NovelToon NovelToon
Petualangan Zhang Xiuhan

Petualangan Zhang Xiuhan

Status: tamat
Genre:Fantasi / Petualangan / TimeTravel / Fantasi Timur
Popularitas:4.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: Hashirama Senju

Sebuah pusaka terlarang melemparkan seorang pemuda ke dalam dimensi waktu yang berbeda. Pemuda tersebut adalah Zhang Xiuhan, seorang tokoh penting dalam peperangan besar antar dua kekaisaran. Zhang Xiuhan terjerembab ke dalam lorong waktu dan membawanya pada sebuah kehidupan baru yang sangat asing dan liar. Ia harus kembali ke masa di mana seharusnya dia berada karena sebuah peperangan masih menunggu kedatangannya, tetapi masa lalu ternyata menunjukkan sebuah fakta yang membuatnya terbelalak. Ia pun mencari tahu sebanyak mungkin tentang masa lalu sebagai bekal untuk kembali ke masa sekarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hashirama Senju, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch 29_ Menjadi Tabib

Zhang Xiuhan menyimpan kepanikannya. Ia melihat orang-orang di sekelilingnya sudah terlihat begitu panik atas apa yang terjadi pada Zhillin, juga Kim Ju dan Kang Jian. Maka, Zhang Xiuhan memutuskan untuk menelan semua pertanyaan yang hampir ia ajukan pada mereka.

 

"Tenanglah, mereka baik-baik saja. Tidak ada yang perlu dicemaskan."

Orang-orang terlihat kompak menghembuskan napas berat hingga dadanya ikut turun saat mendengar ucapan Zhang Xiuhan yang melegakan. Mereka pun kembali ke tempat masing-masing untuk sekadar meletakkan badan yang lemas atas ketegangan yang sedari tadi mereka rasakan.

"Paman berbohong 'kan?" ujar anak laki-laki yang tidak beranjak dari tempatnya duduk sambil menarik baju Zhang Xiuhan yang berdiri di dekatnya.

"Tidak, aku mengatakan yang se... "

"Paman hanya mengatakan apa yang ingin mereka dengar," kata anak itu lagi dengan mata berkaca-kaca dan bibir bergetar menahan tangis.

Zhang Xiuhan tersenyum saat ucapannya dipotong oleh anak itu. Ia duduk berlutut di hadapan bocah itu dan memeluknya. Juga menepuk punggungnya.

Sudah pasti Zhang Xiuhan tidak yakin dengan perkataannya sendiri. Dalam batinnya ia mengumpat pada Patriark Bao Li yang justru menelan pil yang ia minta untuk Zhillin.

"Biarkan aku mengerjakan apa yang aku mampu. Hasilnya, semoga seperti yang kita harapkan."

Zhang Xiuhan kemudian mengalirkan energi panas ke tubuh Zhillin. Kali ini ia melakukanya dengan jauh lebih berhati-hati daripada yang sudah-sudah.

Beberapa kali ia menggerakkan tangan kanannya 30 cm di atas tubuh Zhillin. Turun naik berulangkali, dari ujung kepala ke ujung kaki, dan kembali lagi ke kepala.

"Paman, tangan Kakak Zhillin sudah tidak sedingin tadi," kata bocah itu dengan wajah berseri. Dibalas senyum oleh Zhang Xiuhan.

Beberapa menit kemudian, Zhang Xiuhan menghentikan energi panasnya. Ia masih berdiri tegak di samping Zhillin sambil terus memandangi gadis itu.

Dalam diamnya Zhang Xiuhan berusaha keras untuk mengingat-ingat aneka tanaman yang ditumbuk rekan dari Kim Ju yang dibunuh Zhillin di dalam ruang tahanan Jin Quo. Ia masih sangat ingat ketika itu ada enam jenis tanaman yang menjadi bahan-bahan yang dilembutkan sebagai ramuan obat bagi Zhillin. Juga tambahan sejenis air namun berbau wangi.

Masalahnya, saat itu Kim Ju mengambil bahan-bahan tersebut dari dalam laboratorium Jin Quo. Dan sekarang tidak ada apapun lagi yang tersisa di sana selain arang dan abu.

Sementara untuk mencari, ia tidak tahu harus mencarinya dimana. Kalau toh bisa ditemukan di hutan, Zhang Xiuhan khawatir jika ia mengambil tanaman yang keliru yang ia kira sama dengan yang dicari, lantas berakibat fatal pada Zhillin.

"Tabib Kang sudah siuman!" teriak seorang pemuda yang sedari tadi menjaga Kang Jian.

Zhang Xiuhan langsung berlari menghampiri Kang Jian. Ia sungguh berharap Kang Jian tahu aneka tanaman yang digunakan sebagai obat untuk Zhillin.

"Tuan... " ujar Kang Jian lirih diikuti suara rintihan atas banyaknya luka di tubuhnya.

"Semua akan baik-baik saja. Mereka telah menjaga dan merawatmu dengan sangat baik. Semua luka-lukamu akan lekas membaik."

Sebenarnya Zhang Xiuhan ingin langsung menanyakan obat untuk Zhillin. Tapi melihat keadaan Kang Jian yang juga terluka parah, Zhang Xiuhan menjadi tidak tega untuk langsung menyampaikan maksudnya.

"Aku tahu. Aku dan Kim Ju.. hanya.. terluka fisik. Kami pingsan, sebab mengeluarkan terlalu.. banyak darah. Tapi Zhillin... Aku.. masih terbangun.. ketika dia ambruk, usai menghajar.. orang-orang itu."

Kang Jian berbicara dengan terbata-bata. Ia beberapa kali tampak memejamkan matanya kuat-kuat, menahan nyeri. Ia sempat juga menoleh ke arah Kim Ju yang terbaring tak jauh darinya.

"Dia masih pingsan. Keadaannya... Dia kembali seperti mayat. Tubuhnya sangat dingin. Apa kau bisa memberi tahuku apa yang mesti aku lakukan supaya keadaannya lekas membaik?"

"Dia.. harus minum ramuan.. yang dulu.. diberikan.. Kim Ju padanya."

Zhang Xiuhan tersenyum. Ia bersyukur Kang Jian telah sadar dan memikirkan hal yang sama dengannya, yakni memberikan ramuan pada Zhillin. Itu membuatnya menjadi sedikit lega karena Zhillin akan lekas mendapatkan obatnya.

"Tapi.. aku tidak tahu.. apa yang dipakai.. Kim Ju dalam.. ramuan itu... Aku.. sibuk dengan.. pasien lainnya.."

Zhang Xiuhan tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Ia sudah terlanjur berharap setidaknya Kim Ju bisa mendektenya untuk membuat ramuan itu.

"Ma..afkan aku.. Tuan," ujar Kang Jian yang melihat Zhang Xiuhan menoleh ke arah Kim Ju.

"Tidak apa. Akan aku jelaskan padamu ciri-ciri dari enam tanaman yang dibuat untuk obat Zhillin. Aku harap kau bisa memberi tahuku apa nama dari tanaman itu dan dimana aku bisa mendapatkannya," ucap Zhang Xiuhan menemukan solusi untuk masalah yang dihadapi. Ia sangat berharap semua penjelasannya bisa dipahami Kang Jian sehingga ia bisa mendapatkan informasi pasti tentang tanaman-tanaman itu.

Dan benar, harapan Zhang Xiuhan terwujud. Kang Jian mengerti tanaman apa yang ia maksud. Lalu dengan cepat Zhang Xiuhan melaksanakan arahan Kang Jian.

Ia mengambil sebuah cawan dan penumbuk ramuan. Lalu berlari ke tempat penyimpanan tanaman obat. Zhang Xiuhan memasukkan keenam tanaman itu, lantas bergegas menghampiri Kang Jian lagi sambil terus menumbuk.

"Tapi Tuan, aku tidak.. memiliki.. air wangi yang.. Tuan maksud."

"Dimana aku bisa mendapatkannya?"

"Di hutan. Air itu, diambil dari air hujan.. yang tertampung.. di dalam bunga dewa-dewi."

Zhang Xiuhan mendengarkan dengan sungguh-sungguh saat Kang Jian menjelaskan ciri-ciri dari bunga dewa-dewi.

"Tapi Tuan, kau.. harus berhati-hati. Jika air itu.. sampai terkena serbuk sari.. itu akan menjadi racun mematikan. Dan lagi, duri di mahkotanya, juga.. mengandung racun."

Zhang Xiuhan mengangguk mengerti. Ia kemudian bersicepat mengambil sebuah kantong penyimpanan air.

Untuk mempercepat perjalanan, Zhang Xiuhan meringankan tubuhnya. Ia bergerak demikian cepatnya hingga orang-orang yang mengantarnya sampai di ambang pintu, tidak lagi bisa melihat Zhang Xiuhan yang telah jauh dari rumah Kang Jian.

***

Benar kata Kang Jian, tidak sulit untuk menemukan bunga dewa-dewi di hutan yang berada di perbatasan Nanjing. Bunga itu memang sangat wangi dan tumbuh bergerombol. Sepintas bunga itu terlihat seperti bunga lili, namun warnanya hanya seragam, yakni hitam.

Jika tidak teliti dalam melihat bunga itu, tidak akan terlihat kalau ada serbuk di dalam airnya. Sebab serbuknya juga berwarna hitam.

Selain itu, bunga dewa-dewi juga memiliki banyak duri di batang dan mahkotanya. Duri di batang bunga itu persis dengan duri pada batang mawar. Sedangkan pada mahkota, duri- durinya lebih halus, tapi sesuai kata Kang Jian, itu mengandung racun.

"Sial!"

Zhang Xiuhan mendengus kesal sebab banyak di antara bunga-bunga itu yang menampung air tapi telah ada serbuk sari yang mengambang di atasnya.

Sangat sulit menemukan bunga dewa-dewi yang masih murni airnya. Bunga itu memiliki benang sari yang sangat banyak dan tingginya melebihi mahkota bunga. Jadi saat angin datang dan membuat benang sari bergoyang, serbuknya akan langsung jatuh.

"Akhirnya!"

Zhang Xiuhan tersenyum melihat sebatang bunga dewa-dewi yang masih jernih airnya. Bunga itu berada di tengah-tengah rumpun bunga dan lebih rendah daripada bunga-bunga lainnya.

"Aku harus berhati-hati atau semuanya akan sia-sia."

Zhang Xiuhan menarik napas panjang. Itu akan menjadi detik-detik yang jauh lebih sulit dan menegangkan ketimbang menghadapi puluhan anggota Fengbao.

 

\=\=\=\=\=\=\=

Bonus chapter di hari pahlawan 😊😊😊

1
Dedi Mulyadi
Luar biasa
Yurika23
aku mampir ya kak ipus...suka bgt baca novel ka ipus ...
support novelku juga ya kak...mohon kritik dan sarannya....
M. Syafri
Lumayan
Ivan Sumampouw
koq ga menyerang balik ke kaisar ming 🫤
Munawir
Luar biasa
Abu Fadhila
Perbeda'an karakteristik antara penulis Novel Laki² & Perempuan, jika penulis novel seorang laki², biasanya cenderung membuat MC memiliki lebih dari satu pasangan, karna memang hal tersebut termasuk sifat dasar seorang laki², sedangkan jika penulis Novelnya seorang perempuan lebih cenderung membuat MC nya setia pada satu pasangan, karna sifat dasar seorang perempuan tdk mau berbagi (perempuan mana juga yg mau dimadu), tp dlm alur ceritanya jg kebanyakan Intrik, cinta bertepuk sebelah tangan, cita segi tiga dll. dlm alur cerita biasanya "sedikit dialog tp penjelasan sangat panjang.

Ini hanya sebatas pendapat saya sendiri, jd tdk perlu terlalu ditanggapi 🤣🤣🤣
Abu Fadhila
Benar² luar biasa, jika di'ibaratkan pepatah; "Sedikit bicara banyak bekerja", ini sungguh Novel yg sangat unik, utk satu kata; "Sial", penjelasannya hampir seperempat Bab, jadi pribahasanya; "Satu dialog seribu penjelasan". mantap👍🤣
Muhammad Kussairi
Luarbiasa dan Terimakasih untuk Nopel PPN dan PZX
Kuma Bear
Luar biasa
@gus j
gak besa di percepat
@gus j
iklannya terlalu memaksa
Mulyoto
bagusss
Khairul Azman Abdul Kahar
sebuah karya yg menarik utk dibaca
⚔️Perusuh⚔️
Cerita kultivator ngelantur jadi cerita roman picisan....
⚔️Perusuh⚔️
Pergi ke masalalu, kok ada kisah lain di ceritakan? Aneh sekali ceritanya....
⚔️Perusuh⚔️
Di cerita sebelumnya di akhir2nya cerita ini sudah di tulis sampe beberapa Chapter, terus kenapa di ulang2 lagi di sini??
Omang Q
/Good//Good/
Omang Q
👍👍
Wanta Ru
Biasa
Muh Ismar Tahsan
Mantap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!