NovelToon NovelToon
Melza

Melza

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Horor / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: vifinefianti_033

Yang mau ngobrol shantuy dengan saya, bisa langsung follow instagram saya ya (@kangrebahan_03). Kebetulan saya baru aktif lagi di instagram, insya allah nanti saya infokan jadwal up di sana.

*******

"mari bermain"

Bagi siapa pun yang mendengar kalimat itu dari mulut seorang gadis cantik yang bernama Elza, lebih baik memilih untuk segera mengakhiri hidupnya dari pada mati di tangan gadis berhati iblis namun berwajah malaikat itu. Kecantikannya bisa menjadi daya pikat untuk memancing targetnya agar memasuki perangkap dalam jebakan maut yang sudah ia buat.

Ya itulah Elza, gadis mungil yang memiliki wajah super cantik membuat siapa pun akan tertipu dengan mudah. Di balik itu semua, ada iblis di dalam diri Elza yang siap bangkit kapan pun ketika ia lepas kendali.

***

Melvin Andrea Micheal.

Nama itu sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat, Melvin itu bisa di bilang suami idaman bagi kaum hawa. Dia tampan, kaya, seorang pengusaha sukses juga. Paket konplit bukan? Maka tidak heran jika Melvin menjadi rebutan cewek cewek.

****

Misi nya di New York membawa petaka bagi seorang Elza. Ciuman pertama nya di ambil paksa oleh bajingan tampan, bernama Melvin. Elza tidak terima dengan kelakuan Melvin yang secara tidak langsung sudah menodai bibirnya yang suci, maka dari itu Elza langsung memberikan pelajaran kepada Melvin berupa tendangan super kencangnya di area sensitif Melvin.

Harusnya Melvin marah dengan perlakuan gadis itu kepadanya, tapi melihat wajah kesal gadis itu membuat seringai muncul di wajahnya yang tampan.

"mine"ucapnya.


+++++

Hanya penulis pemula yang ingin menuangkan kehaluan nya😴. Berhubung ini karya pertama saya, mohon bantuannya untuk para senior yang sudah banyak pengalaman nya. 😘😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vifinefianti_033, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. Melza

Tinggalkan jejak ya 😉, jangan jadi pembaca gaib :V

Happy Reading

+++++

"Ada apa? "Tanya Alan ketika melihat salah satu anak buahnya memasuki ruang kerjanya.

"Ada sepasang suami istri yang mencari anda"

"Suruh mereka masuk dan... Layani mereka dengan benar"

"Baik tuan"

Anak buahnya langsung melangkah pergi meninggalkan ruang kerja Alan.

"Tidak ku sangka mereka akan datang dengan cepat"

Senyum tipis langsung terbit diwajah Alan yang tampan, tanpa membiarkan mereka menunggu lama lagi Alan bergegas keluar dari ruang kerjanya untuk menemui Farhan dan Tasya.

Cabang club malam miliknya yang berada di Indonesia memang lumayan ramai, jadi tidak heran jika Alan mendapatkan pemasukan uang yang lumayan besar tiap bulannya.

Senyum lebar langsung di tunjukan oleh Alan ketika matanya melihat Farhan dan Tasya yang sedang menikmati hidangan yang di berikan oleh anak buahnya.

"Tidak ku sangka kalian cukup cepat menemui ku" Kekeh Alan.

Alan langsung mendaratkan bokongnya di sofa empuk berwarna merah terang itu.

"Jadi ini tempat usaha mu, Alan? "Tanya Farhan.

Alan menganggukan kepalanya sekilas.

"Ini adalah cabang club ku, jika kau pergi ke Amerika kau pasti akan melihat club yang jauh lebih besar dari ini"

"Ah begitu" Farhan mengangguk anggukan kepalanya pelan "Tidak ku sangka kamu akan jadi pengusaha"

"Tentu saja, aku tidak ingin kalah dari adik ku" Alan tertawa pelan "Tapi, aku jauh lebih kaya dari Melvin"

"Ya, kau benar Nak"

Alan langsung menuangkan isi dari botol vodka ke dalam gelas kristal yang di letakan diatas meja berlapis kacanya, setelah terisi barulah Alan mengambil beberapa bulir es untuk di masukkan kedalam gelas itu.

Alan langsung meneguk minuman kesukaannya itu.

"Jadi apa yang bisa aku bantu? "tanwya Alan.

"Kami butuh uang" Tasya menjawab langsung pertanyaan Alan "Untuk membayar hutang kepada rentenir "

Alan tersenyum tipis, ia memainkan gelas yang berisikan minumannya yang tinggal setengah lagi.

"Berapa? "

"500 juta" Jawab Tasya.

"Kalian yakin cuma 500 juta, aku bisa memberikan jumlah yang besar dari itu"

"Kami hanya butuh 500 juta nak" kali ini Farhan yang bersuara.

"Aku bisa memberikan uang yang kalian minta, lebih dari 500 juta. Tapi ada syaratnya "

"Syarat? "

"Apa itu? "

Prok.. Prok.. Prok

Alan bertepuk tangan memberi kode kepada anak buahnya untuk segera menyiapkan semuanya.

"Apa yang akan kau lakukan? "Bentak Farhan panik saat tiba tiba orang orang mengunci seluruh pintu akses untuk keluar dari club ini.

"Tentu saja kita akan melakukan permainan yang menyenangkan " Alan tersenyum begitu lebar.

"Menyenangkan? Apa maksud mu Alan? "Bentak Farhan dengan tubuh yang sudah gemetaran karena takut.

Siapa yang tidak akan takut jika ada banyak pria berbadan besar di sekelilingnya, ditambah akses pintu keluar dari club malam terkunci sehingga Tasya maupun Farhan tidak akan bisa keluar dari club ini.

"Alan!! "

Bentakan itu berhasil menyulut emosi Alan sehingga ia melampiaskan rasa emosi nya dengan mencengkeram gelas yang sekarang berisikan vodka di dalamnya, entah gelasnya yang memang mudah pecah atau karena cengkeraman tangan Alan lah yang terlalu kuat sehingga gelas kaca itu langsung pecah di tangannya.

Pecahan kaca itu seketika melukai telapak tangan Alan, darah mengalir dari lukanya.

"Tuan!! "

Alan memberi kode kepada anak buahnya agar tetap berada di tempat nya.

Alan menghela napas kasar berusaha menghilangkan perasaan ingin segera membunuh mereka dengan tangannya sendiri.

"Apa kalian tidak punya otak? "tanwya Alan menatap Farhan dan Tasya secara bergantian "Apa kalian pikir aku akan membantu kalian, eh"

"Jadi kau menjebak ku? "Tanya Tasya menatap Alan tajam.

Alan bangun dari posisi duduknya.

"Sayang sekali Mamah tiri" Alan menggelengkan kepalanya miris "Kau terlambat menyadari nya"

"Sialan kau!! " bentwak Tasya.

Tasya mencengkeram kuat gelas yang ada di genggaman nya lalu ia langsung menyiramkan cairan bening itu hingga membasuhi wajah tampan Alan.

Lagi lagi Alan memberi kode kepada anak buahnya untuk tetap diam saat hendak memberikan pelajaran kepada Tasya karena sudah menyiram bos nya dengan minuman keras.

Alan mengelap cairan itu dengan telapak tangannya dengan kasar.

"Sepertinya mamah tiri tidak tahu situasi ya" Alan tersenyum begitu lebar "Kerjakan lah! "Alan memberikan perintah kepada anak buahnya.

Saat mendapatkan perintah dari bos nya, mereka langsung menyeret paksa Farhan dan Tasya menuju ke sebuah ruangan yang ada di dalam club malam ini.

Alan tersenyum begitu lebar ketika melihat Tasya dan Farhan terus memaki dirinya.

"Baiklah, mari kita mulai permainan nya"

****

Tokyo, Jepang

Setelah menempuh perjalanan yang melelahkan dari Indonesia menuju Jepang, ia sampai di lokasi gedung apartemen yang menjadi tempat tinggal Ariana.

Calvin berusaha menyembunyikan perasaan cemas sekaligus rasa gugup nya untuk menemui Ariana, ia yakin jika Ariana tidak akan terbunuh. Kepala yang di kirimkan kepadanya hanya sebuah mainan yang menyerupai kepala Ariana.

Tubuh Calvin langsung lemas saat melihat ada beberapa Polisi dan tim Forensik yang keluar masuk apartemen yang di tempati oleh Ariana.

"Apa yang terjadi? "Tanya Calvin kepada salah satu orang yang kebetulan baru saja keluar dari apartemen Ariana.

"Kami mendapatkan laporan mengenai bau busuk di apartemen ini, lalu seseorang menemukan potongan mayat tanpa kepala" Ucapnya dalam bahasa Jepang.

Tangan Calvin terkepal dengan kuat. Jadi kepala didalam boks itu bukan hanya sekadar tiruan belaka, tapi itu benar benar kepala Ariana.

"Ariana" Lirih Calvin dengan nada pelannya.

Calvin menghapus air mata yang tiba tiba saja menetes di pelupuk matanya, ia menganggukkan kepalanya sekilas saat orang yang ia tanya berpamit kepadanya hendak pergi.

Calvin langsung masuk kedalam apartemen itu setelah mendapatkan izin dari salah satu temannya yang bekerja di kepolisian Jepang , mata Calvin mulai memindai kamar yang di tempati oleh Ariana yang penuh dengan cipratan darah.

Sungguh pemandangan yang sangat mengerikan, ia tidak bisa membayangkan rasa sakit yang Ariana rasakan sebelun kematian benar benar menjemput nya.

Kini ada banyak pertanyaan di kepalanya saat mengingat kematian Kim Yonna yang tidak jauh berbeda dari Ariana.

"Sepertinya dia sangat menikmati pembunuhan nya"

Kerutan langsung muncul di kening Calvin saat telinga nya tidak sengaja mendengar percakapan sesama tim forensik yang tengah mengambil gambar dari potongan tubuh Ariana yang berserakan.

Siapa orang yang sudah membunuh Ariana dan Kim Yonna?

Pertanyaan itulah yang memenuhi otak Calvin, ia yakin jika orang yang membunuh Ariana dan Kim Yonna adalah orang yang sama.

*****

Membunuh mereka bukan pilihan yang tepat untuk membalas rasa sakit yang selama ini dirasakan olehnya, maka dari itu Alan tidak akan membiarkan keduanya mati dengan begitu mudah.

"Kumohon ampuni kesalahan kami Alan" ucawp Farhan terengah.

Seringai kejam langsung muncul diwajah Alan ketika telinganya mendengar nada memohon Farhan, padahal sudah sangat jelas jika Alan tidak akan mengampuni mereka.

Alan menghentikan gerakan mencambuk tubuh mereka yang tampak sangat mengenaskan.

Kedua nya tergantung diatas pilar besi sehingga mempermudah Alan untuk mencambuk tubuh mereka berdua.

"Apa kau dulu pernah mendengar permohonan ku, Farhan? "Tanya Alan dingin "Apa kau pernah memikirkan nasib kami ketika kau memilih bersama wanita sialan ini? "

Trasssss...

"Akhhtttt" Jerit Tasya tertahan.

Alan mencambuk tubuh sialan Tasya dengan amat kuat hingga tubuh yang ia pukul dengan cambuk langsung mengeluarkan darah.

"ALAN HENTIKAN" Teriak Farhan.

"Hahahahah"

Tawa Alan langsung menggema di dalam ruang temaram itu, siapa pun yang mendengarnya akan langsung merasa ketakutan sekaligus merinding dalam waktu yang bersamaan. Alan, telah berubah jadi malaikat pencabut nyawa yang menyeramkan.

Alan berdeham berulang kali untuk menghentikan suara tawa nya itu, sesekali Alan akan menyentuh perutnya yang terasa begitu sakit. Ia tidak menyangka jika dirinya akan tertawa selepas ini.

"Kalian tahu, rasanya aku ingin membunuh kalian sekarang juga agar rasa sakit yang kalian buat kepada ku bisa sembuh "

"Aku tahu aku salah Alan, hentikan ini semua! Aku janji akan memberikan apa pun yang kau mau. Termasuk menerima mu dalan keluarga ku"

"Menerina? " Alan menaikan sebelah halisnya, ia memainkan cambuk yang ia pegang "Jika aku masih seperti dulu, apa kau masih mau menerima ku, Ayah... Ah sial, Farhan? "

Alan benci dengan mulutnya yang masih menyebut pria ini dengan sebutan 'ayah', padahal pria ini sudah memperlakukan dirinya seperti sampah yang di buang begitu saja.

"Kumohon Alan, hentikan kita bisa memperbaiki semuanya dari awal"

Alan menggeleng tegas, ia menolak penawaran Farhan.

"Aku tidak tertarik! "Tegas Alan.

Alan mendekat kearah Tasya yang nampak lemah itu, ia langsung mencengkeram kuat rahang wanita sialan yang sudah menggoda Ayah nya.

"Sepertinya aku harus menghancurkan wajah sialan ini" Alan berkata kejam sambil menghempaskan kepala Tasya dari cengkeraman nya dengan begitu kuat.

Air mata Farhan langsung jatuh begitu saja, melihat istrinya yang tampak mengenaskan membuat dadanya terasa di tusuk tusuk.

"Alan kumohon"

"Air panas! " Alan memberikan perintah kepada anak buah yang berdiri di samping pintu yang tertutup rapat, anak buahnya memang di perintah disana agar jika Alan membutuhkan sesuatu maka mereka bisa langsung mengambil nya.

Mata Farhan terbelalak tidak percaya dengan apa yang baru saja di katakan oleh Alan.

"Alan, kumohon. Jangan lakukan itu! "Farhan meronta ronta berusaha melepaskan ikatan yang membelenggu seluruh tubuhnya.

Alan seakan menulikan pendengaran nya dari teriakan Farhan yang mencoba menghentikan kegilaan nya itu.

Alan menatap wajah Tasya dengan dingin, mulut Tasya memang sengaja di beri lakban agar wanita itu tidak memiliki kesempatan untuk berbicara. Ia terlalu muak mendengar suara ****** ini.

Farhan semakin panik ketika anak buah yang di suruh Alan sudah kembali, kini ada seember air yang mengeliarkan kepulan asap panas.

"Alan! Kumohon, aku akan melakukan apa pun agar kau menghentikan ini" Jerit Farhan ketakutan.

"Ini tuan"

Alan hanya membalas dengan anggukan samar ketika anak buahnya telah mengambilkan apa yang ia inginkan.

"Aku sangat yakin jika wajah ini lah yang membuat Ayah ku jatuh cinta" Alan terkekeh pelan "Sangat di sayangkan wajah ini harus rusak"

Raut wajah Tasya berubah jadi panik, ia menggelengkan kepalanya sambil meronta ronta agar dirinya bisa melepaskan diri dari belenggu inu.

"Siram di wajahnya"

Tanpa menunggu lama lagi anak buah Alan langsung menyiramkan air panas itu tepat di area wajah Tasya, ya walau air panasnya masih mengenai anggota tubuh yang lain. Tapi, Alan tidak mempermasalahkan nya.

"Kau boleh pergi"

"Baik tuan"

"Alan kau bener bener keterlaluan! "Bentak Farhan serak.

Raut wajah Alan berubah jadi datar, tatapannya setajam laser yang bisa membuat musuhnya langsung terbunuh hanya dengan sebuah tatapan saja. Tapi, mata Alan tidak memiliki laser.

Rasa perih dan panas dalam bersamaan dirasakan oleh Tasya yang sedang menggeliat dengan gerakan yang teramat lemah, sungguh ia lebih baik mati dari pada harus di jadikan tahanan yang di siksa.

"Luka fisik bisa sembuh" Tiba tiba saja kalimat itu meluncur di mulit Alan "Tapi luka hati, tidak"

Alan tersenyum begitu lebar hingga dirinya tampak terlihat sangat menyedihkan, sungguh selama ini Alan menutupi rasa sakitnya dengan begitu baik hingga orang orang tidak sadar jika dirinya adalah pria yang lemah dan kesepian.

Mendengar ungkapan Alan membuat rasa bersalah Farhan langsung memenuhi perasaannya, ia tahu kesalahan yang ia perbuat tidak akan termaafkan dengan cara apa pun. Luka yang ia torehkan kepada anak anaknya begitu dalan hingga Farhan merasa malu untuk sekadar memohon ampun kepada Alan agar mau menghentikan ini.

"Aku minta maaf atas rasa sakit mu, Alan" Hanya kalinat bodoh itu yang meluncur mulus di mulut Farha.

Alan menggelengkan kepalanya dengan tegas.

"Aku tidak pernah mengharapkan permintaan maaf mu" Alan tersenyum tipis.

Memaafkan orang yang bersalah akan memperparah rasa sakit yang di alami oleh Alan, hanya kehancuran hidup mereka lah yang di inginkan oleh Alan. Selama inu mereka hidup dengan begitu baik, sementara dirinya tidak. Itu sangat tidak adil bukan? Farhan yang menorehkan luka bisa hidup bahagia dan tenang, sementara Alan yang menjadi korban ke egoisan Farhan hidup dalam keadaan menderita.

"Lalu apa yang kau harapkan hah? Membunuh kami, silahkan Alan! Jika itu bisa membuat mu merasa lega" Bentak Farhan.

"Tapi aku tidak akan membunuh kalian semudah itu"

Alan mengambil pisau lipat yang terselip di celananya, ia melangkah mendekat kearah Tasya untuk kembali melukai tubuh wanita sialan ini.

"Alan, hentikan! "Bentak Farhan.

"Dia tidak tahu apa pun, aku yang salah. Maka kau harus menyiksa ku"

Gerakan tangan Alan yang hendak menggoreskan ujung pisaunya langsung terhenti begitu saja.

"Apa kau sangat mencintai wanita ini? "Tanya Alan dingin.

"Ya, aku sangat mencintainya Alan. Jadi hentikan, lakukan apa pun yang kau mau kepada ku"

Seperti ada ribuan pisau yang tiba tiba saja menusuk hati Alan dalam waktu bersamaan, kalimat yang di luncurkan oleh Farhan semakin memperburuk atmosfer didalam ruangan ini.

Alan membalikan tubuhnya lalu berjalan mendekat kearah meja kecil yang ada di dalam ruangan itu, ia mengambil botol wine yang masih tersegel rapih langsung saja Alan membuka segel itu hingga tutup botol itu langsung terlepas.

Alan kembali mendekat kearah Tasya, lalu tanpa menunggu lebih lama lagi Alan mengguyur cairan merah itu ke tubuh Tasya yang penuh luka.

Rasa perih yang luar biasa menyakitkan langsung menjalar ke tubuh Tasya, ia menggeliat lemah dan mengerang tertahan saat cairan itu menyentuh seluruh luka di sekitar tubuhnya yang terbuka.

"Maka cintailah dia sampai akhir "

1
adelia azni
Kecewa
adelia azni
Buruk
adelia azni
Dri banyak nya novel yg sya baca,, ini cerita yg paling bgus sih menurut sya,,, best lah pokok nya
Rkeane
novel ter teh best lah,btw ada yang mau kasih rekomen lagi novel aksi aksi gitu kaya misi buat ajen ajen
Hasnah Siti
uffft bagus vin...aku lega mereka berdua ada yg menolong...😓
Hasnah Siti
🤣🤣🤣🤣🤣
Hasnah Siti
di lanjut lagi ...aku suka
Hasnah Siti
nexts
Hasnah Siti
awalan yg bagusss...🤩
pacarjuhoon🐢
ngaku hamil gk tuhh🤣🤣
pacarjuhoon🐢
kirain nonton apaan🤣hadehhh😭😭
Elly Adisusetyo
karya yg bagus thorr
imam zulkifli
aku golongan darah O dokk hehehe
🌻Ruby Kejora
Salam kenal dan sukses kk❤️❤️❤️
imam zulkifli
o o oh author teh tiasa sunda
Jaka Gd
kalo bisa kata" nya jangan ada hwanya thor
Bundane Aurel
opik penghianat
Bundane Aurel
keren, keren😁
Bundane Aurel
keren, keren walau tlat baca nx😁
Ninik Suprapti
ceritanya seru banget 👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!