NovelToon NovelToon
Harga Sebuah Daster

Harga Sebuah Daster

Status: tamat
Genre:Romantis / Spiritual / Patahhati / Duda / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: thatya0316

Demi keluarganya dia rela menanggalkan gelar yang diraihnya hingga dia larut dalam statusnya sebagai ibu rumah tangga dengan segala kesibukan mengurus rumah dan dua anak balitanya.

Sampai pada akhirnya pengkhianatan suami dan hinaan yang tiada henti dari mertuanya menyadarkan dia untuk bangkit dan merubah dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon thatya0316, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 Bertemu Rival Cinta

Seperti yang sudah Gilang janjikan, keesokan harinya dia sengaja mengosongkan waktunya untuk membantu Amanda pindahan. Sementara Rama, dia suruh untuk menghandle urusan kantor. Amanda sudah dengan beberapa kantong baju dan koper yang dibutuhkannya. Begitupula Bi Isah yang bersedia ikut bersama dengan Amanda. Kia pun sudah siap untuk pindah ke sekolah barunya setelah semalam diberi pengertian oleh bundanya, gadis cilik itu langsung menyetujuinya.

Terdengar suara mobil yang berhenti di depan rumah Amanda. Kia dan Azka langsung berlari ke luar. Mereka mengira Gilang yang datang untuk menjemput karena bundanya mengatakan akan di jemput oleh Gilang. Namun, seperti yang memiliki ikatan batin, Apandi datang ke rumah Amanda untuk memberikan uang bulanan untuk anak-anaknya.

"Ayah!" pekik Kia yang langsung menghambur ke pelukan ayahnya.

Amanda yang mendengar Kia memanggil ayah, jantungnya langsung berdegup dengan kencang. Dia takut Apandi mengetahui kepindahannya ke rumah Tania. Dia hanya pasrah jika akhirnya, mantan suaminya itu tahu tentang kepindahannya.

"Bi, tolong jangan jauh-jauh dari Manda ya!" pinta Amanda dengan wajah yang terlihat pucat.

Bayangan kejadian malam itu terus menari-nari di pikirannya. Dia takut jika hanya berduaan dengan Apandi, mantan suaminya itu akan berbuat hal yang tidak senonoh lagi. Amanda terus menguatkan hatinya agar bisa bersikap biasa saja di depan anak-anaknya.

"Bunda mana, Sayang?" tanya Apandi pada Kia.

"Bunda ada di dalam, Yah." jawab Kia

Tanpa sungkan lagi, Apandi langsung masuk menerobos ke dalam ruang tengah. Nampak di sana Amanda dengan Bi Isah yang sedang berpegangan tangan. Apandi pun langsung duduk di samping Amanda.

"Manda, kalian mau ke mana? Kenapa banyak sekali koper?" tanya Apandi saat melihat koper dan tas ransel yang berjejer di ruang tengah.

"Kita mau pindah rumah, Ayah. Kata bunda, kita mau pindah ke kota biar dekat dengan tempat kerja bunda." Kia langsung menyela sebelum Amanda menjawab.

"Pindah ke mana? Kenapa tidak memberitahuku?" cecar Apandi.

"Kenapa aku harus memberitahu kamu, Mas? Kita kan sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi," jawab Amanda.

"Kamu lupa, Manda! Ada Kia dan Azka di antara kita," sentak Apandi yang sukses membuat Azka menangis ketakutan.

Amanda segera memeluk putranya. Mengusap perlahan punggung putra bungsunya. Perlahan tangis Azka pun berhenti karena merasa mendapat perlindungan dari Amanda.

"Mas, tolong di depan anak-anak bicaranya sedikit dijaga," tegur Amanda.

"Itu semua karena salahmu, kamu mencoba menghindari aku sehingga pindah rumah? Kamu pikir aku tidak akan bisa menemukanmu? Kamu terlalu naif Amanda." Terlihat raut wajah Apandi menegang. Dia sangat kesal karena keinginannya ditolak oleh Amanda.

Tatkala Amanda akan menjawab ucapan Apandi, terdengar suara orang yang memberi salam di ambang pintu. Amanda pun segera menuju ke pintu depan. Nampak di sana Gilang sedang berdiri bersama dengan Langit di sampingnya. Bocah kecil itu sangat senang saat tadi papanya mengajak untuk menjemput Amanda.

"Assalamu'alaikum," ucap Gilang mengulang lagi salamnya.

"Wa'alaikumsalam," sahut Amanda. "Eh, Langit juga ikut," sapa Amanda.

"Iya, Tan! Dek Azka mana, Tan?" tanya Langit.

"Ada di dalam, ayo masuk!" ajak Amanda seraya menarik tangan Langit agar mengikutinya.

"Udah siap?" tanya Gilang datar. Entah kenapa hatinya merasa tidak senang melihat Amanda lebih perhatian pada putranya sedangkan sama bapaknya biasa aja.

Nampak Azka dan Kia berlari kecil menuju ke ruang tamu. Kedua bocah kecil itu terlihat bahagia menyambut kedatangan Gilang dan Langit. Tidak jauh beda dengan Langit yang sangat senang saat mendengar kabar kepindahan dua bocah kecil itu.

"Kak Langit, Om Gilang, Kia sudah siap dari tadi." Kia tersenyum lebar di depan Gilang setelah tadi dia mencium tangan teman bundanya itu.

"Anak pintar, apa Azka juga sudah siap?" tanya Gilang pada Azka yang sekarang sudah duduk dipangkuannya.

"Ciap, Om! Bunda udah belesin baju Aka," jawab Azka yang masih cadel.

"Anak hebat," puji Gilang dengan mengusap rambut Azka.

Mendengar suara lelaki dewasa di ruang tamu, Apandi pun segera menyusul Amanda dan kedua anaknya. Dia begitu kaget saat melihat Azka begitu dekat dengan Gilang. Seraya menahan rasa kesalnya, Apandi pun bertanya pada Amanda.

"Manda, apa dia alasan kamu menolak ajakan aku?" tanya Apandi dengan terus menyelidik penampilan Gilang yang terlihat santai.

Tanpa berpikir panjang, Amanda pun menjawab pertanyaan mantan suaminya. "Oh, iya Mas! Aku dan A Gilang berencana untuk menikah secepatnya."

Tidak hanya Apandi, jawaban Amanda sukses membuat Gilang menjadi kaget. Namun, sebisa mungkin dia menetralkan kekagetannya agar tidak terlihat jelas oleh Apandi.

Pasti dia sengaja bersandiwara di depan mantan suaminya. Aku melihat mantan suaminya ingin rujuk kembali. Tapi aku akan sangat senang jika apa yang Amanda katakan itu benar, batin Gilang.

"Kamu benar, Sayang! Makanya aku memintanya untuk pindah ke rumahku." Gilang pun ikut dalam permainan Amanda. Berharap apa yang Amanda katakan itu bisa menjadi kenyataan.

"Kamu sangat mengecewakanku, Manda!" Apandi langsung pergi begitu saja tanpa berpamitan dengan kedua anaknya.

Ada rasa yang Amanda rasakan. Dia senang mantan suaminya percaya dengan apa yang dikatakannya. Namun, saat tadi mendengar ucapan Gilang yang memanggilnya sayang, Amanda menjadi sedikit was-was.

"A, aku minta maaf tadi melibatkan kamu. Aku tidak tahu bagaimana cara untuk lepas dari dia," sesal Amanda.

"Tidak apa! Aku malah senang jika apa yang kamu katakan itu beneran."

...~Bersambung~...

Maaf kalau slow update, Othornya sedang kurang sehat🙏🏻

1
Ester Hadasa Ruru
Luar biasa
Diny Julianti (Dy)
kata ny wktu itu pas citra kecelakaan, Raina mau nikah, ko ini malah Raina masih single
Diny Julianti (Dy)
emang enak
Anifa Anifa
kia tuh umur berapa sih tolol banget
Anifa Anifa
nggak nyalahin Amanda sih tapi nyalahin author nya, bodoh banget
IG : @thatya0316: Terima kasih 🫰
total 1 replies
菲菲 Dwi L Arema
Pw nya terkesan oon bin tolol katanya sarjana
Rina Arie
good
Siti Masitah
kan dah cere kok mw di kawini..ktanya sholat...sesat..males baca..
Siti Masitah
preetlah kalian
Siti Masitah
tendang burungnya..di kawini juga mw..dasar botol
Siti Masitah
amanda bacoot
Siti Masitah
bener2 botol..sampe ank sakit..ntar mati baru nyesel
Siti Masitah
ternyata emang amanda botol banget..
Siti Masitah
amanda botol
Cheng Nyo
Luar biasa
Nurul Fatimah
kena karma lhoe nanti
Isranjono Jono
plin plan
Anonymous
lah tolol ni si amanda
Ig_@na4vR27
manda kalo k pasar cikarang mampir ya krumah /Grin/
༺𝑨𝒕𝒉𝒆𝒏𝒂_𝟐𝟓༻: udh ku follow kk
total 5 replies
adelina rossa
salam kenal kak..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!