NovelToon NovelToon
Gara-gara Kepeleset, Jadi Istri Gus Duda!

Gara-gara Kepeleset, Jadi Istri Gus Duda!

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Duda / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:11.8k
Nilai: 5
Nama Author: adelita

Delina Azzahra Gustia, gadis 21 tahun yang paling anti dengan yang namanya duda, harus menghadapi kenyataan pahit... ancaman dari ayahnya.

"Kalau kamu masih bangun siang terus, Bapak nikahkan kamu sama duda!"

Ancaman itu selalu ia anggap angin lalu.
Sampai suatu hari... semuanya berubah.

Sebuah kejadian konyol yang tak pernah ia bayangkan-kepeleset, lalu jatuh tepat di atas seorang pria asing-membuat hidupnya jungkir balik.

Lebih parahnya lagi, warga memergoki mereka dalam posisi yang... tak bisa dijelaskan.

Pria itu adalah Muhammad Agam Alfariz. Seorang gus berusia 30 tahun.

Dan sialnya... dia adalah tipe pria yang paling Delina benci. Namun karena fitnah yang terlanjur melebar, satu keputusan harus diambil.

Menikah...

Dalam semalam, Delina yang anti duda... justru sah menjadi istri seorang gus mantan duda.

Hidupnya yang dulu bebas, kini berubah total.

ig: adelgustian_

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adelita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30

" Bagus! Bagus! Bagus! jadi kapan acara lamaran nya Do? Biar saya bantu sewakan dekor tunangan nya, sama teman saya murah."

" Loh, sejak kapan. Pama disini?" Tanya Aldo keheranan.

Mereka tidak menyadari sama sekali, kedatangan Agam. Padahal mobil pria itu sudah terpakir rapi dihalaman.

" Sejak tad-" ucapan Agam tehenti sebuah pelukan hangat menghinggap di dada bidangnya."

Senyuman Agam, merekah. Ia membalas pellukan Delina, menyalurkan rasa rindu yang terpendam.

" Mas\~ kangen...."

" Mas juga kangen sama kamu, kirain Mas. Kamu marah, gara-gara yang semalam. Makanya Mas pulang."

Mendengar ucapan Agam, Delina seakan tersadar. ia melepaskan pelukan Agam kasar, Agam dibuat keheranan melihat sikap Delina yang awalnya tesenyum bahagia kini berubah dratis jutek dna cuek.

" Loh? Kenapa dek?" Tanya Agam heran.

Delina tidak menjawab ia mendengus kembali duduk di balkon bersmaa Aldo dan Sri.

" Hahaha...! Kesian, di cuekin istrinya. Hahaha..." Aldo seakan puas menertawakan mereka.

PLAK...

Sri menggeplak lengan priia itu, membuat Aldo meringis pelan. " Ashh, sakit Sri! "

" Gak boleh tertawa dihadpaan orangnya langsung, gak sopan."

" Udah biasa juga kali, santai aja Sri." ucap Aldo.

" Sri! Panggil gue, M-B-A-K S-R-I! Kagak sopan banget sama yang tua." ucap Sri.

" Ck, gila hormat banget lo. Berapa umur lo?" Tanya aldo memutar bola matanya malas.

" 25 tahun."

" Beda sedikit doang, gak baka kualat juga."

" Umur lo kan, sama kayak Delina. Berarti tuaan gue dong."

" Gue sama Delina beda 1 tahun, Gue sama lo beda 4 tahun-an doang. "

" Gue tetep gak suka bocah."

" Yakin? Lo gak suka? Gue mantep, loh...." kerling Aldo.

" Dih! Do! Sejak kapan lo mau-mau'an sama Mbak Sri? Waktu itu, lo bilang gak sudi. " jijik Delina melihat tingkah Aldo bak lelaki yang kurang belaian.

" Kayanya, gue tarik lagi. Omongan gue deh." ucap Aldo lagi.

" Sayang! Kamu beneran cuekin Mas? Kamu masih marah?" Agam menghampiri sang istri di ndusel-ndusel nya bahu istrinya.

" Apa sih Mas! Lepas-ah\~ jijik kali diliat Mbak Sri sama Aldo." Ucap Delina menepis wajah Agam ia menjauhkan sedikit tubuhnya.

" Kamu gak mau sayang Mas lagi? Kasian dedeknya, klau gak ada Mas."

" Masih ada Aldo, ada mamak sama Bapak." Ketus Delina.

" Ogah, kali gue gantiin jadi bapaknya. Yang buat siapa yang ngakuin siapa." Ucap Aldo bergidik ngeri.

" Kalau kamu berani meniikung saya..." ucap Agam menatap tajam ponakan nya itu menggerakkan tangan nya bak pisau di leher.

" Gak minat Paman, aku mending sama Sri aja." Kedip Aldo menatap Sri.

Sri yang melihat hanya memutar bola matanya malas. " Jangan dianggap serius Sri, lo wanita tua. Gak pantas bersanding dengan berondong." batin Sri mengenyahkan semua omogan Aldo barusna.

Setelah perdebatan panjang, akhirnya Delina memaafkan suaminya itu. Aldo dan Sri mrmtuskan untuk pulang.

...➰➰➰➰...

Didepan pagar rumah Mak Nurlela dan Pak Roslan. Sri berbelok ke arah jalan berlawanan sedangkan Aldo yang hendka menyeberang kerumah nya. Baru satu langkah lengan wanita itu di tarik dari belakang.

" Loh!? " Kaget Sri saat lengan nya ditark oleh Aldo.

" Gue antar pulang." Ucap Aldo lagi.

" Gak usah, gue bisa plang sendiri. Rumah orang tua gue gak jauh dari sini." Tolak Sri melepaskan tangan Aldo yang masih bertengger di sikunya.

" Yakin pulang kerumah Pak Gatot? " Tanya Aldo lagi.

" Bukan urusan lo juga, mau gue pulan kemana pun." Jutek Sri.

" Gue anter! " Kekeh Aldo ia menarik lengan Sri hingga wanita itu terikut kedepan tapi Sri berontak.

" Gue gk mau! Kenapa lo maksa banget! "

" Lo, gue ajak baik-baik gak mau! "

" Lo kenapa sii Do? Kepala lo habis kepentok pohon jambu atau gimana sii? "

" Gue? Gue gakpapa kenapa emangnya?"

" Lo aneh banget, gak biasanya lo kayak begini. "

" Biasanya gue gimana?" Tanya Aldo lelaki itu terus memandang Sri tanpa berkedip.

" Ya, Biasanya lo jijik banget liat gue. Deket-deket aja gak mau, tumbenan aja lo ngegodain gue. Jangan terlalu kelewatan Do, gue bukan cewe baperan yang lo anggap semuanya gampang lo gombalin." tegas Sri.

" Lo, mau ngebuat gue jatuhin harga diri kan? Mentang-mentang lo,yang nyaksikan preselingkuhan calon suami gue." sambung Sri.

" Sudah deh, gue juga sudah movoen kok dari mantan dedemit gue. Mending lo fokus berkarir dulu, jangan seenaknya baperin anak orang lain kalu gak mau jdi bomeerang buat diri lo sendiri." Jelas Sri ia pergi menjauh sedangkan Aldo hanya terdiam.

Aldo menghela nafas, ia menatap kepergian Sri.

" Gue juga gak tahu, kenapa sikap gue begini ya? Apa karena gue kasihan aja liat dia sedih kah? Tapi, gak tahu ahh! " Frustasi Aldo mengacak rambutnya ia langsung pulang kerumahnya.

...➰➰➰➰...

MALAM HARINYA...

Dalam kamar, Aldo tidak bisa tidur. sejak tadi tubuhnya bolak sana-bolak sini, resah perasaan nya seperti tidak plong saja suasana hatinya.

" Apa gue curhat aja ke Delina ya?" Pikir Aldo ia melirik jam yang bergelantungan indah di dinding.

" Gak mungkin, Delina akan angkat telepon gue jam segini. Pasti dia lagi belah duren sma lakiknya karena sudah lama gak ketemuan." Gumam Aldo.

" Besok pagi aja deh, gue kesana. "

PAGI HARINYA...

Terjadi keributan dirumah Mak Nurlela dan Pak Roslan.

" MAS! AKU MAU IKUT! " Rengek Delina ia menggelayut manja di pelukan suaminya itu.

" Gak bisa Dek! mas harus kerja, kamu disini aja sama Mamak dan Bapak ya." Ucap Agam mencoba melepaskan pelukan sang istri yang macam perangko.

" Gak mau! Aku yakin, Mas ada simpanan dilur sana kan! " Desak Delina.

" Astagfirullah, demi sumpah gak ada siapapun disana kecuali cuman Adek aja."

" Teruus kenapa, Mas gak mau bawa aku?" Ucap Delina menelisik.

" Kamu mau ikut? Ayo, kita tinggal dirumah Abah dan Ummi." Ajak Agam.

" Gak mau! Kita tinggal dirumah Mas sendiri aja."

" Gak bisa Dek."

" Gak bisa kenapa?"

" Mas, gak mungkin. Biarin kamu tnggal sendirian dirmah kita, yang ada Mas malahan kecolongan kamu pasti aneh-aneh nanti sakit lagi."

" Gak bakalan mas."

" Gak menutup kemungkinan memang iya kan?! Mas gak akan tetipu lagi, sudah dua kali kamu bohongin Mas." Ucap Agam berkacak pinggang.

" Tapi aku tetap mau ikut!" Pekik Delina.

" LIn! Sudah-sudah kenapa sii? Jangan bersikap seperti anak kecil, kasihan suami mu." Sahut Mak Nurlela menghampiri anak dan menantu nya diteras rmah.

Sejak tad,, wanita itu dibuat pening melihat tingkah Delina bak anak kecil yang ditinggal bapaknya kerja.

" Aku gak rela, Mas agam kerja di kota Mak! "

" Ini sudah tanggug jawab lelaki Lin, namanya juga suami kalau kerja ya harus siap gak siap di tinggal kemanapun. "

" Tapi...."

" Mamak, tahu ke khawatiran mu. Tapi, lebih baik kamu percaya sama suami mu. Allahi ada yang diatas yang tahu semua jawaban kita."

" Biarkan suamimu kerja Nak, suami mu juga bakalan pulang keisni kok." Ucap Pak Roslan.

" Saya cuman 5 hari aja lagii, Dek di kota." Ucap Agam.

Delina yang awalnya, ragu dan tampak resah. Akhirnya mengiyakan saja. Toh ia juga tidak mau dibawa kesana kalau haus tinggal dirumah mertuanya.

Bukan, tanpa alasan. Delina merasa kurang nyaman jika tinggal disana, apalagi Agam juga sempat melarangnya untuk tinggal disana. Karena ada Abah katanya.

Ya, Delina manut saja.

" Hati-hati, Mas. Kabarin aku terus yaa." Ucap Delina menyalami pria itu walaupun ada rasa sedikit tidak rela.

" Iya dek, Mas akan kabarin adek terus." Ucap Agam mengecup kening istrinya.

" Mak, Pak, Agam pergi kerja dulu. Titip Delina ya Mak, Pak." Ucap Agam menyalami mertuanya.

" Iya, Gam. Hati-hati dijalan. Jangan ngebut." Ucap Pak Roslan.

" Kamu gak usah khawatir sama Delina, dia memang gitu orangnya. Dlu waktu abangnya nikah juga nangis." Ucap Mak Nurlela.

" Ihh, gak gitu Mak. Aku cuman gak rela aja...." Lirih Delina diakhir kalimatnya.

Setelahnya, Agam pergi di ikuti Delina yang menatap mobil Agam yang mlai menjauh.

" Sabar ya Ndut, nanti kita ktemu Baba lagi kalau Baba pulang. " Gumam Delina mengelus perutnya yang mulai membelendung kedepan.

1
falea sezi
Uda end kah
Aimee Aiko
di tgg kelanjutannya
Dhika Bundanya Dedeg Afnan
bagus lanjut lgi donk
Eu Angel Lie
kena omongan ortu dapat duda ya🤣
Aimee Aiko
kok lama kelanjutannya
Anime aikō-kā
p
Aimee Aiko
kok lama gak muncul" lanjutannya
Adelita0305: Malam ini mimin update ka ☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!