Bagaimana perasaan mu jika kekasih yang kau cintai mengaku telah menghamili gadis lain tepat sehari sebelum hari pertunangan mu?
Lisa Anastasia, seorang gadis manis yang jenaka. Harus menerima pahit nya penghianatan sang kekasih bernama Candra Adijaya. Lalu bagaimana Lisa menjalani kehidupan nya dibawah bayang-bayang sang mantan, akankah gadis manis itu bangkit dari jurang keterpurukan yang mendalam?
Follow akun IG : _lisaautmptri
(BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA)
KLIK FAVORITE, LIKE, KOMEN, VOTE!!
NOVEL INI HANYA TERBIT DI MANGATOON!!!
(Harap lapor jika menemukan kesamaan di platform lain!!)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lisaautmptri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MY SWEET LISA 30
JANGAN LUPA LIKE SEBELUM BACA!
Suasana café sore hari terlihat ramai, sejak tadi beberapa pelanggan bergantian mengantre tempat duduk. Teriakan demi teriakan para pelanggan meminta pesanan membuat Lisa kalang kabut sendiri.
Gadis itu berlarian, membawa beberapa pesanan dengan nampan besar. Lisa melihat Nathan, tengah sibuk melayani pesanan dari beberapa orang yang baru saja masuk. Di bagian dapur, Margaretha lah yang menguasainya. Wanita tua itu bertugas sebagai juru masak, tentu saja dengan bantuan beberapa orang lagi.
Setelah beberapa kali bolak-balik mengantar pesanan, Lisa duduk dikursi tempat biasanya menerima pesanan. Gadis itu mengambil majalah edisi minggu lalu dimeja, lalu mengibaskan untuk menghilangkan rasa gerah.
Nathan berjalan dari kejauhan, pemuda itu tampak sama lelahnya dengan Lisa.
"Setengah jam lagi waktu kerja kamu selesai," Ucap Nathan memberitahu. Lisa melirik jam ditangan kirinya, sekarang hampir pukul lima sore. Jadi sudah seharian ini dirinya bekerja melayani para pelanggan, pantas saja tubuh sudah terasa lengket.
"Yaa aku tahu, dan minggu depan aku gajian." Jawab Lisa bersemangat mengucapkan kata 'gaji' mengingat ini adalah akhir bulan, dan uang saku nya sudah menipis.
"Kerja aja malasan udah tanya tentang gaji kamu?!" Margaretha menyindir pedas, entah darimana muncul nya wanita tua itu. Tangan kanannya memegang nampan besar berisi beberapa minuman bersoda dingin.
Lisa berdecak sebal, lalu membuang muka dari wanita tua itu. "Nenek tuh kebiasaan yah kalau ngomong gak bisa santai? Hati-hati cepat tua loh nek," Ucap Lisa dengan suara lemah, dan benar saja wanita itu sama sekali tidak mendengar ucapannya.
"Nenekku emang gitu, kamu harus banyak sabar sama dia. Kalau bicara sama dia, bisa-bisa kita yang mati muda sebelum dia," Nathan bicara pelan, pandangan matanya mengikuti kearah mana neneknya melangkah.
Pemuda itu memang humoris, kadang saat waktu senggang dan mengobrol ada saja yang bisa dia lakukan dan membuat Lisa tertawa.
"Yaudah sana siap-siap pulang, jam kerja kamu bentar lagi selesai," Ucap Nathan menepuk pundak gadis itu.
"Tapi masih ramai, nanti aja aku pulang waktu sepi."
"Cepat pulang sana, aku ini boss kamu nggak nurut bisa-bisa ku potong gaji kamu!" Gumam Nathan dengan mimik wajah serius.
Namun bukannya membuat Lisa segan justru gadis itu menahan tawa melihat eskpresinya yang sok serius. Gadis itu menurut, masuk kedalam untuk mengambil beberapa tas dan barangnya.
"Bye, see you tomorrow!" Lisa menepuk pundak Nathan sambil tersenyum, lalu pergi saat mendapat anggukan dan senyuman dari Nathan. Gadis itu menghampiri Margaretha yang tengah berbincang dengan petugas kebersihan di halaman café.
"Nenek aku pulang yah," Pamit gadis itu sembari menarik tangan Margaretha untuk di cium.
"Hei, mau apa sih kamu?" Tanya Margaretha bingung, wanita tua itu sudah menunjukkan sisi galaknya.
"Cium tangan heheh,"
"No!" Mengibas-ngibaskan tangan saat Lisa berusaha meraihnya.
Cup
"Yaudah cium pipi aja!" Selesai melakukan aksinya baru meminta izin, membuat Margaretha naik pitam. Wanita tua itu mengusap-usap wajahnya dengan kasar.
"Anak muda kurang ajar, sembarangan mencium orang lain. Sini kamu!" Sudah memegang sapu di tangannya, entah dari mana datangnya sapu itu. Tadi Lisa tidak melihat ada sapu sama sekali di tangannya, di sekitar sini juga tidak ada sapu. Lalu darimana datangnya?!
"Kaburrrrr!" Gadis itu berlari secepat mungkin meninggalkan Margaretha yang sudah melayangkan gagang sapu.
"Wleekkk!" Lisa berbalik badan, lalu menjulurkan lidah mengejek wanita tua yang sudah tidak bisa berlari mengerjarnya. Gadis itu terus melangkah mundur sambil tertawa-tawa mendengar umpatan kekesalan Margaretha di kejauhan sana.
Brukkk.
Kaki Lisa menginjak sesuatu, tubuhnya membentur sesuatu. Gadis itu tidak berani menoleh, tangannya tergerak meraba-raba sesuatu dibelakangnya. Geser-geser ke kiri dan kanan, gadis itu masih meraba dibelakangnya tanpa berani menoleh.
Oh ini saku! Gumam Lisa, cekikikan sendiri. Gadis itu masih belum sadar apa yang dia lakukan.
Ini apa?! Bentuknya aneh! Masih terus meraba tidak jelas, tangan kanannya mengetuk-ngetuk dagu berpikir.
Lisa melirik samping saat ada seorang pria yang melewatinya sambil menahan tawa. Memang apa yang lucu? Pikir Lisa heran, tangan kiri nya masih meraba apa yang ada dibelakangnya.
Sedetik kemudian gadis itu tersadar, matanya membelalak kaget. Secepat mungkin berbalik badan, melihat apa yang ada dibelakangnya.
"Aaaaaaaaa!" Lisa berteriak kehebohan, saat menyadari dirinya baru saja menabrak seorang manusia. Lebih tepatnya seorang pria! Dan yang diraba-raba nya tadi adalah...
Lisa melihat apa yang baru saja dirabanya, dia baru saja memasuki area terlarang seorang laki-laki. Lisa mendongak, mencari wajah orang itu.
"Chriss!" Lisa berteriak semakin kaget, oh ya Tuhan. Coba tolong jelaskan pada Lisa apa yang barusaja di lakukannya. Meraba daerah terlarang seorang laki-laki di pinggir jalan, dan yang lebih memalukan, laki-laki itu adalah Chris!
Laki-laki itu masih berdiri terpaku, wajahnya memerah dan matanya terlihat membesar. Chris juga sama kaget dan malunya dengan Lisa. Chris masih belum sembuh dari shock nya, laki-laki itu awalnya berniat membuat Lisa terkejut. Tapi justru dirinya yang sekarang terkejut karena ulah nakal gadis itu.
Jurang?! Aku mau ke jurang! Lisa meraung-raung dalam hati, mungkin saat ini gadis itu memilih mati saja karena sudah tidak sanggup menanggung malu.
Lisa masih menatap Chris dengan wajah kaku, gadis itu melangkah mundur perlahan. Lalu secepat mungkin berbalik badan dan berniat meninggalkan Chris.
"Eh, mau lari kemana kamu?!" Chris menarik lengan gadis itu secepat mungkin.
"Enak aja mau kabur, tanggung jawab kamu gadis nakal!" Chris mencubit hidung Lisa sekeras mungkin membuat gadis itu mengaduh karena kesulitan bernapas.
Lisa menunduk, menyembunyikan rona merah di wajahnya yang muncul karena perlakuan manis Chris, namun rasa malu lah yang membuat wajahnya menjadi merah padam.
"Kamu sengaja yah mau menggoda aku?!" Tanya Chris dengan nada mengejek yang kentara, pemuda itu menunduk ingin melihat wajah merah Lisa.
"Chris...," Lirih Lisa tertahan, cukup sudah semua ini. Sekarang di hadapan Chris, Lisa tidak akan terlihat lebih hina lagi dari ini.
Huweeee kenapa harus begini sih?! Gadis itu menangis lirih, didalam hati tentunya. Meratapi harga dirinya yang hilang akibat perbuatannya sendiri.
"Dasar gadis nakal!" Kali ini Chris mengetuk kepala gadis itu, pemuda itu tertawa senang. Bukan, bukan karena tragedi yang dilakukan Lisa! Chris senang karena melihat rona merah diwajah Lisa yang menahan malu.
"Kamu kenapa tiba-tiba ada disini?! Bukannya kamu pulang masih tiga hari lagi?" Tanya Lisa mengalihkan pembincaraan, karena seingatnya Chris pernah bilang akan menghabiskan waktu sepuluh hari disana. Dan ini baru seminggu, tapi pemuda itu sudah kembali.
"Lusa aku ada pekerjaan, jadi hari ini dan besok aku mau sama kamu, sweet." Chris berkata senang, lalu menoleh pada Lisa disampingnya.
Lisa hanya ber-oh ria sembari mengangguk mendengar jawaban Chris, gadis itu masih belum berani menoleh pemuda disampingnya. Rasa malu nya masih belum hilang. Lisa dan Chris berjalan beriringan, hari ini pemuda itu mengenakan setelan casual. Dengan kaos lengan pendek berwarna hitam, dan celana jeans hitam pula. Sungguh kebiasaan Chris yang satu ini membuat Lisa bingung sendiri, kenapa pemuda itu selalu mengenakan pakaian hitam-hitam.
"Ayo ke apartment ku," Ajak Chris dengan semangat, Lisa sontak menoleh pada pemuda yang masih menatapnya itu.
"Ke mana?"
"Ke apartment, disana ada Bianca. Bukannya kemarin kamu bilang rindu sama dia?"
"Emm, itu.." Lisa kembali teringat perang komentarnya dengan Bianca di postingan gadis itu.
Melihat Lisa yang terdiam, Chris mendekatkan wajahnya pada gadis itu.
"Kamu nggak kangen aku, sayang?" Bisiknya lirih di telinga Lisa, gadis itu tersentak kaget. Matanya membesar menatap Chris.
Dia barusan... bilang apa? Wajah Lisa kembali memerah, mendengar kata 'sayang' yang diucapkan Chris membuatnya seakan melayang ke awan-awan.
Oh, God. My man in black just called me baby!
🌺
🌺
🌺
Ekhem😆 Yang udah liat visual babang Chris dan mbak Lisa sekarang dah gak penasaran lagi yah. Ternyata si Chris gak pendek botak🙄
Btw, mana dong vote nya jangan sampai kendor loh :)
like komen dan vote jangan sampai tinggal okeh☺
cemunguutt wkwk
biar skalipun clara ngancam bunuh diri setauku candra cuek saja karena dia benci sama clara apalgi mau tunangan ma lisa pujaan hatinya
ga seru cerita ny karakter pemainnya diubah2
sunting saja deh.