berkas ditangannya.

Ia tak beda jauh dari Liam berantakan nya. Dibelakangnya turut Emily sang asisten Yura, mengekor sambil tertunduk dalam.

Sambil memijit kepalanya yang masih pusing, mama Zura mengatakan bahwa putri nya itu mendaftarkan dirinya sebagai donor mati.

"Hal sebesar ini aku tidak tahu... "

Liam juga sama terkejutnya, ia menoleh pada Emily, satu-satu nya orang yang tahu masalah ini. Sedang wanita itu hanya menggelengkan kepalanya.

"Permisi, keluarga pasien.? " Suara dokter mengalihkan ketegangan itu.

Mama Zura dan Liam segera mengikuti dokter itu. Wanita itu teringat akan pesan almarhum putrinya yang meminta nya untuk memperhatikan sahabatnya itu.

"Kemungkinan sadar, masih kami pantau dan belum bisa dipastikan untuk saat ini. Dan dari hasil pantauan kami, kemungkinan pasien akan kehilangan kemampuan penglihatan nya. "

"Serpihan kaca menggores kedua kornea matanya, dan untuk memastikan itu harus menunggu kesadaran pasien terlebih dahulu. "

Setelah kedua nya keluar, disana telah menunggu nenek Lea dan Winter serta paman Bob. Terlihat mata nenek Lea yang nanar memandang sekitar seolah mencari cucu dan menantunya.

Liam segera memeluknya diikuti oleh mama Zura. Ketiga nya menangis bersama, dengan disaksikan oleh Winter, dan yang lainnya.

"Sampai akhir, takdir mereka terus terhubung... "

"Aku kini kehilangan putri ku... "

Nenek Lea semakin bingung, tak menyangka akan mendapat dua kabar pilu sekaligus. Hingga dirinya tiba-tiba ambruk, sebelum dirinya berhasil melihat cucu dan menantunya.

Winter dan dokter Mark tak kalah terkejutnya. Kedua nya saling pandang seakan ikut merasakan pedih nya kehilangan.

Keduanya segera pergi melihat jasad Yura a yang telah berada disana untuk yang terakhir kalinya.

"Walaupun kita tidak pernah bertegur sapa, aku tetap harus minta maaf padamu karena sudah pernah berpikir buruk tentang mu... "

Dokter Mark diam-diam melirik gadis disamping nya itu. Ia dapat melihat sisi lain dari gadis manja itu.

...****************...

Malam kian larut, paman Bob sudah pamit sejak tadi sore. Kini tertinggal nenek Lea dan Winter serta dokter Mark yang ikutan pamit untuk pulang. Kedua nya pulang bersama, dan ini adalah sesuatu yang belum pernah terjadi selama ini.

Mama Zura sendiri masih duduk memandangi wajah sang putri. Ia seakan menyesali seluruh waktu yang telah ia lewati. Betapa sedikitnya waktu yang ia lalui bersama sang putri karena pekerjaannya.

Disisi lainnya, Emily duduk dengan postur yang sama dengan mama Zura. Ia tak kalah sedih nya mengingat dirinya lah yang paling banyak menghabiskan waktu bersama Yura.

Sedangkan nenek Lea, seluruh tenaga nya sudah habis menangisi menantu dan suaminya serta cucu baru nya.

Liam berjaga disana, takut jika nenek kembali pingsan lagi. Nasi yang sebelumnya dibeli oleh Winter sebelum pulang juga masih tergeletak disana, tak tersentuh.

"Mimpi apa kalian semalam? Mengapa jadi seperti ini? "

...

Setelah nenek akhirnya tertidur, gantian Liam yang akhirnya duduk disana. Ia meraih tangan dingin Yura, seolah tidak ada darah yang mengalir disana.

"Aku hampir gila hari ini,,, " Keluhnya.

Wajah Yura tertutup sepenuhnya oleh perban putih itu. Liam tak dapat membayangkan betapa sakit nya Yura menahan semua itu.

Ia juga menyentuh rambut gadis itu yang sebagian telah digunting demi memudahkan tim medis untuk melakukan pekerjaan nya.

"Apa setelah ini, aku masih mampu mengenalimu? "

.

.

.

Bersambung...

1
anggita
like👍iklan☝., Liam, Yura.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!