Alvina Azzira Putri, seorang gadis yang bersifat dingin dan sederhana, ia hidup hanya sebatang kara. Alvina lahir dari keluarga biasa, dan dipaksa berjuang sebelum waktunya.
Rifki Anggara, seorang pria yang bersifat ramah dan banyak bicara, Rifki sering kali bergonta-ganti pasangan sehingga ia di cap sebagai cowok playboy, Rifki lahir dari keluarga kaya raya.
Sikap dingin yang di miliki oleh Alvina mampu membuat Rifki tertantang untuk memiliki nya. Namun, lama kelamaan Rifki malah jatuh cinta kepada Alvina
Bagaimana kelanjutan kisah Alvina & Rifki?
Akankah Alvina membalas perasaan Rifki?
Atau malah sebaliknya?
Yuk simak kisahnya!!
Hanya di sini!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cinta apa peluru nyasar?
"Umur nya sih masih muda, tapi muka nya udah kayak Tante-tante girang" gumam Alvina yang tidak di dengar oleh Almeira tapi masih bisa di dengar oleh Rifki.
Rifki yang mendengar gumaman Alvina mencoba untuk menahan tawa nya agar tidak pecah.
Alvina dari tadi memang menahan kesal kepada wanita yang dandanan nya seperti tante girang dan bernama Almeira itu.
"Kalo nama kamu siapa?" tanya Almeira kepada Rifki sambil mengulurkan tangan nya.
"Rifki" jawab Rifki tanpa berniat untuk membalas uluran tangan Almeira.
Saat uluran tangan nya tidak mendapat balasan dari Rifki, Almeira kembali menarik uluran tangan nya sambil tersenyum kikuk.
"Kamu tau gak, aku ini bisa nge-ramal sifat orang ke pasangan nya loh" ujar Almeira.
"Sini deh aku coba ramal kamu" lanjut nya.
Almeira tampak seperti tengah mengamati sesuatu yang ada pada wajah Rifki dengan serius.
Setelah selesai ia tampak menampilkan sebuah senyuman yang manis kepada Rifki tanpa mem-perdulikan Alvina yang sudah menatap nya jengah.
"Kamu itu kayak nya romantis banget kalo sama pasangan, terus kamu juga peka, murah senyum, sama... gampang akrab. Bener kan?" tanya nya.
Rifki yang mendengar itu hanya meng-anggukan kepala nya sebagai jawaban. Karena semua yang di ucapkan nya itu benar.
"Wahh tipe aku banget nih" ucap nya tak tau malu.
Alvina yang mendengar ucapannya Almeira hanya memalingkan wajah nya sbari menampilkan senyuman sinis.
"Ouh ya?." Melihat Alvina yang memalingkan wajahnya, membuat Rifki mencoba untuk terus memancing Alvina supaya cemburu.
"Iya. Terus tipe kamu gimana?" tanya Almeira kesenangan.
"Tipe aku tuh yang gampang gaul, terus mau di ajak jalan kemana aja, sama... yang utama nya cantik sih, hehehe" jawab Rifki.
"Wih kayak aku dong" seru Almeira dengan kepedean tingkat dewa.
"Percaya diri sekali anda mbak" gumam pelan Alvina yang tidak di dengar oleh semua orang.
"Kayak nya kita cocok deh kalo pacaran. Gimana kalo kita pacaran aja?" ujar Almeira dengan tidak tahu diri nya.
"Baru kenalan udah langsung nembak, itu cinta atau peluru nyasar" seru Alvina dengan suara yang lebih keras sehingga dapat di dengar oleh Almeira.
"Ya itu terserah gue lah, perasaan perasaan gue, urusan nya sama lo apaan coba?" sinis Almeira.
"Ya emang sih itu urusan nya si Rifki, tapi kalo urusan yang menyangkut Rifki berarti itu juga jadi urusan gue" jawab Alvina santai.
"Emang nya lo siapa nya Rifki, sampe urusan Rifki jadi urusan nya lo?" tanya Almeira sinis.
Alvina yang mendengar pertanyaan itu menampilkan sebuah senyuman sinis sambil bangkit dan mengulurkan tangannya ke arah Almeira.
"Kenalin. Nama gue Alvina Azzira Putri, gue pacar dari cowok yang bernama Rifki Anggara. Atau kalau lo gak tau, cowok yang duduk di sebelah gue ini pacar gue" jelas Alvina.
"Pacar?,ya gak mungkin lah, lagian juga Rifki nya diem aja tuh. Jadi sebelum Rifki yang ngomong kalo dua udah punya pacar, gue gak bakal percaya sama omongan orang lain. Apalagi lo yang ngaku-ngaku jadi pacar nya si Rifki. Mimpi tub gak usah ketinggian, ntar jatoh sakit..." sanggah Almeira tanpa membalas uluran tangan dari Alvina.
Alvina hanya menghela nafas panjang sembari kembali duduk.
"Oke terserah lo mau percayalah atau enggak, yang penting gue udah ngasih tau" pasrah Alvina kembali menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.
"Gue emang udah punya pacar, dan pacar gue emang dia" ujar Rifki sambil mencoba untuk merangkul pundak Alvina.
Namun tangan nya segera di tepis oleh yang punya pundak tersebut. Alhasil bibir Rifki menjadi maju beberapa senti karena kesal.
"Lo denger sendiri kan apa yang di bilang sama Rifki barusan?, eh pasti denger lah kan gak tuli" sinis Alvina.
"Pergi yuk Ki, di sini ada tante-tante girang" ajak Alvina.
"Dengan senang hati princess" jawab Rifki.
"Lo ngatain gue tante-tante girang?" teriak Almeira.
"Gue gak ngatain lo kok, tapi kalo lo ngerasa sih ya gak papa" jawab Alvina acuh tak acuh.
"Awas aja lo!" Peringat Almeira.
"Awas kemana?,lagian gue juga mau pergi kok" balas Alvina.
"Bay tante" lanjutnya.
Setelah mengatakan itu, Alvina segera menarik tangan Rifki untuk meninggalkan tempat itu.
Untung saja pesanan mereka tadi sudah di bayar lebih dulu tadi. Kalo belum, mau di taro di mana muka nya si Rifki.
"Aduh pacar nya Rifki Anggara gak mau cowok nya di ambil tante-tante girang" goda Rifki.
"Paan sih. Emang nya lo mau di deketin sama muka ondel-ondel kayak dia?" Kesal Alvina.
"Tadi tante-tante girang, sekarang muka ondel-ondel. Sumpah... bikin gue pengen ketawa. Hahaha" ujar Rifki di akhiri tawa renyah.
"Si anj*rit, di tanya malah ketawa" kesal Alvina.
"Hehehe.. iya iya sorry, gak kuat gue sumpah" ucap Rifki
"Waktu denger lo ngomong kayak tante-tante girang, gue tuh udah gak tahan buat ketawa njir" lanjut nya.
"Terus napa gak ketawa aja?" tanya Alvina
"Ntar di kira ngetawa-,in dia lagi" jawab Rifki.
"Lah bukan nya emang iya lo ngrtawa-in dua
"Lah iya juga ya" pikir Rifki.
"Nah loading kan, makanya jangan kebanyakan liat tante-tante girang sama muka ondel-ondel. Jadi nya kan otak lo jadi lemot" omel Alvina.
"Iya iya. Perasaan makin kesini makin bawel lo ya, pas ketemu pertama kali nya mah, beuhh cuek plus galak banget" balas Rifki.
"Lo mau gue kayak dulu lagi? oke gue bisa kok jadi kayak dulu lagi kalo sama lo" ujar Alvina.
"Lah lah lah, kok jadi gini sih. Ya jangan lah, lo pikir gak susah apa nyair-in es yang ada di hati lo. Gue ampe ikutan beku tau" kesal Rifki.
"Siapa yang nyuruh?" tanya Alvina.
"Ya Gak ada sih, cuman iseng" jawab Rifki sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
"ouh berarti kita pacaran juga cuman iseng, begitu?" kesal Alvina.
"Ya enggak dong Na" jawab Rifki.
"au ah males."
Alvina segera berlalu begitu saja dari hadapan Rifki tanpa menghiraukan orang yang di tinggalkan nya yang sekarang tengah menggerutu.
"Si Alvina kenapa? PMS kali ya?" tanya Rifki pada diri nya sendiri.
-•°•°•°•°•°•°•-
Pagi hari telah menyapa, mentari telah sempurna menampakkan diri nya.
Sinar nya menerobos melalu sela-sela jendela yang masih tertutup gorden.
Alvina tampak menggeliat sambil mengerjabkan mata yang masih setengah terbuka.
Setelah beberapa saat mata Alvina sudah terbuka dengan sempurna.
Di lihat nya jam sudah menunjukkan pukul 06.34 pagi hari, membuat ia menggerutu sembari bergegas menuju kamar mandi.
"Mampus, kenapa lupa pasang alarm sih. Kesiangan kan jadi nya" gerutu nya.
Setelah selesai dengan urusan kamar mandi dan memakai pakaian nya, Alvina tampak terburu-buru mencari tas ransel nya yang semalam ia lempar ke sembarang arah.
'Tok Tok Tok'
Di saat Alvina sibuk mencari tas nya yang entah berada di mana, ternyata di depan sudah ada tamu yang sedari tadi terus mengetuk pintu berulang kali.
"Itu juga siapa sih, pagi-pagi udah namu, gak tau apa orang lagi sibuk"
sampe akhirnya aku nyerah dan milih buat ganti akun aja.
author bikin novel baru loh, tentang perjodohan. kalian bisa cek di profil aku ya..
makasih🙏🙏
wkwkwkwkwkk
& buat Ara gedeg ak ada cewek klakuan Kya gitu.sbenarnya bukan ciinta sama Rifki tapi terlalu obsesi.
buat putus aja lah Thor Alvina sama Rifki..biar Alvina sama Angga juga GPP