NovelToon NovelToon
Imam Yang Seperti Bapak

Imam Yang Seperti Bapak

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:268.1k
Nilai: 5
Nama Author: lilinur m

"Diterima ya, Mba. Dijalani saja dulu, banyak shalat dan baca Qur'an. Semoga tugas akhirmu, lekas selesai. Insya Allah, ini keputusan yang baik, Mba. Sepertinya Mas Akbar, anak yang shaleh."

"Iya, Pak, Bu. Saya jalani. Makasih restu dan doanya."

Aku berdiri, pamit. Masuk ke kamar. Kututup pintu, segera sujud syukur kepada Pemilik Semesta.

"Bismillah, semoga aku bisa."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lilinur m, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Resmi

Keduanya masih tetap diam. Ya, Alina bersedia ikut menjemput Mas Akbar kalau Fatih mau datang ke rumahnya dan meminta izin kepada Ayahnya. Tentu saja, Fatih bersedia.

Setelah semalam mendapatkan lampu hijau oleh Bapaknya, sekarang tinggal mendapatkan tiket ke pelaminan pada keluarga Alina.

Hening. Hanya suara pendingin udara dan mesin mobil yang terdengar.

"Mas Fatih, terima kasih banyak." Ucap Alina pertama memecahkan keheningan.

"Untuk apa, Alin?"

"Sudah bersedia meminta izin kepada ayahku."

"Itu sudah kewajibanku. Daripada dikira membawa anak gadis kabur, lebih baik minta izin sekaligus minta restu, iyakan?" Tanya Fatih mengedipkan mata sebelahnya.

"Iya, Mas. Selamat berjuang ya, ayahku memang begitu. Sebenarnya beliau sangat baik."

"Iya, tentu. Kamu sudah makan, Alin?"

"Sudah, Mas. Mas, sudah?"

"Iya, sudah. Nanti kita mengisi bensin di depan ya, kalau mau beli cemilan, uangnya ada di tasku, itu di belakang."

"Oke, Mas. Mas mau beli cemilan seperti apa? Ada yang dihindari?"

"Aku bisa makan apa saja, asal denganmu" Gombal Fatih.

"Halah, mamas ini, serius aku." Tawa Alina.

"Aku alergi dengan yang kacang, Alinaku."

Deg. Jantung Alina berdetak kencang. Wajahnya dipastikan sudah merah.

"Oke, Mas. Nanti Alina yang pilih." Ujar Alina sambil melihat ke arah jendela, menyembunyikan pipinya yang memerah.

Akbar sudah sampai di Bandara Supadio, setelah menempuh perjalanan hampir lima jam dari Kota Amoy.

Sekarang Akbar sedang duduk, menunggu panggilan pemberangkatan menuju Kota Pempek, Palembang.

Akbar sudah duduk di dalam pesawat. Ia rebahkan kepalanya, beralaskan bantal tangan yang empuk. Akbar sengaja mengambil penerbangan bisnis, supaya menyegarkan badan.

Padahal alasan sebenarnya, ia mau mencoba bagaimana rasanya duduk di bangku bisnis.

Sekar duduk di depan meja riasnya. Ia sedang memakai masker. Sudah seminggu ini, Sekar duduk manis di kamarnya. Sekar sedang dipingit.

Ting.

Sekar segera mengambil gawainya. Maklum, hari ini kekasihnya pulang ke rumah. Tentunya kabar baik, meskipun sedikit terlambat.

Akbar.

Hai sayang, assalamualaikum, alhamdulilah, aku baru saja sampai di rumah. Mungkin nanti sore aku.baru ke rumah, tapi aku tidak diperbolehkan untuk bertemu denganmu. Maaf.

Sekar.

Walaikumsalam Mas. Iya, tidak apa-apa. Selamat istirahat. Nanti Sekar sampaikan kepada Bapak.

Akbar.

Padahal Mas sudah rindu. Terima kasih, sudah menungguku, Sekar.

Sekar.

Sama. Rindu juga. Terima kasih, sudah memilihku, Mas. Istirahatlah, Mas.

Sekar merebahkan badannya, seharian ini ia membantu tim dekorasi untuk menyelesaikan hiasan. Walaupun dilarang, Sekar kekeh tetap membantu.

Begitu juga dengan Akbar, setelah membalas pesan Sekar, ia langsung menidurkan badannya dan memejamkan mata. Hari ini sungguh sangat lelah.

Hari pernikahan Akbar dan Sekar pun tiba. Akbar ingin cepat-cepat melihat Sekar. Kemarin, ketika Akbar berkunjung ke rumah Sekar, ia memang tidak dipertemukan dengan Sekar. Hehe.

"Hari ini, Mas Akbar ganteng sekali, ya Bu." Kata Fatih, melihat Akbar memakai jas silver-nya.

"Anak Ibu semuanya tampan dan berkharisma pokoknya."

"Siapa dulu yang bibitnya." Ujar Bapak membanggakan diri sambil menepuk dada.

"Hem, kambuh lagi deh, Bapak." Kata Fatih tertawa.

" Ayo, siap-siap masuk mobil. Ini sudah mau jam tujuh. Semuanya ayo berangkat." Perintah Nyonya Suryo.

Mobil-mobilpun beriringan menuju ke kediaman Sekar, Keluarga Koesuma. Disana sudah disambut dengan shalawat Nabi.

Akbar didudukkan di depan Bapak Sekar, Pak Koesuma, disebelahnya Bapaknya. Serta saksi-saksi yang telah dihadirkan. Maharpun sudah diletakan di atas meja berhias bunga, beralaskan taplak berwarna putih.

Kursi yang digunakanpun memakai baju berpitakan putih. Setelah pewara membuka acara, kemudian pembacaan ayat Al-Qur'an. Maka tibalah acara inti. Ijab dan Kabul.

"Saya nikahkan dan kawinkan ]engkau, Akbar Zafran Sanjaya bin Suryo Wahito dengan putriku Sekar Putri Koesuma binti Koesuma dengan mas kawin seperangkat alat shalat dibayar tunai."

Akbar langsung melafalkan kabul.

"Saya terima nikah dan kawinya Sekar Putri Koesuma binti Koesuma dengan mas kawin yang tersebut. Tunai."

Bagaimana, sah?.

Sah. Sah. Sah.

Alhamdulilah. Mari kita berdoa.

Terima kasih sudah membaca cerita ini. Semoga kalian sehat selalu yaaa, aamiin.

1
Suyatno Galih
disn othor sll menyebut desa asal dan domisili, ku kenal Ambal Mirit Kebumen Jateng---Makmur p rimau Banyuasin Sumsel benar or salh thor
Eny Hidayati
kata hati yang sama...
Eny Hidayati
ujian hidup selalu ada ...
Eny Hidayati
sahabat selalu ikut gembira untuk sahabatnya...
Eny Hidayati
mode on going ...
Eny Hidayati
Bapak ibu Suryo sepertinya baik, orangnya tidak sok ...
Eny Hidayati
seneng banget lamaran diterima...
Eny Hidayati
masih menyimak...
Eny Hidayati
nembung itu namanya...
Eny Hidayati
berlanjut berarti...
Eny Hidayati
sama2 berdebar ...
Eny Hidayati
mohon maaf sebelumnya... masih bingung pov-nya ... tapi aq nikmati saja karena adanya begitu ... tetap semangat Thor.
Eny Hidayati
memasak itu yg paling ditakuti kalo keasinan ...se buyar-buyarnya pokoknya...
Eny Hidayati
Akbar pasti terkejut dan tentu ingat itu adik tingkat .
Eny Hidayati
Bapaknya Sekar itu disebut orang yang nyungkani ...
Surya Langit
bagus
Eny Hidayati
pesawat melangit... seperti melangitnya sebuah harapan ...
Eny Hidayati
menyimak ceritamu Thor... AQ semangat membaca... Author semangat menulis... sehat selalu Thor...
Aminah Mimin
maaf perasaan waktu USG anak nya kembar kok waktu lahiran cm 1
Kimie Meonk
colon imam pilihan jga so sweet loh.. aq rekomend... bgt dh...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!