NovelToon NovelToon
Salahkah Tuk Tak Baik-baik Saja?

Salahkah Tuk Tak Baik-baik Saja?

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen Angst / Teen School/College / Masalah Pertumbuhan
Popularitas:13k
Nilai: 5
Nama Author: deru napas

Salahkah untuk merasa tak baik-baik saja?


Ini adalah kisah seorang perempuan yang mengidap kecemasan sosial karena stigma yang beredar di masyarakat terkait kesehatan mental.

Ini juga kisah seorang perempuan yang terlibat cinta segitiga dengan teman satu sekolahnya dan psikolog yang menangani masalahnya.

Cerita ini penuh cinta, penuh kata-kata penenang dan penyemangat. Kamu bukan satu-satunya orang yang sedang merasa tak baik-baik saja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon deru napas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dok, Fina Takut...

Acara kelulusan yang seharusnya menjadi acara spesial untuknya, malah berakhir kacau balau. Fina kini terbaring di salah satu kamar di gedung itu sembari sesekali meneteskan air mata. Gerald ada panggilan konsultasi sehingga ia tidak bisa menemani Fina di sana. Lindy? Fina tak ingin ditemani siapa-siapa dulu selain Gerald, begitu juga dengan bapaknya.

Bantal yang Fina tiduri mulai basah karena air matanya. Fina melihati status-status teman-temannya yang tengaj berfoto ria di diluar sana . Seharusnya Fina di sana pula, melakukan hal yang sama. Bercanda ria, tertawa lepas, tetapi ia terlalu mau untuk menatap wajah teman-temannya.

Air mata Fina terus bercucuran. Mengapa hidupnya begitu malang. Mengapa ia tak bisa hidup seperti teman-temannya yang lain. Apalagi saat menerima kenyataan kalau ia gagal menaklukan social anxietynya di atas panggung tadi.

“Aku kalah?” lirih Fina pada dirinya sendiri dengan nada datar.

Tak lama, pintu kamar terbuka. Bapaknya yang sedari tadi menunggu di luar kamar karena ingin memberika wanktu sendiri, muncul dari balik pintu meski hanya separuh badan.

“Fina sayang, yuk kita pulang.”

Fina terangguk kaku. Ia sedikit menggerak-gerakkan lehernya, untuk mengenakannya. Tubuhnya seperti robot, tak ada kelenturan sama sekali. Otot-ototnya terasa begitu keras.

Akhirnya, Fina pulang bersama bapak di motor. Saat motor itu melaju di sekitar halaman gedung yang luas, Fina hanya bisa melihati teman-temannya yang sedang berfoto ria tanpa bisa menjadi bagian dari mereka.

Fina menutup pintu kamarnya sesampainya di rumah, mengurung diri. Rasa malu kembali menghantuinya ketika ia mengingat kejadia di atas panggung,

Fina menangis dalam sepi. Ia merasa capek dengan semuanya.

...***

...

Fina terbangun. Ia tak sengaja tertidur setelah menangis. Fina menggerakkan tangannya. Mengapa tubuhny kaku? Tidak... Sebelumnya memang sudah kaku. Tetapi kali ini semakin parah. Gerakan jarinya patah-patah.

Fina ketakutan. Takuts sesuatu terjadi padanya. Ia berteriak, memanggil bapaknya. “Bapakk!!!”

Bapak langsung datang dengan siaga saat teriakan terdengar di telinganya. “Kenapa?”

“Lihat ini.” Fina menunjukkan jarinya yang bergerak pata-patah. “Fina takut...”

Fina menangis. Bapak langsung memeluk Fina, menenangkannya.

“Fina takut, Pak... Fina kenapa? Jari Fina patah-patah. Kepala Fina juga rasanya ketat sekali.” Ucap Fina sembari tersedu-sedan.

“InsyaAllah semua baik-baik saja, Fina. Kita ke dokter Gerald sekarang, mau?” Bapak menawarkan.

Fina terangguk.

Mereka berdua pergi ke klinik dokter Gerald. Fina melakukan pemeriksaannya dengan Gerald. Ia menunjukkan jari tangannya yang masih bergetar.

“Untuk sekarang sepertinya kamu butuh obat-obatan, Fina, untuk mengontrol cemas kamu. Tangan bergetar bisa jadi disebabkan oleh rasa cemas yang hebat. Kamu gak usah khawatir. Nanti biar saya panggilkan teman psikiater saya. Karena psikolog dan psikiater itu berbeda. Kebanyakan orang menganggapnya sama,” jelas Gerald setelah melakukan pemeriksaan.

Fina mengangguk. “Dok, saya boleh cerita dikit?”

“Terntu saja.” Gerald dengan senang hati.

Fina menoleh ke arah Bapak yang berdiri di sampingnya, memberi isyarat. Bapak peka dann langsung keluar dari ruangan itu.

“Tadinya saya pikir saya bisa melakukannya. Tampil di hadapan banyak orang. Tapi ternyata saya gagal. Saya belum cukup sanggup untuk menjadi pusat perhatian ratusan orang.” Fina tersenyum kecut melihat kegagalannya.

“Sebenarnya, disaat kita meyakinkan diri kita bisa, ada sisi dimana sebnarnya kita tidak bisa, bukan? Makanya kita perlu sugesti itu.”

Fina tertuduk, meratapi kekalahannya. Ucapan Gerald ada benarnya.

“Dokter tidak mengajarkan kamu untuk jadi pesimis, Fina. Tapi kadang kita perlu mengetahu batasan-batasan diri kita.”

“Aku sepertinya terlalu memaksakan diriku, Dok. Terima-kasih, ya, Dok.” Fina mulai mengikhlaskan semua yang sudah terjadi.

Gerald terangguk. “Senyum dong, Pasien dokter yang punya banyak kelebihan ini.” Gerald mencoba mencairkan suasana.

“Apa aja kelebihannya?” Fina menganggap ucapan Gerald hanyalah bentuk ke-perez-an.

“Bisa naik kora-kora tanpa mual. Bisa bikin nasi goreng nanas. Dan satu lagi. Bisa bikin Dokter...” Gerald menggantungkan ucapannya.

“Dokter apa?”

“Gak. Gak jadi.” Gerald tak mau melanjutkan kalimatnya, membuat Fina penasaran.

“Apa ihh!”

“Sesi konsultasi berakhir. Huaaa.” Gerald merentangkan tubuhya, melenturkan otot-ototnya.

“Dok! Apa, dulu, gak!” Bentak Fina. Yang dibentak malah memejamkan matanya, berlagak tidur, sambil meletakkan kedua tangannya di belakang kepala.

“Dokter Andro!” Ucapan Fina itu sontak membuat mata Gerald lansung membuka. Baru kali ini lagi ia dipanggil dengan sebutan itu.

“Apa anak kecil penyuka es-krim strober?” Gerald bertanya balik. Mereka berdua dibawa flashback.

Tiba-tiba pintu berderit. Fina alias penyuka es-krim stroberi dan Gerald alias Andro meoleh ke arah sumber suara dengan kompak.

“Sudah beres konsultasinya? Tadi kalian manggil nama Bapak? Dono?” Bapak muncul dari balik pintu, salah mendengar. Yang seharusnya Andro menjadi Dono.

...***

...

1
@Kristin
Semangat up nya 🤗
@Kristin
Aku mampir ya Thor
deru_napas: iya makasih, yaaa
total 1 replies
Otakunime
kak mampir juga di novel ku

Saksikanlah Noveltoon : Cyberpunk ke Dunia Isekai.
Otakunime
gw suka ❤😘
Nini 🐻
aku kembali lagi thor 🤭
Nini 🐻: iya thor
total 2 replies
@Adeline
Done Like& Mampir
umi b4well (hiatus)
aku mampir
deru_napas: makasih ya udah mampir...
total 1 replies
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻𝘼𝙎𝙍𝙄k⃟K⃠
ceritanya menarik dan tulisannya rapi sekali.aku aja yg cewek kalah,masih acak2an banyak typo lagi
deru_napas: Heiii Makasih... Aku juga masih belajar kok hehe. Semangat terus buat kita!! Fighting! Haha
total 1 replies
Kacan
bunga mawar untukmu thor
Kacan: semangat thor
total 2 replies
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻𝘼𝙎𝙍𝙄k⃟K⃠
karya yang menarik 👍
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻𝘼𝙎𝙍𝙄k⃟K⃠: sama2
total 2 replies
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻𝘼𝙎𝙍𝙄k⃟K⃠
mampir dan tinggalkan jejak ya
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻𝘼𝙎𝙍𝙄k⃟K⃠
aku mampir thor,jngn lupa mmpir balik ya
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻𝘼𝙎𝙍𝙄k⃟K⃠
semangat thor
Ig : Author_fanie.liem
PociPan mampir ya dengan meninggalkan jejak
jgn lpa mampir di I miss you my best friend 🙏 thx
FDR
aku mmpir nih kk, tolong mmpir di karya aku juga ya kk, judul nya Faros revenge 🙏
Nori^
🗿🗿🤧🤟🤟🤟
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻𝘼𝙎𝙍𝙄k⃟K⃠
aku mampir thor
𝐀⃝🥀🥑⃟ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘjinda❀∂я🤎
Thor judul novel mu diganti ku pikir novel baru. Aku mampir lagi bawa bunga untuk mu.
𝐀⃝🥀🥑⃟ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘjinda❀∂я🤎: oh gitu lanjutkan kak 👉
total 4 replies
deru_napas
makasih yaaa
〈⎳ 小祖ᴹᵘᶻᵘ🐜
mampir, Kak.. pembawaan ceritanya bagus.. semangat Kak
deru_napas: mksh yaaa
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!