JANGAN DIBACA!!!!!!!!!!
LAGI TAHAP REVISI
Mira gadis cantik berusia 23th, bertemu dengan Adam, seorang pengusaha muda saat mereka sedang berada di Korea. Mira jatuh cinta pada pandangan pertama pada Adam.
Cinta Mira tidak bertepuk sebelah tangan, karena ternyata Adam yang sudah menutup hatinya selama 13th karena kehilangan cinta pertamanya, akhirnya jatuh cinta pada Mira. Tapi cinta mereka sulit untuk bersatu karena status Adam yang sudah menikah.
Adam menikah dengan perempuan bernama Kinan atas perjodohan orang tua mereka.
Akankah Adam dan Mira mampu memperjuangkan cinta mereka?
Akankah cinta Adam dan Mira bersatu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PESTA PERNIKAHAN
"Mir kamu gak mau bareng sama kita? " Kinan berjalan bersama Adam, menghampiri Mira yang masih duduk di sofa ruang tamu.
"Gak usah Kin, aku nunggu Kak Marvin" Hari ini mereka akan menghadiri pesta pernikahan Ratna, manajer personalia di perusahaan Adam.
Mira menatap Kinan yang tampak sangat cantik dengat balutan dress berwarna peach. Tangannya merangkul pinggang Adam, ya mereka memang nampak seperti pasangan yang sangat harmonis. Hati Mira terasa ditusuk tusuk, sakit sekali rasanya melihat mereka bersama.
Mira masuk ke ballroom bersama Marvin. Baru masuk dia sudah disuguhi pemandangan yang menyesakkan, dia melihat Adam begitu mesra menggandengan tangan Kinan. Mereka tengah berbincang dengan salah satu kolega Adam yang kebetulan juga datang bersama istrinya.
Pasta dimulai, terlihat Ratna dan suaminya memasuki ballroom, mereka terlihat sangat serasi, senyum terus menghiasi bibir raja dan ratu sehari itu.
"Apakah aku bisa seperti mereka, aku sangat ingin seperti mereka" Mira berkata dalam hati. Dia iri melihat kebahagiaan mereka , sedang dirinya sendiri tak yakin apakah dia dan Adam bisa seperti mereka, menjadi raja dan ratu sehari.
"Apa kau tidak ingin menyusul mereka" Marvin membuyarkan lamunan Mira.
"Hah" Mira tak mengerti
"Maksudku, apa kau tak ingin segera menikah?" Marvin memperjelas.
Mira hanya tersenyum, tidak tau harus menjawab apa.
Mereka menyaksikan kedua pengantin berdansa, setelah itu terdengar suara MC yang meminta pasangan lainnya untuk ikut berdansa bersama mempelai.
"Dansa yuk." Marvin menarik tangan Mira menuju lantai dansa. Sebenarnya Mira ingin menolak, tapi melihat tatapan Marvin yang seolah memohon, Mira tak tega menolaknya.
"Lihat itu mas, Mira berdansa sama kak Marvin." Kinan menunjuk ke arah Mira dan Marvin yang sedang berdansa. "Serasi sekali ya mereka, kita dansa juga yuk?"
"Gak usah lah Kin," tolak Adam.
"Ayolah." Kinan menarik tangan Adam.
Hati Adam serasa terbakar, dia cemburu melihatnya kebersamaan Mira dan Marvin. Dia terus memandang ke arah Mira, ingin rasanya dia menarik tangan Mira agar menjauh dari Marvin. Dia benar benar tak rela melihat Mira berdansa dengan Marvin.
Tanpa sengaja tatapan Mira beradu dengan Adam. Dia melihat tatapan tajam dari mata Adam. Dia benar benar merasa tak nyaman saat ini, tanpa sengaja dia menginjak kaki Marvin.
"Maaf kak" Mira langsung mengangkat kakinya.
"its Ok, gak Masalah." Marvin tidak masalah kakinya terinjak. Bahkan walaupun dia harus terinjak ratusan kali oleh heels yang dipakai Mira, dia tetap rela asalkan bisa berada didekat Mira.
Bisa berada sedekat ini dengan Mira membuat Marvin benar benar bahagia. Marvin merasa jantungnya berdetak lebih cepat dari biasa. Debaran itu sangat nyata. Marvin jatuh cinta untuk kedua kalinya pada Mira.
*******
Mira ingin segera terlelap setelah membersihkan make up diwajahnya. Dia sangat lelah sepulang dari pesta tadi. sebenarnya bukan fisiknya yang lelah, melainkan lebih pada hatinya yang sangat lelah. Lelah karena tersiksa cemburu melihat Adam bersama Kinan.
kling
Terdengar suara notifikasi pesan masuk di hp nya. Mira melihat ada pesan dari Adam.
"Apa kau sudah tidur?" Mira hanya membaca pesan itu, entah kenapa dia merasa malas untuk membalasnya. terdengar suara notifikasi lagi beberapa saat kemuadian.
kling
"Apa kau marah? Tidak seharusnya kita berada pada situasi seperti tadi. Aku tau, mungkin sulit bagimu, tapi percayalah aku juga merasakannya. *A*ku tidak suka melihatmu dekat dengan Marvin. Tapi....apakah aku berhak melarangmu? Aku merasa tak pantas melarangmu disaat aku sendiri bersama wanita lain." ~ Adam.
Tanpa terasa cairan bening meleleh dari sudut mata Mira. Mira membalas pesan Adam.
"Haruskah seperti ini? sampai kapan seperti ini? Kenapa cinta harus semenyakitkan ini." ~ Mira.
kling
"Maaf *jika aku menyakitimu. Maaf jika cintaku melukaimu. Maaf jika karenaku kau harus meneteskan air mata. T*api yakinkan semua akah indah pada waktunya. Bersabarlah demi aku, demi cinta kita." ~ Adam.
Air mata kian deras membasahi pipi Mira. Ya hubungan ini memang berat, bahkan kalau bisa, ia ingin menyerah. Tapi apa daya, menyerahpun begitu sulit rasanya.
"Aku percaya akan ada pelangi setelah hujan, tapi aku tak yakin akan ada akhir indah pada hubungan ini. Hubungan yang dari awal sudah salah. hubungan yang dibangun dengan menyakiti orang lain " Mira berkata dalam hati.
Definisi laki laki itu kalau ga cinta sama cewek ga bisa dipaksa untuk cinta melakukan hubungan sexxx tanpa cinta pun bisa.