Keramahan dan perhatian yang disalah artikan yang akhirnya menjadi musibah.
Seorang pria yang sudah berkeluarga, mapan , dengan wajah ganteng, ramah juga perhatian dengan siapa saja termasuk pada lawan jenisnya sangat mudah membuat salah paham. Dan yang lebih buruknya kalau membuat orang menjadi baper lalu timbul niat ingin memiliki.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elatha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KECURIGAAN DARA
Ada bunyi pesan masuk di handphone Surya, dilihatnya sepintas dari Nia. Surya yang masih ngobrol dengan pak Deri lalu melanjutkan obrolan mereka.
" Terimakasih pak Deri, semoga kerjasama kita lancar " ucap Surya sambil menjabat tangan Deri.
" Sama-sama pak Surya. Saya senang bisa kerjasama dengan bapak " jawab Deri.
" Maafkan keterlambatan saya, bapak jadi menunggu lama " ucap Surya sambil minum air mineralnya sampai habis.
Surya benar-benar merasa capek karena baru saja melakukan olah raga dengan Nia yang menguras tenaganya.
" Santai saja pak Surya. Tadi saya juga belum terlalu lama kok. Kalau begitu, saya mau pamit duluan pak Surya " Deri pun berdiri dan menyalami Surya.
" Oh iya pak Deri, silahkan. Saya mau lanjut juga "jawab Surya dengan melambaikan tangannya ke pelayan Cafe.
" Sudah saya bayar pak " ucap Deri saat tahu Surya memanggil pelayan Cafe.
" Wah saya jadi nggak enak nih. Bapak sudah menunggu, terus malah bapak yang bayar. Terimakasih banyak pak Deri " cicit Surya berdiri dengan membungkukkan badannya.
" Ada yang bisa saya bantu bapak? " tanya pelayan cafe saat sudah berada dimeja mereka.
" Maaf mbak, nggak jadi. Tadi saya kira belum dibayar " jawab Surya dengan tersenyum.
" Maaf ya mbak " Deri pun ikut meminta maaf pada pelayan cafe itu.
" Ooh, tidak apa-apa bapak " jawab pelayan cafe sambil berlalu meninggalkan mereka.
" Mari Pak Surya saya duluan " kata Deri dengan tersenyum dan berjalan meninggalkan Surya yang masih sibuk merapikan berkas-berkasnya di meja.
" Oh iya pak Deri silahkan. Hati-hati dijalan pak " jawab Surya.
Setelah merapikan berkas-berkasnya dan memasukkan dalam tas kerjanya Surya pun melangkah keluar sambil menelpon.
" Bos, ini aku otw ya " ucap Surya ditelepon.
" Ok Sur. Aku mungkin agak telat Sur, aku lagi makan " jawab Dito di seberang.
" Ok bos. Lo lanjutin makan dulu aja " jawab Surya lalu mematikan panggilannya.
***
Saat di dalam mobil Surya melihat ada panggilan masuk dari Dara beberapa kali. Juga ada pesan dari Dara.
Seketika Surya mengingat kejadian tadi dan merasa sangat bersalah juga berdosa karena telah mengkhianati istri dan pernikahannya.
" Apa yang sudah aku lakukan tadi? Kenapa aku bisa mengkhianati Dara? Semua belum terlanjur, aku harus menghentikan semua ini. Aku harus bicara baik-baik pada Nia. Aku tidak mau mempertaruhkan rumah tanggaku hanya karena nafsu ku. Dara maafkan aku karena kebodohan yang tidak bisa menahan nafsuku " Surya bicara sendiri sambil menjambak rambutnya, lalu tangannya memukul setir mobil.
Surya merasa kacau, dia baru menyadari tindakannya yang salah.
Surya sengaja belum membuka pesan dari Nia. Tapi dia sudah tahu isi pesannya juga foto yang dikirim Nia lewat notifikasi. Surya langsung menghapus foto Nia di galerinya.
Surya merapikan lagi rambutnya dan segera melajukan mobilnya. Karena dia sudah janjian dengan Dito.
Selama perjalanan Surya bingung, apa lagi Dara kembali menelpon. Surya tidak berani mengangkat panggilan Dara karena merasa bersalah. Surya takut kalau dara tahu semua yang sudah dia lakukan.
Akhirnya Surya mengangkat telepon dari Dara.
" Assalamualaikum mas. Kamu dari mana saja sih? Dari tadi susah banget dihubungi. Pesanku juga nggak kamu baca. Kamu sibuk banget ya sampai nggak bisa terima teleponku sebentar saja. Biasanya kamu meeting aja bisa angkat sebentar sekedar bilang kalau sedang meeting. Sesibuk apa sih kamu mas " Dara langsung mencecar Surya dengan banyak pertanyaan. Surya semakin deg-degan mendengar pertanyaan Dara yang seperti tahu apa yang sudah dilakukannya.
" Maafin mas ya sayang. Tadi mas ke temuan sama pak Deri. Mas nggak enak mau angkat telepon kamu, soalnya tadi mas terlambat dari jadwal yang dijanjikan " jawab Surya berusaha tenang.
" Kok bisa terlambat kenapa mas? Biasanya kamu ketemuan sama siapa aja juga kan bisa terima telepon sebentar. Sepenting apa pak Deri itu? " tanya Dara lagi karena kesal dari tadi dirinya menghubungi Surya tidak diangkat-angkat, pesannya juga tidak dibaca-baca. Padahal Dara mengabari kalau Lintang di sekolahan tiba-tiba demam.
" Iya tadi Nia pingsan dikantor sayang. Terus mas suruh pulang. Karena ketemuan mas dengan pak Deri kebetulan searah rumah Nia, akhirnya mas anter Nia pulang sekali... " belum selesai Surya bicara, dara langsung memotong omongan Surya.
" Nia lagi. Kemarin ketemuan dengan pak Hendi motornya mogok, kamu harus nganter dia sampe malem. Ini kamu mau ketemuan dengan pak Deri Nia pingsan, kamu harus nganter dia pulang. Memangnya kamu supir dia mas? Kok bisa kebetulan terus ya. Kamu jujur apa bohong sama aku mas? Jangan-jangan kamu ada hubungan dengan Nia mas? " cicit Dara sedikit emosi karena semua karena Nia.
Deg.... Surya kaget karena Dara terdengar kesal dan langsung mencurigai kalau antara dirinya ada sesuatu dengan Nia. Tapi Surya berusaha tetap tenang, Surya tidak ingin terpancing omongan Dara.
" Kok kamu bicaranya gitu sih sayang? Kamu nuduh mas? Memang beneran kemarin itu motor Nia di bengkel sayang, mas nggak enak karena mas yang suruh Nia nganterin berkasnya. Itu sudah malam sekali, mas nggak mau dibilang atasan yang nggak punya perasaan say... " lagi-lagi Dara memotong omongan Surya.
" Oke lah kalau saat itu malam hari, aku bisa maklumi. Terus ini, kamu bilang dia pingsan dikantor, kamu mau pergi kenapa kamu nganterin dia? Memangnya dia nggak bawa kendaraan sendiri? Kamu bisa kan suruh marketing kamu ya g sekalian jalan nganterin dia? Udah tahu mau ketemuan dengan orang malah nganterin Nia. Cari alamat lagi sampe muter-muter? Makanya kamu telat ketemuannya? Kan tinggal nganterin memangnya memakan waktu berapa lama? " tanya Dara masih dengan emosi.
Surya yang merasa dicurigai menjadi kesal. Walaupun dia sadar kalau dia yang salah, tapi dia tidak mau Dara tahu dan akan marah. Surya takut kalau sampai Dara tahu, entah apa yang akan terjadi pada dirinya. Surya tidak bisa kehilangan Dara juga Lintang.
" Kok kamu malah jadi curiga sama mas gitu sih? Kamu nggak suka mas nganter bawahan mas? Lagian baru kali ini mas nggak angkat telepon kamu. Biasanya juga kamu nggak seperti ini. Mas nggak terima kamu tuduh seperti itu! " jawab Surya dengan nada tinggi.
" Justru karena baru kali ini aku jadi bertanya mas, biasanya kamu nggak pernah seperti ini. Salah kalau aku bertanya? Siapa yang nuduh mas? Aku cuma tanya, kalau kamu nggak merasa salah ya nggak usah emosi gitu lah. Salah aku curiga karena beberapa hari ini nama Nia selalu ada dalam obrolan kita. Kalau kamu nggak terima ya sudah, aku nggak akan lagi menelpon kamu! " Dara langsung mematikan panggilan ya sepihak.
Surya merasa Dara sudah tidak sopan dan tidak menghargai dirinya dengan langsung mematikan teleponnya. Walaupun Surya sadar dan tahu dia yang salah, tapi sebagai laki-laki dia tidak mau di perlakukan seperti ini oleh istrinya. Surya sangat kesal, lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.
ada kok temen kerjaku di sini dia selingkuh bertahun-tahun krn suaminya ya terlalu cinta buta dan letoi kyak si reza. smp sekarang blm ketahuan ya krn suaminya mcam si reza itu, istri gk tlp krn alasan minggu lembur pdhl ya libur sm aku tp dia ma selingkuhannya. gk pernah upload photo suaminya juga 😂
baik boleh tp bodoh jangan.