NovelToon NovelToon
Pernikahan Paksa Sang Pewaris

Pernikahan Paksa Sang Pewaris

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:10.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Desi Manik

Visual berada di Part 103.

Avelia Wrestlin, seorang gadis berusia 22 tahun yang merupakan putri tunggal keluarga kaya raya. Terlahir sebagai putri tunggal tidak membuatnya menjadi gadis manja yang hanya bisa memamerkan kekayaan orang tuanya. Namun Avelia tumbuh menjadi gadis cantik yang mandiri, dan juga cerdas.

Kehidupan Avelia berubah saat dia bertemu dengan seorang pria tampan, David Carlisle. Gadis itu mencintai dalam diam selama kurang lebih dua tahun, sampai pada akhirnya dia meminta kepada orang tuanya untuk dijodohkan dengan pujaan hatinya. Pernikahan pun terjadi.

Akankah pada akhirnya si pria berbalik hati dan mencintai gadis yang sudah sah menjadi istrinya, atau malah si gadis yang akan mundur dan merelakan suami yang dia cintai?

Diwarnai dengan kisah persahabatan empat serangkai yang ingin membantu menyelamatkan pernikahan Avelia.

Yuk cari tahu kisah David dan Ave.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desi Manik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch 29 - Bevenhill

Karena tak ada yang lebih tulus dari hati yang mencintai dalam perih, dan mendoakan dalam diam.

🌹 Happy Reading 🌹

Yessica menghampiri David dan Ave yang masih membeku di tempatnya. Dia menggoyang-goyangkan tangan di depan wajah keduanya.

“Hey... Memikirkan apa sih sampai kompak begitu bengongnya? Memikirkan nama anak kalian ya?" godanya mencolek dagu Ave dan dengan sengaja menginjak kaki kanan David.

David meringis meratapi kakinya. “Eh, Kakak tadi bilang apa?” tanya Ave yang baru sadar dari lamunannya.

“Kak, kakiku masih dipakai loh,” sungut David. Yessica hanya mengedikkan bahunya tanda tidak ambil pusing dan tanpa permintaan maaf.

“Hehe. Bukan apa-apa, Ve. Abaikan saja. Yang harus kalian pikirkan sekarang adalah cara memberikan cucu segera pada ibu dan ayah. Zico katanya juga ingin adik sepupu baby.”

Yessica menjelaskan berpura-pura polos.

“Kenapa sih tiba-tiba semua orang membicarakan tentang anak? Kalian bersekongkol ya?” terka David yang pada akhirnya mencetuskan pemikiran dalam otaknya. Yessica kembali mengabaikan ucapannya, menganggap itu hanyalah angin lalu.

Hal itu membuat David mendengus kesal. Memangnya dia pikir aku ini makhluk astral yang tak kasat mata ya, sungutnya dalam hati.

“Ve, apa kau masih menyimpan hadiah dari Michael?”

Ave hanya mengangguk. Otaknya masih sibuk mencerna apa yang baru saja dia dengar dari orang-orang terdekatnya. Di satu sisi dia merasa senang karena keluarga Carlisle tampak sangat mendamba kehadiran buah hatinya. Namun di sisi lain dia tahu kalau itu adalah hal yang sangat sulit untuk dikabulkan. Bagaimana bisa memiliki anak kalau suaminya sendiri sangat enggan untuk menyentuhnya, bahkan terkesan menganggapnya tidak ada. Dia takut pada akhirnya dia akan mengecewakan semua orang.

“Hey. Kau melamun lagi?”

Yessica menepuk pelan bahu Ave, membuat mata bulatnya mengerjap seketika.

“Maaf, Kak Yessi,” sesalnya karena terlalu sibuk dengan pikirannya sendiri.

“Tak masalah. Bisa tolong bawakan hadiah dari Michael? Apa kau sudah membukanya?”

“Sudak kak. Voucher dinner di Bevenhill restoran kan kak? Sebentar, biar aku ambil.” Ave berlalu dari hadapan Yessica dan David. Dia hanya melihat depannya saja ternyata, batin Yessica.

“Apa Kakak yang merencanakan semuanya?” tanya David. Bevenhill restoran adalah salah satu restoran favoritnya. Restoran itu terletak di sudut kota Bern, Swiss. Para pengunjung harus melakukan reservasi tiga bulan sebelumnya. Alasannya adalah restoran itu memang sengaja didesain untuk menampung tidak lebih dari dua puluh orang namun memiliki banyak sekali peminat dan pemilik restoran memilih untuk menggunakan bahan makanan terbaik yang dia kembangkan sendiri.

Yessica hanya melirik malas pada David. Dia lalu memainkan ujung-ujung jari lentiknya, tidak berniat untuk menjawab.

“Kak!”

David sedikit meninggikan suaranya karena sejak tadi diabaikan oleh Yessica.

“Apa sih? Berisik tahu!” Yessica balik membentak, tidak mau kalah dengan David.

“Aku bertanya apa Kakak yang merencanakan semuanya? Kenapa kebetulan sekali hadiah yang diberikan kak Michael adalah voucher dinner di Bevenhill?” tanyanya sekali lagi.

Yessica mengangkat tangannya dan menunjuk diri sendiri dengan jari telunjuknya. “Aku? Aku kenapa? Cantik? Oh terima kasih. Aku memang sudah cantik mulai dari dalam kandungan.” Yessica mengibaskan rambut panjangnya dengan penuh percaya diri.

David memutar bola matanya. Kakaknya ini, kalau saja dia terlahir sebagai kakak laki-laki bukan kakak perempuan, David berani bertaruh kalau sudah dari dulu dia membogem kakak kandungnya sendiri. Sangat menyebalkan!

“Aku sedang serius, Kak,” katanya dengan suara berat miliknya.

“Heh dengar ya adik kecil, aku ini tipe orang yang tidak mau ribet. Kau pikir aku mau mereservasi restoran dan menunggu lama demi voucher dinner? Itu memang murni hadiah dari Michael. Dia kebetulan mendapatkan voucher itu dari kliennya yang merupakan orang penting di kota Bern. Karena dia tahu Ave belum pernah pergi kesana, dia memberikannya sebagai hadiah,” terangnya enggan untuk mengatakan hal yang sebenarnya. David hanya diam. Dalam hati dia rasa ada benarnya juga kalau kakaknya itu tidak suka hal-hal yang ribet.

Ave turun dari lantai dua dengan membawa sebuah amplop berwarna kuning keemasan di tangannya. “Ini Kak,” katanya sambil menyerahkan amplop itu.

“Makasih ya, Ve.” Yessica membuka amplop itu dan mengeluarkan isinya. Mata Ave dan David mengikuti pergerakan tangan Yessica.

Ave mengernyit mendapati dua voucher lain yang ternyata berada di balik voucher dinner yang pernah dilihatnya. Matanya menangkap tulisan honeymoon disana. Dan benar saja, saat Yessica menunjukkan langsung ketiga voucher itu di hadapannya dan David, Ave dapat melihat jelas tulisan “Honeymoon Stay Package” dan “Honeymoon Tour Package” di masing-masing voucher. Seketika pipi Ave merona karena malu.

Gila. Bagaimana mungkin kak Michael memberi hadiah berupa voucher honeymoon. Ah apa yang harus kulakukan? Ini benar-benar membuatku malu.

Eh tidak-tidak, mengapa harus aku yang malu. Aku kan tidak melakukan apa pun. Aku hanya diberi hadiah, ya kuterima. Lagi pula aku tidak tahu ada voucher honeymoon juga di dalamnya.

“Voucher dinner di Bevenhill berlaku lusa, 28 Desember. Jadi kuharap kalian tidak menyia-nyiakan voucher berharga ini. Dan voucher honeymoon ini... Wah ternyata suamiku bisa merencanakan hal semanis ini pada kalian. Michael hanya memberi tahu padaku tentang voucher Bevenhill loh.” Yessica mengatur ekspresi wajahnya seolah dia juga merasa sedikit terkejut mendapati dua voucher lainnya di dalam amplop. Dia menatap Ave dan David bergantian.

Ave mangut tanda setuju. Awalnya dia tidak tahu apa yang istimewa dari restoran itu. Dia iseng mencari tahu sedikit melalui ponselnya saat tadi berada di kamar. Jadi kini dia tahu seberapa spesial restoran itu dan tentu saja tidak ingin melewatkan makan di tempat yang kata google menyajikan “paradise taste” itu. Tapi tak bisa dia pungkiri, voucher honeymoon sedikit menggangu pikirannya.

Yah sudahlah. Aku bisa berlibur sendiri disana. Kak David ya pasti tidak mau berbulan madu denganku. Tak masalah, paling tidak aku bisa bertemu salju setelah hampir setengah tahun. 

"Karena itu berangkatlah besok. Dav, pesankan tiket kalian. Atau kalian ingin menggunakan jet milik ayah?" tanyanya memberi pilihan.

“Tapi Kak, bagaimana dengan perusahaan? Belakangan ini banyak sekali pekerjaan yang harus ditangani. Ada banyak berkas juga yang harus aku periksa dan tanda tangani,” ujarnya mencoba menjelaskan. Walaupun Bevenhill Restoran sangat menggiurkan, tapi honeymoon terdengar menggelikan di telinganya. Dia sendiri tidak habis pikir bagaimana bisa kakak iparnya memberikan hadiah sekonyol itu sebagai hadiah peresmian butik Ave.

“Presdir utama sudah ada di sini. Kenapa kau begitu mengkhawatirkan perusahaan? Perusahaan juga tidak akan bangkrut jika kau tinggal beberapa hari. Lagi pula sejak menikah kalian belum pernah memiliki cukup waktu berdua. Alasanmu selalu saja perusahaan. Sekarang berbulan madulah dengan tenang dan biarkan ayah yang ambil alih perusahaan.”

Yessica akhirnya menjawab panjang kali lebar pertanyaan David setelah beberapa pertanyaan sebelumnya diabaikan bagai angin lalu.

David menghembuskan napasnya panjang. Percuma saja dia berdebat lagi. Ucapan kakaknya sudah final. Kalau dia menolak, paling juga akan diancam lagi. Akhirnya dia mengangguk pasrah.

“Baiklah, Kak. Kami akan berangkat besok. Kami pakai jet pribadi ayah saja. Aku akan menelpon Anthony,” katanya datar dan berjalan menaiki anak tangga, menuju ke kamarnya.

Yessica bersorak sorai dalam hati. Rencananya berjalan dengan sangat mulus. “Ve, yuk kita belanja persiapan yang akan dibawa ke Swiss.” Tanpa menunggu persetujuan adik iparnya, dia menarik pelan tangan Ave menuju pintu utama. Ave hanya bisa pasrah mengikuti kakak iparnya.

--- TBC ---

Author's cuap-cuap :

Hi readers, semoga kalian sehat selalu dimana pun kalian berada ya. Author hanya ingin mengucapkan terima kasih untuk kalian yang sudah menyempatkan waktunya membaca karya author yang jauh dari kata sempurna ini. Sedikit curhat, author sudah mengajukan kontrak tapi ditolak oleh pihak NT, padahal sudah dua puluh bab (20.000 kata) 😥

Jadi mohon bantu dukung author untuk naikin popularitas novel ini ya jika kalian suka bacanya. Like, vote, komen, favorit, semuanya akan sangat author apresiasi. Kali aja dengan begitu, kontraknya bisa diterima hehe. 

Oh iya, untuk informasi, kalimat yang dicetak miring dan tanpa dibold adalah isi hati/pikiran tokoh, bukan dialog langsung.

Terima kasih semuanya. Salam hangat dari author pemula ini.

1
༄⍟Mᷤbᷡah³_Atta࿐
Visualnya sudah lumayan bagus 👍👍
༄༅⃟𝐐🦂⃟ᴘᷤɪᷤᴋᷫᴀᴄʜᴜ💙
bawa kresek ahh tar ku masukkan semua ke karung, lumayan bisa bikin sambel
💜⃞⃟𝓛🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
nanti di lanjut, kuota nipis. jadi loading terus
Mey Melanie❤❤❤
cakep👍👍
hayalan indah🍂
kebanyakan orang suka oppa korea n thai,..apalah dayaku sedikit pun tak tertarik,cowok cantik😩,oh no..
Nurjannah Rajja
Sinting....
Zahra Aqilah
ceritanya bagus aku suks
Merida Gultom Merida
makin seru thour
Akbar Saputra
aaahhhhh ceritax makin seru author
᪙ͤæ⃝᷍𝖒ᵗᵃʳⁱ♡⃝𝕬𝖋🦄❁︎⃞⃟ʂᶬ⃝𝔣🌺
Ayow ave buktikan klo aghata itu bkan perempuan yg baek...
Ipat Susilawati
aq suka CRT kyk gini..
linzy
suka banget sama novelnya author inii..mangat terus ya thor karyamu selalu ku nanti
Inap Jainap
dihutan belantara bersalju ada mentimun juga
Meta Lia
yesica gantian yg jagain di triplet
Aidil dan aqil Aidil dan aqil
tambah seru aja thor
Meta Lia
sukses dan sehat sllu authoooor
Susan Frisca Dmk
aku mampir kak, nyimak dulu...
Ana Rela
lnjut thor upx 💪♥️🙏
Marlina Ram
coba thor evax manggil kk' aja kesuaminya
sayangku itu lebay aja kedengaranny thor🤣🤣🤣🤣🤣😎😎😎❤️❤️❤️
Meta Lia
kembar 3 thoooooor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!