NOVEL GENRE:
-AZTER WORLD: REINCARNATION, SWORD AND MAGIC, MECHA (?), OVERPOWER, HAREM, ROMANCE, R18 (?)
-ASLEY WORLD: MAGIC, ACADEMY, ADVENTURE
Bercerita tentang seorang tentara bayaran yang mati akibat pengkhianatan adik dan kekasihnya
Bertemu seorang Dewi dan bereinkarnasi ke dunia lain dengan kekuatan yang sangat besar
Mengelilingi dunia bersama banyak keindahan, itulah dia sang "TRUE GOD" dengan kekuatan diluar nalar namun dianggap sampah oleh orang lain
Ikuti cerita Fellix di THE STRONGEST USELESS GOD
.
.
Novel kedua, kalau ada salah penulisan mohon dimaklumi
Jadwal update: Minggu-Jum'at, Sabtu libur
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TRAZAYUYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 29
"Eh tunggu dulu, aku harus memakai topeng karena aku tidak mau kejadian seperti di kerajaan Garnet terulang lagi" ucap Fellix yang tiba-tiba menghentikan langkahnya, lalu dia memakai topeng namun berbeda dengan biasanya saat ini dia memakai topeng yang terbuat dari kayu berwarna kemerahan dengan 2 tanduk kecil di dahinya
(kaya gini ya)
"Nah mari pergi" lanjutnya lalu melesat pergi menuju arah pertarungan
Sesaat kemudian Fellix sudah sampai ditempat pertarungan terjadi karena memang jaraknya tidak terlalu jauh, disana dia dapat melihat belasan prajurit yang melindungi kereta kuda melawan puluhan orang dengan pakaian hitam dan topeng
"Hmm kenapa mereka masih memakai kereta kuda, bukannya bangsawan lebih suka pakai mobil buat gaya-gayaan" ucap Fellix yang saat ini duduk disebuah cabang pohon dan melihat kereta kuda disana
"Yah lagipula dunia ini juga aneh, unsur pedang dan sihirnya sangat kental tapi kenapa ada mecha dan barang-barang modern benar-benar aneh tapi bukannya author ya yang aneh karena buat cerita kaya gini ahhh sudahlah ribet amat" lanjutnya
"Wow wow ternyata orang-orang berpakaian hitam dan bertopeng itu cukup kuat juga sebagai seorang pembunuh, mereka terlatih dan berpengalaman berbeda dengan para prajurit itu yang terlihat tidak terbiasa bertarung" ucap Fellix mengomentari
"Ohh benar bukannya aku punya sniper, hehehe mari kita cobaaa eh kaya S*sca Kohl aja hehe" ucapnya lalu mengeluarkan snipernya dari storage
"Hmm nyaman juga sniper ini berbeda dengan yang biasanya kupakai, baiklah selanjutnya bidik satu satu" ucap Fellix lalu membidik para penyerang tepat di kepalanya
Bang..
Cklek...
Bang..
Cklek...
Bang..
Dan Fellix terus membidik dan menembak semua penyerang tepat di kepalanya yang membuat mereka mati seketika dan itu terus dia lakukan sampai hanya tersisa 1 orang yang dari awal hanya duduk di sebuah pohon tumbang
"Siapa yang melakukan ini pada anak buahku" teriak pemimpin penyerang
"Ohh diakah pemimpinnya, dasar pemimpin tolol anak buahnya bertarung dia malah nyantai disana" ucap Fellix kesal
"Mati ajalah" lanjutnya lalu membidik sang pemimpin
Bang...
"Akhirnya selesai" ucap Fellix lalu menyimpan snipernya kedalam storage lagi
"Saatnya pergi..." namun saat Fellix berbalik ingin pergi sebuah pisau menempel di lehernya, bukannya takut Fellix malah menyeringai dibalik topengnya
"Hoho apakah begini caramu berterimakasih nona, kau dan 4 kawanmu datang terlambat dan sekarang kau mengarahkan senjatamu pada orang yang menyelamatkan mereka" ucap Fellix dengan nada mengejek
"Diam dan ikuti aku" ucap wanita yang mengarahkan pisau ke leher Fellix
"Kalau aku menolak" tanya Fellix
"Coba saja jika kau berani" ancam wanita itu
Swosss... tiba-tiba Fellix menghilang dari tempatnya
"Ap..." belum selesai wanita itu berbicara Fellix sudah berada dibelakangnya dengan dagger yang menempel dilehernya
"Sekarang apa" tanya Fellix dengan senyuman
"Aku menyerah" ucap wanita itu sambil mengangkat kedua tangannya dan menjatuhkan pisaunya kebawah
"Hahhh baiklah aku akan ikut denganmu, setidaknya aku tidak dianggap ancaman jika aku melakukannya" ucap Fellix lalu menyimpan daggernya kembali
"Mari pergi" ucap Fellix lalu turun diikuti wanita itu dan 4 temannya menuju kearah prajurit dan kereta kuda yang mereka jaga
"Nona Sophie, anda sudah datang" tanya prajurit yang terlihat seperti pemimpinnya
"Ya, lalu bagaimana keadaan putri Liliana" tanya wanita itu yang ternyata namanya Sophie (gk ada gambar karena bukan salah satu pasangan Fellix)
"Tuan putri baik-baik saja karena tiba-tiba semua penyerang itu mati dengan kepala berlubang seperti terkena tembakan tapi apakah pistol bisa melakukan hal seperti ini" ucap pemimpin prajurit dengan bingung
"Dialah yang melakukannya dan entah apa yang dia pakai untuk melakukannya tapi bentuknya seperti pistol namun dengan ukuran dan panjang yang sangat berbeda" jelas Sophie
"Siapa dia nona Sophie" tanya pemimpin prajurit
"Entahlah, aku melihatnya menembak para penyerang itu dari pohon yang letaknya cukup jauh" ucap Sophie sambil memandangi Fellix
"Alexis" ucap Fellix singkat
"Apa" tanya Sophie
"Namaku Alexis" jawab Fellix dingin
"Ohh begitukah, baiklah aku Sophie Andrea kapten assassin kerajaan Pirus" ucap Sophie mengenalkan dirinya
"Hmm kau seorang elf" tanya Fellix karena dia tidak para prajurit mengenakan penutup kepala dan assassin mengenakan pakaian seperti ninja, dan juga Fellix tidak melihat status mereka sebab dia awalnya ingin langsung pergi
'Pantas saja mereka tidak memakai mobil karena kerajaan Pirus tidak suka memakai alat modern seperti itu' batin Fellix
"Ya, aku adalah elf" jawab Sophie
"Begitukah" ucap Fellix singkat, namun sebenarnya dia sedang melihat status milik Sophie dan orang yang dipanggil putri oleh mereka
-NAME : SOPHIE ANDREA
-RACE : HIGH ELF
-AGE : 20
-JOB : ASSASSIN, NEOBOT DRIVER
-LEVEL : 700
-ELEMENT : WIND
-NAME : LILIANA EL GREENWOOD
-RACE : HOLY ELF
-AGE : 18
-JOB : NATURE QUEEN, NEOBOT DRIVER (seal)
-LEVEL : 1.000 (seal)
-ELEMENT : NATURE (seal)
'Hmm level putri itu tinggi juga tapi kenapa kekuatannya tersegel, oh benar bukankah Maya pernah bilang kalau putri kerajaan Pirus orang yang sangat kuat meskipun tanpa neobotnya lalu kenapa dia bisa seperti itu' batin Fellix
"Hei Alexis kenapa kau terdiam seperti itu" tanya Sophie sambil menggoyangkan tangannya didepan Fellix
"Eh oh tidak ada, aku hanya berpikir bukannya putri kerajaan Pirus terkenal akan kehebatannya tapi kenapa dia tidak melawan penyerang itu dan hanya diam didalam kereta kuda" tanya Fellix meskipun dia sudah tahu jawabannya
Mereka yang mendengar itu terdiam dengan wajah putus asa, Fellix melihat itu semakin curiga jika ada sesuatu yang terjadi dengan putri kerajaan Pirus
"Ada apa" tanya Fellix lagi
"Putri Liliana terkena penyakit dimana dia tidak bisa mengeluarkan kekuatannya atau tepatnya dia menjadi manusia biasa, itu terjadi sekitar 1 tahun yang lalu ketika dia menolak lamaran dari kerajaan Peridot" Sophie
"Kami pergi ke kerajaan Amethyst untuk menemui dokter disana tapi dia bilang tidak bisa melakukan apapun untuk penyakit putri, dan saat kami akan kembali ke kerajaan Pirus kami dihadang oleh penyerang tadi dan terpisah dimana kami melawan para assassin" lanjutnya menjelaskan dengan wajah murung
"Hmm begitukah, lalu apa kerajaan lain tahu tentang masalah ini" tanya Fellix
"Kerajaan lain tidak ada yang tahu karena yang mulia ratu menyembunyikan masalah ini" jawab Sophie
"Apa masih ada yang kalian sembunyikan" tanya Fellix yang merasa bahwa Sophie masih belum menjelaskan semuanya
"T-tidak ada" jawab Sophie memalingkan wajahnya
"Begitu, baiklah lalu aku akan kembali dulu karena masalah ini sudah selesai" ucap Fellix lalu berbalik pergi namun lagi-lagi Sophie memanggilnya
"Tunggu Alexis, bisakah kau ikut dengan kami ke kerajaan" ucap Sophie
"Tidak" ucap Fellix yang tetap berjalan pergi
"Tolonglah, ikut kami ke kerajaan karena aku tidak tahu harus berkata apa pada yang mulia ratu saat ditanya nantinya" ucap Sophie memohon
'Eh bukankah kalian pengawal sang putri lalu kenapa kalian memintaku menjelaskan apa yang terjadi pada ratu kalian, apa kalian bodoh ha' batin Fellix dengan wajah bodoh
"Apa maksudnya itu, bukankah kalian pengawalnya" tanya Fellix
"T-tapi..." Sophie tidak tahu harus berkata apa lagi untuk meyakinkan Fellix
"Haihhh baik baik lalu tunjukkan jalannya" ucap Fellix sambil mendesah karena dia selalu saja terlibat dalam urusan kerajaan, dia ingin menolak tapi dia yakin Sophie akan terus memohon padanya dan itu membuatnya tidak nyaman
"Benarkah? lalu mari kita pergi" ucap Sophie berbinar-binar
Lalu mereka melanjutkan perjalanan menuju kerajaan Pirus dengan Fellix yang bergerak mengikuti para assassin melompati pohon sedangkan prajurit mengawal kereta kuda
Sementara itu didalam kereta kuda terlihat seorang gadis bertopeng sedang mengintip keluar dari dalam kereta kuda tepatnya mengintip Fellix yang sedang melompati pohon bersama para assassin
'Siapa pria bertopeng itu, kenapa aku merasa seperti memiliki ikatan dengannya' batin gadis bertopeng
'Siapa dia sebenarnya' lanjutnya
Siapakah gadis bertopeng itu? dan apa hubungannya dengan Fellix? entahlah mungkin di ch selanjutnya akan di jelaskan
tsundere