Zinu seorang pemuda yang baik budinya dan suka menolong kepada siapa pun, suatu ketika setelah ia memberikan roti kepada seorang pria tua berpakaian kumal, ia bertemu dengan Bee roh berwujud boneka beruang putih yang mengaku sebagai Roh Kebaikan. Dari Bee, Zinu mendapatkan sebuah Sistem di ponsel pintarnya, Sistem itu bernama Sistem Menjadi Kaya.
Jika Zinu berhasil menjalankan tugas yang diberikan Sistem, Zinu akan mendapatkan Poin Kebaikan. Poin Kebaikan ini sendiri dapat Zinu tukarkan menjadi uang. Jika Zinu menukarkan 1000 Poin Kebaikan ia akan mendapatkan uang 100.000 Rupiah.
Ding...
[Sistem Kekayaan :
Agar Pengguna bisa selalu berbuat kebaikan, Pengguna harus tetap hidup!
Hadiah :
10.000 Poin Kebaikan/hari]
Sejak mendapatkan Sistem, kehidupan Zinu mulai berubah, ia mampu memperbaiki ekonomi keluarganya.
Suatu ketika Zinu mendapatkan misi dari Sistem untuk menjadi Youtuber dengan konten berbagi kebaikan. Bagaimana kisah Zinu dengan Sistem yang dimilikinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cumi Putih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 30
[Pengguna harus waspada, Sistem merasakan sesuatu yang amat berbahaya telah muncul!]
‘Sesuatu yang amat berbahaya? Apa itu Kak?’ ucap Zinu ketika mendengar pemberitahuan dari Sistem-nya.
[Aku tidak bisa memastikannya!]
Zinu mengerutkan wajahnya, ia penasaran apa amat berbahaya itu?
[Ini sesuatu yang hanya sekilas Sistem rasakan!]
[Pengguna lebih baik berhati-hati!]
Zina menghela nafasnya. Ia turun dari mobilnya. Ia yang menggunakan mobil mewah Mercedes-Benz G-63 ini dianggap sebagai tuan muda dari keluarga yang teramat kaya. Ia baru saja selesai mengunjungi gedung baru yang akan ia jadikan kantor pusat dari perusahaannya. Sekarang ia kembali ke apartemen untuk menemui Budi. Di depan apartemen Zinu melihat pria dan wanita yang sedang beradu mulut. Ia menggelengkan kepala dan tidak ingin ikut campur. Beberapa saat kemudian, si pria memegangi tangan si wanita, pria itu berusaha membawa pergi wanita itu, tapi si wanita justru bersikeras tidak ingin ikut.
Zinu menyipitkan matanya menatap si wanita, ia seperti pernah melihat wanita itu. Pada akhirnya, Zinu mendekati kedua orang itu. “Maaf Mas, Mbak.. Sebenarnya ini ada apa?” tanya Zinu dengan sopan.
“Kau tidak tau apa-apa, jangan ikut campur!” ketus si pria dengan tatap tidak senangnya.
“Maaf Mas, bukan aku ingin ikut campur, tapi sepertinya Mbak ini tidak ingin ikut dengan Mas, kalau bisa jangan memaksa seperti ini!”
“Dia adikku, aku punya hak membawanya pergi!”
“Aku tidak ingin ikut Kak Anthony, tolong jangan paksa aku!”
“Sudah kubilang Papa minta kau kembali, tuan muda Angkara akan melamarmu!”
“Aku tidak ingin menikahi pria buaya darat seperti dia, Kak!”
Zinu yang menyaksikan itu menjadi kebingungan. Namun ia tidak suka melihat seorang pria kasar dengan wanita, apalagi itu dengan adik sendiri. Zinu tidak menyukai itu. “Keamanan!” panggil Zinu, melambaikan tangan ke 2 orang yang menjaga pintu masuk apartemen.
“Hei, kau jangan ikut campur!” bentak pria itu menunjuk ke arah Zinu.
Karena mereka sadar statusnya Zinu, keamanan yang datang bukan hanya 2 orang yang dipanggil tadi, tapi beberapa orang keamanan lainnya juga begegas ke arah Zinu.
“Ada apa tuan muda?” tanya salah satu Satpam di sana.
“Tolong bawa pria ini pergi!”
“Baik!” ucap mereka serempak langsung mendekati pria itu.
“Hei apa-apaan kalian?!! Kalian tidak tau siapa aku?! Aku Anthony Salim!” pekik pria itu yang tidak terima ketika para Satpam mulai menyeretnya keluar dari kawasan apartemen.
Tentu saja para Satpam tidak memperdulikan ucapan si pria karena mereka lebih patuh dengan ucapan Zinu yang sudah mereka ketahui sebagai pemilik apartemen.
Wanita itu terdiam dengan wajah khawatir. “Mbak, ayo masuk dulu!” ajak Zinu dengan tersenyum kecil.
Wanita itu mengangguk, lalu mengikuti Zinu masuk ke dalam apartemen. Sesampainya di lobby apartemen, mereka duduk di sofa yang ada di sana.
“Sepertinya saya mengenal Mbak,” ucap Zinu yang sedari tadi merasa pernah bertemu dengan wanita yang ada di dekatnya ini.
“Oh ya mbak yang kemarin tidak sengaja aku tabrakkan?” tanya Zinu yang mulai mengingat kejadian saat ia ingin menyelamatkan adiknya, waktu itu ia sangat buru-buru dan tidak sengaja menabrak wanita ini.
“Iya!” ucap wanita itu membenarkan.
“Oh ya perkenalkan aku Zinu, adikku pemilik salah satu hunian di apartemen ini,” ujarnya sambil mengacungkan tangan.
Zinu sengaja tidak menjelaskan statusnya. Ia belum ingin terekspos sebagai pemilik gedung apartemen ini.
Wanita itu mengangguk, lalu menyambut tangan Zinu untuk bersalaman.“Aku Grace..”
“Grace Salim?”
“Kok tau?”
“Ya kan tadi itu kakakmu bilang namanya Anthony Salim..”
“Oh iya..”
“Sepertinya ada masalah ya tadi?”
Grace mengangguk, ia terdiam sejenak. Beberapa saat kemudian ia menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.
Setelah mendengar cerita dari Grace, Zinu mengangguk beberapa kali. “Oh jadi gitu ya, rumit juga..”
“Makanya aku gak ingin pulang!”
Zinu sudah mendengar seluruh cerita dari Grace, wanita itu tak ragu menceritakan apa yang sedang terjadi padanya, walau baru saja kenal dengan Zinu. Biasa, ini soal perjodohan dan politik dari keluarga kaya. Grace diharuskan menikahi seorang pria pilihan keluarganya, pria itu sendiri jauh lebih tua darinya. Namun Grace menolak keras, bukan hanya karena pria yang dijodohkan itu jauh lebih tua darinya, tapi dia juga sudah mengetahui kelakuan dari pria itu yang sudah dikenal hobi ‘bermain’ dengan wanita.
Keluarga Salim sendiri masuk dalam 10 besar keluarga terkaya di Indonesia. Zinu awalnya terkejut juga ketika mengetahui Grace dari keluarga Salim yang itu. Pantas saja Anthony Salim tadi begitu sombongnya. Ia sadar keluarga itu merupakan kekuatan besar di negara ini. Jika ia salah bertindak, pastilah akan menyinggung keluarga itu.
“Emang kelurga kaya seperti itu ya?Kayak jaman Siti Nurbaya aja ya, maennya jodoh-jodohan. Hehehe..”
Grace hanya cekikikan mendengar ucapan dari Zinu.
“Untungnya pria yang dijodohkan itu bukan pria tinggi dan kriput ya, kalau iya sama aja dong dengan Datuk Maringgih,” ujar Zinu dengan cadaan.
“Ih, ini versi Datuk Maringgih yang lebih muda..” balas Grace dengan wajah manyun.
Obrolan Zinu dan Grace pun terus berlanjut, beberapa kali mereka cekikikan bersama, mereka terlihat cukup akrab padahal baru saja saling kenal.
***
Di dalam gelapnya malam, seorang pemuda yang bertelanjang dada luntang-lantung menyusuri hutan. Wajah pemuda itu cukup tampan, ditambah perut yang sudah seperti roti sobek membuat para wanita mungkin saja akan mudah jatuh hati dengannya.
“Jadi disini kau rupanya!”
Pemuda itu berbalik ketika mendengar suara itu, kemudian ia melihat sesosok boneka beruang putih yang cukup menggemaskan.
[Peringatan ada ancaman!!]
[Cepat lari!!]
‘Ada apa Sistem?!’
[Makhluk itu sangat berbahaya, lari!!]
...[Misi:...
...Selamatkan diri!...
...Hadiah :...
...- Tetap hidup...
...- 99.999.999 Poin Takdir...
...Gagal :...
...MATI!!]...
Pemuda itu tak lain ialah Eden. Setelah melawan Gatot sebelumnya, ia berhasil menyembuhkan diri karena tubuhnya memiliki regenerasi yang lebih cepat dari manusia biasa. Saat itu ia dan Gatot bertarung sengit, baru dengan bantuan Sistem ia bisa melipat gandakan kekuatannya hingga membuat Gatot terpojok, Gatot hampir saja tewas, akan tetapi Si Profesor berhasil menyelamatkannya dan membawanya kabur.
Saat ini Eden begitu bingung akan reaksi Sistem ketika kemunculan sesosok boneka beruang putih di sana. Sampai-sampai misi melarikan diri saja berhadiah Poin Takdir sebanyak itu. Seolah ia diminta untuk menyelamatkan Sistem. Bukankah Sistem begitu ajaib? Namun kenapa seperti begitu ketakutan?
“Ternyata kau menjadi Sistem sekarang ya? Tapi itu tak akan membuat dirimu terlepas dari hukuman loh!!”
[Cepat lari!!]
Eden kebingungan akan Sistem yang mulai panik. Ia tak punya pilihan kemudian melesat menjauhi boneka beruang tadi.
Setelah lari beberapa waktu, Eden merasa sudah berada jauh dari sosok boneka beruang itu, ia berhenti sejenak.
[Bodoh, jangan berhenti!!]
Baru saja Eden ingin bergerak kembali, sayangnya sosok boneka beruang itu sudah ada di depan wajahnya.
“Argh!!!” raung Eden ketika sosok boneka beruang itu menyentuh jidatnya.
[Kumohon ampuni aku tuan!!]
Setelah itu Eden menjadi butiran cahaya, lalu menghilang.
“Aku harap kau bisa jadi Sistem yang baik untuk membantunya di sana!” ucap boneka beruang putih itu setelah Eden menghilang.
\=\=\=\=
Mungkin kalian di bab sebelumnya itu sangat kebingungan mengapa ada pemilik Sistem lain di sini. Sebenarnya karakter baru ini aku siapkan untuk jadi MC di novelku yang selanjutnya. Namun dia perlu latar permulaan untuk memperkuat plot, makanya dia hadir di novel ini. Jadi novel selanjutnya dengan novel yang sekarang masih nyambung ya. Aku masih mempersiapkan novel baru ini. Novel akan bersetting di dunia Kultivasi.
Kalau udah publish nanti aku kasi tau lagi ya, mungkin di awal atau akhir Februari. MC dari novel ini adalah Eden, tapi nanti dia punya nama lain khusus di dunia Kultivasi.
Bila membaca tulisan typo, mohon dikomentari ya biar bisa aku perbaiki..
Ini novel pertama aku Si Cumi Putih, jadi mohon berikan dukungan berupa Like, saran dan masukan di kolom Komentar, serta agar tidak ketinggalan jadikan novel ini Favorit-mu.
mending sistem seperti semula thor
lebih bagus