NovelToon NovelToon
Jangan Sebut Namaku

Jangan Sebut Namaku

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Nikahkontrak / Patahhati / Romantis / Cintapertama / Nikahmuda / Anak Kembar / Cinta pada Pandangan Pertama / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: meliani

Diberi wajah yang cantik, ketenaran dan uang yang berlimpah nyatanya tak cukup membuat Zara bahagia.

Pahitnya masa lalu dan masa depan yang ia jalani membuatnya terpaksa menjalankan pernikahan palsu dengan seorang pria setengah matang--tak peduli hatinya masih menyimpan cinta untuk seorang guru. Padahal jelas-jelas, pria itu sudah merendahkan namanya. Dia bahkan melarangnya untuk mengenalinya lagi.

"Jangan pernah sebut namaku lagi, apalagi di depan umum." Rayyan.

"Kenapa? Apa kamu malu berteman dengan orang sepertiku?" Zara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melemparnya Ke Ranjang

Bab 30.

“Apa yang menyebabkan kamu pergi?” Zara memberanikan diri untuk bertanya kepada pria yang saat ini tengah menyorotinya tajam, “apa aku berbuat salah? Kasih tahu aku.”

“Bukan kamu yang salah, tapi harapanku yang terlalu tinggi,” jawab Fasad dengan tegas.

“Fasad, tolong bicarakan lebih jelas kenapa kamu pergi. Aku nggak tahu maksud pembicaraanmu ini ke mana. Apa gara-gara aku nggak pulang, terus kamu marah?”

“Pergi kamu dari sini!” bentaknya sangat keras. Jakunnya terlihat naik turun menahan emosi yang melanda. “Pergi dari sini sebelum aku membunuhmu!?”

Zara terpaku. Dia baru melihat sisi lain dari Fasad yang ternyata cukup mengerikan jika dalam keadaan emosi. Namun Zara tak mau menyerah, dia tetap mendekat dan memeluk tubuh Fasad yang ditengarai dapat meredam amarahnya. “Aku nggak akan pergi sebelum aku tahu di mana salahku.”

“Sudah kubilang, kamu nggak salah, tapi ekspektasi ku yang terlalu tinggi untuk bisa memilikimu!” suara Fasad masih meninggi hingga terasa memekakkan telinga Zara.

“Tolong jangan seperti, Sad,” isak Zara tertahan, “maaf kalau selama ini aku terkesan abai. Aku nggak bermaksud seperti itu karena kemarin aku sakit ... aku butuh perawatan karena leherku cedera. Kemarin aku dah jelasin ke kamu, kan? Aku nggak mau ngerepotin kamu lebih banyak lagi.” Dia menjelaskan demikian lantaran belum mengetahui fakta yang membuat Fasad berubah.

“Zara, lepas!” ujar Fasad seperti enggan mendengarkan semua penjelasannya.

“Jangan berubah, Sad. Jangan buat aku semakin banyak berdosa karena tak menjalankan tugasku sebagai seorang istri pada umumnya.”

“Itu nggak perlu kamu lakukan dan jangan pernah kamu lakukan karena pernikahan ini hanyalah status!”

“Nggak, sudah lama aku berubah pikiran. Selama beberapa hari ini aku sadar, kamu adalah orang terbaik yang pernah aku miliki dan orang lain belum tentu bisa melakukannya,” Zara semakin mengeratkan dekapannya karena Fasad terus berusaha menjauhkan diri, “aku tahu kamu mencintaiku, itu saja sudah cukup membuat pernikahan kita bahagia.”

“Hanya aku?” tanya Fasad penuh penekanan. Dia kemudian tersenyum skeptis saat menemui bola mata kosong tanpa perasaan di depannya. “Kubilang lepaskan pelukanmu. Aku beritahu kamu baik-baik sebelum aku memakai cara kekerasan.”

“Kamu nggak mungkin tega melakukan itu denganku, Sad,” Zara tak percaya.

“Tapi sekarang aku bisa.”

“Fasad, kita bisa mulai semuanya dari a—”

Dalam sekejap dan sekali entakkan, Zara terlempar olehnya ke atas ranjang. Wanita itu memekik kesakitan. Bukan karena terantuk sudut-sudut kayu yang keras, melainkan terkejut dengan perubahan mendadak pria ini.

“Kenapa kamu berubah?” tanya Zara terdengar menuntut.

“Kamu yang membuatku berubah. Kamu yang membuat aku masuk ke dalam hidupmu!” semburnya.

“Kita bisa bicarakan baik-baik, apa yang kamu inginkan dariku. Akan aku penuhi asal kamu tetap tinggal ....” lirih Zara memohon dengan sangat, “aku bergantung sama kamu, Sad. Seperti ada yang hilang saat kamu pergi.”

“Sampai kapan pun aku nggak akan pernah tinggal di rumahmu dan menjadi menantu Nyonya Miranda, Zar. I’am sorry. Cari laki-laki lain aja.”

“Kita sudah menikah,” Zara kembali menegaskan.

“Hanya pura-pura,” sahut Fasad selanjutnya, “lupa? Apa perlu aku ingatkan untuk apa kita menikah?”

“Jangan membuat dialog kita berputar-putar, Sad. Siapa yang membuatmu jadi berubah? Bukannya kemarin kita masih baik-baik saja? Aku masih belum paham, apa salahku.”

“Kita semua salah,” Fasad mendekati Zara dan menariknya paksa, “cepat kamu pergi dari sini.” Dia kemudian mengeluarkan Zara dari dalam apartemen dan menguncinya segera. Zara memang harus pergi darinya sebelum ia melakukan kekerasan. Sebab dendamnya di masa lalu, bisa membuatnya menjadi sosok yang lain.

Zara tergugu dan terduduk di lantai pada saat dia dikeluarkan secara paksa. Beruntung ada Ardito yang membantu membangunkan Zara. Dia keluar karena curiga setelah mendengar dentuman pintu yang cukup keras.

“Sebaiknya kamu duduk dulu di apartemenku, kamu nggak mungkin pulang dalam keadaan seperti ini.” Dito menunjukkan unit yang ada di depannya. Meski tak terdengar jawaban, Dito tetap menuntunnya masuk. Kemungkinan Zara masih terlalu syok sehingga tak ada yang bisa keluar dari bibirnya selain isakan yang terdengar lirih.

“Dia marah dan kasar sama aku,” ucap Zara begitu duduk di ruang tamu lelaki yang menolongnya itu.

“Fasad punya masa lalu yang buruk. Jadi kalau sedang sangat marah, dia akan berubah mengerikan. Kasihan sebetulnya.”

“Apa yang kamu tahu dari Fasad sebelum hari ini, Dit? Aku merasa kemarin hubungan kami baik-baik saja meski nggak serumah karena aku sakit. Kamu tahu kan, aku kecelakaan sampai leherku di gips?”

“Ya, aku tahu,” tanggapannya, “tapi kalau untuk yang lain, aku nggak ada tahu apa-apa selain ternyata ... kalian sudah menikah.” Dito bersungut-sungut kesal, “Anjir, aku patah hati banget sialan! Karena ternyata Fasad yang berhasil ngedapetin kamu. Padahal aku merasa lebih kaya dan lebih laki daripada dia.”

Zara tak mau Dito salah paham, oleh karena itu ia menjelaskannya, “Nggak mudah untuk sampai di titik ini, To. Tapi dia berhasil meyakinkan aku kalau dia adalah laki-laki yang tulus banget jagain aku selama ini.”

“Jujur aku salut sama kamu karena ternyata, kamu hanya mencari orang biasa. Nggak macam-macam keinginannya seperti wanita lain yang memasang standar tinggi.”

“Tapi percuma ....” ucap Zara penuh sesal, “sekarang hubungan kami hancur karena sebab yang nggak aku tahu.”

“Kamu harus cari, Zar. Aku juga berpendapat, Fasad nggak mungkin marah kalau nggak ada yang mengusiknya lebih dulu. Coba selidiki, apa ada bagian dari keluargamu yang kurang suka sama dia, lalu ngata-ngatain seenaknya yang bikin Fasad tersinggung?”

Zara yang sedang membuang pandangan sontak fokus menemui mata Ardito, “Nggak mungkin Mami aku ngelakuin itu.”

“Kenapa kamu bisa bilang begitu? Sebelumnya Mami kamu setuju nggak, kamu nikah sama dia?” tanya Ardito membuat Zara memikirkan segala kemungkinannya, “nggak ada salahnya, kok, kalau kamu tanya sama beliau. Mungkin saja masalahnya berawal dari situ. Dan kalau memang iya, kamu bisa balik ke sini lagi untuk bicara sama Fasad. Tapi ... setelah kondisi Fasad sudah jauh lebih tenang.”

🌺🌺🌺

Sepulang dari apartemen nuansa, Zara langsung menemui maminya di rumah. Kedatangannya yang tiba-tiba tentu mengagetkan semua orang yang ada di ruang keluarga. Namun hanya Miranda yang sontak berdiri untuk menyambut.

“Eh, ya ampun, Kakak pulang, Dek!” seakan tak bisa menilai raut wajah Zara yang tak bersahabat itu, Miranda dengan antusias memeluknya dan mengajaknya duduk.

“Aku nggak mau duduk, Mam,” tolak Zara dengan suara dingin, “jangan basa-basi, jangan pura-pura baik begini, karena aku tetap nggak akan pernah bisa suka sama Mami!”

“Ini kenapa lagi, sih? Siapa lagi yang sudah mempengaruhimu, Sayang? Grace banci itu?”

“Berhenti merendahkan dia, Mam. Dia itu suami aku,” isak Zara tak lagi mempunyai tenaga lebih untuk bertengkar, “seburuk apa pun dia di mata Mami, tolong hargai Fasad ... dia menantu Mami, sudah menjadi bagian dari keluarga ini. Aku aja bisa menerima Om Ruben kenapa Mami nggak mau menerima pilihanku? Belum cukupkah Mami hancurin hidupku, Mam? Belum cukup?”

“Mami hanya ingin menyelamatkanmu dari orang yang salah. Dia hanya menginginkan apa yang kamu miliki,” ujar Miranda mengira demikian.

“Dia nggak seburuk yang Mami pikirkan,” sela Zara. “Fasad selalu ada di saat aku susah, menemani aku dari nol dan nggak pernah pergi saat semua orang meninggalkanku. Mami nggak akan pernah tahu itu,” Zara menjedanya sesaat, “tolong jangan campuri rumah tanggaku, Mam. Cukup kamu sakiti Papi ... jangan sampai ada orang lain lagi ... cukup Mam, cukup. Aku capek....”

Miranda memeluk putrinya dan ikut berurai air mata, “Baiklah, kalau menurutmu Fasad itu terbaik dan sudah berubah jadi laki-laki seutuhnya. Bawa dia ke sini dan kita bicara. Dia harus minta kamu sama Mami baik-baik untuk jadi istrinya, seperti itu bukan?”

“Jangan kecewain Zara lagi, Mam. Jangan suruh dia pergi dariku. Aku mohon ....”

“Nggak, Sayang. Bawa dia ke sini, Mami restui kalian,” kata Miranda akhirnya mengalah.

1
ida nurhidayah
👍😘❤️
ANNTIE
/Smile/
Nawalia Mohdlekat
kenapa bercerai 😭😭😭😭
Ida
👍👍👍
🇮🇩 F E E 🇵🇸
Eh... Aq deg2an parah baca part ini. Astaghfirullah...
Fransiska Siba
kamu kayak mamamu Umar kalau sdh menganggap benar pasti keras dan berontak dan kalau sdh kehilangan arah pasti keras kepala dan kedan egoiss
王贝瑞: Mampir juga kak ke Biru si ketos bad boy 😄
total 1 replies
Ana Aiztstyana Mahendrouw
Kecewa
Puji Rahayu
mskasih thor atas karyamu yg uapik ini...
dh menemani hr2 koh..
lnjt k karya slnjtnya...
cukses y thor....👄👄👄
Puji Rahayu
dah kuduga..ad adegan kek gini...
Puji Rahayu
akoh jg dulu luamaaa...punya ank.
dh di katain mandul lah...
mncuba tegar d hadapan semua org
tp kl sm misua pst mewek...
tp qt ber2 ttp sabar.percaya sm allah.
pst suatu saat qt punya ank.
& alhmdulillah terjwb.
pas 3 thn anniversary qt akoh punya ank.👏👏👏
intinya sabar n d bawa enjoy aja.
Puji Rahayu
tukeran nih...
pa jdnya nnt mertua vs menantu ...
Puji Rahayu
dh gk perjaka ting tong dunk...
kasian alma...
Puji Rahayu
yg jls cwe sholehah ya...
gk kyk si grace...alias fasad...
laura....
lanan ora...wedhok ora...😃😃😃
Puji Rahayu
iya biasanya kl d sinetron kl amnesia palanya kepentok lg malah igt lg tuh...
Puji Rahayu
bambang kn lo ray....
menolak kebenaran sih lo...terlalu grusa grusu...
kyk abi yudha salah memilih cinta...
tp ternyta apa...vita kn cinta sejati nya
Arin
haha itukan istri yg Sholeha dan menantu idaman Tante,tpi nikmtin aja ya Ray...🤣
Arin
lah sy mah bodo Amatlh SM kelurg Ray...yg terpnting Zara nanti bhgia sm si fasad
Arin
sy ttp ndkung Zara sm fasad Gamau yg lain Thor...
Arin
dan semoga Hamida mandul,dan Zara bhgia sm si suami....🤗
Arin
maknya Zara kmu jngn mainin perasaan orng
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!