Season 1
Sara Anjani Salim anak tunggal dari keluarga terpandang, namun nasibnya berubah ketika orang tuanya kecelakaan dan harus membuatnya "MENGHARGAI" dirinya untuk biaya pengobatan orang tuanya yang sedang koma.
Diawal perjuangannya ayahnya meninggal dunia, membuat Sara begitu sakit harus ditinggalkan ayahnya itu, tapi dia tidak bisa berhenti karena dia masih memiliki mamah yang harus dia perjuangan.
Setelah beberapa bulan mamahnya sadar dari Komanya, namun semua itu bukanlah apa-apa, bagaimana dia harus menutupi pekerjaannya agar mamahnya tidak mengetahui.
Namun serapat-rapatnya dia menyimpan itu semua, ada yang mengatakan pada mamahnya hingga membuat dia ketakutan.
Tiba-tiba seorang laki-laki yang memiliki "KELAINAN" menawari dia sebagai istrinya.
Season 2.
Gara-gara sering mengejar muridnya yang nakal. Rizal pun harus berakhir dipelaminan dengan Siswi nakalnya.
Sebuah kesalah paham mengharuskan Rizal menikahi Siswi yang terbilang sangat nakal.
Bagaimana jadinya rumah tangga mereka setelah menikah, langsung baca saja ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon henti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perkara ikan asin, dan foto yang menyebalkan
Kisahku dipenuhi dengan kesulitan dan konflik. Meskipun banyak hal tidak berjalan seauai keinginanku, aku selalu melakukan yang terbaik dari setiap situasi dan menyelesaikan masalahku. Aku menolak untuk menyerah, apa pun yang terjadi.
SARA ANJANI SALIM.
.
.
Bahagia itu sangat sederhana, selalu menghargai apa pun yang telah diraih walau sekecil apa pun. Bukan karena tidak ada masalah, tapi karena kemampuan untuk menghadapi masalah.
"Mau masak apa bi?" Tanya Sara, bahkan dia masih membawa tas kuliahnya.
"Ini nyonya, katanya tuan malam ini ingin makan-makanan Indonesia" Tutur pembantu itu yang sedang memotong sayur.
"Ohh iyaa," Sara pun pergi menaiki tangga, dia menyimpan barang-barang sebelum kembali ke dapurnya.
"Nyonya mau ngapain?" Panik pembantu itu.
"Mau masak" Sahutnya santai.
"Biar saya saja, Nyonya. Nanti tangan nyonya luka" Cegah Sara yang sedang memotong daging itu.
"Apaan sih bi" .." Aku tuh geli tau, udah kaya cerita sultan dinovel sama ftv aja" Kekehnya.
"Ajarin masak bi" Titah Sara yang sudah memotong daging itu.
Pembantu itu pun mengajari memasak nyonyanya itu, dari cari cuci sayur, daging, dll. Terus berlanjut cari memasak satu-persatu.
Sara mencicipi masakan yang dia buat dengan pembantunya itu.
"Tidak seburuk waktu itu" Kekehnya.
"Iyaa nyonya, ini lebih enak" Tuturnya.
"Oh jadi bibi mengakui, kalau waktu itu gak enak" Tuturnya dengan wajah dinginnya.
"Ituu,, anuuu nyonyaa" Sahutnya gagap, aduh dasar bodoh harusnya walau pun gak enak dia harus jawab enak.
"Hahaha, santai aja kali bi" Tawanya sebari merangkul pembantu yang seperti ketakutan itu.
Muka Sara kalau lagi dingin, ceo ceo dinovel mah kalah dehh.
Setelah selesai masak Sara membersihkan dirinya, karna terasa lengket setelah kuliah terus masak.
Ceklekkkk..
Sara yang sedang menyisir rambutnya pun menoleh kala mendengar suara yang terbuka itu, dia langsung beranjak saat melihat ternyata itu suaminya.
"Tumben pulang sore?" Tanya Sara sebari mengambil tas kerja Leon.
"Iyaa gak terlalu sibuk" Sahutnya sebari mengecup Sara. Mengecup kening istrinya itu sudah jadi kebiasaan barunya.
"Aku siapin buat mandi kamu dulu ya" ujarnya sebari meninggalkan Leon.
Leon membuka jasnya, dia juga membuka sampul dasinya sebelum masuk kedalam kamar mandi.
"Airnya udah siap" Tutur Sara, Leon memeluk pinggang istrinya itu.
"Kenapa?" Tanyanya heran.
"Mandiin!!" Ucapnya.
Sara hanya tersenyum sebari mengangguk, suaminya itu jadi sangat manja dan tidak terlalu sungkan seperti dulu.
Sara pun membantu mengosok punggung Leon yang sedang berendam dibathtub itu. Dia juga mengambil sower untuk mencuci rambut suaminya itu, Leon begitu menikmati pelayanan istrinya itu. Rasa lelah kerjanya kini hilang, apalagi pijatan Sara dikepalanya itu benar-benar membuatnya rileks.
Setelah selesai Sara mengajak suaminya itu untuk makan. Disana ada berbagai jenis makanan khas indonesia, sayur asam, ikan asin, sambal dan tak lupa lalabnya, Sara juga memasak asam kecap dan jenis daging lainnya. INI AYAMNYA GAK GOSONG YA, ASLI AYAM KECAP.
Leon hanya tersenyum melihatnya, namun dia sedikit trauma melihat ayam kecap itu, membuat senyumnya menyurut.
"Ini enak ko, gak kaya kemarin" kekeh Sara yang melihat ekspresi Leon yang seperti itu.
Leon menarik kursinya, Sara langsung melayani Leon. Dia sengaja memasak ikan asin untuk laki-laki itu, walaupun dia juga meminta beberapa olahan daging.
"Apa ini?" Tanyanya geli saat melihat ikan teri yang dituangkan Sara.
"Itu enak, cobalah" Ujarnya sebari memgambil makanan untuknya.
"Aku sangat geli melihatnya, seperti anak belatung" Ujarnya.
"Itu ikan teri, ikan kecil. Tidak akan membuatmu mati" Tuturnya, Sara masih melihat laki-laki itu belum juga menyentuh makanannya.
"Aku makan dengan daging itu saja deh" ujar Leon, namun saat akan mengambil piring baru. Sara melarangnya, bahkan dia memaksa Leon untuk mencoba ikan itu.
"Aku tidak mau, ini sangat menjijikan" Bantahnya, kala tangan Sara terus ingin mencoba memasukan ikan itu kemulutnya.
"Ayolah ini sangat enak" Bujuknya, bahkan Sara sampai duduk dipangkuan laki-laki itu agar dia diam.
Hap
Sara memasukan nasi dan ikan asin itu kedalam mulutnya, Leon diam merasakan ikan asin itu. Namun dia langsung beranjak karna mengingat seperti belatung itu, dia langsung memuntahkan makanan itu ke wastafel.
Sara tertawa ngangkak melihat suaminya itu, dia tak menyangka kalau reasinya akan seperti itu.
Saat memasak ikan asin pembantunya itu memberitahukan dirinya kalau Leon belum pernah makan ikan asin khas indonesia itu.
(Ada gak disini yang kaya Leon, kaga suka ikan asin. Apalagi katanya kalau liat ikan teri tuh kya belatung gitu, kalau aku punya ipar kaya gitu. Dia ampe gak jadi makan cuman liat ikan asin doang.)
Sara menghampiri Leon yang belum berhenti muntah itu, dia jadi tak tega.
"Bi ambilin air anget" Teriaknya pada pembantunya itu.
"Maafin aku ya," Ujarnya lemah, dia benar-benar merasa bersalah melihat suaminya itu.
"Ini nya" Pembantu itu pun menyodorkan air anget pada Nyonyanya itu.
"Minum dulu" Titahnya sebari membantu Leon minum. Sara pun menuntun Leon kembali duduk ke meja makan.
"Bi ikannya kebelakangin aja" titahnya pada pembantunya itu.
Sara kembali mengambil piring baru dan mengambil beberapa daging untuk makan suaminya itu.
Leon terdiam melihat kekhawatiran Sara itu, dia memegang tangan Sara yang masih khawatir itu.
"Maafin aku ya" Ujar Leon.
"Aku yang salah, harusnya aku gak gitu" Balas Sara.
"Hemmmmz"
Mereka pun kembali makan, Leon tersenyum kembali saat merasakan masakan istrinya itu. Meakipun kedua kalinya Sara masak, tapi ini lebih baik dari waktu itu.
"Kamu ngapain senyum-senyum gitu" Kesalnya.
"Kenapa kamu kesel gitu" Sahutnya sambil mesem-mesem membuat Sara tambah kesal, karna Sara merasa Leon sedang meledek masakannya.
"Ihh nyebelin"
Seusai makan, mereka bersantai disofa agar makananya itu bisa langsung dicerna oleh ususnya.
"Foto bareng yang" Ujar Sara sebari mengarahkan kamera depannya untuk memotret Sara dan Leon itu.
Mereka bergaya dengan berbagai gaya, Sara begitu kesal karna Leon yang terus tertawa saat berfoto.
"Jangan seperti itu, aku mau mempostingnya di instagram" Kesalnya.
"Oke baiklah," Ujarnya yang masih menahan tawa. Dia begitu geli melihat dirinya dikamera itu, karna dia memang jarang berpoto seperti itu.
Sara kembali kesal melihat Leon yang cool, karna ketampanannya jadi bertambah banyak.
"Jangan seperti itu, nanti orang-orang akan memujimu, aku tidak suka ada wanita lain memuji mu" Kesalnya, Leon menelan ludahnya itu sebari memgaruk kepalanya yang tidak gatal.
Terus dia harus berfoto dengan ekspresi seperti apa.
Leon mendekati Sara yang masih merajuk itu.
"Baiklah, ayo berfoto lagi" Ajaknya.
Leon memeluk Sara, dengan Sara yang memegang kamera hpnya itu.
"Apa yang kau lakukan!!"
"Bukankah kau tidak mau aku dilirik orang" Ujarnya, Sara pun tersenyum mendengarnya dia memotret Leon dari belakang dengan Sara memeluknya.
Sara melihat hasil fotonya itu, lalu kembali cemberut.
"Ada apa?" Tanya Leon.
"Kau tetap tampan walau terlihat dari belakang" Rutuknya.
"Hah" Leon dibuat mengangga oleh istrinya itu, dia pun langsung beranjak kedapur mengambil minum.
Berurusan dengan wanita itu benar-benar harus punya pengalaman yang banyak.
.
.
Votenya kebutin lagi guys, LIKE jangan lupa...
Aloveyu banyak...