NovelToon NovelToon
Psikopat Tampan, & Kaya Raya

Psikopat Tampan, & Kaya Raya

Status: tamat
Genre:Romantis / Mafia / Badboy / Pembunuhan / Kriminal / Tamat
Popularitas:650.1k
Nilai: 5
Nama Author: Auraliv

Warning! Terdapat adegan kekerasan!

[SEASON 1]
Yudha Antariksa adalah anak dari pembunuh pasangan tersadis. Dia merupakan penerus resmi Elang Satan, kelompok mafia paling ditakuti.

Suatu hari sebuah tragedi mengerikan terjadi. Hingga rumah Yudha beserta markas Elang Satan hancur dilalap sang jago merah. Yudha dianggap mati oleh semua orang. Padahal kenyataannya dia masih hidup. Diselamatkan oleh bawahan setia ayahnya.

Tragedi mengerikan itu membuat hidup Yudha berubah drastis. Iblis psikopat dalam diri Yudha bangkit. Tidak hanya terpacu untuk melakukan balas dendam, tetapi dia juga mendapat harta warisan fantastis dari sang ayah.

[SEASON 2]
Yudha menjadi pembunuh bayaran bersama kekasihnya Elisha. Awalnya pekerjaan mereka berjalan dengan mulus. Namun segalanya berubah, saat Yudha tidak sengaja berurusan kembali dengan orang tua angkat Elisha.

Yudha dicebloskan ke penjara. Sementara Elisha kembali kepada kedua orang tua tirinya.

Bukannya sadar, sisi psikopat Yudha justru membar

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auraliv, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 - Kematian Erwin

...✪✪✪...

Saat sudah masuk ke dalam rumah Erwin, Yudha langsung mencari-cari sesuatu di sana. Tempat pertama yang didatanginya adalah kamar Erwin. Dia mencoba mencari informasi mengenai ketua mafia Mata Ular. Yudha yakin pasti ada sedikit petunjuk mengenai sosok dibalik Mr. A.

Sebelum melakukan pencarian, Yudha berusaha memastikan keberadaan Erwin. Dan ternyata lelaki yang bekerja sebagai polisi itu, sedang tidak ada di rumah. Yudha kini memanfaatkan peluang.

Dalam selang beberapa menit, terdengar suara mobil dari depan rumah. Lampunya bahkan bisa terlihat dari gorden yang menutup rapat. Yudha yang belum sempat menemukan apapun bergegas bersembunyi. Dia memilih masuk ke dalam lemari yang ada di kamar Erwin.

Tidak lama kemudian terdengar suara pintu terbuka. Yudha mendengar ada lebih dari satu pasang kaki yang berjalan. Mengartikan kalau Erwin tidak datang sendirian. Terdengar juga bunyi deru nafas, serta suara orang berciuman.

'Sial!' umpat Yudha dalam hati. Sekarang dari celah-celah lemari kayu yang dimasukinya, Yudha dapat menyaksikan aktifitas Erwin bersama wanita seksi berambut panjang. Mereka terlihat sudah mulai bercumbu di atas kasur.

Setelah menyaksikan Erwin sudah melepas seluruh pakaian, saat itulah Yudha keluar dari tempat persembunyian. Sebelum memunculkan diri, Yudha memasang topeng dan sarung tangan terlebih dahulu.

Krieeet...

Yudha sengaja membuka lemari secara perlahan. Namun tindakannya sama sekali tidak dihiraukan oleh Erwin. Yudha segera mengambil pisau dari saku celana. Kemudian berjalan menghampiri Erwin. Dia menodongkan pisau tepat ke leher polisi itu. Sehingga membuat sang wanita sontak berteriak ketakutan.

Sementara Erwin sendiri, mematung di tempat. Matanya membulat dengan tubuh yang gemetar. Sebab Yudha sudah berhasil melukai area lehernya. Menghasilkan beberapa tetes darah dari sana.

"Berdirilah!" titah Yudha.

"Ta-tapi aku tidak--"

"Berdiri!" Yudha memaksa. Dia tidak mau mendengar alasan tidak bermutu. Alhasil Erwin segera berdiri. Dia terpaksa melakukannya, meski sedang tidak menutupi tubuhnya dengan satu helai kain pun.

Si wanita yang merasa punya kesempatan untuk kabur, bergegas meraih pakaian. Lalu mencoba beranjak dari kasur. Akan tetapi Yudha tidak akan membiarkannya begitu saja. Dengan cekatan tangan Yudha mengambil pistol yang tersimpan di tas selempang kecilnya. Kemudian menembakkan peluru tepat ke kepala sang wanita.

Dor!!!

Wanita itu langsung tumbang ke lantai. Dengan keadaan kepala yang bersimbah darah.

"Dasar gila!" Erwin melakukan serangan tak terduga. Dia berupaya merebut senjata yang dipegang oleh Yudha. Namun usahanya tidak berjalan semulus yang dirinya kira. Hal itu karena gerakan Yudha lebih sigap dibandung Erwin. Untuk yang kedua kalinya Erwin ditodongi Yudha dengan senjata.

"Aku akan melepaskanmu, jika kau memberitahuku siapa ketua mafia Mata Ular!" ujar Yudha sambil menempelkan pistol ke jidat Erwin.

Erwin malah berseringai dan berkata, "Kau harusnya tanyakan kepadaku baik-baik. Aku tentu bersedia menjawabnya. Tidak perlu menggunakan cara kekerasan begini. Apakah kau tidak merasa kerepotan?"

"Jangan bicara omong kosong. Katakan saja langsung!" desak Yudha.

"Bos mafia Mata Ular adalah sosok yang sangat muda," ungkap Erwin.

Yudha yang mendengar merasa terkejut sekaligus heran. Dahinya mengukir kerutan dari balik topeng.

"Siapa namanya?" tanya Yudha.

"Kau benar-benar akan melepaskanku bukan? Aku masih punya satu orang anak yang harus di urus. Aku sedang berjuang untuk merebut hak asuh!" Erwin malah mencurahkan kesulitannya kepada Yudha. Sepertinya dia tengah melakukan proses negosiasi. Agar Yudha bersedia mempertahankan nyawanya.

Dor!!!

"Ah! Kau terlalu banyak basa-basi!" ucap Yudha. Setelah sengaja menembakkan timah panas ke daun telinga Erwin. Yudha sengaja membidik area pinggirnya saja. Hingga hanya menimbulkan luka kecil saja kepada Erwin. Walaupun begitu, luka tersebut lumayan banyak mengeluarkan darah yang berceceran.

"Aaarrgghh!" Erwin mengerang sambil memegangi area daun telinga yang terluka. Dia duduk bersimpuh di lantai dengan mengeratkan rahang. Lelaki itu berusaha menahan rasa sakit.

"Makanya, bicara langsung ke intinya. Cepat! Beritahu aku nama ketua klan Mata Ular!" Yudha bersikeras. Dia tak peduli dengan luka yang dialami oleh Erwin.

"Na-na-nama aslinya adalah Trisno Wijaya." Erwin akhirnya buka suara. Dia memberitahu dengan terbata-bata, akibat masih mencoba menahan rasa sakit.

"Hmmm... Menarik. Aku yakin orang itu memakai banyak nama samaran saat berbaur dengan orang banyak." Yudha berkomentar.

"Sekarang, apa kau--"

Dor!!!

Belum sempat bicara, Yudha sudah lebih dahulu menembakkan peluru ke kepala Erwin. Kini aparat kepolisian tersebut telah kehilangan nyawa.

Yudha bersiap-siap pergi. Sebelum itu, dia sengaja meninggalkan senjata tergenggam di tangan Erwin. Tidak lupa juga untuk mengatasi kamera pengawas, dan menghilangkan semua jejaknya. Selanjutnya Yudha langsung beranjak pergi dari rumah Erwin.

Setibanya di rumah, Yudha memanggil semua bawahannya untuk berkumpul. Termasuk Deny.

"Alasanku membuat kalian berkumpul di sini, karena aku berniat membangun kembali Elang Satan. Kita akan melakukannya perlahan. Dan aku ingin Deny yang memimpin," jelas Yudha.

"Aku? Kenapa tidak kau saja?" tanya Deny sambil mengarahkan jari telunjuk ke arah dadanya.

"Kita akan memimpin bersama. Aku akan mengambil alih saat waktunya tiba," sahut Yudha. Deny lantas mengangguk. Pertanda dirinya mengerti dengan apa yang dimaksud Yudha. Pembicaraan mereka berakhir disitu.

Yudha kembali ke kamar. Dia memainkan ponselnya. Mencoba mencari tahu berita mengenai kematian Erwin. Dirinya hanya ingin memastikan, kalau kedoknya tidak diketahui oleh polisi.

Hembusan nafas lega keluar dari mulut Yudha. Dia tersenyum tipis, ketika berita mengatakan kalau polisi masih kebingungan dengan apa yang terjadi kepada Erwin. Sekarang kasus tersebut masih dalam penyelidikan.

Sebuah notifikasi mengalihkan atensi Yudha. Ternyata itu adalah pesan dari Elisha.

...'Yud, Ibuku menyuruhmu datang untuk makan malam. Dia membuat banyak hidangan.'...

Kira-kira begitulah bunyi pesan yang dikirimkan oleh Elisha. Yudha segera memakai pakaian rapi. Kemudian langsung beranjak menuju rumah Elisha.

Selang waktu lima belas menit, Yudha akhirnya sampai di rumah Elisha. Dia disambut ramah oleh Mirna, serta ayahnya Elisha yang bernama Yanto. Kebetulan Yanto baru saja kembali setelah bertugas. Dia merupakan salah satu detektif resmi dari kepolisian.

"Yudha, kemarilah. Ayo kita bicara. Biarkan Elisha dan ibunya menyiapkan hidangan ke meja makan terlebih dahulu," ajak Yanto. Melambaikan tangannya. Yudha pun menurut, dan segera duduk di hadapan Yanto.

"Bagaimana kabarmu?" tanya Yanto. Dia baru saja meletakkan tablet-nya ke meja. Hendak berbicara serius kepada pemuda tampan di hadapannya.

"Baik, Om. Kalau Om sendiri?" balas Yudha pelan. Disertai rekahan senyum yang menenangkan. Hingga berhasil menular kepada Yanto.

"Mungkin baik, mungkin tidak. Aku baru saja kehilangan rekanku. Dia memang banyak melakukan kesalahan, tetapi akhir-akhir ini temanku itu sedang berusaha memperbaiki diri." Yanto mengungkapkan sambil menatap kosong ke lantai.

Deg!

Jantung Yudha berdegub kencang. Dia berpikir rekan yang dimaksud Yanto adalah Erwin. Meskipun begitu, Yudha berupaya sebisa mungkin untuk bersikap tenang. Dia akan berlakon seolah tidak mengetahui apa-apa.

1
Al Fatih
alur cerita yang ga biasa,, tapi keren abis....,, baru kali ini mendukung pasangan psyco
Al Fatih
aq mampir kaka
de~javu. {° ~ °}
mampir thor
kavena ayunda
maless bgt brengsekk gini kasian elisa
Karno Alvin
the best
Rocky
Cerita yang menarik & simple
Ruk Mini
beneran sadizzz..aq fikir d akhir sadar thorr..kesian turunan y ye..ya Allah smoga kite2 d beri Hidayah untuk slalu d jln Y.Aamiin .. walo cm crita tpi aq baper thorr ..kesian klo memang ada d dunia nyata ye..ok tq thorr d tgg karya2 mu lgi
Auraliv: Aamiin... makasih udah baca kak😁🤗
total 1 replies
IG: _anipri
sangatlah tidak normal memang. agak laen emang keluarga harmonis ini
Khsna Wati
😂😂🤣🤣
Nana Nainggolan
Thor,klo sosok ny Yudha seorang pemuda pintar dan pemberani aku setuju,tpi jangan buat penjahat kelamin y Thor,
putri rahman
sangat sangat seruu
Chaa
Eh novelnya udh sampe cucu"kubaca wkwkww
Mantap thor untuk novel sisi gelap anak SMA
Elly Watty
klw q suka ma cerita ini, q tergolong psycho g y🤔
Elly Watty
bagus si yanto nempatin elisha di luar negeri dr pda jd budak cintanya yudha yg egois
Elly Watty
g seru klw elisha bucinnya kebangetan...... g da harga diri bnget thor, baru kli ini q g suka karakter ceweknya diceritamu sorry
Auraliv: iya gk pp kak, skip aja😆
total 1 replies
Candra Adir
bagus
Billa🐒
Thor season 2 novel ini ad g ? masalahnya di dskrpsi itu season 1 mybe ad lnjutannya donggg ??
Billa🐒: yahh, pdhl bgs loh
total 5 replies
z
up dong thor
Asep Setianto
ini kpn up lg hmm😫
Suzana Miramin
nak tanya ayah tiri ke ayah angkat???? baca dari tadi ayah tiri dan emak tiri...lepas tu keluarga angkat??? katA El tu yatim piatu
Auraliv: ayah dan ibu angkat😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!