NovelToon NovelToon
Error 404: Pahlawan Tidak Ditemukan

Error 404: Pahlawan Tidak Ditemukan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Reinkarnasi / Sistem
Popularitas:551
Nilai: 5
Nama Author: EsKobok

Charlotte tidak pernah meminta dilahirkan kembali sebagai mekanik kelas teri di zona perang paling mematikan. Namun, sebuah antarmuka Sistem yang dingin dan sarkastik muncul di pelupuk matanya, mengubah setiap tetes keringat dan darah menjadi poin statistik yang berharga.
​Masalahnya, sistem ini tidak didesain untuk menjadi pahlawan. Sistem Charlotte bekerja seperti algoritma pemangsa yang mengoptimalkan penderitaan demi keuntungan pribadi. Baginya, para "Pahlawan" terpilih hanyalah sumber daya pengalaman yang bisa diperas, dan kiamat yang mengancam dunia hanyalah sebuah fluktuasi data yang perlu dikelola.
​Dengan kunci inggris berlumuran oli dan logika mesin yang tanpa ampun, Charlotte mulai memanipulasi takdir. Jika dunia harus hancur, setidaknya ia harus memastikan bahwa dialah yang memegang kendali atas rongsokannya. Siapa sangka, menjadi dalang di balik layar ternyata jauh lebih menguntungkan daripada menyelamatkan dunia yang sudah rusak ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EsKobok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30: EKSPANSI CEPAT

Lantai pabrik manufaktur Sektor 1 tidak lagi sesunyi saat Charlotte pertama kali mengambil alih otoritas dari Jenderal Aris. Kini, ruangan raksasa itu bergetar oleh dengungan mesin-mesin pencetak zirah yang bekerja pada kapasitas maksimal. Cahaya biru dari laser pemotong membelah kegelapan setiap beberapa detik, menciptakan bayangan panjang yang menari-nari di dinding beton yang tebal. Bau oli panas dan logam yang baru saja ditempa memenuhi udara, menciptakan atmosfer industri yang menyesakkan bagi siapa pun yang tidak terbiasa, namun bagi Charlotte, ini adalah aroma kemajuan yang manis.

Charlotte berdiri di balkon pengawas, menatap ke bawah ke arah jalur perakitan yang kini telah ia modifikasi sepenuhnya. Di bawah sana, robot-robot perakit presisi tinggi miliknya bergerak dengan kecepatan yang tidak wajar, menyatukan modul-modul generator perisai Aegis ke dalam rangka zirah standar Radiant. Tidak ada lagi campur tangan manusia yang lamban; semuanya telah ia otomatisasi melalui kecerdasan buatan sistemnya. Setiap gerakan mesin adalah tarian efisiensi yang telah ia rancang untuk menghasilkan ribuan unit dalam hitungan hari.

Sistem, berikan laporan status produksi massal Tahap Satu, perintah Charlotte tanpa mengalihkan pandangannya dari lantai pabrik.

[Produksi Massal Berjalan pada Kapasitas 120 Persen.]

[Unit Aegis-01 yang Selesai: 4.500 Unit dalam 24 Jam Terakhir.]

[Stok Material Baja Hitam: Tersisa 30 Persen. Membutuhkan Pengadaan Darurat dari Sektor Logistik Kaelen.]

[Seluruh Unit Telah Terintegrasi dengan Protokol Backdoor "Shadow Gateway".]

"Bagus. Pastikan tidak ada satu unit pun yang keluar tanpa enkripsi biometrik yang terhubung ke server pusatku," kata Charlotte. Ia meraba lengan mekanik Phantom Reach miliknya, merasakan denyut energi yang mengalir saat ia mensinkronkan data produksi ke dalam memori intinya.

Keberhasilan demonstrasi pertama di depan Dewan Tinggi telah membuka pintu air anggaran yang tidak terbatas. Jenderal Kaelen, yang kini sangat bergantung pada Charlotte untuk memulihkan citra militernya, telah memberikan wewenang penuh bagi Charlotte untuk memperluas jangkauan produksinya. Namun, Charlotte tidak hanya ingin mendistribusikan senjata ini kepada tentara reguler yang membosankan. Ia membutuhkan jaringan yang lebih gelap, lebih luas, dan lebih efektif dalam mengumpulkan informasi.

Ia beralih ke terminal komunikasinya, membuka enkripsi saluran rahasia yang ia bangun di luar jaringan militer faksi Radiant. Di layar muncul serangkaian titik hijau yang tersebar di berbagai sektor perbatasan dan wilayah netral. Titik-titik ini adalah para agen rahasia, tentara bayaran elit, dan informan pasar gelap yang telah ia rekrut atau ia beli kesetiaannya selama beberapa minggu terakhir.

"Aktifkan jalur distribusi bayangan," perintah Charlotte. "Mulai pengiriman unit Aegis kelas dua kepada Agen 07 di Sektor Utara dan faksi tentara bayaran Blackwood di perbatasan Sektor 9."

[Instruksi Diterima. Mengatur Logistik Pengiriman Rahasia melalui Kontainer Medis Palsu.]

[Distribusi ke Agen Rahasia Dimulai.]

[Peringatan: Transaksi Ini Tidak Tercatat dalam Laporan Resmi untuk Jenderal Kaelen.]

"Itulah intinya, Sistem. Kaelen hanyalah wajah yang aku gunakan untuk legalitas. Kekuasaan yang sebenarnya tumbuh di tempat yang tidak terlihat oleh cahaya," gumam Charlotte dengan seringai dingin.

Mendistribusikan Aegis kepada agen rahasia dan pihak ketiga adalah langkah strategis untuk menciptakan ketergantungan global. Jika hanya faksi Radiant yang menggunakan teknologi ini, maka faksi lain akan mencari alternatif. Namun, jika Aegis mulai muncul di tangan-tangan agen paling berpengaruh di seluruh penjuru dunia, maka semua orang akan mulai merasa tertinggal. Ketakutan akan tertinggal secara teknologi adalah dorongan pasar yang jauh lebih kuat daripada patriotisme mana pun.

Selain itu, setiap unit yang dipegang oleh agen rahasia ini berfungsi sebagai node sensor bergerak. Ke mana pun mereka pergi, Aegis akan memetakan geografi, mengidentifikasi kekuatan tempur musuh, dan mencuri data rahasia dari terminal yang mereka dekati. Charlotte sedang membangun jaring laba-laba raksasa dengan Aegis sebagai benang-benangnya.

"Tuan Charlotte, Mayor Silas berada di depan pintu. Dia membawa daftar manifes pengiriman untuk garis depan yang ditandatangani oleh Kaelen," lapor sistem.

Charlotte menonaktifkan layar distribusi bayangannya sebelum pintu geser terbuka. Silas masuk dengan langkah yang ragu-ragu, matanya terus melirik ke arah deretan zirah Aegis yang tersusun rapi di gudang bawah. Silas, yang dulunya adalah penguasa bengkel ini, kini tampak seperti pelayan yang ketakutan.

"Tuan... Jenderal Kaelen meminta agar seribu unit pertama segera dikirimkan ke Divisi Elit di perbatasan Sektor 4 malam ini. Situasi di sana memburuk, rumor perang semakin nyata," kata Silas dengan suara yang sedikit gemetar.

Charlotte berjalan mendekati Silas, membuatnya mundur satu langkah secara naluriah. "Katakan pada Jenderal, seribu unit itu sudah siap. Tapi ingatkan dia, bahwa peralatan ini membutuhkan pemeliharaan sistem secara rutin melalui server pusatku. Jika mereka mencoba melakukan modifikasi sendiri di lapangan, integritas perisai itu akan runtuh."

"Tentu, Tuan. Saya akan menyampaikannya. Semua orang... semua orang di markas memujimu. Mereka bilang kau telah memberikan mereka perisai dewa," bisik Silas, matanya menunjukkan rasa iri yang tertutup oleh rasa takut.

"Pujian adalah beban yang berat, Silas. Pastikan saja manifes ini bersih. Aku tidak ingin ada satu baut pun yang hilang," jawab Charlotte sambil menyerahkan kembali tablet data tersebut.

Setelah Silas pergi, Charlotte kembali ke monitor utamanya. Ia melihat grafik ekspansi produksinya meroket tajam. Ekspansi cepat ini bukan hanya tentang jumlah unit, tapi tentang kecepatan penetrasi ke dalam struktur kekuasaan pahlawan. Dengan setiap unit yang didistribusikan, ia mendapatkan ribuan poin MP yang terus mengalir dari kepuasan dan ketergantungan para pengguna.

[Perolehan Poin: 12.000 MP dari Inisiasi Produksi Massal Tahap Satu.]

[Poin Administrator Terkumpul: 67.000 MP.]

[Status Ekspansi: 45 Persen dari Wilayah Sektor 1 Tercover oleh Jaringan Aegis.]

Charlotte merasakan kekuatan besar berada di ujung jarinya. Ia memanipulasi pasar dengan menciptakan kelangkaan buatan di satu sisi, sambil secara rahasia memasok pihak-pihak yang berkonflik di sisi lain. Ia adalah pembuat pedang dan pembuat perisai, pengatur drama yang akan segera dimainkan di panggung perang besar.

Ia berjalan menuju jendela besar pabrik, menatap konvoi kendaraan logistik yang mulai bergerak keluar dari gerbang markas, membawa peti-peti berlogo Aegis menuju garis depan. Setiap peti itu adalah kontrak yang tidak tertulis, sebuah janji perlindungan yang bisa ia batalkan kapan pun ia mau.

"Ekspansi ini berjalan lebih cepat dari yang aku duga," gumam Charlotte pada bayangannya yang terpantul di kaca. "Pahlawan-pahlawan itu begitu haus akan keamanan sehingga mereka lupa untuk bertanya siapa yang memegang kuncinya."

Suara mesin manufaktur di bawahnya terdengar seperti jantung yang berdetak kuat, memompa produk-produk Aegis ke dalam pembuluh darah dunia. Charlotte tahu bahwa dalam beberapa hari ke depan, namanya akan dikenal di setiap barak dan setiap ruang rapat faksi pahlawan. Ia sedang membangun monopoli yang tak tergoyahkan, sebuah kerajaan tanpa mahkota yang fondasinya adalah baja hitam dan kode-kode pengkhianatan.

[Sistem: Seluruh Jalur Distribusi Rahasia Telah Aktif. Agen Rahasia Telah Menerima Unit Pertama.]

[Misi Selanjutnya: Mengintroduksi Mekanisme Langganan dan Biaya Perlindungan.]

"Belum saatnya mereka tahu bahwa perlindungan ini memiliki biaya bulanan," bisik Charlotte. "Biarkan mereka merasa aman dulu. Biarkan mereka merasa bahwa Aegis adalah bagian dari tubuh mereka. Dan ketika mereka tidak bisa hidup tanpanya, barulah aku akan mengirimkan tagihannya."

Ia duduk kembali di takhta logammnya, matanya berkilat ungu di tengah kegelapan ruangan. Ekspansi cepat ini hanyalah fondasi. Produksi massal hanyalah sarana. Tujuan sebenarnya adalah penguasaan total yang tidak bisa dibantah. Charlotte menutup matanya sejenak, membiarkan aliran data dari ribuan unit Aegis yang baru saja aktif di lapangan membanjiri kesadarannya. Ia bisa merasakan ketakutan prajurit di perbatasan, ambisi para agen rahasia, dan rasa lega yang palsu dari para jenderal. Semuanya kini berada dalam genggamannya.

[Sistem: Selesai. Administrator Berhasil Memulai Produksi Massal dan Distribusi Bayangan.]

[Status: Mempersiapkan Mekanisme Langganan Bulanan untuk Pengguna Aegis.]

Lampu-lampu pabrik tetap menyala terang, menerangi masa depan yang telah Charlotte rancang dengan sangat teliti. Produksi tidak akan pernah berhenti, begitu pula dengan ambisinya yang terus merambat seperti akar pohon yang mencengkeram bumi Sektor 1 hingga ke intinya. Perang mungkin akan datang, tapi di tangan Charlotte, perang hanyalah sebuah mesin pencetak poin dan kekuasaan yang sempurna.

1
Langit Biru (Ig: cholil.gtg)
dekstra typo kah thor
Langit Biru (Ig: cholil.gtg)
The Matrix
Dzuan 017
keren bang 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!