Moona dan Shiren merupakan kakak adik yang saling menjaga dan menyayangi.
Namun entah mengapa Shiren dengan teganya menjebak adiknya yang bernama Moona melakukan hubungan one night stand dengan calon suaminya sendiri di hari menjelang pernikahan antara Shiren dan Ryan tersebut.
Hingga pernikahan pun berganti mempelai yakni Moona lah yang menggantikan sang kakak untuk bersanding di pelaminan bersama dengan Ryan.
Bagaimana kisah ketiga nya selanjutnya?
Yukk ikuti terus setiap episodenya.
Jangan lupa untuk like, komen dan subscribenya yaa🤗
Terimakasih ❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Devi chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tawaran Berangkat Bersama
Pagi harinya Moona pun terlihat bingung karena tidak juga mendapati sang suami nya di dalam apartemen tersebut.
"Apa kak Ryan tidak pulang dari semalam? Lauk makan malam pun tidak tersentuh sama sekali," ucap Moona dengan segera membereskan lauk pauk yang tidak tersentuh tersebut.
Kemudian Moona pun segera memasak masakan yang baru serta membersihkan seluruh ruangan di dalam apartemen suaminya tersebut dengan sangat cepat.
Sedangkan di depan apartemen milik Ryan tersebut nampak telah banyak dari penghuni apartemen yang nampak lalu lalang melakukan aktivitas paginya. Mereka pun nampak melihat Ryan yang tampak tergeletak dan tertidur di depan pintunya itu.
"Sudahlah biarkan saja itu urusan dia, mau tiduran di kolong jembatan juga bukan urusan ku," pikir beberapa orang yang nampak berlalu lalang melihat keadaan Ryan yang nampak kacau tersebut.
Hingga tak lama kemudian Ryan nampak segera mengerjakan kedua mata nya dan melihat sekeliling nya yang ternyata ia pun tertidur di depan pintu apartemen.
Dengan segera Ryan pun nampak masuk ke dalam apartemen nya agar tidak semakin banyak orang yang melihat nya.
"Braakk!!"
Dengan cepat Ryan pun masuk dan menutup pintu apartemen nya dengan keras. Segera ia menuju ke dalam kamarnya dan membersihkan dirinya bersiap untuk menuju ke kantor.
Tak berapa lama, nampak Ryan yang telah rapi kembali dengan setelan kemeja yang membuatnya semakin tampan.
Dengan cepat dirinya pun menuju ke meja makan yang sudah tampak menu makan sehat dan lezat buatan istri yang selalu di pandang sebelah mata olehnya tersebut.
"Kenapa masih bengong? cepat ambilkan sarapan untukku!" bentak Ryan seperti biasanya.
Moona yang sudah terbiasa menerima bentakan dari suaminya pun sudah tidak lagi ia memasukkan ke dalam hati. Moona pun dengan sigap segera mengambilkan nasi dan lauk pauk serta menunggu nya dengan tetap berdiri di samping suaminya tersebut.
Terlihat Ryan yang sangat lahap memakan masakan buatan istrinya tersebut dengan cepat seperti sedang kelaparan selama beberapa hari.
Setelah itu Ryan pun nampak berdiri dan menuju ke dalam kamarnya. Dengan sigap lagi-lagi Moona nampak mengikuti suaminya tersebut menuju ke dalam kamar nya dan segera mencarikan dasi yang memiliki warna kesukaan kakaknya tersebut.
Tampak Moona telah memegang dasi berwarna ungu muda. Namun gerakan nya tersebut tertahan oleh suara menggelegar milik suaminya tersebut hingga dirinya pun terlihat terlonjak kaget.
"Jangan lagi berikan aku dasi warna ungu! Aku tidak mau memiliki warna dasi serupa dengan bajingann tengik Angga itu," ucap Ryan dengan nada penuh penakanan sehingga membuat Moona pun nampak berfikir dan kemudian meletakkan dasi warna ungu tersebut ke tempat semula dan segera mengambilkan dengan warna yang baru.
Moona pun segera memasangkan dasi warna abu-abu tersebut dengan sangat perlahan dan rapi dan kemudian dirinya pun segera mencium tangan suaminya tersebut dengan perlahan.
"Kak, aku izin berangkat terlebih dulu untuk segera datang ke kantor karena aku kemarin masih belum selesai mengerjakan tugasku," ucap Moona dengan bersiap segera keluar dari kamar suaminya tersebut.
"Tunggu dulu!" ucap Ryan yang kemudian membuat langkah Noona kembali tertahan.
"Iya kak?" ucap Moona dengan tenang.
"Ayo aku antar sekalian," ucap Ryan tiba-tiba yang membuat Moona kembali merasa terkejut dengan ucapan suaminya tersebut.
"Kak Ryan tidak sedang demam kan? Kenapa menawariku berangkat ke kantor bersama?" gumam Moona perlahan dengan mengikuti langkah lebar suami nya tersebut.