NovelToon NovelToon
Jodoh Yang Dibeli

Jodoh Yang Dibeli

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Q Lembayun

Hari ini adalah hari ulang tahun Arla yang ke-18, dimana ia sudah dianggap dewasa dan 'matang'. Sehingga sudah saatnya ia dipanen dan dijual oleh rumah lelang ini.

Sebagai seorang gadis yang dijual oleh keluarganya sendiri, ia dirawat oleh rumah lelang ini untuk dijual kepada para laki-laki hidung belang dengan harga yang lebih mahal. Meski begitu, keluarganya sering datang dan mengatakan bahwa mereka menyesal menjualnya dan berjanji untuk membelinya kembali agar dapat pulang ke rumah dan berkumpul dengan keluarganya lagi.

Akan tetapi saat malam ulang tahunnya datang, tak ada satupun keluarga yang datang untuk menebusnya. Sehingga ia terpaksa dijual kepada laki-laki yang tidak ia kenal.

Bagaimana nasib Arla setelah dibeli oleh laki-laki itu, dan apakah ia akan berakhir menyedihkan seperti para budak nafsu yang telah mati karena kekerasan, seperti yang dialami oleh banyak gadis yang keluar dari tempat ini...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Q Lembayun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apartemen Diana

Arla masuk ke dalam apartemen dan mendapati Abimana sudah tersungkur di lantai, menangis dalam diamnya. Jika saja Arla tidak melihat bagaimana cara Abimana menangis saat ini, mungkin ia akan mengira bahwa laki-laki itu benar-benar sudah move on dari Diana.

Tidak bisa dipungkiri bahwa waktu tujuh tahun adalah waktu yang sangat lama. Sulit untuk melupakan hubungan dalam jangka waktu seperti itu. Apalagi hubungan tersebut berakhir oleh kenyataan pahit yang sulit diterima oleh akal sehat.

Arla kemudian menatap ke arah kamera yang menangkap pemandangan di luar apartemen. Dari sana terlihat Diana juga tengah tersungkur dan menangis dengan cara yang sama. Hal itu sempat membuat Arla berpikir bahwa keduanya mungkin saling mencintai, hanya saja situasi mereka tidak memungkinkan untuk tetap bersama.

Namun, meski begitu, Arla tidak ingin mengalah. Ia tidak ingin Abimana kembali lagi pada Diana dengan cara apa pun. Abimana hanya boleh menjadi miliknya.

Arla menatap Abimana yang kini menunduk, sudah tak memiliki tenaga untuk melakukan apa pun.

Laki-laki setulus ini, bagaimana bisa disia-siakan begitu saja?

Diana memang benar-benar wanita yang sangat beruntung. Dia mendapatkan dua laki-laki yang sama-sama tulus mencintainya.

Arla kemudian mendekat ke arah Abimana dan berbisik pelan.

“Kita tidak bisa membiarkan Diana menangis seperti itu di depan apartemen kita. Tetangga akan melihatnya dan akan bergosip yang tidak enak tentang kita. Dia sedang mabuk dan mungkin tidak bisa pulang sendiri ke rumahnya. Kita harus mengantarnya pulang."

Apa yang diucapkan Arla terdengar cukup masuk akal. Akan tetapi, Abimana tidak sanggup melakukannya. Melihat Diana menangis seperti itu membuat hatinya kembali luluh dan ingin kembali padanya. Namun, bagian rasional dalam dirinya menolak untuk dibohongi sekali lagi, sehingga ia enggan keluar dan berhadapan langsung dengan Diana.

“Aku tidak sanggup melakukannya. Dia membuatku ragu pada pilihanku sendiri. Dia bisa membuatku mengesampingkan akal sehat dan memberinya kesempatan untuk membodohi ku lagi.”

Mendengar itu, Arla semakin menyadari betapa kuatnya pengaruh Diana terhadap hati Abimana. Bahkan setelah dikhianati dan dijadikan selingkuhan selama tujuh tahun, tangisan Diana masih mampu menggoyahkan kemarahannya.

Hal itu membuat posisi Diana di hati Abimana semakin jelas di mata Arla.

“Kalau begitu biarkan aku yang melakukannya. Berikan aku alamatnya, dan aku akan memanggil taksi untuk membawanya kembali.”

Sebenarnya Abimana ingin menolak. Bagaimanapun juga, Arla masih terlalu muda untuk pergi sendiri mengantar orang lain. Namun, pikirannya kini lebih dipenuhi oleh kekhawatiran terhadap Diana yang menangis di depan pintu apartemen. Ia takut hal itu akan menjadi bahan pembicaraan orang-orang di sekitar.

Walaupun Abimana tidak terlalu peduli pada opini orang lain, ia khawatir hal itu akan berdampak pada kehidupan Arla di masa depan. Apalagi apartemen ini akan menjadi tempat tinggal mereka berdua untuk waktu yang cukup lama.

“Kabari aku setiap lima menit. Kalau terjadi sesuatu, hubungi aku, dan aku akan segera menyusul mu.”

Arla hanya tersenyum dan mengangguk. Ia memahami bahwa saat ini Abimana sedang berjuang melawan perasaannya sendiri untuk tidak kembali pada Diana. Karena itu, ia memberi ruang bagi Abimana untuk benar-benar meneguhkan keputusannya.

Di sisi lain, Arla juga tidak ingin Abimana berubah pikiran dan memberi kesempatan lagi pada Diana.

Arla pun keluar dari apartemen setelah memesan taksi. Di luar, ia mendapati Diana masih tergeletak di depan pintu apartemen dengan mata sembab dan bengkak karena menangis terlalu lama.

Arla tidak merasa iba. Di matanya, wanita ini terlalu serakah dan tamak.

Tanpa banyak kata, Arla menyeret Diana dengan cukup kasar. Tubuhnya kecil, tetapi tenaganya cukup kuat. Dulu saat masih di rumah lelang, ia sempat belajar berbagai teknik bela diri dari teman-temannya. Semua itu dipersiapkan untuk bertahan hidup ketika mereka keluar nanti.

Banyak rumor beredar di antara mereka bahwa lelaki yang membeli mereka dengan harga tinggi sering kali tidak normal dan bisa melakukan kekerasan, baik verbal maupun fisik. Karena itu, mereka harus siap secara mental dan fisik agar tidak menjadi korban.

Meski begitu, Arla termasuk beruntung. Kekhawatirannya selama ini tidak terjadi padanya. Walaupun ia tidak kembali ke orang tuanya, ia justru dibeli oleh laki-laki yang cukup baik, sehingga ia tidak perlu menggunakan kemampuan bela diri itu untuk bertahan hidup.

Namun, kekuatan yang sudah terbentuk dalam dirinya kini justru berguna untuk menyeret Diana.

Kalau saja Diana cukup sadar dan membuat keributan di depan rumahnya, mungkin Arla tidak akan segan menamparnya dengan keras.

Arla membawa Diana menggunakan alamat apartemen yang diberikan oleh Abimana. Apartemen Diana tidak semewah milik Abimana, tetapi lingkungannya cukup baik dan nyaman untuk ditinggali.

Ia kembali menyeret Diana dan mencari nomor apartemen yang sudah dituliskan oleh Abimana.

“Hah… wanita ini berat sekali. Kalau saja aku tidak ingat ada CCTV di sekitar sini, mungkin aku sudah menendangnya dari tadi.”

Beruntung, Abimana sangat mengenal Diana, sehingga ia mengetahui kode pintu apartemen itu dengan sangat baik. Arla pun tidak perlu bersusah payah membawa Diana lebih jauh.

Saat masuk, lampu apartemen terlihat masih menyala, menandakan ada seseorang di dalam. Arla terdiam sejenak. Ia sempat berpikir apakah Diana tinggal bersama orang tuanya di sini. Karena itu, ia segera mengubah posisi Diana agar terlihat lebih ‘layak’ dan tidak tampak seperti diseret paksa.

Ia tidak ingin dituduh orang tua Diana telah menyakiti anak mereka dalam keadaan mabuk.

Namun, dugaan itu ternyata salah.

Diana tidak tinggal bersama orang tuanya, melainkan dengan kekasihnya—Reza.

“Arla?”

Arla terdiam.

Ia tidak bisa membayangkan jika Abimana ada di sini saat ini. Mungkin perasaan laki-laki itu akan semakin hancur. Abimana harus melihat Reza berada di apartemen Diana, bahkan tanpa Diana di sana. Itu berarti Reza sudah sering berada di tempat ini.

Untungnya, Abimana masih mampu menahan diri dari Diana untuk kembali bersama. Jika tidak, ia mungkin akan patah hati lagi dalam waktu yang sangat cepat.

Arla menatap Diana dengan lebih sinis.

Wanita ini benar-benar tidak bisa diremehkan. Ia merayu Abimana untuk kembali padanya, tetapi di saat yang sama tidak melepaskan Reza sebagai kekasihnya. Seolah-olah ia menginginkan keduanya sekaligus.

Pemikiran itu membuat Arla benar-benar ingin menghancurkan leher Diana saat itu juga.

“Aku membawa Diana kembali padamu…”

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!