NovelToon NovelToon
My Bos Misofobia

My Bos Misofobia

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Kehidupan di Kantor / Tamat
Popularitas:147.5k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Tahap Revisi 🙏

Jihan Shafira (22tahun)adalah seorang wanita yang Keras kepala,tangguh dan mandiri.Dia sudah bekerja di perusahaan Royal Garden selama 5th.Proyek yang dikerjakan nya tidak pernah gagal.

Namun,kesialan itu muncul ketika perusahaan milik tempat Jihan bekerja di ganti dengan CEO baru,yang super higenis,dan juga dingin.

Apakah Jihan akan bertahan di Royal? perusahaan yang telah membuat nama nya menjadi di kenal banyak orang,atau memilih mundur ketika di hadap 'kan dengan seorang CEO yang menurut nya super aneh.

Ikuti cerita Jihan ini sampai end!
Alur nya London-Inggris.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MBM-pulang bersama

Arnav kembali ke ruangan Jihan,setelah membereskan semua pekerjaan nya yang tersisa,dia juga melihat Jihan yang sudah bersiap-siap untuk pulang.

"Mau pulang bersama?"

"Eeem..boleh!"Jihan mengangguk nya,sembari mengambil tas nya.

"La..La..La..La.."

Arnav terkejut,saat melihat Agnes,masih di meja nya.

Jihan melirik saat mendengar Agnes,yang bersenandung di meja nya.

"Kau belum pulang?"Tanya Jihan,

"Masih ada pekerjaan Ku yang belum selesai!"Jawab Agnes,sembari meletakan beberapa proposal di atas meja.

"Kalau begitu,Aku pergi duluan!"

"Eeemm"Jihan kembali mengangguk saat melihat Arnav yang pergi meninggalkan nya di dalam ruangan.

"Ada apa?seperti nya Kau sangat ingin pulang sekarang ?"Tanya Agnes,melihat ke arah Jihan,yang sedang berdiri di meja nya,sembari memegang tas.

"Ti-tidak!"Jihan kembali duduk di kursi nya,dan mengeluarkan beberapa berkas untuk di periksa nya.

"Tapi,kalau Kau ingin pulang sekarang itu ada bagus nya juga!"Ucap Agnes,dan tersenyum.

"Apa yang Kau katakan?"Jihan malah menaikan satu alisnya.

"Kau dan Pak Arnav?"Agnes menghampiri Jihan di meja nya.

"Eeemm apa?Kami hanya membicarakan soal proyek baru !"Tegas Jihan,dan kembali memeriksa berkas yang ada di tangan nya.

"Meskipun Kau tidak mengakui nya,Kau terlihat sedang menyukai nya!"Tebal Agnes,

"Ngaco!"Ketus Jihan,mengabaikan ucapan Agnes.

"Agnes,cukup!"Tegas Jihan,dengan tatapan memperingatkan nya.

"Eeemm,jika pun benar,tidak masalah,Aku mendukung mu,dengan Kalian saling menyukai,cepat atau lambat,peraturan itu akan di hapus oleh Pak Arnav!"Ujar Agnes yang tersenyum.

"Aku tidak ingin berpacaran secara diam-diam !"Sambung Agnes lagi.

"Kau terlalu banyak menonton drama,tidak mungkin Aku dan Pak Arnav saling menyukai!"Timpal Jihan,membantah ucapan Agnes.

"Ayo pulang!"Kevin mengajak Agnes untuk kembali,Wanita itu mengangguk nya,dan segera menyusul Kevin yang sudah berlalu dari ruangan tersebut.

Jihan membereskan kembali berkas yang ada di atas meja nya,dan menyimpan semua nya dengan rapi.

Di luar perusahaan Royal,Arnav menunggu Jihan,ia berdiri di belakang mobil.Agnes yang baru saja keluar bersama dengan Kevin,kedua nya bergandeng tangan dengan mesra.

Jihan baru saja tiba di tempat parkir,lalu melihat Arnav,ia segera menghampiri Pria itu.

"Pak!"Panggil Jihan.Namun,Arnav tidak menjawab nya,Jihan langsung melihat ke arah Kevin dan Agnes yang sedang berciu-man di dalam mobil.

"Pak!"Panggil Jihan lagi dengan keras,Arnav segera pergi meninggalkan tempat parkir,Agnes dan Kevin terkejut saat mendengar suara Jihan,yang memanggil Arnav.

Jihan berusaha mengejar Arnav yang pergi dengan marah.

"Pak tunggu!"

"Apa Bapak marah?"Arnav masih belum menghentikan langkah kaki nya.Jihan,masih berusaha mengejar nya.

"Menurut mu?"Jawab Arnav singkat,masih melanjutkan jalan nya,tidak menggubris Jihan,

"Apa Bapak pikir mereka semua sedang menantang peraturan Bapak?"Tanya Jihan,Arnav menghentikan jalan nya,lalu menoleh ke arah Jihan.

"Kau sudah mengetahui nya sejak lama?Kau menyembunyikan ini dari Ku,dan melakukan kebohongan itu di belakang Ku?"Arnav menatap Jihan,dengan tatapan kecewa nya.

"Aku..."Jihan tidak melanjutkan ucapan nya.Jihan malah teringat saat ia bersama dengan Arnav,tidur bersama di atas sofa,bahkan setiap hari makan bersama.

"Bukan hanya mereka saja"Ucap Jihan,menatap Arnav,yang saat ini menunggu jawaban nya.

"Kamu juga?bersama dengan Al?"Arnav mengangguk nya,lalu berbalik melanjutkan jalan nya.

"Apa yang Bapak katakan!"Teriak Jihan dengan kesal,

"Kau dapat memikirkan apa konsekuensi yang mereka dapatkan dari melanggar peraturan itu!"Tegas Arnav,Jihan mengikuti nya dari belakang.

"Bren-gsek !"Gumam Jihan,Arnav berbalik menoleh ke arah Jihan.

"Maaf,bukan itu yang Ku maksud!"Ucap Jihan lirih,menundukkan pandangan nya.

"Aku hanya..."

"Yah,Aku memang bren-gsek,Aku seperti Alien,Aku pria yang aneh menetapkan peraturan konyol itu.Itu 'kan yang mau Kau katakan?"Arnav segera pergi,sementara Jihan,menatap kepergian Arnav dengan perasaan bersalah nya,yang sudah menyembunyikan itu semua dari Bos nya.

Jihan segera melanjutkan jalan nya,memikirkan setiap ucapan nya kepada Arnav barusan.

Tiba di apartemen. . .

Ceklek !

Jihan melihat suasana rumah yang begitu gelap,ia segera menekan saklar untuk menyalakan lampu ruangan.Lalu ia bergegas menuju kamar nya.Jihan duduk di tepi ranjang,ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan untuk menyelamatkan pekerjaan sahabat nya itu.

* * *

Ke esokan pagi nya,Jihan tidak melihat ada nya Arnav di rumah,ia segera pergi menuju kantor,Jihan takut sesuatu akan terjadi disana.

Tiba di kantor,Jihan tidak melihat adanya Kevin di ruangan mereka.

"Kevin belum datang?"

"Sudah,tapi dia pergi untuk menemui Bos di ruangan nya!"

"Ck"Jihan berdecak kesal,setelah meletakkan tas nya di atas meja,ia bergegas pergi untuk melihat Kevin di ruangan Arnav.

Ceklek !

"Kevin,apa yang kau lakukan disini?"Tanya Jihan,saat melihat pria itu berdiri di depan meja Arnav,lalu Jihan melihat surat pengunduran diri nya dari perusahaan Royal.

"Kevin,apa yang kau lakukan.Apa Kau gila,Kau tidak harus melakukan ini!"Jihan memegang lengan Kevin dengan kuat.

"Jihan,Aku sudah memikirkan ini sejak semalam,Aku yakin ini keputusan yang tepat!"

Arnav hanya melihat ke arah ke dua nya yang terus berdebat.

"Jihan,terimakasih untuk semua nya,Kamu sudah membantu banyak untuk hubungan Aku dengan Agnes,Aku tidak mungkin meninggalkan dia hanya karena satu orang trauma akan cinta"Cibir Kevin,Arnav mengabaikan ucapan itu,ia masih saja diam.

"Pak,kenapa Kamu diam saja,katakan sesuatu!"Jihan menatap Arnav dengan kesal,saat melihat Pria itu hanya diam saja.

"Kevin sudah benar,dia mengambil langkah yang tepat!"Ujar Arnav,Jihan membulatkan mata nya,tidak percaya dengan ucapan Arnav.

"Tapi,Aku juga bisa mengambil tindakan yang menurut Ku benar!"Sambung Arnav.Arnav segera merobek surat pengunduran diri dari Kevin.Membuat Kevin dan Jihan terkejut dengan tindakan Arnav.

"Aku memberi mu satu kesempatan lagi,tapi untuk ke depan nya,kembali bekerja"Titah Arnav,Kevin segera pergi meninggalkan ruangan itu.

"Kenapa Bapak melakukan ini?"Jihan masih berada di dalam ruangan itu.

"Tidak ada alasan yang harus Ku katakan padamu!"

"Kenapa Bapak tidak menghapus saja peraturan itu!"

"Tidak mungkin,itu adalah aturan yang sudah Ku tetapkan,Aku tidak akan menghapuskan nya!"Tegas Arnav,Jihan menatap Arnav dengan kesal.

"Kenapa Bapak,sangat mempertahankan peraturan konyol itu?"

"Itu urusan Ku!"Arnav segera berdiri dari tempat duduk nya,Jihan menghalangi nya,disaat Pria itu ingin pergi.

"Urusan Bapak?"Jihan memegang lengan Arnav,Pria itu menatap Jihan dengan tajam.

"Pak Arnav,kenapa Kau sangat keras kepala,dan memaksa diri untuk mempertahankan peraturan itu!kalau memang Bapak merasa sedang menanggung beban,kenapa tidak ceritakan saja pada Kami apa yang terjadi?ceritakan pada Ku,Aku akan membantu Bapak.Atau Aku tau,Bapak masih marah,padaku?"Jihan sedikit berteriak saat berbicara dengan Arnav.

Bugh!

"Aah"

Arnav mendorong tubuh Jihan,sehingga membuat tubuh Jihan menempel di dinding ruangan Arnav.Jihan menatap Arnav dengan perasaan kecewa nya setelah mendapati perlakuan kasar dari Arnav.Pria ini pun menyadari,jika tindakan nya barusan telah membuat Jihan sakit.

"Apa Bapak pernah berpikir,tentang hubungan Kita ini?"Jihan menunggu jawaban dari Arnav.Namun,pria itu terlihat diam saja,dan bahkan ia menundukkan kepala nya,saat Jihan menatap nya.Melihat Arnav tidak memberi ia jawaban,Jihan segera pergi meninggalkan Arnav di dalam ruangan nya.

1
fatin Rahman
dua-dua egois🤭
fatin Rahman
1/2/2026 Ahad
singgah sini.👍
Permulaan yang baik
Aisyah Alfatih: hai kakak 🤭
total 1 replies
Iis Yuningsih
ga seru knp mudah bgt jihan mema'afkan arnav,ga ada tantangannya ma'af yach ka athor aku ga suka dgn tokoh arnav plin plan dan mudah bgt di ma'afkan oleh jihan
nobita
aku mampir kak
Uba Muhammad Al-varo
Q.....suka Jihan pemeran wanitanya memiliki kepribadian yang kuat,tegas, berani dan nggak gampang ditindas 👍👍👌
Uba Muhammad Al-varo
bagus👍👍👌
ira rodi
masa jam 8.30 dini hari...itumah sudah pagi....
Aisyah Alfatih: 🤭🤭🤭🤭 typo
total 1 replies
QiDi
kebenaran ttp akan menang, dan cinta akan menemukan jalannya, tp itu smua jga perlu perjuangan..
trimakasih thor 🤗
QiDi
wah bunga mulai mekar, tp bakal ada serangga pengganggu kyk nya..
QiDi
gimana kalo kliennya mantan cinta nya Arnav
QiDi
saking gemesnya ya Ji, pengen ikut ngulek-ulek 😅
QiDi
bukan buat kmu jihan..
siap" patah hati nii
QiDi
alergi ya, parah itu..
Jjlynn Tudin
x di ofic x di rumah jadi bawahan adehh...di rumh ko bukn boss bilang jihan 🤣🤣🤣
Dara Utami
kasih visual dong thor
Dara Utami
😂😂😂
Dara Utami
kasih visual dong thor
Dara Utami
visualnya dong thor
Tija Hartija
sweet bgt ceritax
Alexa Juliana
Bagus Ji..klo ngomongin org jgn dibelakangnya tp didepannya langsung jd jatuhnya bukan ngeghibah 😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!