Penguasa Daratan Merah
Menceritakan tentang seorang Raja Daratan Merah yang diincar oleh ketiga dewa agung, karena membawa ramalan buruk tentang mereka.
Zhen Wu yang mengetahui tentang ancaman itu, mencoba melawan mereka dengan segala kemampuannya. Dia menggunakan sebuah skill khusus yang hanya dia sendiri yang memilikinya, skill tersebut bernama Jiwa Neraka. Skill yang dapat mampu memanggil para Hantu dan mayat hidup yang sudah mati.
Namun karena kecerobohannya, dia pun terbunuh oleh ketiga Dewa Agung tersebut. Untungnya dia bisa memanfaatkan kelengahan para dewa, dan berhasil membawa jiwanya ke alam dunia bawah.
Zhen Wu yang telah berhasil berpindah tubuh, kini mulai bertekad akan membalas dendam terhadap para dewa yang mengincarnya, dan membuat ramalan yang ditakuti oleh mereka menjadi kenyataan.
*diusahakan update 2 chapter sehari atau lebih
*maaf jika masih terdapat banyak kekurangan, nantinya akan terus saya perbaiki.
terima kasih sudah membaca 😁
ig : @man_gervis
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Man Gervis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chp 30 : Dua Melawan Satu
Zhen Wu berbicara kembali pada Yin Sen melalui transmisi suara. "Gadis di depanmu itu selalu menggunakan kekuatan pada pedangnya. Cara agar kau bisa mengalahkannya, haruslah dengan mengandalkan kecepatan. Dengarkan dengan baik, gunakan teknik ini...," ucap Zhen Wu terus menjelaskan apa yang harus Yin Sen lakukan.
Zi Rin mengangkat lagi pedangnya, dia kali ini berniat untuk bisa mengakhiri mini turnamen. Kekuatan yang dikerahkannya ini lebih besar dari yang dia gunakan sebelumnya, alhasil membuat sekeliling pedang tersebut berhembus memecah angin.
Akan tetapi, saat pedang miliknya ingin menerobos pertahanan dari Yin Sen, tiba tiba dirinya dikejutkan dengan yang Yin Sen bergerak dengan sangat lincah.
Hal ini tentu saja membuat Zi Rin kebingungan, karena sedari awal Yin Sen hanya terus mengandalkan teknik pedang yang gampang tertebak olehnya.
"He, kau hanya beruntung saja bisa menghindar dari serangan ku. Kali ini aku akan mengalahkan mu dan memenangkan turnamen." Zi Rin mencoba kembali menggunakan kekuatannya, namun semua serangannya berhasil di hindari oleh Yin Sen.
Zhen Wu tersenyum tipis melihat Zi Rin yang terlihat kesal dengan rencana yang dibuatnya. "Haha, aku tahu semua kelemahan mu Zi Rin. Sebaiknya kau menyerah saja."
Zi Li melihat Zhen Wu yang tertawa dengan keadaan turnamen sekarang. Dalam hatinya dia juga ikut tertawa melihat Zi Rin yang mulai kesusahan. "Haha, menyerah lah saja Zi Rin, kau tidak akan bisa mengalahkan tuan."
Para penonton yang tadinya bersorak atas Zi Rin, perlahan berhenti dan merasa bahwa dominasi gadis itu sudah berakhir. Mereka merasa bahwa Yin Sen sedari awal hanya menahan diri, maka dari itu dia mulai menunjukan semua yang dia miliki sekarang.
Namun semua orang tidak mengetahui kebenarannya, bahwa Yin Sen sebenarnya dibantu oleh Zhen Wu. Mereka dikelabui oleh seorang anak 13 tahun yang saat ini memegang kendali panggung arena.
Zhen Wu terus berbicara dengan Yin Sen, sampai ketika dirinya berkata sesuatu untuk mengakhiri pertandingan.
"Gadis itu sangatlah ahli dalam serangan menyilang, sebisa mungkin kau fokus untuk menghindari semua tebasannya. Gunakan teknik yang ku katakan padamu tadi, pukul dia dengan permukaan pedang yang datar, dan dorong dia hingga bisa terjatuh ke luar arena." Zhen Wu masih terus berbicara menggunakan teknik yang dia pakai. Dirinya merasa hampir mencapai batasnya.
"Akan kulakukan." Yin Sen perlahan mengangkat pedangnya, bersiap menggunakan teknik yang diajarkan oleh Zhen Wu terburu-buru.
"Aku akan mengalahkan mu, sekarang," ucap Yin Sen, mencoba mengangkat pedangnya.
"Kau tidak akan bisa mengalahkan ku. Justru kau yang akan kalah disini." Zi Rin bergerak lagi menyerang Yin Sen, kali ini dia berniat memakai kekuatan hantunya untuk bisa melukai lawan di depannya.
Sesaat Yin Sen merasakan perasaan aneh sewaktu Zi Rin bergerak ke arahnya. Zhen Wu yang melihat Zi Rin mulai memakai aura hantu, dengan cepat dia berkata pada Yin Sen, "Jangan takut! Serang dia sekarang. Ini saat yang tepat untuk kau mengalahkannya," ucapnya sedikit kesal melihat Zi Rin menggunakan aura hantu di mini turnamen ini.
Yin Sen mengangguk, mencoba mengambil nafas untuk bersiap menyerang balasan.
"Ilmu Pedang Angin - Tebasan Lingkaran"
"Apa? Teknik itu kan." Zi Rin dikejutkan dengan teknik yang digunakan oleh Yin Sen. Sebab dirinya tentu mengenal teknik itu dengan baik.
Yin Sen bergerak memutari arah serangan Zi Rin. Menggunakan Qi miliknya dalam jumlah yang besar, dirinya berhasil memukul Zi Rin dengan permukaan pedangnya yang rata.
Zi Rin yang terkena hantaman pedang Yin Sen, seketika terlempar keluar panggung hingga dirinya terjatuh ke tanah. Semua penonton terdiam melihat Zi Rin, mereka tidak menyangka bahwa Yin Sen mampu mengalahkannya.
"Hooo!! Pemenang dari pertandingan ini adalah, Yin Sen!! Dengan ini mini turnamen dinyatakan, SELESAI!" teriak pembawa acara menyatakan sang juara.
Semua orang sangat terhibur dengan pertandingan kecil ini. Mereka menjadi sangat tidak sabar untuk turnamen besarnya, karena pasti akan banyak kontestan yang lebih kuat dari mereka yang akan bertanding.
Disisi lain Yin Sen tidak terlalu senang dengan kemenangannya, dirinya merasa bahwa kemenangan ini bukan terjadi atas kekuatannya, melainkan seseorang yang dia tidak ketahui sama sekali.
Dari atas panggung, Yin Sen berusaha mencari seseorang yang berjasa membantu dirinya menang. Dia berharap bisa berbicara dengannya, walaupun hanya sebentar saja. Sebab setelah dia memenangkan mini turnamen tersebut, transmisi suara yang didengarnya tiba-tiba saja terputus, membuat dirinya bertanya tanya kemana orang itu pergi.
Namun, tidak jauh dari panggung arena, ada seseorang yang saat ini terjatuh lemas hampir tidak sadarkan diri, orang tersebut merasa bahwa roh miliknya seperti ingin berpisah dari tubuhnya. Orang tersebut adalah Zhen Wu. Dia saat ini tengah dibantu oleh Zi Li untuk bisa berdiri kembali.
"Tuan, apa yang terjadi padamu? Lebih baik kita keluar dulu dari keramaian ini." Zi Li berusaha membantu Zhen Wu bergerak, karena saat ini Zhen Wu kekurangan darah sehabis menggunakan teknik terlarang yang dia pakai sebelumnya.
Zhen Wu yang tampak pucat, dengan perlahan berbicara pada Zi Li, "Bantu aku mengambilkan pil pemulihan di cincin ruang ku. Aku tidak berdaya saat ini untuk mengalirkan Qi milikku sekarang."
"Baik." Zi Li mengalirkan Qi miliknya untuk mengambil pil yang dimaksud oleh Zhen Wu.
Cincin ruang di dunia bawah ini bisa dibuka hanya dengan mengandalkan Qi saja. Berbeda dengan cincin ruang di alam atas yang semuanya harus meneteskan darah, cincin ruang dunia bawah bisa dengan menggunakan Qi sendiri ataupun orang lain, tanpa perlu melakukan hal yang sulit untuk membukanya.
Namun hal ini juga yang membuat cincin ruang di dunia bawah ini sangat minim tingkat keamanannya. Membuat siapapun bisa dengan gampangnya membuka hanya dengan bermodalkan Qi milik mereka sendiri.
Satu butir pil pemulihan yang berada di cincin ruang Zhen Wu berhasil Zi Li temukan. Dia lalu membantu Zhen Wu untuk menelan pil tersebut.
Setelah beberapa menit, Zhen Wu sudah bisa berdiri kembali. Dia lantas menatap panggung arena yang sudah mulai bubar. Banyak dari para penonton mulai pergi satu persatu, untuk melanjutkan aktivitas mereka yang tertunda akibat dari mini turnamen ini.
Dikarenakan Zhen Wu sempat kehilangan tenaga beberapa menit yang lalu, dirinya saat ini telah melewatkan untuk melihat penerimaan hadiah turnamen.
Selanjutnya>>>
**Note.
maaf kemarin upload nya sempat tertunda beberapa hari. dikarenakan hp saya mengalami kerusakan LCD parah, jadinya saya terhenti untuk menulis chapter selanjutnya.
Namun hari ini, alhamdulillah handphone saya sudah selesai diperbaiki, dan akan terus diusahakan untuk tetap rutin update sampai karya ini tamat sepenuhnya.
Nantikan terus kelanjutan cerita Zhen Wu dalam serial novel Penguasa Daratan Merah.
Tokoh villain nya kapan muncul ya? Semoga villainnya cukup keren dan sebanding. Jangan ngebadut. Jadi perjuangan MC lebih terasa gitu. Ga melulu OP.