"Mas, malam ini kamu tidur di rumah ku kan?" tanya Kania istri pertama Agam wicaksana.
"Maaf sayang, malam ini Mas harus tidur di rumah Naura," jawab Agam.
Telepon genggam Agam tiba-tiba berdering, ada panggilan dari Louisiana istri ketiga. Ia meminta Agam pulang ke rumahnya karena perutnya sakit.
Baru saja hendak melangkahkan kaki, telepon genggam Agam berdering lagi. Naura sudah tidak sabar menunggu kedatangan Agam, dan meminta untuk cepat-cepat pulang ke rumah.
***
Agam wicaksana seorang pengusaha muda, yang mempunyai tiga istri. Mereka sudah dibelikan rumah sendiri-sendiri agar adil. Namun, kenyataannya justru merepotkan dirinya harus bolak-balik ke rumah ketiga istrinya. Sebagai suami yang bertanggung jawab Agam berusaha berlaku adil, hingga suatu ketika ia memutuskan membeli rumah besar untuk ditempati bersama ketiga istrinya.
Akankah ketiga istri Agam akur? Bagaimana kelanjutan kisah mereka?
Mari kita simak🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Salah Istri Kamu, Gam!
Mamah Diah menggelengkan kepalanya, beliau ragu setelah menyaksikan Almira menampar Naura. Beliau tidak suka dengan kekerasan, takutnya terbawa sampai besok setelah menikah. Tadi beliau sengaja berpura-pura pingsan, karena sengaja agar pertunangan ini batal.
"Aku harus membawa Mamah ke rumah sakit," terang Kevin.
"Gagal dong, tunangan kita! Tante Diah masih kuat, cuma menyelipkan cincin bentar," ujar Almira menatap kesal Mamah Diah.
"Almira!" bentak Agam.
Kevin meminta maaf kepada semua tamu undangan yang hadir dalam acara tunangannya, karena harus mengurus Mamahnya yang akhir-akhir ini kurang sehat.
Almira sama sekali tidak membantu Mamah Diah dan Kevin, ia justru sibuk bermain ponselnya. Rasa kesal telah menyelimuti dirinya, ditambah dengan bentakan Agam.
Di perjalanan menuju rumah sakit, Mamah Diah meminta Kevin untuk pulang ke rumah saja. Beliau berkata jujur, kalau tadi hanya pura-pura pingsan untuk menggagalkan pertunangan itu.
"Mah, kenapa melakukan semuanya?" tanya Kevin setelah sampai di rumah.
"Mamah ragu dengan Almira, wanita itu sangat kasar. Berbeda jauh dengan Naura, tingkah lakunya lembut, sopan, tidak pernah membentak orang tua," jelas Mamah Diah dengan mata terbata-bata.
"Naura mungkin istrinya Agam, Mah!" teriak Kevin penuh amarah, menahan sesak di dadanya.
"Apa!" kaget Mamah Diah. Berharap semua yang dikatakan Kevin tidak benar, beliau takut hubungan kedua sahabat itu menjadi renggang.
Mamah Diah memeluk putranya, menguatkan agar tidak bersedih. Karena, apa yang diungkapkan Kevin belum pasti kebenarannya.
"Apa Agam sudah mengetahui kalau Naura kekasihmu?" tanya Mamah Diah.
Kevin menggelengkan kepalanya, ia juga belum bertanya kepada Naura tentang kebenarannya. Seandainya ada kesempatan pasti akan bertanya. Untuk saat ini, Kevin ingin menenangkan diri lebih dulu.
Di sisi lain saat ini Almira marah kepada Naura ,dia masih menyalahkan Naura soal Mamah Diah yang tadi pingsan. Agam memang belum mengajak, ketiga istrinya untuk pulang. Karena masih banyak tamu undangan yang berada di sana, lebih tepatnya kerabat dekat.
"Naura sebenarnya apa tadi yang terjadi?" tanya Agam meminta penjelasan istrinya.
"Aku tidak tahu Mas, tadi tiba-tiba Tante Diah pingsan. Kebetulan saja kita tadi bertemu di toilet," balas Naura.
"Lo gak usah ikut nyalahin Naura, Mas! Namanya itu Tante-tante pingsan ya wajar aja, mungkin ada sesuatu yang membuatnya pingsan," sahut Louisiana menatap kesal suaminya.
Agam kemudian meninggalkan mereka, karena ada saudaranya yang memanggil. Ayah Almira marah besar, keluarga Kevin sudah dianggap mempermalukan keluarganya.
Almira berjalan dengan mengepalkan tangannya mendatangi Naura, Kania, dan Louisiana, yang sedang duduk di sofa ruang keluarga. Gadis itu mengarahkan tangannya untuk memukul Naura, untung saja Louisiana dalam posisi memperhatikan Almira jadi bisa menahan tangan Almira.
"Lepaskan! Jangan pernah ikut campur," ujar Almira menatap kesal Louisiana.
"Lo jadi orang jaga sikap!" bentak Louisiana menunjuk ke arah muka Almira.
Naura takut terjadi keributan, ia memilih mengajak Louisiana pergi. Lagipula ia juga sadar kalau hanya seorang tamu, jadi lebih baik mengalah.
"Naura, asal kamu tau! Kevin itu sahabat Agam, wanita macam apa kamu? Selingkuh dengan sahabat suaminya sendiri," cetus Almira.
"Maksud lo apa! Berani ngatain Naura selingkuh," kata Louisiana.
"Dari tadi kamu belain wanita murahan ini terus! Jangan-jangan kalian berdua sama-sama murahan!" seru Almira.
Dalam hati Naura tidak menyangkal apa yang diucapkan Almira, tapi perasaan tidak bisa dibohongi. Ia juga tidak tau hatinya akan jatuh cinta ke siapa, apalagi menikah dengan Agam adalah suatu keterpaksaan.
Berbeda dengan Louisiana yang justru menjambak rambut Almira, dia tidak terima dikatakan murahan. Kini Almira dan Louisiana saling jambak-menjambak sehingga membuat penampilan mereka berantakan, walaupun Kania dan Naura sudah melerai mereka kalah. Naura sampai jatuh tersungkur di lantai, akibat dorongan dari Almira.
"Dasar wanita murahan! Jadi istri ketiga saja mau, atau mata duitan? Agam kan hartanya banyak," ujar Almira sambil menarik rambut Louisiana.
"Lo yang murahan! Gak punya malu, tunangannya gagal!" bentak Louisiana, tak mau kalah menarik rambut Almira juga.
Sintia yang kebetulan berada di sudut ruangan, merekam dengan ponsel genggamnya kejadian itu. Kemudian mengirimkan rekaman itu ke Kevin, dengan caption "Vin, tunangan kamu jago berantem," disertai emoticon ketawa. Dia lalu pura-pura mengambil minuman, agar aksinya tidak diketahui banyak orang.
Almira mengusir Naura dan Louisiana, setelah merasa kalah berantem dengan Louisiana. Tentu saja Louisiana akan menang, karena sudah bar bar sejak dulu. Tubuh Almira terasa perih semua, bekas cakaran tangan Louisiana.
Sedangkan Louisiana hanya rambutnya berantakan dan gaun yang dipakai sobek-sobek. Kania tertawa melihat Louisiana saat ini, bak seperti orang gila.
"Mbak, jangan tertawa! Gini-gini Louisiana bantuin aku lho," kata Naura mengerucutkan bibir.
Mereka bertiga pulang dengan taksi online, tanpa menunggu Agam lebih dulu. Louisiana juga tidak mau dilihat oleh Agam, karena pasti kena omel.
Saat ini Agam sedang berada di ruang kerja Papah Almira, bersama dengan Mamah Amara dan Mamah Almira. Mereka membahas tentang pertunangan yang batal ini, Papah Almira tidak akan sudi menerima permintaan maaf Kevin.
"Om, dari awal rencana pertunangan ini bukannya Kevin sudah menolak. Kenapa dilanjutkan?" tanya Agam mencari akar dari permasalahan ini.
"Almira yang memaksa, Gam! Tapi kenapa Kevin juga tega mempermalukan Om di depan banyak tamu!" ucap Papah Almira dengan keras.
"Semua salah istri kamu, Gam! Kalau saja dia tidak bertemu Diah, mungkin tunangan ini berjalan lancar," sahut Mamah Almira.
Mamah Amara dan Agam saling berpandangan, mereka tidak habis pikir kenapa menyalahkan Naura. Setau Agam, Naura dan Tante Diah baru saja berkenalan. Tidak mungkin juga seorang Naura bisa menyakiti orang, yang baru dikenalnya. Menurut Agam, semua ini hal yang tidak mungkin terjadi. "Apa aku terlalu percaya dengan Naura? Rasanya tidak mungkin Naura pura-pura polos," gumamnya dalam hati.
Almira tiba-tiba datang mengagetkan mereka, karena tubuhnya penuh cakaran kuku. Gadis itu berteriak meminta pertanggungjawaban Agam, berhubung yang melakukan adalah istri Agam.
"Istri mu memang keterlaluan, Gam!" marah Mamah Almira.
"Kenapa istri ku selalu kalian salahkan! Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Agam.
"Iya, Gam! Istri mu pantas disalahkan, tubuhku luka semua gara-gara istri ketiga mu," sahut Almira memberikan penjelasan.
Kali ini Agam tidak menyangkal, karena sudah hafal betul dengan gadis itu. Kalau dirasa ada yang menyakiti, Louisiana akan membalas perbuatan orang itu berbeda dengan yang lain.
Agam kemudian bergegas pulang ke rumah, ia ingin meminta penjelasan Louisiana dan akan menghukumnya lagi. Perbuatan Louisiana sudah tidak bisa ditoleransi, karena membuat orang lain terluka.
lou 👍🌹
dan mempunyai suami yang lebih sayang sama Kania
semangat Agam