Adella Mahendra, gadis cantik dengan segudang prestasi. Kehidupannya bagaikan salah naik angkot, oper sana oper sini, pindah sana pindah sini.
Bagi sebagian orang, mungkin akan merasa senang jika berada di posisi Adel, tetapi tidak bagi Adel yang membuat dirinya harus di putar putar karena memiliki tiga orang tua yang sangat menyayanginya. Ditambah lagi dengan seseorang yang telah lama mencintainya dan begitu posesif terhadapnya.
Lanjut baca yuk, gimana jungkir baliknya Adel tetapi dengan sejuta pesona nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aulina alfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dinner
Ceklek
Pintu ruang inap Papi Surya dibuka oleh Dokter tampan, yang kali ini tidak menggunakan jas putihnya itu.
"Malam Pi" sapa Dokter Vikky dan langsung mencium tangan Papi Surya, dan seketika melirik ke arah Om Roy yang memperhatikannya dengan seringai tidak enak
Dokter Vikky menghampiri Adel, entah kenapa setiap melihat Adel jantungnya jedag jedug begitu kencang
"Udah siap Han?" tanya nya dengan membelai halus rambut Adel
"Udah, aku ambil tas dulu"
"Gak usah" Dokter Vikky mencegah tangan Adel yang mau mengambil tasnya
Adel menoleh "Kenapa? ntar Mas turunin aku di jalan lagi"
Dokter Vikky terkekeh "Mas turunin di KUA" bisiknya
"Ayok, keburu malem" Dokter Vikky langsung menggandeng tangan Adel, dan keluar dari ruangan Papi Surya
Sepanjang perjalanan, banyak mata memandang kagum dengan sepasang laki laki dan perempuan, dan juga banyak yang heran dengan mereka
Apalagi Dokter Vikky, dokter yang terkenal dingin dan tidak pernah senyum itu, malam ini menggandeng tangan seorang gadis cantik dan masih sangat muda.
"Mas, aku malu....tangannya lepasin deh" ucap Adel disela sela langkah kaki mereka yang mau keluar dari Rumah Sakit ini
Bukannya melepaskan, Dokter Vikky malahan semakin memperkuat genggaman tangannya
"Mas...." pinta Adel manja
"Mas lihat, tuh pegawai Mas gak kedip liatin kita, aku malu Mas" rengek Adel lagi
"Biarkan saja Han...."
"Lagian sejak kapan kamu malu malu, biasanya juga malu maluin"
Seketika Adel melepaskan genggaman tangannya dan beralih memukul dada bidang Dokter Vikky
"Ih nyebelin deh, Pak Dokternya"
Dokter Vikky menarik tangan Adel, menggenggamnya kemudian mencium kening Adel, dan sontak membuat semua orang yang berada di lobi Rumah Sakit itu begitu ternganga dengan perlakuan manis Si Dokter tampan
Di tempat yang sama, Raka dan juga Dokter Arya melihat adegan romantis itu hanya geleng geleng kepala, karena baru kali ini melihat Dokter Vikky bersikap lembut, apalagi dengan seorang wanita.
Dokter Arya adalah teman Dokter Vikky, dan Dokter Arya lah yang menemani Dokter Vikky ke rumah Adella tiga tahun yang lalu
"Dia Adella Mahendra, calon istri Dokter Vikky"
"Ya aku tau, tapi cuma tau namanya saja dan fotonya waktu kecil, tetapi tidak menyangka jika secantik itu" Dokter Arya masih menatap pasangan Adel dan Dokter Vikky yang pelan pelan sudah menghilang
"Aku juga kaget kemarin Dok, beruntung nya Dokter Vikky mendapatkan daun muda" cibir Raka
"Sudah diincar sejak kecil, dan banyak banget pengorbanannya untuk mendapatkan gadis itu"
"Tapi kenapa dia ada disini? dari tadi aku lihat keluar dari lift"
"Papi nya dari kemarin masuk Rumah Sakit" jawab Raka yang membuat Dokter Arya tidak penasaran lagi
"Papi??"
"Iya, pasien atas nama Tuan Surya yang berada di ruang inap sepesial"
"Oh....pantes, jadwalku tiba tiba berubah, semua ulah dia yang berdalih ingin merawat calon mertuanya, padahal aslinya modus"
"Anda benar Dokter Arya, dan aku rasa Dokter Vikky sudah mulai bucin"
"Iya, calon istrinya secantik itu, pasti banyak yang suka, aku aja kalau gak inget dia calon istri sahabatku sendiri juga sudah aku pepet, berjuang sebelum janur kuning melengkung"
"Haaahaaa....Dokter Vikky bisa gila kalau tau Dokter Arya mau nikung calon istrinya"
Dan kedua laki laki itu lalu berjalan menuju parkiran, karena jam kerja mereka sudah habis