Sequel Cerita Cinta Dalam Perjodohan ( Cristian - Biyanka)
Bagaimana jika kisah cinta dua insan yang terpisah lama karena sebuah kecelakaan dan kini mereka kembali bertemu dengan ketidaksengajaan..
Fillio Wiharto kembali di pertemukan dengan cinta sejatinya namun bukan rasa bahagia tetapi kenyataan pahit yang harus dia rasakan setelah tau ternyata wanitanya mengalami hilang ingatan..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Encha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesetiaan Cinta
Sasya terus menarik gaun nya, dia sudah sangat merasa kepanasan,,
" Panas ini sangat panas " Ucap Sasya
" Sya,, tahan ya Please "
Lio semakin melajukan mobilnya, dia akan menuju Apartemen.
" Shit,, " Umpat Lio saat melihat Sasya yang begitu menggoda bahkan sebagai laki laki normal dia pun bisa saja tidak mengontrol dirinya.
Hingga akhirnya mereka sampai di Apartemen, dengan susah payah Lio menggendong tubuh Sasya yang terus memberontak.
Lio benar benar merasa kewalahan menghadapi tingkah Sasya yang membuatnya harus ekstra menahan dirinya.
Lio membawa Sasya ke dalam kamar mandi dan langsung membasahi tubuh mereka dengan air dingin, Lio sengaja melakukan semua itu untuk membuat Sasya tenang namun percuma saja ternyata Sasya masih terus kepanasan,,
Bahkan tubuh ramping Sasya terpampang jelas di depan matanya dengan pakaian mereka yang sudah sangat basah.
Setelah dua jam akhirnya Sasya mulai tenang, bahkan dia malah tertidur dengan pakaian yang masih basah.
Lio kembali menggendong nya menuju kamar, dia pun mengelap semua tubuh Sasya namun kini dia harus menghadapi sebuah godaan sebagai laki laki normal, Lio harus mengganti pakaian Sasya yang sudah basah tidak mungkin dia melihat wanita yang di cintai Nya tidur menggunakan pakaian basah.
" Shit,, gimana gue ganti pakai Sasya dan tidak mungkin gue meminta orang menggantikannya..
Loe sangat mencintai Sasya bahkan Loe pun harus menjaga nya dan tidak akan menodainya"
Lio menghela napasnya dan mulai membuka pakaian Sasya hingga tersisa pakaian dalamnya saja.
Benar benar membuat nya harus ekstra menahan dan melawan godaan yang ada di depan matanya.
Dan akhirnya Lio telah mengganti semua Pakai an Sasya, dia pun mengusap wajahnya kasar..
" Maafkan Saya yang tidak bisa menjaga kamu Sya, Saya janji akan mencari tau siapa yang berani membuat kamu seperti ini "
Lio pun langsung menelpon Bagas,,
" Selamat Malam Tuan " Ucap Bagas di seberang
" Cari tau siapa yang berniat mencelakai Sasya"
" Maaf Tuan bukannya anda dan Nona Sasya sedang menghadiri pesta Ulang tahun Melinda"
Lio pun menceritakan semua yang sudah terjadi selama di pesta bahkan akan mempermalukan Sasya..
" Baik Tuan,, Saya akan mencari tau siapa orang nya "
Lio menutup telponnya dan kembali menatap wajah Sasya yang kini sudah tenang dengan tidurnya.
Lio beranjak untuk mengganti pakaiannya, untung saja ada beberapa pakaian di sana karena memang sebenarnya Apartemen itu miliknya dan kini di berikan kepada Sasya..
******
Keesokan Harinya,,
Lio membuka matanya karena samar samar mendengar rintihan Sasya.
" Astaga Sya,, kamu kenapa " Ucap Lio menyentuh kening Sasya yang sangat Panas
" Kamu demam " Lanjut nya langsung mengambil kompres dan mulai mengompres nya.
Lio sangat khawatir dengan keadaan Sasya,,
Setelah beberapa jam Sasya mengerjabkan matanya,, dia pun menyentuh kepalanya yang sangat pusing.
" Filo,, " Ucap Sasya
" Sya,, Kamu demam kita ke rumah sakit ya " Ucap Lio namun Sasya menggeleng
" Kenapa aku di Apartemen, bukannya semalam, -
Ucapan Sasya terputus karena dia mengingat kejadian semalam dan dia merasa sangat malu dengan Lio.
" Maaf semalam aku'-
" Sstt,, Sudah ya gak usah bahas semalam,, aku sudah cari tau siapa yang sudah mencampuri obat pada minuman kamu "
Sasya membulatkan matanya, dia segera menatap tubuhnya, dia mengingat jika semalam dia memakai gaun dan sekarang sudah berganti pakaian biasa,,
Lio menghela napasnya, dia pun menggenggam tangan Saya,,
" Maafin aku Sya, " Ucap Lio namun Sasya langsung menarik tangannya..
Sasya berfikir jika mereka semalam sudah melakukan nya, rasanya benar benar sangat sakit hatinya bahkan air matanya menetes begitu saja.
Selama ini dia selalu menjaganya namun hanya karena sebuah obat dia merusak semuanya.
" Engga mungkin,, semalam aku dan Filo.. "
tpi bikin baterai hiks