sekuel dari novel KEPEDIHAN
Tere Anderson, adik sepupu dari Ziko Anderson, karena kekejamannya di masalalu, Tere dikirim ketempat terpencil, dimana tempat anak buah Ziko tinggal, dia diberi hukuman atas segala perbuatannya, Agar tidak pernah melakukan kekejaman dimasa yang akan datang, namun siapa sangka ditempat yang baru Tere di dampingi oleh pria yang selama ini menyiksanya, bahkan orang yang dengan tega menghancurkan hidupnya, namun karena kebencian dan ketakutan Tere padanya, Tere lebih memilih bungkam.
Jay Kusuma, dia sejujurnya sangat tidak suka diperintah untuk merubah perilaku Tere yang menurutnya tidak punya etika sama sekali, namun ketika Jay mengingat perbuatan Tere, dia bersemangat untuk memberi pelajaran pada wanita tidak punya sopan santun itu.
bagaimana kisah keduanya, yuk kita simak bersama
happy reading 💞💞💞
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mia pakes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS-30
Jelb.... achhhh, desah Tere, ketika milik Jay tertanam sempurna dibagian sensitifnya, "apa aku akan terlihat murahan dihadapnnya, setelah ini, bukankan memang aku sudah terlihat murahan sejak dulu," batin Tere, dia tidak bisah menolak sentuhan Jay yang memabukkan, apa lagi pria didepannya melakukan dengan lembut.
"Apa ini lebih nikmat dari pada milik pria bajingan itu?" Bisik Jay disela-sela hentakannya, sehingga Tere tersadar, Tere yang merasa sudah jengah dengan perkataan Jay yang terus berkata hal yang tak pantas langsung mendorong pria itu dengan kasar dan kuat, sehingga Jay terjerambak kelantai dan penyatuan itu terlepas.
Buk.... "Apa kamu sudah gila!" Bentak Jay yang merasakan sakit.
"Kamu yang gila! kenapa kamu selalu membahas itu, apa kamu tidak tahu, jika perkataanmu itu melukai hatiku berkali-kali! apa kamu tahu, aku butuh bertahun-tahun untuk melupakannya, tapi kenapa kamu selalu saja mengungkitnya!" Teriak Tere begitu keras dan emosi yang membara dalam dirinya, hatinya tercabik-cabik setiap mendengar perkataan Jay.
Dia ingin melupakan, tapi tidak ingin juga, dia sangat mencintai pria itu, sehingga dia tidak bisa membencinya hingga sekarang, anggaplah wanita ini bodoh, tapi mau bagaimana lagi, cinta yang iya miliki begitu menggebu sejak remaja.
Tere memungut seluruh pakainya yang berserakan dilantai dengan kasar, jangan lupakan airmata yang menetes dari kedua matanya, dia segera menuju kamar mandi dengan membalut tubuhnya menggunakan selimut, sedangkan Jay masih terpaku ditempat, dia terus menatap pintu kamar mandi, dan dia mendengar dengan jelas gemericik air dari dalam sana, sebab kamarnya tidak begitu besar.
Jay mengusap wajahnya kasar dan segera menuju lemari kecil yang ada disana dan mengambil sebuah kaos dan celana panjang berbahan denim, dia duduk disisi ranjang dan menunggu Tere disana, senjatanya kembali tertidur dan berganti rasa bersalah yang besar dalam dirinya, Jay lama melamun dan memikirkan kejadian ini, sehingga setengah jam berlalu, terdengar kenop pintu terbuka, Tere keluar dan menatap Jay sekilas, tidak lama dia menuju pintu untuk keluar dari kamar itu.
"Mau kemana, maafkan perkataanku tadi"
Maaf, sungguh menggelikan, apa semua akan usai dengan hanya kata maaf, Tere tidak menanggapi, dia melanjutkan langkahnya.
"apa kamu tuli!" Jay emosi, dia sudah merendahkan dirinya untuk minta maaf terlebih dahulu, biasanya Jay tidak akan peduli dengan itu, namun kali ini dia merasa sangat bersalah, namun Tere mengacuhkannya, sehingga emosinya tersulut, itulah Jay yang tidak bisa diacuhkan.
"Mari kita berpisah, dan lepaskan aku, aku berjanji akan menjadi wanita yang baik dan tidak akan lagi menyusahkanmu apa lagi kak Ziko, hubungan ini tidak sehat, aku berjanji akan mencari Nisa dan membawa kehadapanmu," ucap Tere tanpa menoleh, dia masih setia membelakangi Jay, agar tidak kembali emosi, hasratnya yang tadi menggebu lenyap seketika.
"Maka carilah smpai dia ketemu, setelah itu, kamu boleh pergi tanpa harus pamit padaku,karena saat anisaku kembali, aku sudah tidak membutuhkanmu!" Lugas Jay degan keyakinan yang kuat dan perkataan sadisnya.
Tere yang mendengar hanya mampu meneteskan air matanya, anggaplah dia lemah, sejak dulu cintanya hanya untuk Jay, pria yang selalu berkata kasar padanya akhir-akhir ini, meskipun Tere menjalin hubungan dengan Reno, namun rasa itu tidak semerta merta hilang begitu saja, sehigga rasa itu kembali menghantui Tere saat ini.
Tanpa mau menjawab, Tere kembali berjalan dan pergi dari sana, dia terus menunduk, sehingga sampai diloby kantor, hari yang memang sudah sore membuat loby kantor mulai rame, sebab sudah jam pulang.