Badgirl? Cuek? Most famous? Iyya. Itu semua julukan dari seorang gadis cantik, Keyla Arletta Alexandria.
Namun semua sifat itu harus lenyap, ia harus relakan dan digantikan menjadi sifat pendiam dan ramah. Fake Nerd?
Keyla merubah diri nya dari gadis berandalan menjadi gadis pendiam dengan kacamata bulatnya.
Hanya karena menjalankan satu misi dari sang ayah, Keyla rela untuk merubah dirinya.
Apakah seorang gadis berandalan mampu menjadi gadis pendiam, Fake Nerd?
•••••
Write by : yovvandzzam_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Unknownnnnn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chap duapuluh sembilan
“Ck, mana sih!” Keyla terus nencari kertas putih berisi data tersebut. Selang beberapa menit akhirnya ketemu diselipan kertas lain.
“Akhirnya, kalo gak ketemu bisa habis gue di caci maki!” Keyla bermonolog kepada dirinya sendiri. Ia langsung keluar dari ruangan nya dan berlari kearah meja sekretaris nya. Ya, sekarang Keyla sedang berada di perusahaan bagian jakarta miliknya.
“Sarah, ini data yang nanti akan di presentasikan ya, saya gak bisa hadir nanti jadi diwakilkan tante saya tante Raina siang nanti dia langsung kesini.” ucap Keyla sembari memberi data yang sudah di balut bussines file berwarna putih.
“Baik non.” Sarah langsung mengambil data tersebut.
“Makasih ya, saya harus ke rumah sakit lagi.” Sarah mengangguk, keyla langsung melangkahkan kakinya ke basemant dan melajukan mobil nya menuju rumah sakit.
>>><<<
Keyla melangkahkan kakinya ke ruang kamar inap VVIP 1, kamar dimana sang abang dirawat. Saat keyla membuka pintu abangnya masih tertidur mungkin karena efek obat yang diberikan menyebabkan kantuk. Keyla duduk disamping ranjang Andra, Andra mendengar ada decitan kursi jadi ia bangun dari tidurnya.
“Key..” suara Andra parau.
“Iyya kenapa bang?,” Keyla dengan sigap berdiri memegang tangan Andra.
“Abang pengen minum.” Keyla kangsung mengambil gelas berisikan air putih diatas nakas dan memberikannya kepada Andra.
“Makasih key.”
“Iyya bang, abang tidur lagi ya.” Keyla menaikkan selimut sedada Andra. Andra mengangguk. Tak lama kemudian mata andra kembali terpejam dan Keyla menyampikkan tangannya ditekuk dan
sama ikut tertidur bersama abangnya.
>>><<<
Tangan lentik itu terus menari di atas meja kantin, dengan tatapan kosong nya. Keyla, ia melamun sedari tadi entah apa yang dipikirkan dalam otak cantiknya.
“Key!” Fara menepuk pundak Keyla seraya yang ditepuk pun menengok.
“Kenapa?,”
“Lo gue cariin taunya disini.” Fara mendengus sebal.
“Maaf ya sayangkuh!” Keyla tertawa renyah.
“Hm,”
“Aqilla mana?” Tanya keyla sembari membenarkan kursinya.
“Di kelas tapi katanya dia mau kesini--eh tuh bocahnya.” Fara menunjuk Aqilla yang sedang berjalan kearah mereka. Aqilla yang ditatap hanya biasa saja.
“Apa lo.” Aqilla mendelik tajam.
“Selo atuh mba.” Keyla dan Fara tertawa.
“Diem.” Aqilla makin menajamkan penglihatannya kearah mereka.
“Key, Far!” Aqilla berpekik namun tatapan nya tak lepas dari sisi kantin.
“Apa lo!” Keyla dan Fara membalikkan tatapan tajamnya ke Aqilla.
“Ish! Lo liat itu kok sedari tadi dia ngomong sambil natap kita ya?,” Aqilla menunjuk orang dengan dagunya yang sedang ngomong sembari menatap kearah mereka.
“Mungkin fans.” Aqilla menoyor kepala Fara.
“Ish sialan lo! Pala gue difitrah neh.” Fara mengusap bagian kepalanya yang ditoyor sama aqilla.
“Gue tau dia siapa, masa lo berdua ga tau si?parah!” Keyla memutar bola matanya malas.
“Itu Queen sama Acha! Tapi dia kek nutupin pake rambutnya gitu!” Keyla mendengus. Selang beberapa waktu, benar. Queen dan Acha menghampiri keyla dkk dimeja kantin. Namun bukan menghampiri hanya melewati saja.
Byurr..
Queen mengguyur minuman yang ditangannya ke rok yang dipakai Keyla. Entah sengaja atau tidak yang pasti raut wajah queen terlihat senang. Keyla membelalak kaget,begitupun Fara dan aqilla.
“Apa ya maksudnya?,” Keyla tetap santai walaupun pahanya terasa sangat dingin. Dingin!
Salam Literasi!
*Selamat membaca :**
Btw, aku up gak nentu ya waktunya hihi;))