NovelToon NovelToon
LET ME LOVE YOU

LET ME LOVE YOU

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Identitas Tersembunyi / Romansa / Tamat
Popularitas:131.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Pansy Miracle

Venus Bach, melarikan diri dari mansion milik keluarganya. Ia beruntung karena bertemu dengan seorang wanita paruh baya yang akhirnya mempekerjakan dirinya di rumah menantunya sebagai babysitter untuk cucunya. Redley Smith, putra bungsu Keluarga Smith, jatuh hati pada Venus, babysitter keponakannya. Namun, Venus membentengi dirinya dari makhluk bernama laki-laki. Apakah Red akan berhasil meluluhkan hati Venus? Ataukah semakin membuat Venus menjauh dan menutup dirinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pansy Miracle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MENYESALI KEPUTUSAN

Venus kembali keluar dan mencari pekerjaan, meskipun sebenarnya ia merasa apa yang ia lakukan saat ini adalah sia-sia. Ntah mengapa ia merasa jika tak akan ada yang mau memberinya pekerjaan.

Ia melangkahkan kakinya pulang ke rumah, di mana Mars dan Bertha berada. Venus menghela nafas berkali-kali karena merasa saat ini ia tak menemukan jalan keluar.

Saat ia berjalan menuju ke rumah, matanya menangkap sosok beberapa orang yang berpakaian hitam tengah memperhatikan sekeliling. Matanya membulat ketika ia melihat seseorang yang ia kenali.

Tidak! Tidak boleh! Mereka tak boleh sampai menemukan kami. - batin Venus.

Dengan langkah cepat namun tetap hati-hati, Venus bergegas menuju ke rumah. Ia melihat ke sekeliling terlebih dahulu untuk memastikan tak ada yang melihat ataupun mengikutinya.

Venus membuka pintu kemudian langsung menutup dan menguncinya. Ia bersandar di belakang pintu dan menarik nafas panjang kemudian ia kembali mengintip dari arah jendela di sampingnya.

“Ada apa, Ve?” tanya Mars yang melihat gelagat Venus yang seperti ketakutan.

Venus yang sedang mengintip pun menoleh ke arah Mars.

“Kita harus segera pergi dari sini, Kak. Ia menemukan kita lagi,” kata Venus.

“Siapa?” tanya Mars.

“Wanita itu.”

“Apa kamu melihatnya?”

Venus menggelengkan kepalanya, “tapi aku melihat Edison.”

Felbertha yang mendengar ucapan Venus pun langsung keluar dari dalam kamar tidur, “siapa?”

“Edison. Ia ada di sini bersama dengan beberapa orang. Kita harus segera pergi,” kata Venus.

“Tapi kita mau ke mana Ve malam-malam begini? Jika kita keluar sambil mengendap-endap, tentu akan banyak orang yang mencurigai kita dan mereka akan langsung mengenali kita,” kata Bertha.

Mars mengangguk, membenarkan ucapan Bertha, “kita tunggu sampai besok pagi.”

“Bagaimana kalau mereka menemukan kita malam ini?” tanya Venus yang memang merasa tak tenang.

“Tak semudah itu, Ve. Bukankah mereka juga membutuhkan waktu satu tahun untuk menemukan kota ini?” kata Mars yang berusaha membuat Venus tidak panik.

Namun, Venus yang tak suka melihat keberadaan Edison di area tempat tinggalnya pun langsung mengambil ponselnya. Ia mengetikkan sesuatu di sana lalu kembali menatap Mars dan Bertha.

“Sebaiknya siapkan semua barang yang kalian perlukan. Kita akan pergi satu jam lagi. Aku sudah menyewa mobil dan akan tiba sekitar satu jam lagi,” kata Venus kemudian bergegas masuk ke dalam kamar tidur.

Bertha dan Mars saling menatap lalu menghela nafas bersamaan. Setelah itu Bertha sedikit membungkuk dan berkata.

“Aku akan merapikan barang-barangmu,” kata Bertha.

“Aku akan membantumu,” ujar Mars yang tak ingin Bertha kelelahan, karena wanita itu sudah bekerja hampir seharian.

Sekitar satu jam lima belas menit kemudian, sebuah mobil berhenti di depan rumah yang ditempati oleh Mars, Venus, dan Bertha. Venus yang memang sudah menunggu pun langsung keluar. Ia menoleh ke kiri dan ke kanan, kembali memastikan tak akan ada yang melihat mereka.

“Ayo, Kak,” kata Venus.

Ia membantu Bertha membawakan barang-barang yang akan mereka bawa.

“Ke mana kita akan pergi, Ve?” tanya Bertha.

“Stasiun,” jawab Venus.

“Tapi kita akan ke kota mana?” tanya Bertha lagi untuk memperjelas.

“Untuk malam ini kita akan bermalam di stasiun, sambil aku memikirkan ke mana kita akan pergi. Yang terpenting kita tak berada di lingkungan ini,” jawab Venus.

***

“Pedro!” gumam Axel setengah berteriak. Ia kini telah ingat siapa pria yang mengantarkan informasi mengenai Venus padanya.

Bukankah dia asisten pribadi Tuan Vladimir? - batin Axel.

Sudah lama sekali rasanya Axel tak pernah berkomunikasi dengan Vladimir Bach, mungkin sejak kematian Maria Bach. Vladimir menutup diri sejak itu, tapi tiba-tiba ia muncul dengan memperkenalkan seorang wanita bernama Izebel sebagai istrinya.

“Aku harus melakukan sesuatu,” kata Axel kemudian mencoba menghubungi Win dan Jimmy.

***

“Tha, cepat bawa kakakku pergi. Cepat!!” teriak Venus.

“Tapi …,” Bertha tak mungkin meninggalkan Venus. Bahkan sejak tadi Mars tidak ingin masuk ke dalam mobil yang dipanggil oleh Venus untuk menjemput mereka.

“Cepat pergii!!” teriak Venus sekali lagi.

Seorang pria tampak tertawa di samping Venus yang kini kedua tangannya telah dipegang erat hingga ia tak bisa melepaskan diri.

“Kami tak butuh kakakmu, cukup denganmu saja,” ujar pria itu sambil dengan perlahan mengusap pipi Venus.

Tubuh Venus bergetar. Ia mengira trauma yang ia miliki terhadap pria ini telah hilang. Namun, saat pria itu berada di dekatnya, bahkan menyentuh kulit wajahnya, kilatan kejadian yang lalu pun kembali.

“Mars …,” Bertha sedikit memohon pada Mars untuk masuk ke dalam mobil.

Kalau saja tadi mereka mau mendengarkan Venus untuk segera berangkat, mungkin hal seperti ini tak terjadi. Hampir tiga puluh menit mereka berdebat, Mars dan Venus, hingga anak buah Edison pada akhirnya menemukan mereka.

“Aku tak mungkin meninggalkannya, tha,” kata Mars.

“Kalau kita tetap di sini, maka mereka akan menangkap kita semua. Yang terpenting saat ini kamu harus pergi terlebih dahulu,” kata Felbertha.

“Tha …”

“Aku akan kembali untuk mencarinya. Aku berjanji,” ujar Felbertha.

Akhirnya Mars masuk ke dalam mobil. Felbertha menatap Venus dengan perasaan tak menentu saat ini. Mars juga menoleh ke arah kaca belakang mobil dan di dalam hati ia terus merutuki dirinya sendiri yang berdebt dengn Venus tadi.

Meskipun Mars mengenal sosok Izebel dan Edison yang sering memukulinya, tapi Venus pasti lebih mengenal mereka karena setiap hari bertemu dengn keduanya.

Mars hanya bisa diam ketika mobil membawanya pergi bersama Felbertha, meninggalkan Venus sendiri bersama dengan musuh mereka. Di dalam pikirannya kini berperang, menyesali keputusannya untuk tidak melakukan operasi. Jika ia melakukan operasi kali ini, tentu ia memiliki kesempatan untuk berjalan kembali dan bisa menolong Venus.

🌹🌹🌹

1
D_Mayanti
Luar biasa
Dev..
good job thor👍😁
Dev..
gpp kok thor..karya ini masih seru utk dinikmati..😊
❄️ sin rui ❄️
emang venus sebelum nya udh kenal dekat dengan red? kok mudah sekali jatuh cinta
tuti sriyono
Luar biasa
andhist82
Lumayan
Ran Aulia
Luar biasa

Terimakasih kak ❤️❤️❤️❤️😍😍😍😍😍
Zahra Khalifa
makin kesini baca makin gak msuk akal,,
serba tiba2,,serba mendadak,,
yg tadinya gadis lemah biasa,tetiba jd kuat,yg dr awal kbur tak ada hp tetiba pny hp,yg tadinya tak d jelaskan asal muasalnya tetiba pny org kepercayaan d mansion ny😅😂
setiap part macam d kejar deadline, kesannya terburu2 sampe yg baca gak dapat fiel ny,gk masuk k hti,,n jadilah baca nya macam baca berita di koran sbb setiap hal gak ada kesan lebih mendalam n detile ny
Hawatus Syahro
💐💐💐💖💖
Pansy: Thank you Kak 🙏🏻🥰🌹
total 1 replies
Nuraini Nuraini
Luar biasa
Pansy: Thank you Kak z🥰🙏🏻🌹
total 1 replies
Lenni Namora
semangatttt🥰
Lenni Namora
Luar biasa
Pansy: Thank you Kak 🙏🏻🌹🥰
total 1 replies
niktut ugis
yg di dapat secara instan+ haram bertahan nya tak akan lama anda hrus tau itu bang Vladimir
niktut ugis
hanya karena kepuasan gratis ranjang Edison jadi laki² bodoh + oon
niktut ugis
Daddy Axel katanya org hebat tapi kok dapat info langsung di telan saja tidak di selidiki dulu
niktut ugis
axel ada benar nya juga tapi alangkah lebih baik di telusuri dulu knp venus bisa jadi baby sister
niktut ugis
makan tuch uang haram
niktut ugis
sebegitu hafalnya izebel dg venus..padahal venus pakai topi + masker
niktut ugis
ryu terlalu arogan apalagi sebagai ortu seharusnya tdk emosi d depan anak kecil...bisa bikin trauma si anak
niktut ugis
dech si Vladimir ternyata benalu... nyesek kan Izabel
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!