NovelToon NovelToon
Tertolak Rindu

Tertolak Rindu

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:39.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rahma AR

Perhatian Kian Sakala selalu tercuri pada teman perempuan SMAnya, Wanda Safia yang selalu diperlakukan seperti babu oleh Aditama Hasta.

Wajah lelah dan tertekannya selalu mengusik hati manusiawinya Kian. Tapi sepertinya pertolongannya terhadalp Wanda malah selalu berbuah pahit untuk temannya itu

Semoga suka, ya♡♡♡
Spin off Pesona Cassanova. Tapi bisa dibaca terpisah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ke gap

"Enak sekali mereka yang diskors," omel Dira sambil menunjukkan layar ponselnya pada Vira dan Keyra. Tante Ruby mengirimkan sebuah video dan banyak foto sepupunya bersama yang lain sedang bersantai di kolam renang.

"Memang itu maunya mereka," jawab Keyra tenang sambil terus menulis. Padahal sekarang sudah waktunya istirahat.

"Besok rasain;" tawa Vira sepenuh hati. Dira juga tergelak. Sudut bibir Keyra hanya berkedut tipis.

"Zio dan Gio sudah ngeluh ngeluh," sela Dira di tengah kekehannya.

"Besok mau aku liatin, bagaimana caranya mereka bersihin kamar mandi." Perut Vira sampai sakit akibat tawa yang sangat meledak dan sult dia hentikan.

Keyra mendadak menghentikan gerakan tangannya yang sedang menulis.

"Aku mau ke kantin." Dia pun menyimpan alat alat tulisnya di dalam tas.

"Aku ikut. Jadi lapar juga karena tadi banyak ketawa." Dira menyahut, masih dengan sisa tawa di bibirnya.

Vira langsung berdiri, sambil menatap Keyra dan Dira.

"Aku juga lapar," ucapnya kemudian.

Ketiganya kemudian berjalan ke luar kelas.

"Aku mau ke toilet bentar," ucap Keyra setelah mereka tiba di arah persimpangan koridor sekolah.

"Toilet di sana aja. Yang itu lagi dibersihkan," cegah Dira sambil menunjuk toilet di arah yang lain. Karena toilet di dekat mereka, terdapat penanda plastik segitiga-yang berarti kalo toilet sedang dibersihkan.

Tapi langkah Keyra tetap lanjut ke sana.

"Key," seru Dira heran karena Keyra mengabaikan kata katanya.

"Udah kebelet, ya, Key?" Vira masih menanggapi dengan santai. Dia tenang saja mengikuti langkah Keyra yang hanya tersenyum tipis.

Suasana di depan pintu toilet terasa lengang, jadi mencurigakan.

Dira saling tatap dengan Vira, sementara Keyra terus melangkah memasuki pintu masuk tpilet perempuan.

Toilet mereka seperti toilet di mall, yang ada wastavel berjejer yang dilengkapi dengan cermin besar.

Tapi kesunyian itu terpecahkan ketika mereka masuk ke dalam.

Suara suara bentakan halus terdengar.

Sama seperti tadi pagi, mereka melihat Azula sedang menjambak rambut Wanda yang sudah basah. Sebelum Keyra datang, Wanda sudah disiram air rupanya.

Richi yang bertugas mengawasi langsung pias wajahnya melihat kedatangan Keyra cs.

"Zula....," panggil Richi dengan suara bergetar karena perasaan takut yang sudah menjalar di hatinya.

Azula, Raya dan Dona terkejut menyadari situasi mereka yang kegap lagi.

Kenapa mereka, maki Azula dalam hati.

Kok, bisa mereka masuk ke sini, sih, sewotnya lagi membatin. Padahal dia sudah sengaja memasang tanda dilarang masuk.

"Kalian lagi," semprot Dira sambil menggelengkan kepalanya. Sebal banget perasaannya.

Azula merutuk ketika menyadari ketiga temannya malah berlindung di belakang punggungnya.

Vira menghampiri Wanda yang baru saja terlepas jambakannya.

"Kenapa, sih, selalu dia aja yang jadi korban. Sesekali gue. Gue juga pengin tau bagaimana rasanya dibully," omel Vira dengan tatapan menantang pada Azula- yang wajahnya sudah seperti pasien anemia kronis. Dia dan ketiga temannya masih berdiri mematung.

Sementara tatapan tajam Keyra semakin membuat tubuh mereka kaku.

Vira menarik tangan Wanda.

"Bisa, ngga, sih, kamu jangan terlalu lemah. Kamu ini...." Vira.jadi menggelengkan kepalanya tanpa melanjutkan ucapannya.

Dira segera menelpon pengawalnya yang selalu standby di luar gerbang sekolah.

"Tante, bisa belikan seragam baru, ukuran L."

"........................"

"Antar ke toilet perempuan di sisi timur sekolah, tante."

"........................"

"Bentar lagi seragam buat lo datang," ucapnya setelah mengakhiri komunikasinya

"Ngga usah, Dira. Ini ngga terlalu basah," tolak Wanda sungkan. Hanya basah di bagian sekitar kerah saja. Dalam hati dia sudah sangat bersyukur dengan kedatangan Dira dan kedua kerabatnya. Kekerasan terhadapnya jadi berakhir.

"Seragam kamu kotor." Keyra baru bersuara. Firasatnya benar walaupun agak telat. Tadi saat menulis, mendadak teringat permintaan Kian.

Dia curiga ketika melewati toilet yang. biasanya ada beberapa orang.yang berdiri di sana, tapi tadi sepi, ngga ada satu siswa pun. Mungkin karena tanda pembersihan di toilet, jadi mereka memilih toilet yang lain. Tapi tetap saja aneh menurutnya. Setaunya petugas kebersihan melakukannya di saat subuh sebelum mereka datang ke sekolah dan saat jam jam pelajaran berlangsung-memeriksa kebersihannya.

Wanda tidak membantah lagi.

"Aku akan laporkan kalian ke Bu Elia."

Mendengar ucapan Keyra, lutut keempat gadis itu spontan gemetar.

"Ja jangan, Key," cicit Azula memohon. Terbayang hukuman yang akan diberikan, bakalan sama dengan para cowo besok. Dia ngga bisa.

"Key, kami janji ngga akan ngulangi lagi." Raya juga ikut memohon. Sementara Richi dan Donna belum mengeluarkan sepatah kata pun, tapi menatap Keyra penuh harap agar mencabut aduannya.

Keyra ngga peduli, dia terus melangkah keluar karena mendengar suara pengawal Dira yang datang.

"Key, jangan lapor, dong. Gitu aja, ngga ngapa ngapain. Cuma becanda." Azula jadi panik sambil berjalan cepat menyusul Keyra.

"Siapa bisa percaya," sentak Dira mengejek.

"Ini sudah yang kedua kalinya," sergahnya lagi.

Azula mengacuhkannya dengan perasaan kecut.

Seorang wanita berjas sudah menunggu di luar pintu toilet, di sampingnya ada Bu Elia.

"Kalian? Kenapa ada di sini?" Bu Elia menatap tajam delapan orang siswi perempuannya.

"Loh, Wanda, kamu kenapa?" Suara Bu Elia terdengar kesal, dia sudah menduga apa yang sudah terjadi di sini.

Wanda belum menjawab sampai pengawal Dira menyerahkan pesanan yang diminta nona mudanya tadi. Pesanan itu berada di dalam goodie bag.

"Makasih, tante."

Bu Elia menatap goodie bag di tangan Dira yang sekarang menyerahkannya pada Wanda.

"Kamu ganti baju sana," perintah Dira yang dipatuhi Wanda tanpa kata.

"Keyra, sebenarnya ada apa?" Bu Elia ngga yakin kalo siswinya yang terkenal kalem ini yang melakukannya.

"Ibu bisa melihat rekaman cctvnya." Keyra memberikan ponselnya.

Rekaman kamera cctv itu memang hanya merekam keadaan di luar pintu toilet. Tapi Bu Elia bisa melihat siapa saja yang meletakkan tanda peringatan toilet sedang dibersihkan setelah Wanda masuk ke dalam toilet.

Bahkan Bu Elia bisa melihat Azula dan teman temannya mengusir siswi siswi yang ingin masuk ke dalam toilet.

Seperempat jam kemudian terlihat Keyra, Dira dan Vira datang.

"Kenapa kalian ini? Kalian, kan, juga perempuan." Tatapan Bu Elia sangat menyalahkan dan mengandung kejengkelan pada Azula dan ketiga temannya.

Keempat siswinya menunduk dalam. Takut dan kecut. Tubuh mereka juga gemetar menunggu hukuman dari Bu Elia.

"Selama tiga hari, mulai nanti pulang sekolah, kalian bersihin kamar mandi."

Perintah yang sama keluar juga dari mulut Bu Elia.

Azula ingin melancarkan protes.

"Atau kamu ingin orang tuamu juga dipanggil?" ancam Bu Elia membuat Azula terdiam kesal.

"Jangan, bu," seru Raya, Donna dan Richi. Ketiganya lebih memilih tidak dilaporkan pada orang tua mereka.

Ngga lama kemudian Wanda keluar dari dalam toilet dengan seragam baru pemberian Dira.

Mereka kemudian berjalan beriringan meninggalkan Azula dan ketiga temannya yang masih berdiri mematung di depan toilet dengan wajah masam.

"Ibu sudah bagi dua biaya penggantian akibat perkelahian sepupu kalian dengan Aditama dan teman temannya," jelas Bu Elia.

"Oh iya, bu." Dira yang menyahut sopan.

"Nanti akan ibu kirimkan ke om kalian yang menangani masalah ini."

"Om Ezra?" cuit Dira bingung.

"Kenapa bukan daddy Kian aja, bu?" Vira bertanya heran. Karena masalah ini dimulai dari pertengkaran Kian dan Aditama.

Harusnya Om Dewa, bukan Om Ezra, kan?

"Katanya permintaan keluarga," jelas Bu Elia lagi.

Ketiga cewe itu tersenyum penuh arti.

Keyra merasa omnya sangat menyedihkan. Menggunakan. kesempatan dalam keapesan keponakannya untuk mendekati guru BP mereka.

Dasar Om Ezra, tawa Dira dalam hati walaupun merasa kasian.

Kenapa Bu Elia harus jadi target, sih, omel Vira membatin.

"Ibu sudah punya nomor ponsel Om Ezra, ya?" selidik Dira.

"Sudah. Om kamu yang kasih."

"Kirim aja, bu, berapa biaya kerusakannya ke Om Ezra," pungkas Keyra.

Bu Elia mengangguk, kemudian tatapnya mengarah pada Wanda yang hanya diam saja, mendengarkan pembicaraan mereka.

"Kamu jangan keman mana sendirian, Wanda."

"Ya, bu." Tapi ngga ada yang mau berteman dengannya. Siapa yang berani dengan Aditama. Wanda merasa beban di rongga dadanya sangat berat.

Bu Elia menghela nafas panjang. Dalam hati bersyukur karena Dira sudah memberikan baju ganti untuk Wanda.

Dia juga lega karena ketiga siswinya mau membantu Wanda.

1
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ MENTARY 💘
Erza emang bibit Kay lah
Rahmawati
Wanda pasti malu bgt kl tahu dia saudaraan sama aditama
Pujierde
mungkin wanda akan marah kepada bapaknya sitam" dan mungkin wanda malu sama kian, saudara"nya kian dan teman" yang lainnya sehingga wanda kabur
Pujierde
saking syak syik syok tuh lambung jadi kembung 😂😂
Pujierde
kamu mksdnya kepala ezra dibahu kamu el 🙈🙈
Pujierde
wiih udh tengleng aja tuh kepala kamu el syak syik syok yaa 😂😂
Pujierde
betul banget anak tengilmu main langsung ngegas aja
Pujierde
kan tadi ezra udah ijelasin waktu kenalan klo elia pacarnya hadeeee oma gista udh lupa aja
Pujierde
opa kaysar......udh tuir woiiii tolong jangan ngajarin anaknya makin tengil😂😂
Pujierde
kok akuh merasa gista dan keysar belum cocok punya cucu yaks 😀😀
Pujierde
berarti puncuk dicinta ulampun tiba donk jadi bisa langsung gaskeeeen
Pujierde
ezraaaaa kenapa siiiih kamu model bapak kamu 😂😂
Lusi Hariyani
ezraaa...bikin ank org jantungan km
✨@dian_$💫
ihhiirrr om ezzraaaaa....
Rahmawati
lanjuttt
Rahmawati
elia gk bisa berkutik😂
udah dikenalin sbg calon istri berarti ezra serius
✨@dian_$💫
lebih suka part Ezra nya drpd Kian😀
Setyowati Setyowati
lanjut ...jangan tunggu lama"
biby
ajaran sesat sang bapak... tapi bs jg d coba 🤣🤣
Lusi Hariyani
keberuntunganmu ezra
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!