Apa jadinya jika yang berada di sisimu ternyata bukan suamimu tetapi wajah mereka sangat mirip bagai pinang dibelah dua tidak ada bedanya?
Yasmin (27 tahun) yang tengah berbadan dua sungguh bahagia dan kembali ceria saat suaminya, Aldavi Wiyono (30 tahun), kembali pulang setelah mendadak hilang tanpa kabar selama dua pekan lamanya. Akan tetapi bagaimana kelanjutan pernikahan Yasmin dan juga nasib buah hatinya ketika dia mengetahui fakta mencengangkan bahwa suami yang berada di sisinya ternyata bukan suaminya namun kembaran suaminya yang bernama Aldava.
Apa yang terjadi dengan suaminya hingga kembarannya menggantikan posisinya?
Simak kisah mereka yang penuh liku dan tabir💋
Karya ini telah menandatangi kontrak eksklusif dengan NovelToon dan hanya boleh dipublikasikan di platform ini. Segala bentuk pelanggaran hak cipta akan dikenakan sanksi hukum.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30 - SAH
Aldava sedari tadi cekikikan dalam hati bahkan mimik wajahnya sudah seperti orang tak berdosa membiarkan sang asisten memojokkan calon mertuanya sendiri. Dasar calon menantu somplak. Satu server dengan calon mertuanya sendiri atau mungkin satu server juga dengan pembaca othor tidak solehot ini.
Pak Sastro begitu terkejut sebab kartu As nya bisa diketahui oleh asisten Aldava yang super genius ini. Padahal dia sudah menyimpan rapat-rapat pernikahan sirinya dengan Marini. Dirinya menikahi janda sebelah yang bernama Marini ,47 tahun, juga bukan karena kebutuhan biologisnya semata.
Awalnya Pak Sastro kasihan melihat wanita itu selalu dijadikan pembantu di rumahnya sendiri oleh keluarganya sebab Marini diceraikan oleh mantan suaminya yang seorang juragan sayur karena divonis mandul. Dan tidak mendapatkan harta gono gini sepeserpun dari mantan suaminya. Sehingga Pak Sastro menolong Marini dengan cara menikahi janda tanpa anak tersebut.
Namun pernikahan yang sudah berlangsung selama satu tahun ini akhirnya membuat benih-benih cinta keduanya pun tumbuh dengan subur. Sehingga Pak Sastro tentu saja tidak ingin kehilangan Marini. Ia butuh teman hidup, teman curhat, teman main bola setiap malam dan tentu saja teman memandikan perkututnya.
Akhirnya Pak Sastro merestui pernikahan Aldava dengan Yasmin demi kebaikan bersama. Bukan untuk dirinya sendiri tetapi ia juga tidak mau anaknya menjadi janda tidak jelas terlebih tengah mengandung pasti butuh dukungan seorang suami di sampingnya.
Sebagai Ayah yang baik dan sangat menyayangi putrinya, ia tidak mau Yasmin terpuruk mendengar Aldavi telah tiada. Akhirnya ia juga terpaksa menyetujui permintaan Aldava untuk sementara merahasiakan jati dirinya pada Yasmin dan berita Aldavi yang telah meninggal dunia.
Nanti jika Yasmin telah melahirkan dan kondisi sudah cukup baik maka Aldava sendiri yang akan menjelaskan pada Yasmin. Ia berharap Yasmin ikhlas menerima takdir namun ia juga sudah siap jika wanita itu marah padanya. Aldava akan terima konsekuensinya apapun selama tidak ada kata perceraian dalam pernikahannya dengan Yasmin.
Ia ingin menikah sekali seumur hidupnya dan hanya maut yang memisahkan. Seperti rumah tangga kedua orang tuanya. Entah bagaimana murkanya Aldava jika mengetahui bahwa sang Paman memiliki cinta pada mendiang ibu kandungnya. Bahkan menjadi dalang penyebab keluarganya hancur berantakan hingga banyak nyawa yang menjadi korban.
"SAH,"
Pagi itu di rumah Pak Sastro, Aldava mengucap ikrar suci menghalalkan Yasmin untuk dirinya. Pernikahan tertutup dan singkat telah dilakukan bahkan Pak Sastro tak menyangka bahwa Aldava telah menyiapkan segala urusan dokumen, mahar, penghulu, saksi dan persiapan pernikahan lainnya yang sudah komplit sebelum ia minta.
Pak Sastro yang awalnya berfikir bahwa pernikahan putrinya dengan Aldava hanya sebatas pernikahan siri ternyata tidak. Keduanya menikah secara sah dan telah terdaftar di catatan sipil juga. Kekuatan uang memang secepat kilat mengalahkan kecepatan pesawat NASA yang terbang ke bulan.
Akhirnya status Aldava dan Yasmin sudah sah menjadi suami istri baik secara agama maupun negara. Senyum sumringah terpancar pada raut semua orang. Tak terkecuali Mahesa yang selama proses pernikahan putranya itu dirinya menyaksikan secara daring lewat video call yang dilakukan oleh Lexi.
Bahkan Marini pun dihadirkan oleh Pak Sastro setelah ia menghubungi istri sirinya itu. Aldava mencium tangan kedua mertuanya yaitu Pak Sastro dan Bu Marini dengan takzim. Selayaknya menantu kepada mertua yang ia hormati.
"Cintailah Yasmin seperti kami mencintainya sepenuh hati. Jika semisal Yasmin berbuat salah dan kamu tak mau menerimanya kembali sebagai istri. Tolong jangan sakiti putriku baik fisik maupun hatinya. Kembalikan saja dia secara baik-baik padaku. Sebagai Ayah, aku sendiri yang akan memberikan pelajaran bagi putriku agar menjadi istri yang baik di mata suami," tutur Pak Sastro dengan menitikkan air matanya pada Aldava.
"Saya berjanji pada Bapak bahwa tidak akan pernah satu tapak tangan saya yang akan melukai tubuh Yasmin dari ujung rambut hingga ujung kakinya. Bahkan kuku Yasmin pun akan saya jaga Pak dengan cinta," ucap Aldava lembut namun tegas.
Semua orang yang hadir begitu terharu melihat interaksi Pak Sastro dan Aldava. Mungkin jika Yasmin mendengar ungkapan cinta Aldava bisa-bisa pingsan sebelum berperang keringat.
Aldava dan Lexi pun pamit dari kediaman Pak Sastro. Keduanya menuju rumah Aldavi dan sebelumnya Aldava telah menghubungi mbok Lastri untuk siap-siap pulang dengan Lexi kembali ke Jakarta.
Hari sudah menunjukkan pukul satu siang. Yasmin tengah tertidur pulas di ranjang. Mbok Lastri tidak tega membangunkan Yasmin untuk berpamitan. Alhasil saat ini Mbok Lastri sudah naik ke mobil Aldava yang menunggunya di depan gang besar.
Aldava berjalan penuh semangat menuju rumah Aldavi. Bahkan janda muda tetangganya yang menyapanya pun tak digubris. Sebab di mata dan hatinya kini hanya dipenuhi cinta Yasmin, Yasmin dan Yasmin selamanya. Ia ingin segera sampai di dalam rumahnya dan mendekap sang pujaan hatinya.
Ceklek...
Pintu depan rumah telah ia kunci dengan rapat. Lalu ia melangkah perlahan menuju kamarnya. Saat masuk ke dalam kamar, ia melihat Yasmin tidur mengenakan daster berwarna pink tengah memeluk guling dengan posesif. Pintu kamar pun Aldava tutup dan tak lupa ia kunci.
Ia meletakkan tasnya di kursi kayu yang ada di kamar tersebut. Siang ini cuaca di sekitar kediaman Yasmin tampak mendung dan sepertinya sebentar lagi akan turun hujan. Langit sepertinya sangat mendukung apa yang Aldava akan lakukan pada ibu hamil cantik jelita di depannya ini yang tampak beberapa lekuk tubuhnya sudah berisi.
Kemeja dan celana pun telah lepas dari tubuh pewaris tunggal Mahesa Corp tersebut. Entah apa yang akan dilakukan Aldava mungkin pembaca ada yang tahu?
"Aa sudah datang sayang, acara jenguk utunnya jadi apa enggak ini Bun?" bisik mesra Aldava di telinga Yasmin seraya mengecupnya.
Deg...
🍁🍁🍁