Bagaimana jadinya jika kalian baru saja lulus SMA dan ingin melanjutkan kuliah, Namun dengan syarat menikah dengan lelaki pilihan orang tuanya, itu lah yang di alami oleh Lavanya.
Lavanya harus menikah dengan laki- laki yang tidak ia kenal dan juga tidak pernah ia temui sama sekali dan ternyata laki- laki tersebut adalah seorang presiden mahasiswa di kampus yang akan menjadi kampus Lavanya.
bagaimana kisah Lavanya selanjutnya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Kusumaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30.
Sambara pulang ke rumah orang tuanya setelah menjelaskan pada Dipta dan juga Vilas, karena ia tidak mau menutupi pernikahannya dari sahabat- sahabatnya.
Sesampainya di rumah, Sambara segera menuju ke karena rumah tampak sepi, saat masuk ke kamar Sambara juga tidak mendapati sang istri.
Sambara mencari sang istri di setiap sudut kamar, namun ia tidak menemukan sang istri, beberapa belakangan ini Lavanya selalu pamit dengan dirinya saat ingin pergi, namun sedari tadi ia tidak mendapatkan pesan apapun dari sang istri.
" Van... vanyaa" teriak Sambara dari atas memanggil sang istri.
Sambara akhirnya turun dan menanyakan kepada bekerja yang berada di rumah , "Bi lihat Vanya gak? kok di kamar enggak ada yaa?" tanya Sambara.
" Tadi Mbak Panya keluar mas, gak tau buru- buru banget tadi, enggak pamit juga " jawab Bi sumi.
" Naik apa bi?" tanya Sambara yang terlihat khawatir.
" Tadi bibi lihat mbak panya, pinjem kunci motornya mas Kiran ke pak parjo Mas " jawab Bi sumi.
" okey Bi, makasih yaa..." sahut Sambara kemudian ia kembali ke kamarnya.
...****************...
Sedangkan di sebuah Cafe, Lavanya memarkirkan motor milik adik iparnya yang cukup besar bagi Lavanya.
Lavanya sudah berjanjian bertemu dengan mantan kekasihnya, yaitu Keenan, mereka bertemu di sebuah Cafe yang tidak jauh dari kampus mereka.
Setelah memarkirkan motornya Lavanya berjalan ke arah Cafe dan mencari mantan kekasihnya, Keenan Xander.
Lavanya menoleh mencari seseorang yang ia cari, tak lama ia menemukan seorang lelaki yang ia cari, yakni mantan kekasihnya yang mungkin masih mengisi hatinya saat ini.
Lavanya akhirnya menemukan Keenna yang duduk di pojok Cafe, menggunakan hoodie pemberiannnya terkahir kali sebelum mereka putus.
Lavanya terlihat menarik nafas panjang dan mengantur detak jantungnya yang berdebar dan tiba- tiba saja ia merasakan rasa bersalah pada suaminya, karena pergi menemui mantan kekasihnya , tanpa pamit.
Langkah Lavanya menjadi ragu saat nama Sambara terlintas di fikirannnya, namun jarak di antara dirinya dan keenan sudah tidak jauh lagi, ia harus segera menyelesaikan kesalah fahaman yang sebenarnya dia yang membuatnya.
Lavanya tampak menarik nafas panjang kembali, sebelum tangannya dengan ragu menepuk bahu keenan yang posisinya membelakangi dirinya.
" Keenan " panggil Lavanya .
...****************...
Sedangkan Sambara kini sedang menunggu sang istri yang ternyata meninggalkan ponselnya di kamar, Sambara menunggu sambil mengerjakan skirpsinya dan juga mengecek beberapa pekerjaannya.
Namun tak di pungkiri fikirannya kini di penuhi rasa khawatir oleh istrinya, yang pergi tanpa pamit menggunakan motor dan juga meninggalkan ponselnya begitu saja.
" Sebenernya dia kemana? " tanya Sambara dalam hatinya.
" Apa, jangan- jangan dia menemui kekasihnya?" imbuh Sambara .
ting....
Satu pesan yang membuat Sambara buyar dari lamunannya, suara tersebut berasal dari ponsel Lavanya yang tergeletak di samping dirinya.
Sambara kemudian melihat pesan tersebut di layar kunci yang berpesankan "Terima kasih sudah menjelaskan semuanya, aku harap kamu bahagia dengan suami pilihan kedua orang tua mu" ~ keenan .
Sedangkan di sebuah taman kota, Lavanya duduk termenung menghadap ke danau dan melamun,isi kepalanya begitu berisik hingga dirinya pun bingung dengan perasaannya.
" Kenapa gue jadi merasa bersalah ke kak barra, setelah tadi gue temui keenan " gumam Lavanya menyadarkan kepalanya di kursi panjang dan menatap ke arah langit yang begitu terik.
" atau jangan- jangan gue udah mulai suka, tapi apa iya? enggak mungkin gue jatuh cinta sama Kak Barra secepat itu" imbuh Lavanya.
Lavanya membuka merogoh tasnya mencari ponselnya, setelah menrogoh seluruh bagian tasnya,.ia baru menyadari jika dirinya tidak membawa ponsel.
" Aduh mana ponsel gue ketinggalan lagi, gue harus balik nihh.... lagian udah sore juga " gumam Lavanya yang kemudian bangkit dari tempatnya.
Lavanya kemudian bangkit dan kembali ke motor milik adik iparnya yang ia bawa tadi,ia mulai menaiki motor milik adik iparnya dan mulai menjalankan motor ke kediaman mertuanya, sebelum semua orang mencarinya.