Alika Saraswati adalah seorang gadis desa yang cantik dan cerdas. Biasanya ibunya memanggilnya dengan panggilan Lika. Lika seorang gadis pelajar kelas 2 SMK sekarang usianya sudah menginjak 17 tahun. Lika mengambil jurusan Agri Bisnis, karena cita-citanya yang ingin menjadi pengusaha sukses. Meskipun tidak mungkin terwujud karena kendala masalah keuangan orang tuanya. Dia putri dari Bapak Wahyuno seorang petani kecil dan ibunya yang bernama Sulistia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reyhan4, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Laris Manis
Sungguh luar biasa hanya dalam waktu setengah hari bahan makanan dan minuman di Wisteria caffe bisa dengan cepat dihabiskan oleh para pembeli. para pembeli itu ada yang baru datang dan ada juga yang berasal dari para tamu undangan.
Feli telah selesai membikinkan 2 porsi ayam panggang yang merupakan pesanan dari bapaknya itu. tetapi Feli tidak mengetahui kalau pesanan itu bapaknya sendiri yang mesan. Feli segera memberikan pesanan ayam panggang, yang sudah di bungkusnya dengan rapi itu ke Mesis.
"Ini Sis pesanan ayam panggangnya udah selesai aku bikinin." ucap Feli ke Mesis.
"Waww aromanya kayaknya menggoda bangett, bikin laper nihh jadinya." sahut Mesis sambil tersenyum memuji masakannya Feli.
"Oh iya ya. kebetulan persediaan ayam mentahnya habis. nanti kami pergi berbelanja sebentar buat belanja bahan-bahan makanan yang sudah habis. dan setelah dari pasar baru nanti kita makan siang bareng yaa??" ajak Feli.
"Iya tunggu sebentar ya sis nanti kami mau belanja dulu, hee maaf ya siss?? malah pelayannya yang belum makan. abisnya gak nyangka banget kalau bahan makanannya bisa di borong abis sama para pembeli." ucap Feli sambil bersyukur juga karena hasil penjualan caffenya sudah laris manis untuk hari ini.
"Iya gak papa kok Lik, tapi jangan lama-lama ya ke pasarnya soalnya kita udah pada gak sabar nih mau nyobain masakan kalian." ucapnya sambil nyengir lucuu.
"Iya dehh gakk lama kok ya fell?? makasih ya Sis buat kalian semua karena sudah berkenan jadi pelayan dadakan buat caffe kami." ucap Lika sambil tersenyum simpul.
"Kami ikhlas kok Lik buat bantu-bantunya. sekalian kami belajar juga gimana rasanya kerja. ya hitung-hitung belajar mandiri lah." ucap Budi sambil tersenyum.
"Ahh masa sihh gak ada alasan lain !!! ehemmm !!! kan kalau bantu-bantu disini lumayan bisa ketemu terus sama bebeb princessnya." ucap Mesis sambil terkekeh-kekeh.
"Ahh moduss situ juga betah main di sini juga karena ada bebeb feli kann ?? hayoo ngaku elu Siss. kalau gak ngaku nanti si bebebnya gak mau lagi balas chat." ucap Budi sambil tersenyum meledek Maya yang sedang asik membersihkan piring dan gelas yang kotor bekas para pembeli.
"Emm Apaan tuh. kayaknya aku lagi deh yang di ledek. awas yaa tunggu pembalasan ku !!! ucap maya sambil tersenyum memicingkan mata ke arah temen-temennya.
"Ohh iya aku lupa buat jaga meja kasir, astagaa teruss para pengunjung tadi bayarnya sama siapa??" ucap Lika bertanya-tanya sendiri sambil mencoba melangkah ke arah meja kasir yang ada di depan ruangan caffe.
Baru dua langkah Lika melangkahkan kakinya. Mesis pun segera menjawab pertanyaan Lika. "Tenang Lik babang tampanmu sama Dimas sudah siaga buat jaga di meja kasir." ucap Mesis sambil tersenyum simpul.
"Ohh beneran nih yang kamu katakan Sis?? syukurlah kalau Rional sama budi sudah bantu jaga meja kasir. soalnya tadi aku kelupaan banget."
"Iya aku juga lupa Lik ngasih tau kamu." ucap Maya sambil melangkah menghampiri Lika.
"Iya udah Likk, gak usah di pikirin. soalnyaa sudah ada babang Rionalmu dan Dimas juga di meja kasir. tadi aku juga lupa ngasih tau." ucap Feli sambil tersenyum simpul.
"Ya udah aku mau ke meja kasir dulu ya?? nyamperin Rional dan Dimas kasian mereka. pasti kewalahan melayani para pembeli yang mau bayar."
"Emmm gimana kalau aku sama Maya pergi ke pasar dulu Lik ?? buat belanja bahan makanan mentah."
"Tapi beneran gak papa kalau aku gak ikut??" ucap Lika memastikan ke Feli dan Maya.
"Iya nggak papa Lik, lagian kan kita bertiga sudah join buat kerja sama." ucap Feli sambil tersenyum simpul dan Maya pun mengiyakannya.
Lika segera mengambil dan memberikan 3 juta uang cash buat belanja bahan makanan ke Maya. selain itu Lika juga mengasihkan catatan belanja ke Feli.
"Kira-kira cukup nggak ya uang yang aku kasih itu?? ucap Lika sambil menghitung-hitung.
"cukup Lik, malahan lebihan deh kayaknya." ucap Feli.
"Ya udah kalau cukup, kalau gak cukup tinggal kurangin belanjaannya aja ya Fel May?? tapi kayaknya cukup aja deh. nih uang bensinnya ya Fell Mayy !! ucap Lika sambil menyerahkan 2 lembar uang seratus ribuan ke Feli.
"Banyak banget nih Lik buat uang bensinnya." ucap Feli.
"Ya udah sisanya ambil aja buat kalian beli minuman." ucap Lika ke Feli dan Maya.
"Makasih ya Likk semoga caffe kamu banyak terus pelanggannya!! ucap Feli dan begitu juga maya sambil tersenyum ke arah Lika.
Lika pun segera menuju meja kasir menemui Rional dan Dimas. "Ri Dim maaf ya merepotkan kalian?? soalnya tadi aku sampai kelupaan buat jaga meja kasirnya." ucap Lika yang datang dari belakang Rional dan Dimas yang duduk dikursi kasir.
Rional dan Dimas sedang duduk sambil mengambil uang pembayaran menu dari pembeli. dan mengembalikan uang kembaliannya. lalu mencatat beberapa porsi menu yang telah dibeli sebagai rekapan buat Lika agar dengan mudah menghitung modal dan keuntungannya.
"Iya gak papa kok Lik. tadi dimas sendirian terus aku bantuin dia." ucap Rional sambil tersenyum menatap ke arah Lika. lalu kembali melayani para pembeli yang mau bayar.
"Masa sih, maaf ya dim??" ucap Lika
"Iya gak papa Likaa. lagian aku sudah di bantuin pangeran kodok kamu." ucap Dimas sambil nyengir dan terkekeh-kekeh pelan.
Para ibu-ibu pembeli itu juga ikutan terkekeh mendengar percakapan Lika, Rional dan Dimas.
"Gak usah khawatir Nengg. kan sudah ada si abang ganteng yang bantuin eneng." ucap salah satu ibu-ibu pembeli itu. dan temen-temennya yang lain pun juga mengiyakan.
"Semoga ramai terus ya Neng caffenya!! menu-menu makanannya juga enak semua ya?? pokoknya kami semua bakalan jadi pelanggan setia di caffe ini." ucap para ibu-ibu pembeli itu ke Lika sambil bercakap-cakap dengan teman-temannya.
"Aminnn makasih banyak Bu yaa atas doa-doanya. terima kasih juga karena ibu-ibu semua sudah mau mampir ke caffe ini." ucap Lika dengan ramah dan sopan.
Para ibu-ibu pembeli itu pun mengiyakannya. sepertinya mereka senang sekali dengan pemandangan Wisteria caffe dan pelayanan ramah yang telah di berikan.
Lika segera membantu Rional dan Dimas untuk melayani bagian pembayaran menu. baru setengah dari para pembeli yang mau pulang setelah mencicipi makanannya. setelah itu datang lagi sekelompok para pembeli yang mau memesan makanan dan minuman.
Sepertinya mobil-mobil dan beberapa motor telah memasuki halaman Wisteria caffe yang masih kosong. lalu para pengunjung itu segera menempati meja dan kursinya. kemudian di lanjut ingin menulis menu yang mau di pesan.
Lika terpaksa membalik tulisan buka pada pintu caffe menjadi tulisan tutup. hal seperti ini terpaksa dilakukannya karena bahan makanan mentah yang tersedia sudah habis. Lika juga menjelaskan pada para pengunjung yang baru datang kalau caffe akan di buka lagi setelah dua jam kemudian.
Para pengunjung itu pun bertanya alasan caffenya Lika itu ditutup sebentar.
"Emm emangnya kenapa mbak?? dua jam lagi caffenya baru di buka kembali."
"Iya maaf sekali bapak ibu semua ya. soalnya menu caffe kami sudah habis di borong sama para pembeli. dan temen saya masih pergi berbelanja bahan makanan mentah untuk menu-menunya ." ucap Lika ramah.
Padahal di pikir Lika ini merupakan kesempatan baik untuk mendapatkan keuntungan besar. tapi harus dia lepaskan karena persediaannya yang habis.
Tapi Lika juga menyadari mungkin besok-besok akan ada banyak pengunjung lagi yang datang. dan Lika juga akan menyiapkan bahan makanan mentah lebih banyak lagi.
Ternyata para pengunjung yang baru datang itu merasa sangat penasaran dengan menu-menu yang habis di borong. para pengunjung caffe itu pun bersedia menunggu sampai caffenya di buka kembali.
"Baiklah kalau bapak ibu masih mau menunggu, saya akan menelpon temen saya. agar segera membawakan persediaan bahan makanan mentahnya." ucap Lika sambil permisi meninggalkan para pengunjung itu ke tempat yang sedikit jauh.
Tut tut tuttt bunyi handphone Lika menelpon nomornya Feli. tapi gak diangkat, mungkin karena Feli asik berbelanja. kemudian Lika menelpon nomornya Maya dan Maya langsung mengangkat telpon dari Lika itu.
"Iya Lik, ada apa ya?? nih sebentar lagi selesai kok belanjanya." ucap Maya.
"Emm ini nih May. ada banyak pengunjung yang baru datang dan mereka katanya bersedia mau menunggu caffe kita buka lagi. padahal aku sudah membilangin ke para pengunjung itu kalau caffenya akan dibuka lagi setelah 2 jam kemudian." ucap Lika.
"Sebenarnya ini kita sudah mau pulang juga sih. tadi aku sama Feli bagi tugas buat belanjanya. ohh itu Feli datang. ya udah kami pulang dulu ya Lik."
"Baiklah Mayy." ucap Lika.
Lika kembali menemui para pengunjung itu dan menyampaikan kalau temen-temennya akan segera datang dari tempat belanjanya di pasar. Lika juga meminta maaf pada para pengunjung yang baru datang itu karena harus menunggu sedikit lama.
Setelah lima belas menit kemudian. Feli dan Maya pun kembali dari pasar. mereka berdua segera masuk melewati pintu dapur caffe sambil membawa persediaan bahan makanan mentah.
Karena bahan yang di beli cukup banyak. jadi mereka meninggalkan sebagian bahan belanjaan di dalam mobilnya. lalu meminta tolong pada Budi dan Mesis yang sedang asik duduk di kursi dapur.
Selanjutnya Lika segera mempersilakan para pengunjung caffe itu untuk meneruskan menulis menu pesanannya.
Bersambung...!!!
Terima kasih telah setia membaca. mohon maaf jika terdapat banyak kekurangan. dukungan dari pembacalah yang mampu membuat penulis lebih semangat lagi. mohon like and comentnya ya teman-teman.🙏🙏🙏
biasany klo q bca novel yg lain itu,up nya pling lma jg 2hri,,, 🤔🤷♀️