NovelToon NovelToon
Jerat Kakak Angkat

Jerat Kakak Angkat

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Cinta Terlarang / Playboy
Popularitas:506.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Titin

Memiliki dua kepribadian yang bertolak belakang membuat Alvaro terjerumus dalam kesalahan besar. Sayangnya lagi kesalahan yang dia lakukan bukan dengan orang lain, melainkan dengan adik angkatnya sendiri.
Menyadari kesalahannya Alvaro berusaha lepas dari jerat yang menyiksa itu. Tapi sayang perasaannya terlanjur dalam. Lalu bagaimana dengan Irene, adik angkatnya yang menjadi korban kepribadian gandanya. Mungkinkah Irene merasakan perasaan yang sama. Untuk cerita setengahnya baca kelanjutannya ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Titin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 30

Alvaro memanggil beberapa pelayan untuk membantu Iren mengemasi barang pribadinya.

Sementara dia pergi ke lantai bawah menemui Tery. Gadis itu di kurung Alvaro di kamarnya. Dengan pengawasan dua bodyguard nya di depan pintu.

Mata Tery nyalang menatap sosok Alvaro yang baru saja membuka pintu kamarnya yang sedari tadi terkunci. Pria itu terlihat begitu tenang menanggapi ke marahan Tery.

Alvaro menutup pintu, lalu duduk di hadapan Tery. Wanita itu tak melepas pandangannya dari wajah Alvaro.

Pria itu membalas tatapan Tery dengan sorot mata tak terbaca. "Kau masih marah?" tanyanya berusaha mencairkan suasana.

Tery mencebik. "Menurut mu?!" sahutnya ketus. Alvaro menarik nafas dalam.

"Ini salahku. Kedepannya jangan lagi menyalahkan Iren."

Tery mengernyitkan alisnya menatap Alvaro. "Kedepannya? Apa kau tidak akan melepas ja lang itu?!" umpat Tery.

Alvaro menghempas nafas kasar. "Jangan sembarangan mengatai Iren. Dia bukan ja lang. Tery, jangan lagi membuat keributan dengan Iren, kalau kau tidak bisa melakukannya. Aku akan mengirimmu pulang." ancam Alvaro. Tety membulatkan matanya menatap Alvaro, dengan dada naik turun menahan marah.

"Varo! Aku ini kekasih mu. Bagaiamana aku bisa menahan diri, melihat pela cur itu menggoda mu!"

"Tery!!" bentak Alvaro dengan rahang mengeras.

"Aku yang salah dalam hal ini. Andai dia bisa lari dariku dia sudah melakukannya. Tapi akulah orang yang membelenggu kakinya dengan rantai baja. Jadi kalau kau mau marah, marah saja aku. Jangan pernah lagi menyentuhnya, walau hanya seujung kuku. Aku tidak tau, apa lain kali aku masih memiliki kesabaran seperti saat ini. Lagi pula, dia hadir di saat kau tidak ada di sisiku." imbuhnya dengan wajah penuh ketegasan.

Wajah gadis itu pucat pasih. Dia benar benar sudah kehilangan cinta Alvaro. Lelaki itu tak pernah memberi perhatian sebesar ini pada wanita lain, selain padanya. Saat kuliah, banyak wanita yang tak tahu malu menyerahkan hati dan tubuhnya pada pria berwajah dingin ini. Tapi mereka akhirnya menangis patah hati, sebab Alvaro hanya butuh tubuh bukan hati.

Tapi hari ini Tery melihat sendiri, Alvaro memberikan hatinya untuk seorang Iren.

"Jadi apa maksudmu menerima ku kembali?" tanya gadis itu dengan mata berkaca kaca. Walau dia sendiri sadar jarak dan waktu mampu merubah hati dan perasaan seseorang. Tapi dia tak rela, Alvaro berubah.

Alvaro memejamkan matanya. Berusaha mencari jawaban dari pertanyaan Tery. Tentu saja karena dia mencintai Tery, kalau bukan cinta memangnya apa lagi? Itu yang ingin diyakini Alvaro, walau dia tau alasan sebenarnya kenapa dia mempertahankan Tery di sisinya.

"Kau sudah tau jawabannya. Jangan mendikteku dengan masalah perasaan."

"Kalau begitu lepaskan dia. Kau tau bukan, aku tak sudi mengalah."

Alvaro menatap Tery lekat lekat. "Jangan mengaturku Tery. Dia pergi atau tinggal itu bukan wewenangmu. Aku hanya ingin memberi tahu, jangan lagi menyentuhnya. Urusanmu dengan ku, bukan dengannya. Jangan membuatku melewati batasku. Aku bukan lelaki penyabar." ujar Alvaro.

"Istrahatlah, kau mungkin lelah." imbuhnya lagi.

Jemari Tery mengepal erat, menatap kepergian Alvaro dari kamarnya. Ingin rasanya dia mencincang tubuh Iren menjadi potongan potongan kecil. Lalu di berikan ke anjing jalanan.

Tapi dia sadar, kelembutan Alvaro bukan karena cintanya yang begitu dalam. Tapi karena hutang nyawa yang di buat kakaknya. Dia beruntung kakaknya melakukan itu, walau dia harus kehilangan kakaknya untuk selamanya. Tidak perduli karena tepaksa atau dengan suka rela, dia ingin Alvaro menyerahkan hatinya hanya untuknya. Karena takdir Alvaro adalah miliknya, bukan orang lain.

Alvaro kembali kembali kekamar Iren. Barang barang Iren sudah tersusun dalam beberapa koper dan boks. Sementara Iren juga sudah bersiap. Ada nyeri di sudut hati Alvaro saat melihat luka luka di tubuh gadis itu.

"Kita pergi sekarang." ujar Alvaro lalu keluar dari kamar itu.

Iren menarik nafas dalam. Memandangi seluruh sudut ruang kamar. Selama beberapa tahun ini dia bernanung di sini dengan status putri seseorang. Dan akhirnya hari ini dia harus pergi meninggalkan tempat ini dengan cara menyedihkan.

Dia tak mungkin akan diterima dengan baik oleh mama dan papanya. Setelah apa yang dia lakukan dengan Alvaro. Dia yakin Tery pasti akan mengadukannya ke mama. Tidak apa, dia sudah siap menerima kemarahan mama, seperti saat Tery melampiaskan kemarahannya.

Tak berapa lama mereka tiba di apartemen. Dengan alasan pekerjaan yang mendesak. Alvaro meninggalkan Iren seorang diri, menyusun semua barang yang dia bawa.

Bagi Iren itu bukan pekerjaan sulit. Lagi pula tidak banyak barang yang dia miliki. Hanya baju dan perlengkapan kuliah.

Iren merebahkan tubuhnya di atas sofa, merenggangkan punggungnya yang terasa pegal. Karena terlalu lama duduk saat menyusun barang.

Tiba tiba hp nya berdering. Ternyata Hilda yang menghubungi.

"Halo Hil."

"Halo, lo sakit apa Ren?"

"Sakit?"

"Lah, tapi kakak lo datang ke Dosen minta izin buat lu absen beberapa hari. Katanya lo sakit."

Iren terdiam beberapa saat. "Hanya demam biasa, tapi ini udah mendingan kok." sahut Iren.

"Tapi besok udah bisa masuk kan?"

Iren tak langsung menyahut, dia beranjak bangkit lalu berjalan menuju meja rias. Menatap pantulan wajahnya di cermin, sepertinya lebam dipipinya butuh waktu beberapa hari baru hilang.

"Kayaknya belum Hil, masih lemes kalau kuliah."

"Ya udah, selesai jenguk Rey kami mampir ke rumah mu ya."

"Rey sakit?"

"Loh, belum denger apa? Rey kecelakaan kemarin malam. Mobilnya terbalik setelah di tabrak mobil lain. Udah gitu kata anak anak yang udah pada jenguk. Dia juga di pukuli oleh seseorang, tapi gak tau deh. Nanti kalau udah ketemu Rey baru jelas gimana ceritanya."

Mendengar itu, pikiran Iren jadi tak karuan. Dia langsung kepikiran Alvaro, apa dia ada hubungannya dengan kecelakaan Rey?

"Ren! Kok diem."

"Eh maaf Hil. Tapi gak usah hari ini ya mampirnya. Besok aja, gak apa kan?"

"Oh ya udah besok juga gak apa, pulang kuliah kami langsung otw. Eh besok mau di bawain apa?"

"Apa aja boleh, aku masih doyan makan segalanya kok."

"Hahaa kampret lo. Udahan dulu ya, udah pada mau berangkat tuh."

"Ohh, oke."

Iren mengehpaskan tubuhnya di atas sofa dengan kasar. Rey kecelakan?

Apa ini ulah Alvaro? Mau tidak berprasangka, tapi ancaman Alvaro untuk Rey membuat Iren berpikir Alvarolah pelakunya.

Iren memejamkan matanya erat erat. Hidupnya benar benar kacau dalam sekejab. Padahal beberapa tahun belakangan, Alvaro terlihat begitu tenang, bahkan cenderung memperlakukan Irene dengan dingin.

Bahkan bicara saja bisa di hitung dengan jari dalam sebulan. Lelaki itu seakan menganggap Iren makhluk kasad mata. Lalu tiba tiba Iren mendapati pria itu merangkak di atas tubuhnya.

"Hhhh!" Iren membuang nafas kasar mengingat kejadian itu. Itu adalah awal dari semua peraka ini. Dan sekarang, hidupnya sudah terperosok terlalu dalam di lubang hitam yang tak berdasar.

Iren membuka matanya lalu menatap ke pintu. Seseorang sedang memasukkan kombinasi angka, lalu pintu terlihat terbuka. Terlihat sosok Alvaro masuk bersama seorang wanita memakai seragam pelayan berusia dua puluh limaan.

"Kau sudah selesai berberes?" tanya Alvaro heran. Saat dia memeriksa kamar dan barang Iren sudah tersusun rapih di tempatnya.

"Sudah."

Alvaro berdecak kesal. Dia pergi begitu saja karena ada pertemuan penting dengan klien. Padahal dia ingin bilang agar Iren istrahat saja, karena dia sedang mencari pelayan untuknya.

"Dia siapa?" tanya Iren, jari Iren menunjuk pada wanita muda di depannya.

"Ohh, dia pelayan yang akan menemani di sini. Aku ada perjalanan bisnis besok, mungkin akan memaka waktu sedikit lama. Jadi aku ambil dia untuk teman mu." sahut Alvaro.

Iren melirik sekilas ke wanita di depannya. "Pulangkan saja. Aku tidak butuh pelayan. Aku sanggup mengerjakannya sendiri." ujarnya sembari menatap lekat lekat wajah Alvaro. Apa apaan dia mencari pelayan muda, cantik dan seksi begini. Dia berencana cuci mata?

Alvaro menarik nafas dalam. "Dia hampir seumuran dengan mu, aku rasa akan lebih leluasa saat kalian ngobrol."

"Kakak butuh teman ngobrol?"

Alvaro kembali menarik nafas dalam. "Iren, kau paham apa yang aku katakan bukan? Jadi jangan mengarahkan pembicaraan ke tempat lain."

Iren mencebik kesal, dia merasa tak nyaman dengan pelayan muda di antara mereka. Tapi dia juga tak bisa membantah si tuan keras kepala itu.

"Terserah padamu saja." ujar Iren akhirnya.

Alvaro menatap wanita muda yang sedari tadi hanya diam. "Sita, kau bisa menyusun barang mu di kamar yang ada di pojok belakang." titah Alvaro.

"Baik tuan."

Iren melirik sekilas saat wanita itu pergi pembawa kopernya ke kamar belakang.

"Ada apa? Kenapa wajahmu terlihat kesal. Padahal aku menghadiahi mu pelayan."

Iren mencebik. Pelayan cantik, muda, dan seksi. Sebenarnya siapa yang senang di sini ?

Bersambung

1
Anne Siregar Siregar
kenji atau Rey????
Anne Siregar Siregar
gila alvaro🤭🤭🤭
Itha Fitra
di ajak nikah,msih di pertimbangkan .di ajak kawin oke" aja,gk pke mikir
Itha Fitra
pergi ke LN cepat bnget y,serasa pergi ke kampung sblh.holang kaya mah bebas
Itha Fitra
kirain mau mnyatukan iren ama alvaro,sblm dia tunangan
Itha Fitra
pasti kakak sulung iren si glen yg menculik iren
Itha Fitra
siap " aja kau varo,khilangan gadis yg kau buntingin.
Itha Fitra
mana orang bayaran si tery ya?
Itha Fitra
knp iren gk jujur sih,ama alvaro?
Itha Fitra
hrs ksih tahu lah,biar dia gk make lu dg kasar lg.apapun yg akan terjadi,lu hrs siap menerima resiko ny
Itha Fitra
knp ortu varo ribut,aplg ibu ny sampai pingsan?
Itha Fitra
laki" penjahat kelamin
Itha Fitra
udh tau sisi buruk varo,msih mau di jd kn suami? mikirrrrrr..
Itha Fitra
varo ny egois
Itha Fitra
knp alvaro gk trus terang aja sih,ama ortu ny.bhw dia suka ama iren n udh merawanin adik angkat ny itu.supaya ortu ny cepat mnghalal kn kedua anak ny itu
Itha Fitra
hilda mau besuk iren,sdng kn iren blm mnyebut kn dia tinggl dmn
Itha Fitra
mama ny alvaro jg aneh,udh tahu tery ada hubungan dengan alvaro.knp di suruh tinggl satu atap? budaya bebas di LN di bw masuk ke dlm negeri
Itha Fitra
s'moga saja ibu alvaro sgera tahu,perbuatan kedua ny.sblm ibu ny pergi ke LN
Itha Fitra
klu hny sekali melakukan hubungan intim,itu nm ny khilaf.klu udh berkali" nm ny ketagihan
Itha Fitra
nasehat ibu angkat,atau calon ibu mertua? gmn klu iren kburu hamil,apa nasehat ibu masih berlaku?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!