NovelToon NovelToon
Hijrah Cinta

Hijrah Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Contest / Cintapertama / Cintamanis / Patahhati / Nikahkontrak
Popularitas:61k
Nilai: 5
Nama Author: ima alyanadira

Kehidupan Alex anak seorang pengusaha ternama dan tekemuka yang hidup bebas dan tidak terarah.


Kehidupan Filece, yang merubah nama nya sendiri menjadi Zahra setelah menghadapi gelombang hidup di tengah keluarganya.

akan kah Alex dan Zahra bisa hidup bersama dengan bahagia atau malah sebaliknya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ima alyanadira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab-29

Terdengar suara gema adzan dari ponsel milik Zahra, ia bangkit menuju kamar mandi, membersihkan diri dari hadas besarnya selesai dari nifas. Ia melantunkan do'a lalu berwudhu setelah itu ia langsung mulai mengguyur tubuhnya di mulai dari yang kanan.

Setelah selesai dari ritual nya di kamar mandi ia keluar. Lalu mengenakan baju dan membangunkan Alex dengan bantal guling.

"Alex bangun! Bangunlah!" Zahra memanggil Alex, namun ia tak bergeming.

"Ais" kesal Zahra" sepertinya aku harus mengulang wudhu ku, Zahra memegang pipi Alex,"Alex bangun dong!, Mari kita sholat subuh!"

Alex membalik tubuhnya, mengucek mata menyesuaikan cahaya lampu yang baru dihidupkan oleh Zahra.

"Apa sih Zahra?" Lirih Alex kesal dan memejamkan kembali matanya.

"Kamu ga Sholat?"

"Ga, kapan aja udah"

Zahra menarik selimut Alex

"Ayo bangun!, Seharusnya aku lho yang kamu giniin, ini malah kebalik"

"Bodoh ah, aku mau tidur" Alex menyentak selimut di tangan Zahra lalu menyelimuti tubuhnya dan ia terlelap lagi.

"Baru kemarin kamu ingin berubah Alex, dan baru kemarin kamu meminta aku mengajarimu sholat, mengapa sekarang kamu kasar lagi padaku?, Apa karena pengaruh wanita itu" lirih Zahra, ia merasa terguncang ketika Alex menyentak kasar kain selimut yang sedang dipegangnya, ia seakan ingin menangis ketika itu juga.

Dengan perasaan sedih Zahra masuk ke kamar mandi lagi, untuk mengulang wudhu nya.

Kini Zahra sudah menggunakan mukenanya dan mulai sholat.

"Assalamu'alaikum warahmatullahi" ucap Zahra menyelesaikan sholat nya.

Lalu ia menengadahkan kedua tangan nya" ya allah, ampuni segala dosaku, jangan engkau biarkan aku menjadi seorang yang merugi, jauhkan aku dari murka mu dan dekatkanlah aku kepada rahmatmu, tunjukilah aku jalan yang lurus, sebagaimana telah engkau tunjukkan kepada mereka yang telah engkau beri nikmat, dan ampunilah dosa kedua orang tuaku, kasih dan sayangi mereka sebagaimana mereka mengasihiku sewaktu kecil, dan ampunilah dosa suamiku, berilah ia Taufik hidayah mu, lembutkan hatinya yang keras, tunjuki ia jalan yang lurus lagi benar, sebagaimana yang telah engkau tunjukkan kepadaku terlebih dahulu"

"Oek oek oek" suara tangis Hafidz memenuhi ruangan kamar.

Hingga Zahra menghentikan do'anya lalu bangkit, ia menaruh mukena yang sudah dilipatnya di atas nakas, lalu Zahra menghampiri books Hafidz dan menyusui Hafidz sampai ia tertidur kembali. Kemudian Zahra keluar menuju dapur untuk membantu Harini membuat sarapan.

Tak ada percakapan diantara mereka, hening.

Hingga olahan sarapan selesai dibuat dan di tata di atas meja makan.

________

Zahra kembali lagi ke dalam kamar untuk membantu Alex bersiap.

Zahra membantu memakaikan dasi Alex, sementara Alex memasang kancing yang terletak di pergelangan tangan nya.

"Alex, aku izin menginap di rumah papa ya, sudah sangat lama sekali aku tidak berkunjung kesana" ucap Zahra sambil menyelesaikan tugas nya.

"Berapa lama"

"Dua hari boleh?"

"Nanti aku akan mengantarmu" jawab Alex sambil mencium Hafidz dan keluar dari kamar.

Sementara Alex sarapan Zahra berkemas di kamar, dengan barang yang dibutuhkan untuk dibawanya menginap.

Setelah itu Zahra turun ke lantai bawah sambil menggendong Hafidz, di samping nya ada Reva Baby sister Hafidz sedang menjinjing tas.

"Mau kemana kamu?" Tanya Harini melihat tas yang ada di tangan Reva.

"Aku ingin menginap dua hari di rumah papaku ma, sudah sangat lama aku tidak kesana" jelas Zahra memberitahu Harini sekaligus meminta izin nya.

Harini hanya diam tidak menjawab tapi dia mendekati Hafidz yang berada dalam gendongan Zahra.

"Jhondra sayang, jangan lama -lama ya, nanti oma kangen" ucap Harini mencium pipi Hafidz gemas.

__________

Mobil yang dikendarai Alex kini sudah tiba di depan rumah kediaman Denish, papa Zahra.

"Aku masuk dulu ya" ucap Zahra kepada Alex, lalu Zahra turun bersama Reva.

Kemudian Alex melajukan mobilnya kembali menuju kantor.

Zahra menatap rumah itu lekat. Seketika ia teringat akan semua kenangan nya di rumah itu, di mana ia selalu berkumpul dengan sahabat nya, dimana saat ia selalu bertengkar dengan Galih, dimana saat ia selalu menyaksikan pertengkaran kedua orang tuanya.

"Mbak, Mbak" panggil Reva membuyarkan lamunannya

"Ah, iya, ayo kita masuk" ajak Zahra kepada Reva

"Assalamu'alaikum" ucap Zahra di depan pintu.

"Wa'alaikum" jawab Bik Ira pembantu dirumah orang tua Zahra. Ia yang ikut andil dalam membesarkan Gilang dan Zahra.

Ketika bik ira membuka pintu ia melihat Zahra sedang menggendong bayi.

"Non Felice," ucap bik lra haru

"Iya Bik saya" Zahra memeluk Bik Ira erat, lalu melepaskannya sambil melenggang masuk ke dalam

"Papa dimana Bik?

"Tuan sedang diluar non, mari saya bawakan tasnya" tawar Bik lra

"Ga usah Bik, biar Reva aja"

Selesai membereskan barang-barangnya di kamar Zahra juga menidurkan Hafidz Zahra pergi menuju dapur karena ia sangat lapar

"Non Felice, mau makan?" Tanya Bik lra

"Iya Bik, lauk apa ya" tanya Zahra sambil melihat lauk pauk yang sudah terhidang di meja makan.

"Waaaah enak nih, kebetulan aku belum makan, ayo Bik, Reva kita makan" ajak Zahra kepada mereka berdua

"Bik, apa Bibik tau kabar mama?" Zahra memulai pembicaraan.

"Bibi ga tau non, karena nyonya ga pernah telpon lagi" jawab Bik lra menyuap nasi ke dalam mulutnya.

"Trus gimana majikan baru Bibi" Tanya Zahra masih fokus dengan piringnya.

"Maksud non, istri muda tuan?, Sahabat non itu?"

"Dia bukan sahabatku lagi Bik, kalau dia menganggapku sahabatnya dia tidak akan mengganggu rumah tangga papa dan mama" lirih Zahra sedih yang membuat Bik Ira merasa bersalah.

"Mereka pasti bahagia" tanya Zahra melihat arah Bik Ira

"Mereka berdua seperti anak kecil non, sebentar berantem, sebentar baikan, dan selalu begitu setiap hari" ucap Bik Ira menceritakan rumah tangga papa nya dengan sahabatnya, tapi kini Zahra tidak lagi ingin menganggapnya sahabat.

"Oh" jawab Zahra menghabiskan suapan terakhir nya

Terlihat dua orang yang begitu berbeda usia menghampiri mereka di meja makan

"Felice, kapan kamu datang Sayang?" Tanya Denish kepada Zahra dan duduk di sampingnya

"Baru pa, aku ingin menginap disini dua hari" jawab Zahra meneguk air minumnya

"Mana cucu papa?" Tanya Denish dengan mata berbinar

"Di kamar pa" jawab Zahra sambil melihat sekilas kepada Luna, ibu tirinya itu.

Denish bergegas masuk ke kamar Zahra untuk melihat cucunya.

Sementara Zahra masih di dapur begitupun dengan Luna.

"Mau apa kamu disini" tanya Luna sinis.

"Ga salah ngomong kamu?, Ini rumah papaku"

"Tapi juga rumahku karena aku istri nya"

"Bukan istri tapi pelakor"

"Kurang ajar" geram Luna ingin menampar Zahra namun dengan cepat Zahra menangkap tangan Luna

"Jauhkan tanganmu dariku!, Sudah cukup aku mengalah darimu selama ini,jangan harap akan kau temukan lagi kekalahan dariku"

"Ga salah ngomong kamu Felice hah, bukan nya aku yang selalu mengalah darimu?, Kau punya segalanya, sari, lela, semuanya lebih sayang kepadamu, lalu Miko, lelaki yang sangat aku sukai, tapi lebih menyukaimu" jawab Luna dengan kemarahan

1
⠀⠀⠀ ⠀ ⠀⠀⠀ ⠀ ⠀⠀⠀⠀⠀ ⠀ ⠀⠀⠀ ⠀⠀ ⠀📴
kapan up lagi ka
⠀⠀⠀ ⠀ ⠀⠀⠀ ⠀ ⠀⠀⠀⠀⠀ ⠀ ⠀⠀⠀ ⠀⠀ ⠀📴: padahal nungguin kelanjutannya ka😢
total 2 replies
nurul aryani
kak ima tolong kasih info judul novel teman teman kak ima yg di grup sehati yg tentunya ada di platform ini jg ...trima kasih
nurul aryani
semoga karya ka ima semakin banyak dan bertambah populer dri waktu je waktu. dan yg pasti fans dan readernya akan semakin terus bertambah.
nurul aryani
hallo ka ima...sy baru ketemu lagi di platform Mt dengan karya ka ima. sehat dan sukses selalu untuk kak ima san keluarga
hanhan0816
poligamo tdk salah.. tp cara yg alex pakai itu kurang enak.. haruskah perempuan selalu terskiti.. selalu dituntut utk menerima n menerima.. tanpa melihat perasaanny itu hancur...... hhhmmm..
zha
kapan up lagi ka aku buka fav lama ternytata bulan 11 up 3 bab sekarang belum up lagi
Aurelia Devhi
lanjutannx mana nhi suka bngett sm alurr critanx sampe2 ikutan nangiss ngebacanya😭
Kasna wati Wati
plis jgn disatuin authour biar Zahra hidup bahagia sama hakim
Kasna wati Wati
plis jgn bikin Zahra sama Alex nyatu hatiku hancur kalo inget Alex nyakitin Zahra apalagi pas lahiran hafidz aku g rela biar zahrra sama ustad aza
Ita Jumriati
kapan lagi up nya thor....
Masriah Kurniyawan
lanjut thor
Ipah Rashid
itu balasan buat alex biar tau rasa dia..... semangat thoot
Ipah Rashid
aduuh mellow saya thoor
Eny Nur Hidayanti
masak sudah g ada cinta lg jadian alex
Eny Nur Hidayanti
kan dr awal blm ada kata cerai jd zahra sama alex msh suami istri no...
Neng Icha
akhir nya Zahra bertemu alex...
☘💚Efa Vania💚☘
dah mampir ya aku... udah lunas utangnya😂
Fitri Chan
semangat kakak 🤩🥰🥰
Juniya Arika
kok gak up si thor
Mel Rezki
tetap semangat 💪.lanjut Kak 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!