Anindya Yasmin tak pernah mengira akan jatuh cinta pada sosok pria bernama Daniello Lucas Dathan sang ketua OSIS yang sangat tampan.
Daniel dengan segala kelembutan dan perhatiannya membuat Yasmin benar benar jatuh cinta.
Tapi cinta mereka tidak bisa berjalan mulus, karena berbeda keyakinan. Walau Daniel sangat menghormati Yasmin dengan keyakinannya dan begitu juga dengan Yasmin.
Tapi orang tua merekalah yang tak bisa menerima semua perbedaan itu.
Apakah pada akhirnya Yasmin dan Daniel menyerah pada keadaan. Dan memilih berpisah.
Kisah ini terinspirasi dari kisah nyata seorang sahabat. Selamat membaca, semoga menghibur.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua Puluh Sembilan
Tiga Tahun Kemudian.
Yasmin telah menyelesaikan kuliahnya sejak setahun yang lalu. Saat ini ia bekerja sebagai sekretarisnya Akhtar.
Sejak pindah kuliah ke Bandung, Yasmin tidak pernah kembali ke kota Pekanbaru. Ia tak ingin bertemu temannya atau teman Daniel.
Kalaupun liburan ia pasti akan ke kota Batam saja, tempat kakaknya tinggal.
Yasmin sebenarnya tahu jika Akhtar menyukainya. Tapi Yasmin tidak pernah memberikan Akhtar harapan. Sampai detik ini ia belum bisa melupakan Daniel.
"Yasmin , apa semua kerjaan sudah selesai"
"Sudah, pak. Apa bapak akan pulang sekarang"
"Yasmin, harus berapa kali aku ulangi. Jika kita sedang berdua kamu bisa panggil aku mas, seperti biasanya"
"Aku takut nanti ada yang dengar. Aku nggak mau jadi bahan gosip pak...."
"Biar aja mereka mau bicara apa, jika itu tidak merugikan kita"
"Tapi aku nggak enak pak..."
"Tinggal diberi micin biar enak"
"Bapak, aku serius loh"
"Nggak boleh terlalu serius, nanti tambah manis"
"Mana ada begitu ..."
"Yasmin, nanti pulang kerja temani aku makan ya. Ada kafe yang baru buka. Steaknya enak banget kata temanku"
"Hhmmmm...harus ya pak"
"Ya, kalau nggak mau gajimu di potong"
"Itu pemaksaan namanya" gumam Yasmin
Akhtar tertawa mendengar gumaman Yasmin. Ia dan Yasmin memang sudah sangat akrab. Akhtar senang membuat Yasmin kesal.
"Mas Akhtar sama aja dengan kak Daniel suka buat aku kesal dan memaksa..."
"Hello...." ucap Akhtar melambaikan tangan di depan wajah Yasmin.
"Ya kak Daniel..." ucap Yasmin spontan, membuat Akhtar yang kaget.
"Daniel...siapa tuh"
"Maaf pak, itu nama pemeran utama drakor yang sering aku tonton" jawab Yasmin bohong
"Jadi kamu tadi melamunkan pemeran utamanya. Mana ganteng denganku..." ucap Akhtar sambil menaik turunkan alisnya.
"Ganteng bapak sedikit..."
"Terima kasih, sudah kuduga pasti lebih ganteng aku...." ucap Akhtar tersenyum
"Tapi kak Daniel gantengnya banyak..." ucap Yasmin sambil teesenyum melihat wajah cemberut Akhtar.
"Kamu tuh , bikin aku gemas aja" ucap Akhtar sambil mencubit hidung Yasmin.
Yasmin yang diperlakukan begitu oleh Akhtar langsung terdiam dan menunduk.
"Ya Tuhan , kenapa mas Akhtar selalu melakukan hal yang sering kak Daniel lakukan padaku. Apa kabar kak Daniel ya. Pasti ia telah memiliki anak dan saat ini telah bahagia dengan anak istrinya. Ya Tuhan, bantu aku buat melupakannya...."
Karena ia melamun, Yasmin tak menyadari jika Akhtar duduk di hadapannya sambil menopang wajah dengan tangannya di meja kerja Yasmin, memperhatikan wajahnya dari jarak sangat dekat.
Yasmin kaget menyadari wajahnya Akhtar yang hanya berjarak sejengkal dari wajahnya.
"Mas Akhtar... bikin kaget aja"
"Kamu kenapa sering melamun sih, panggil aku mas terus ya jangan bapak karena aku bukan bapakmu. Aku suka jika kamu memanggilku dengan mas Akhtar. Ayo pulang lagi..." ucap Akhtar berdiri dari duduknya.
"Aku bereskan ini dulu mas..."
Yasmin membereskan meja kerjanya dan meja kerja Akhtar. Ia lalu mengikuti langkah Akhtar meninggalkan ruang kerjanya.
Para karyawan yang melihat Akhtar memberikan hormat dengan tersenyum sambil menunduk. Yasmin membalas senyum semua karyawan Akhtar.
Akhtar orangnya selalu berwibawa dan jarang tersenyum jika dihadapan karyawan lain, beda jika saat berdua dengan Yasmin. Tak ada satu orangpun karyawan yang tahu jika Akhtar orangnya usil.
Akhtar dan Yasmin memilih duduk di sudut ruangan dekat jendela. Yasmin memandang keluar kafe karena melihat seorang pemuda yang bernyanyi di panggung dengan memegang gitar. Yasmin teringat kembali akan Daniel.
"Kenapa semakin aku mencoba melupakan kak Daniel bayangannya seakan selalu mengikutiku. Aku harus bagaimana Tuhan, agar aku bisa melupakannya...."
Tanpa sadar air mata mengalir dari sudut matanya. Akhtar memperhatikan Yasmin. Ia sering melihat Yasmin yang tiba tiba termening dan menangis.
"Apakah kamu belum bisa melupakan mantan kekasihmu itu Yasmin. Beruntung sekali pria itu, dicintai begitu besarnya sama Yasmin. Setelah lebih dari tiga tahun berlalu, pintu hatimu masih saja kau tutup rapat. Tak kau beri celah buat pria manapun masuk..."
Akhtar menyentuh lengan Yasmin dan mengulurkan selembar tisu.
"Hapus air matamu, nanti dikira orang aku menyakiti hatimu"
"Apa kak...."
"Beruntung banget pria yang selalu kamu tangisi itu, yang kamu panggil kakak. Apa ia bernama Daniel"
"Maaf mas, Pria mana yang mas maksud. Aku tadi cuma teringat dengan ayah ibu"
"Kalau begitu kamu bisa ambil cuti, pulanglah temui orang tuamu.."
"Nggak usah mas, aku baru saja libur"
"Nggak apa, sebelum kita ke Jakarta minggu depan kamu bisa ambil cutimu"
"Nggak perlu mas, nanti aku bisa video call. Aku harus mempersiapkan berkas untuk kerja sama kita. Bukankah itu proyek yang sangat besar. Aku mau kerja samanya nanti berjalan lancar"
"Yasmin, apa kamu tidak pernah berpikir buat menjalin hubungan dengan seorang pria..."
"Aku nggak mau pacaran lagi, maunya langsung menikah aja mas" gumam Yasmin
"Kalau begitu , kita langsung menikah aja. Kamu bersedia"
"Apaa..." ucap Yasmin kaget
"Tapi katanya kamu mau langsung menikah, nggak mau pacaran"
"Mas tuh bercanda aja..."
"Aku nggak bercanda Yasmin. Sejak pertama bertemu kamu aku sudah menyukai kamu. Aku ingin menjalin hubungan denganmu, tapi aku tak berani mengatakannya karena aku tahu saat itu kamu baru saja putus dengan pacarmu. Aku telah menunggu hingga tiga tahun, aku pikir kamu pasti sudah melupakan mantan kekasihmu itu. Dan kamu sudah mau menjalin hubungan lagi"
"Aku belum bisa mas..."
"Kenapa...apa penyebab putusnya hubungan kamu itu terlalu menyakiti sehingga kamu takut untuk memulai hubungan lagi"
"Bukan mas..."
"Lalu kenapa...."
Yasmin hanya diam menunduk tanpa menjawab pertanyaan Akhtar.
"Maaf jika aku terlalu ingin tahu. Aku sering melihatmu menangis di sudut ruangan ketika masih bekerja di butik mama. Apa pria itu menyakiti hatimu terlalu dalam , sehingga luka itu belum hilang hingga saat ini"
"Pria itu tak pernah menyakitiku mas. Ia pria terbaik yang pernah aku kenal. Ia memberi banyak kenangan selama lima tahun hubungan kami"
"Jika ia pria terbaik, mengapa kalian berpisah"
"Karena perbedaan keyakinan antara kami" ucap Yasmin dan kembali dari sudut matanya keluar air mata yang terus mengalir dipipinya.
Akhtar mengusap air mata Yasmin dengan kedua tangannya.
"Aku dapat merasakan perasaanmu Yasmin. Aku juga dulu terpaksa putus dengan kekasihku karena kami beda keyakinan. Dan cinta kami terpaksa harus berakhir "
"Maaf ...jika pertanyaanku membangkitkan kenangan dan lukamu. Tapi kamu tak perlu menyimpan sendiri lukamu itu. Kamu harus membaginya agar ia bisa cepat pulih"
"Aku tak yakin jika luka itu bisa sembuh" gumam Yasmin
"Sekarang makanlah dulu. Jika kamu telah siap berbagi, ingat aku akan selalu ada buatmu berbagi cerita"
"Terima kasih ,mas..."
"Aku ingin kamu selalu tersenyum..."
Yasmin memberikan senyumnya dan mulai menyuap makanan ke mulutnya.
"Yasmin aku ingin menjadi penyembuh luka hatimu. Aku ingin menjadi tempatmu berbagi. Aku tak menyangka bisa mencintai lagi setelah cintaku pupus dulu. Dimana dan apakabar ya , mantan kekasihku. Aku pergi tanpa pamit karena aku tak mau melihat air matamu saat kita berpisah. Dan aku juga tak ingin menangisi perpisahan kita karena aku tahu ini semua mungkin adalah takdir dari Tuhan"
*******************
Terima kasih
keren banget ceritanya mam.. 💞💞💞
akhirnya, setelah melewati segala rintangan, Yasmin dan Daniel bisa bersatu jg..
alhamdulillah Daniel mau masuk Islam..
luar biasa emang cinta Daniel ke Yasmin..
tapi tetap ya, yg pertama dan utama harus cinta kepada Allah..
selain Allah, cintai sewajarnya saja jgn berlebihan..
karena Allah itu pencemburu, dan biasanya kita akan diuji dg apa yg kita cintai..
buat Akhtar, emang gak ada manusia yg sempurna..
manusia tempat salah dan lupa..
yg penting selalu bertaubat dan sebisa mungkin untuk tidak mengulang kesalahan yg sama..
semoga sehat selalu ya mam..
tetap semangat dalam berkarya dan semoga sukses selalu..
😘🥰😍🤩💪🏻🙏🏻💞
.smpai maut memisahkan nenek kakek q
🤗🤗 nenek q iklas anak2 nya ikut agama islam smw..
.
dan untuk Akhtar semoga bahagia dengan Siska segera mendapatkan momongan
biarkan Rachel diasuh sama Daniel dan Yasmin mereka lebih berhak membesarkan Rachel cukup kalian saling menyayangi buka untuk merebutkan kasihanlah anak kecil tidak tau apa² harus dipisahkan oleh orang yang telah merawat dari kecil...
dan terakhir kisah arneta mengingatkan aku dengan masa lalu ku beruntungnya aku dulu tidak sampai hamil setelah berpisah emang benar pacaran hanya membawa penyesalan dan dosa 😭😠🤧
untung Daniel itu baik hati mengurus arneta dan merawat Rachel Seperi anak sendiri.. apa gk mikir si Siska itu kok egois banget padahal dia tau betul gimana Daniel menyayangi nya
miris Sekali Siska ini
tidak tau rasa balas Budi
untungnya Akhtar sadar diri dengan posisinya 😠
apa kabar dulu arneta saat hamil dan melahirkan. merasa sendiri tidak ada suami yang menemani 😭